{"id":4212,"date":"2023-08-22T10:01:21","date_gmt":"2023-08-22T10:01:21","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=4212"},"modified":"2023-08-22T10:01:21","modified_gmt":"2023-08-22T10:01:21","slug":"sejarah-sebagai-ilmu-pengertian-ciri-ciri-dan-contoh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-sebagai-ilmu-pengertian-ciri-ciri-dan-contoh\/","title":{"rendered":"Sejarah sebagai Ilmu: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-sebagai-ilmu-pengertian-ciri-ciri-dan-contoh\/#Pengertian_Sejarah_sebagai_Ilmu\" >Pengertian Sejarah sebagai Ilmu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-sebagai-ilmu-pengertian-ciri-ciri-dan-contoh\/#Ciri-Ciri_Sejarah_sebagai_Ilmu\" >Ciri-Ciri Sejarah sebagai Ilmu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-sebagai-ilmu-pengertian-ciri-ciri-dan-contoh\/#Contoh_Sejarah_sebagai_Ilmu\" >Contoh Sejarah sebagai Ilmu<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Sejarah adalah salah satu bidang ilmu yang menarik dan penting untuk dipelajari. Sejarah mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu, baik yang berhubungan dengan manusia, masyarakat, budaya, maupun alam. Sejarah juga memberikan kita wawasan dan pemahaman tentang asal-usul, perkembangan, dan perubahan yang dialami oleh berbagai aspek kehidupan. Namun, apa sebenarnya pengertian sejarah sebagai ilmu? Bagaimana ciri-ciri sejarah sebagai ilmu? Dan apa saja contoh sejarah sebagai ilmu? Artikel ini akan membahas hal-hal tersebut secara lengkap.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Sejarah_sebagai_Ilmu\"><\/span>Pengertian Sejarah sebagai Ilmu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sejarah sebagai ilmu adalah suatu pengetahuan yang didasarkan pada fakta-fakta empiris yang terjadi di masa lalu, yang disusun secara sistematis dan kritis dengan menggunakan metode ilmiah.\u00a0Sejarah sebagai ilmu juga berusaha untuk menjelaskan penyebab, proses, dan dampak dari peristiwa-peristiwa sejarah, serta memberikan interpretasi dan analisis yang objektif dan rasional<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Sejarah sebagai ilmu berbeda dengan sejarah sebagai cerita atau kisah. Sejarah sebagai cerita atau kisah adalah suatu narasi atau uraian tentang peristiwa-peristiwa masa lalu yang bersifat subjektif, tidak sistematis, dan tidak kritis.\u00a0Sejarah sebagai cerita atau kisah seringkali didasarkan pada mitos, legenda, dongeng, atau imajinasi<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Sejarah_sebagai_Ilmu\"><\/span>Ciri-Ciri Sejarah sebagai Ilmu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sejarah sebagai ilmu memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakannya dengan bidang ilmu lainnya, yaitu<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><sup>3<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Bersifat empiris<\/strong>. Artinya, sejarah sebagai ilmu didasarkan pada pengalaman nyata yang terjadi di masa lalu, bukan pada khayalan atau spekulasi. Pengalaman nyata tersebut harus bisa dibuktikan kebenarannya dengan menggunakan sumber-sumber sejarah yang otentik dan valid.<\/li>\n<li><strong>Memiliki objek<\/strong>. Artinya, sejarah sebagai ilmu memiliki bahan kajian yang jelas dan spesifik, yaitu peristiwa-peristiwa masa lalu yang berkaitan dengan manusia dan masyarakat. Objek sejarah dapat dibagi menjadi beberapa ruang lingkup, seperti sejarah politik, sejarah ekonomi, sejarah sosial, sejarah budaya, sejarah alam, dan sebagainya.<\/li>\n<li><strong>Memiliki teori<\/strong>. Artinya, sejarah sebagai ilmu memiliki kerangka berpikir atau konsep-konsep yang digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena sejarah. Teori sejarah dapat bersifat umum atau khusus. Teori umum adalah teori yang berlaku untuk semua peristiwa sejarah, seperti teori evolusi, teori konflik, teori siklus, dan lain-lain.\u00a0Teori khusus adalah teori yang berlaku untuk peristiwa sejarah tertentu, seperti teori masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia<sup>4<\/sup>, teori masuknya Islam ke Indonesia<sup>5<\/sup>, teori Out of Taiwan, dan lain-lain.<\/li>\n<li><strong>Memiliki metode ilmiah<\/strong>. Artinya, sejarah sebagai ilmu memiliki langkah-langkah sistematik dan rasional dalam melakukan penelitian sejarah. Metode ilmiah dalam sejarah meliputi heuristik (pengumpulan sumber-sumber sejarah), kritik (penilaian keotentikan dan kredibilitas sumber-sumber sejarah), interpretasi (penyusunan fakta-fakta sejarah), dan historiografi (penulisan hasil penelitian sejarah).