{"id":41997,"date":"2022-11-01T07:35:29","date_gmt":"2022-11-01T07:35:29","guid":{"rendered":"http:\/\/abi.an-nur.ac.id\/?p=101"},"modified":"2022-11-01T07:35:29","modified_gmt":"2022-11-01T07:35:29","slug":"konsep-dan-ruang-lingkup-fikih-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/konsep-dan-ruang-lingkup-fikih-islam\/","title":{"rendered":"Konsep dan Ruang Lingkup Fikih Islam"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/konsep-dan-ruang-lingkup-fikih-islam\/#Definisi_dan_Pengertian_Fikih\" >Definisi dan Pengertian Fikih<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/konsep-dan-ruang-lingkup-fikih-islam\/#Ruang_Lingkup_Fikih_Islam\" >Ruang Lingkup Fikih Islam<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/konsep-dan-ruang-lingkup-fikih-islam\/#Tujuan_dan_Fungsi_Fikih\" >Tujuan dan Fungsi Fikih<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/konsep-dan-ruang-lingkup-fikih-islam\/#Madzhab_Fikih_dalam_Islam\" >Madzhab Fikih dalam Islam<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/konsep-dan-ruang-lingkup-fikih-islam\/#Sumber_Hukum_Fikih\" >Sumber Hukum Fikih<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/konsep-dan-ruang-lingkup-fikih-islam\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"font-600 text-xl font-bold\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Definisi_dan_Pengertian_Fikih\"><\/span>Definisi dan Pengertian Fikih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">Fikih atau fiqh (\u0641\u0642\u0647) secara bahasa berarti pemahaman yang mendalam. Secara istilah dalam Islam, fikih merujuk pada salah satu disiplin ilmu yang membahas secara khusus dan terperinci hukum-hukum dan aturan-aturan syariah yang berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan seorang muslim, baik dalam konteks ibadah, muamalah (hubungan sosial-ekonomi), pernikahan, waris, dan sebagainya.<\/p>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">Definisi fikih sendiri mengalami perkembangan dari masa ke masa. Ulama terkemuka seperti Abu Hanifah (699-767 M) pada awalnya mendefinisikan fikih secara luas, mencakup aspek akidah, syariah, ibadah dan akhlak. Beliau mengatakan fikih adalah pengetahuan seseorang tentang hak dan kewajibannya.<\/p>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">Namun pada perkembangan selanjutnya, definisi fikih lebih spesifik seperti yang dikemukakan oleh al-Amidi (1156-1233 M). Beliau berpendapat fikih adalah ilmu tentang hukum-hukum syara&#8217; yang bersifat praktis yang digali dari dalil-dalil yang terperinci. Definisi ini kemudian menjadi pendapat yang paling populer dan diterima secara luas oleh para ulama.<\/p>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">Beberapa definisi fikih lainnya dari para ulama ushul fikih:<\/p>\n<ol class=\"-mt-1 [li&gt;&amp;]:mt-2 list-decimal space-y-2 pl-8\">\n<li class=\"whitespace-normal break-words\">Ilmu yang memiliki pokok bahasan terkait kaidah dan prinsip hukum Islam yang didasarkan pada metode-metode istinbath (penyimpulan) hukum seperti qiyas, istihsan, istishab, istislah, dan sad adz-dzari&#8217;ah.<\/li>\n<li class=\"whitespace-normal break-words\">Ilmu tentang hukum syar&#8217;i yang berkaitan dengan perbuatan mukallaf (orang yang telah dibebani kewajiban syariat), baik yang berbentuk tuntutan (wajib), larangan (haram), pilihan (mubah), anjuran untuk melakukan (sunnah), maupun anjuran untuk meninggalkan (makruh), yang digali dari dalil-dalil syara&#8217; (Al-Qur&#8217;an dan hadis), bukan dari akal semata.