{"id":42007,"date":"2023-06-08T04:36:02","date_gmt":"2023-06-08T04:36:02","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=1320"},"modified":"2023-06-08T04:36:02","modified_gmt":"2023-06-08T04:36:02","slug":"tempat-tempat-bersejarah-di-sumatera-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-sumatera-barat\/","title":{"rendered":"Tempat-Tempat Bersejarah di Sumatera Barat"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-sumatera-barat\/#1_Museum_Adityawarman\" >1. Museum Adityawarman<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-sumatera-barat\/#2_Jembatan_Siti_Nurbaya\" >2. Jembatan Siti Nurbaya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-sumatera-barat\/#3_Nagari_1000_Rumah_Gadang\" >3. Nagari 1000 Rumah Gadang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-sumatera-barat\/#4_Istana_Pagaruyung\" >4. Istana Pagaruyung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-sumatera-barat\/#5_Lubang_Jepang\" >5. Lubang Jepang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-sumatera-barat\/#6_Benteng_Fort_de_Kock\" >6. Benteng Fort de Kock<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-sumatera-barat\/#7_Danau_Maninjau\" >7. Danau Maninjau<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-sumatera-barat\/#8_Menhir_Batu_Basurek\" >8. Menhir Batu Basurek<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-sumatera-barat\/#9_Makam_Syekh_Burhanuddin\" >9. Makam Syekh Burhanuddin<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-sumatera-barat\/#10_Lembah_Harau_lanjutan\" >10. Lembah Harau (lanjutan)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-sumatera-barat\/#11_Jam_Gadang\" >11. Jam Gadang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-sumatera-barat\/#12_Pulau_Cubadak\" >12. Pulau Cubadak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-sumatera-barat\/#13_Rumah_Kelahiran_Bung_Hatta\" >13. Rumah Kelahiran Bung Hatta<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-sumatera-barat\/#14_Pantai_Air_Manis\" >14. Pantai Air Manis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-sumatera-barat\/#15_Ngarai_Sianok\" >15. Ngarai Sianok<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tempat-tempat-bersejarah-di-sumatera-barat\/#16_Masjid_Raya_Sumatera_Barat\" >16. Masjid Raya Sumatera Barat<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Tempat-tempat bersejarah ini tidak hanya menyimpan cerita-cerita masa lalu, tetapi juga menampilkan keindahan arsitektur, budaya, dan alam yang khas Minangkabau. Berikut ini adalah beberapa tempat bersejarah di Sumatera Barat yang wajib Anda kunjungi:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Museum_Adityawarman\"><\/span>1. Museum Adityawarman<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Museum Adityawarman adalah museum yang berlokasi di Jalan Diponegoro No.10, Belakang Tangsi, Kota Padang. Museum ini dibangun pada tahun 1974 dan diresmikan pada 16 Maret 1977. Nama Adityawarman digunakan sebagai penghormatan terhadap Raja Pagaruyung abad XIV M\u00b3. Museum ini sangat terkenal di Kota Padang dan sering disebut-sebut sebagai Taman Mini-nya Kota Padang\u00b3. Di tempat bersejarah ini banyak menyimpan benda-benda peninggalan sejarah yang sangat berharga, mulai dari arsip dan dokumen hingga pengenalan kebudayaan Minangkabau. Di tempat ini Anda bisa melihat berbagai koleksi seperti keris, perhiasan, pakaian adat, alat musik tradisional, senjata tradisional, arca, prasasti, dan lain-lain\u00b9.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Jembatan_Siti_Nurbaya\"><\/span>2. Jembatan Siti Nurbaya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jembatan Siti Nurbaya adalah jembatan yang membentang sepanjang 156 meter dan dibangun di atas Muara Batang Arau. Jembatan ini menghubungkan Kota Tua Padang dengan lokasi Taman Siti Nurbaya yang merupakan tempat pemakaman Siti Nurbaya, sosok wanita yang kisahnya begitu populer dalam dunia sastra Indonesia\u00b3. Kisah Siti Nurbaya sendiri ditulis oleh Marah Rusli pada tahun 1922 dan menceritakan tentang penderitaan seorang gadis yang dipaksa menikah dengan seorang datuk tua kaya\u00b3. Waktu terbaik mengunjungi Jembatan Siti Nurbaya adalah sore hari menjelang petang sehingga bisa menyaksikan keindahan sunset yang mempesona\u00b3.