<\/li>\n<li><strong>Memiliki sifat generalisasi<\/strong>. Artinya, sejarah sebagai ilmu berusaha untuk menemukan pola-pola atau hukum-hukum umum yang berlaku dalam peristiwa-peristiwa sejarah. Sifat generalisasi ini bertujuan untuk memberikan makna atau pelajaran dari sejarah, serta untuk meramalkan atau memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Sejarah_sebagai_Ilmu\"><\/span>Contoh Sejarah sebagai Ilmu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berikut adalah beberapa contoh sejarah sebagai ilmu yang dapat ditemukan dalam berbagai bidang kajian<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Sejarah politik<\/strong>. Contohnya adalah penelitian sejarah tentang peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Penelitian ini didasarkan pada fakta-fakta empiris yang terdapat dalam sumber-sumber sejarah, seperti naskah proklamasi, foto-foto, saksi mata, dan lain-lain. Penelitian ini juga menggunakan teori-teori politik, seperti teori nasionalisme, teori revolusi, teori kolonialisme, dan lain-lain. Penelitian ini juga menggunakan metode ilmiah, seperti heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini juga memiliki sifat generalisasi, yaitu memberikan makna atau pelajaran tentang pentingnya perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan dari penjajahan asing.<\/li>\n<li><strong>Sejarah ekonomi<\/strong>. Contohnya adalah penelitian sejarah tentang peristiwa krisis ekonomi global pada tahun 2008. Penelitian ini didasarkan pada fakta-fakta empiris yang terdapat dalam sumber-sumber sejarah, seperti data-data statistik, laporan keuangan, berita-berita, dan lain-lain. Penelitian ini juga menggunakan teori-teori ekonomi, seperti teori pasar, teori inflasi, teori deflasi, teori resesi, dan lain-lain. Penelitian ini juga menggunakan metode ilmiah, seperti heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini juga memiliki sifat generalisasi, yaitu memberikan makna atau pelajaran tentang dampak dan solusi dari krisis ekonomi global.<\/li>\n<li><strong>Sejarah sosial<\/strong>. Contohnya adalah penelitian sejarah tentang peristiwa gerakan sosial Black Lives Matter pada tahun 2020. Penelitian ini didasarkan pada fakta-fakta empiris yang terdapat dalam sumber-sumber sejarah, seperti video-video, poster-poster, media sosial, dan lain-lain. Penelitian ini juga menggunakan teori-teori sosial, seperti teori rasisme, teori diskriminasi, teori keadilan sosial, dan lain-lain. Penelitian ini juga menggunakan metode ilmiah, seperti heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini juga memiliki sifat generalisasi, yaitu memberikan makna atau pelajaran tentang pentingnya kesetaraan dan hak asasi manusia.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Sejarah sebagai Ilmu: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh. https:\/\/www.pijarbelajar.id\/blog\/sejarah-sebagai-ilmu-pengertian-ciri-ciri-dan-contoh.<br \/>\n(2) Sejarah sebagai Ilmu: Pengertian dan Ciri-cirinya &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2023\/03\/11\/220000669\/sejarah-sebagai-ilmu&#8211;pengertian-dan-ciri-cirinya.<br \/>\n(3) 4 Ruang Lingkup Sejarah &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2021\/04\/05\/140838369\/4-ruang-lingkup-sejarah.<br \/>\n(4) Apa Maksud Sejarah Sebagai Ilmu dan Seni? | Sejarah Kelas 10. https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-maksud-sejarah-sebagai-ilmu-dan-seni.<br \/>\n(5) Mengenal Konsep Sejarah Sebagai Ilmu dan Ciri-cirinya &#8211; Materi Sejarah &#8230;. https:\/\/www.zenius.net\/blog\/sejarah-sebagai-ilmu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejarah adalah salah satu bidang ilmu yang menarik dan penting untuk dipelajari. Sejarah mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu, baik yang berhubungan dengan manusia,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4212","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4212","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4212"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4212\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4212"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}