<\/li>\n<li class=\"whitespace-normal break-words\">Ilmu tentang hukum-hukum syar&#8217;i terkait ibadah dan muamalah. Ini menunjukkan fikih lebih bersifat praktis dan diperoleh melalui proses istinbath dan istidlal dari sumber-sumber syariat.<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">Jadi secara singkat, fikih adalah ilmu yang membahas tentang hukum-hukum amaliah (perbuatan) yang disyariatkan dalam Islam, yang didasarkan pada pemahaman yang mendalam terhadap dalil-dalil yang terperinci dari Al-Qur&#8217;an, hadis, ijma&#8217; dan qiyas, melalui proses ijtihad.<\/p>\n<h2 class=\"font-600 text-xl font-bold\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ruang_Lingkup_Fikih_Islam\"><\/span>Ruang Lingkup Fikih Islam<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">Ruang lingkup fikih Islam mencakup seluruh hukum yang mengatur perbuatan orang-orang mukallaf. Mukallaf adalah orang yang telah dibebani dengan syariat Islam, dengan ciri-ciri antara lain: baligh (dewasa), berakal sehat, dan memeluk agama Islam.<\/p>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">Hukum-hukum yang dibahas dalam fikih terdiri dari hukum wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram, serta hukum lain seperti sah, batal, benar, dan salah.<\/p>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">Secara garis besar, ruang lingkup fikih Islam terbagi dalam dua dimensi:<\/p>\n<ol class=\"-mt-1 [li&gt;&amp;]:mt-2 list-decimal space-y-2 pl-8\">\n<li class=\"whitespace-normal break-words\">Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT (ibadah) Mencakup segala ketentuan terkait ritual ibadah seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan lain sebagainya. Bidang ini dikenal dengan istilah fiqh al-ibadah (fikih ibadah).<\/li>\n<li class=\"whitespace-normal break-words\">Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan sesamanya (muamalah) Meliputi segala ketentuan yang berkaitan dengan interaksi sosial, keperdataan, ekonomi, politik, dan aspek-aspek kemasyarakatan lainnya. Bidang ini kemudian terbagi lagi menjadi beberapa sub-bagian:<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">a. Ah.w\u00e2l Asy-Syakhshiyyah (hukum keluarga), mencakup aturan pernikahan, talak, nafkah, waris, dan sebagainya.<\/p>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">b. Muamalah (hukum keperdataan), mengenai transaksi, jual beli, sewa-menyewa, utang-piutang, dan lainnya.<\/p>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">c. Ah.k\u00e2m al-Iqtish\u00e2diyah wal M\u00e2liyyah (hukum ekonomi dan keuangan Islam), membahas zakat, pajak, wakaf, perbankan syariah, asuransi, dan sebagainya.<\/p>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">d. Ah.k\u00e2m al-Jin\u00e2yah (hukum pidana Islam), mencakup aturan tentang tindak pidana dan hukumannya seperti qisas, hudud, diyat, takzir, dan lain-lain.<\/p>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">e. Ah.k\u00e2m al-Mur\u00e2fa&#8217;\u00e2t (hukum acara), membahas tatacara penyelesaian sengketa di pengadilan, kesaksian, sumpah, dan lainnya.<\/p>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">f. Al-Ah.k\u00e2m as-Sult.\u00e2niyyah (hukum tata negara), mengenai sistem pemerintahan, hak dan kewajiban pemimpin, rakyat, dan kelembagaan dalam negara.<\/p>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">g. Siyar atau hukum internasional, mengatur hubungan antara negara Islam dengan negara lain, etika perang, perjanjian, dan lain-lain.