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Nagari_1000_Rumah_Gadang\"><\/span>3. Nagari 1000 Rumah Gadang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Nagari 1000 Rumah Gadang adalah sebuah desa tradisional yang terletak di Kabupaten Solok Selatan. Desa ini memiliki 174 rumah gadang yang merupakan rumah tradisional suku Minangkabau\u2074. Rumah gadang dapat dengan mudah dikenali lewat atap-atap runcing yang disebut gonjong, yang konon merepresentasikan tanduk kerbau, lambang suku asli Minangkabau\u2074. Di desa ini Anda bisa merasakan pengalaman menginap di salah satu rumah gadang, menyaksikan tarian tradisional, dan mempelajari adat istiadat suku aslinya\u2074.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Istana_Pagaruyung\"><\/span>4. Istana Pagaruyung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Istana Pagaruyung adalah istana kerajaan yang terletak di Kabupaten Tanah Datar. Istana ini merupakan replika dari istana asli yang dibakar oleh Belanda pada tahun 1804\u00b9. Istana ini dibangun kembali pada tahun 1976 dengan gaya arsitektur Minangkabau yang megah dan indah\u00b9. Istana ini memiliki tiga lantai dengan atap gonjong yang menjulang tinggi\u00b9. Di dalam istana ini Anda bisa melihat berbagai benda-benda peninggalan kerajaan seperti singgasana, mahkota, pedang, payung emas, dan lain-lain\u00b9. Anda juga bisa menyewa pakaian adat dan berfoto di depan istana ini.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Lubang_Jepang\"><\/span>5. Lubang Jepang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Lubang Jepang adalah sebuah terowongan bawah tanah yang terletak di Bukittinggi. Terowongan ini dibangun oleh tentara Jepang pada masa pendudukan mereka di Indonesia pada tahun 1942-1945\u00b9. Terowongan ini digunakan sebagai tempat perlindungan, penyimpanan senjata, dan ruang rapat oleh tentara Jepang\u00b9. Terowongan ini memiliki panjang sekitar 1,5 km dan terdiri dari beberapa ruangan yang saling terhubung\u00b9. Di tempat ini Anda bisa melihat sisa-sisa peralatan perang, foto-foto sejarah, dan patung-patung yang menggambarkan kekejaman tentara Jepang\u00b9.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Benteng_Fort_de_Kock\"><\/span>6. Benteng Fort de Kock<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Benteng Fort de Kock adalah sebuah benteng yang terletak di Bukittinggi. Benteng ini dibangun oleh Belanda pada tahun 1825 sebagai benteng pertahanan dari serangan rakyat Minangkabau yang berjuang melawan penjajahan Belanda\u00b9. Benteng ini memiliki luas sekitar 2 hektar dan dikelilingi oleh parit-parit yang dalam\u00b9. Di tempat ini Anda bisa melihat meriam-meriam tua, barak-barak tentara, dan monumen-monumen perjuangan\u00b9. Anda juga bisa menikmati pemandangan kota Bukittinggi dari atas benteng ini.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Danau_Maninjau\"><\/span>7. Danau Maninjau<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Danau Maninjau adalah sebuah danau vulkanik yang terletak di Kabupaten Agam. Danau ini memiliki luas sekitar 99,5 km2 dan kedalaman sekitar 495 meter\u00b9. Danau ini merupakan salah satu tempat bersejarah di Sumatera Barat karena menjadi saksi bisu dari peristiwa 16 Juni 1908 yang dikenal sebagai Peristiwa Paderi\u00b9. Peristiwa ini adalah peristiwa dimana ratusan pejuang Paderi yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol melakukan bunuh diri massal dengan melompat ke dalam danau untuk menghindari penangkapan oleh Belanda\u00b9. Di tempat ini Anda bisa menikmati keindahan alam danau yang tenang dan hijau, serta mencoba berbagai aktivitas seperti berenang, memancing, berperahu, atau berkemah.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Menhir_Batu_Basurek\"><\/span>8. Menhir Batu Basurek<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menhir Batu Basurek adalah sebuah batu bertuliskan yang terletak di Kabupaten Tanah Datar. Batu ini merupakan salah satu peninggalan sejarah tertua di Sumatera Barat yang berasal dari abad ke-7 M\u00b9. Batu ini memiliki ukuran sekitar 80 x 40 x 20 cm dan ditulis dengan aksara Pallawa dalam bahasa Melayu Kuno\u00b9. Isi tulisan pada batu ini adalah tentang pemberian tanah oleh Raja Adityawarman kepada keluarganya\u00b9. Batu ini merupakan bukti dari keberadaan kerajaan Hindu-Buddha di Sumatera Barat pada masa lampau.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"9_Makam_Syekh_Burhanuddin\"><\/span>9. Makam Syekh Burhanuddin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Makam Syekh Burhanuddin adalah sebuah makam yang terletak di Kabupaten Padang Pariaman. Makam ini merupakan makam dari Syekh Burhanuddin Ulakan, salah satu ulama besar yang menyebarkan agama Islam di Sumatera Barat pada abad ke-17 M\u00b9. Syekh Burhanuddin Ulakan juga dikenal sebagai guru dari Tuanku Imam Bonjol, salah satu pahlawan nasional Indonesia\u00b9. Makam ini memiliki arsitektur yang unik dengan atap gonjong dan hiasan ukiran kayu\u00b9. Di tempat ini Anda bisa menghormati jasa-jasa Syekh Burhanuddin Ulakan dan merasakan ketenangan jiwa.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"10_Lembah_Harau_lanjutan\"><\/span>10. Lembah Harau (lanjutan)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Lembah Harau adalah sebuah lembah yang terletak di Kabupaten Lima Puluh Kota. Lembah ini merupakan salah satu tempat bersejarah di Sumatera Barat karena menjadi tempat persembunyian para pejuang Paderi yang melawan Belanda pada abad ke-19 M. Lembah ini memiliki keindahan alam yang luar biasa dengan dikelilingi oleh tebing-tebing batu yang menjulang tinggi hingga 100-500 meter. Di tempat ini Anda bisa menikmati pemandangan lembah yang hijau dan subur, serta melihat berbagai air terjun yang mengalir dari tebing-tebing tersebut. Anda juga bisa melakukan aktivitas seperti mendaki, berkemah, atau bersantai di bawah pohon.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"11_Jam_Gadang\"><\/span>11. Jam Gadang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jam Gadang adalah sebuah jam menara yang terletak di pusat kota Bukittinggi. Jam ini dibangun oleh Belanda pada tahun 1926 sebagai hadiah untuk sekretaris kota saat itu. Jam ini memiliki tinggi sekitar 26 meter dan memiliki atap gonjong yang khas Minangkabau. Jam ini juga memiliki angka romawi pada jamnya kecuali angka empat yang ditulis dengan angka arab. Jam ini merupakan salah satu ikon kota Bukittinggi dan menjadi tempat wisata yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Di tempat ini Anda bisa melihat jam yang berdetak setiap jam dan menikmati suasana kota yang ramai.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"12_Pulau_Cubadak\"><\/span>12. Pulau Cubadak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pulau Cubadak adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Kabupaten Pesisir Selatan. Pulau ini merupakan salah satu tempat bersejarah di Sumatera Barat karena menjadi tempat persembunyian para pejuang kemerdekaan Indonesia yang melawan Belanda pada tahun 1945-1949. Pulau ini memiliki keindahan alam yang menawan dengan pantai-pantai berpasir putih dan laut biru yang jernih. Di tempat ini Anda bisa melakukan berbagai aktivitas seperti berenang, menyelam, snorkeling, atau berperahu. Anda juga bisa menginap di resort-resort yang ada di pulau ini dan menikmati pelayanan yang ramah.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"13_Rumah_Kelahiran_Bung_Hatta\"><\/span>13. Rumah Kelahiran Bung Hatta<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Rumah Kelahiran Bung Hatta adalah sebuah rumah tradisional yang terletak di Jalan Soekarno Hatta No.77, Bukittinggi. Rumah ini merupakan rumah kelahiran dari Mohammad Hatta, salah satu proklamator kemerdekaan Indonesia dan wakil presiden pertama Indonesia. Rumah ini dibangun pada tahun 1892 dan memiliki gaya arsitektur Minangkabau dengan atap gonjong dan dinding kayu. Di tempat ini Anda bisa melihat berbagai benda-benda peninggalan Bung Hatta seperti foto-foto, surat-surat, buku-buku, pakaian, dan lain-lain. Anda juga bisa belajar tentang sejarah perjuangan Bung Hatta dan menghormati jasa-jasanya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"14_Pantai_Air_Manis\"><\/span>14. Pantai Air Manis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pantai Air Manis adalah sebuah pantai yang terletak di Kota Padang. Pantai ini merupakan salah satu tempat bersejarah di Sumatera Barat karena menjadi latar belakang dari legenda Malin Kundang, seorang anak durhaka yang dikutuk menjadi batu oleh ibunya karena tidak mau mengakuinya. Di tempat ini Anda bisa melihat batu-batu besar yang konon merupakan Malin Kundang dan kapalnya. Anda juga bisa menikmati keindahan pantai yang memiliki pasir putih dan ombak tenang. Anda juga bisa mencoba berbagai kuliner khas Padang seperti rendang, sate padang, atau martabak mesir.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"15_Ngarai_Sianok\"><\/span>15. Ngarai Sianok<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ngarai Sianok adalah sebuah ngarai yang terletak di Bukittinggi. Ngarai ini merupakan salah satu tempat bersejarah di Sumatera Barat karena menjadi tempat pertempuran antara tentara Indonesia dan Belanda pada tahun 1949 yang dikenal sebagai Pertempuran Bukit Jambul. Ngarai ini memiliki panjang sekitar 15 km dan kedalaman sekitar 100 meter. Ngarai ini memiliki keindahan alam yang spektakuler dengan dikelilingi oleh tebing-tebing batu yang curam dan ditumbuhi oleh hutan-hutan hijau. Di tempat ini Anda bisa menikmati pemandangan ngarai yang memesona, serta melihat berbagai satwa liar seperti monyet, kera, atau burung.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"16_Masjid_Raya_Sumatera_Barat\"><\/span>16. Masjid Raya Sumatera Barat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Masjid Raya Sumatera Barat adalah sebuah masjid yang terletak di Jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang. Masjid ini merupakan masjid terbesar di Sumatera Barat dan salah satu masjid terindah di Indonesia. Masjid ini dibangun pada tahun 2007 dan diresmikan pada tahun 2014. Masjid ini memiliki gaya arsitektur yang menggabungkan unsur-unsur Islam, Minangkabau, dan Melayu. Masjid ini memiliki luas sekitar 40.344 m2 dan dapat menampung sekitar 20.000 jamaah. Di tempat ini Anda bisa melihat keindahan masjid yang memiliki kubah-kubah besar, menara-menara tinggi, dan hiasan-hiasan ukir. Anda juga bisa beribadah dan merasakan ketenangan jiwa.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Main ke Sumatera Barat? Jangan Lupa Kunjungi 10 Situs Bersejarah Ini. https:\/\/www.idntimes.com\/travel\/destination\/rafika-saputry\/10-situs-bersejarah-di-sumatera-barat-c1c2.<br \/>\n(2) Peninggalan Sejarah di Sumatera Barat ( Artikel Lengkap ). http:\/\/www.adatnusantara.web.id\/2017\/08\/peninggalan-sejarah-di-sumatera-barat.html.<br \/>\n(3) 24 tempat wisata alam dan budaya di Sumatera Barat yang jarang orang tahu. https:\/\/indonesia.tripcanvas.co\/id\/sumatra\/wisata-tersembunyi-sumatera-barat\/.<br \/>\n(4) . https:\/\/bing.com\/search?q=tempat-tempat+bersejarah+di+sumatera+barat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Tempat-tempat bersejarah ini tidak hanya menyimpan cerita-cerita masa&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-42007","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42007","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42007"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42007\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42007"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42007"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42007"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}