<\/p>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">Hukum-hukum tersebut senantiasa berkembang sesuai zaman dan perkembangan masyarakat sehingga melahirkan berbagai karya fikih, baik klasik maupun kontemporer. Para ulama terus berijtihad untuk menjawab problematika hukum yang muncul.<\/p>\n<h2 class=\"font-600 text-xl font-bold\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tujuan_dan_Fungsi_Fikih\"><\/span>Tujuan dan Fungsi Fikih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">Sebagai sebuah ilmu, fikih memiliki tujuan dan fungsi yang luas. Fikih menjadi panduan praktis bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sesuai syariat. Beberapa tujuan dan fungsi fikih di antaranya:<\/p>\n<ol class=\"-mt-1 [li&gt;&amp;]:mt-2 list-decimal space-y-2 pl-8\">\n<li class=\"whitespace-normal break-words\">Menjelaskan hukum-hukum syariat yang berkaitan dengan perbuatan manusia dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga seorang muslim memiliki panduan yang jelas terkait apa yang diperintahkan, dilarang atau dibolehkan oleh agama.<\/li>\n<li class=\"whitespace-normal break-words\">Menjadi sarana untuk memahami maksud dan hikmah pensyariatan hukum, sehingga dapat membangun kesadaran dan ketaatan dalam menjalankan ajaran agama.<\/li>\n<li class=\"whitespace-normal break-words\">Memberi panduan etis dan hukum bagi umat Islam menghadapi realitas kehidupan yang dinamis dan kompleks serta berbagai problematika kontemporer yang belum pernah terjadi sebelumnya.<\/li>\n<li class=\"whitespace-normal break-words\">Mendorong perkembangan kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik, dengan menghadirkan hukum-hukum yang mewujudkan keadilan, kemaslahatan, dan rahmat bagi seluruh manusia. Fikih diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.<\/li>\n<li class=\"whitespace-normal break-words\">Menjadi salah satu sarana dakwah dan syiar Islam. Melalui fikih, Islam ditampilkan sebagai agama yang indah, logis, sesuai fitrah, dan membawa maslahat bagi kehidupan.<\/li>\n<\/ol>\n<h2 class=\"font-600 text-xl font-bold\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Madzhab_Fikih_dalam_Islam\"><\/span>Madzhab Fikih dalam Islam<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">Dalam khazanah fikih Islam, dikenal terdapat beberapa madzhab fikih yang berkembang. Madzhab adalah aliran atau pemahaman hukum Islam yang dibangun oleh seorang imam mujtahid berdasarkan Qur&#8217;an, Sunnah, ijma&#8217;, dan qiyas dengan metode istinbat (penetapan) hukum tertentu.<\/p>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">Di kalangan Ahlus Sunnah, terdapat empat madzhab fikih yang mu&#8217;tabar (diakui secara luas), yaitu:<\/p>\n<ol class=\"-mt-1 [li&gt;&amp;]:mt-2 list-decimal space-y-2 pl-8\">\n<li class=\"whitespace-normal break-words\">Madzhab Hanafi, dinisbatkan kepada Imam Abu Hanifah An Nu&#8217;man bin Tsabit Al Kufi (80-150 H\/699-767 M). Ciri khas madzhab ini adalah banyak menggunakan ra&#8217;yu (rasio) dan qiyas dalam istinbat hukum.<\/li>\n<li class=\"whitespace-normal break-words\">Madzhab Maliki, dinisbatkan kepada Imam Malik bin Anas Al Asbahi (93-179 H\/714-800 M). Madzhab ini banyak menggunakan sumber hukum berupa amal penduduk Madinah, maslahat mursalah, serta sad adz-dzari&#8217;ah.<\/li>\n<li class=\"whitespace-normal break-words\">Madzhab Syafi&#8217;i, dinisbatkan kepada Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi&#8217;i (150-204 H\/767-820 M). Beliau meletakkan kaidah-kaidah ushul fikih yang menjadi dasar madzhab ini. Kitabnya Ar Risalah dikenal sebagai kitab ushul fikih yang pertama.<\/li>\n<li class=\"whitespace-normal break-words\">Madzhab Hambali, dinisbatkan kepada Imam Ahmad bin Muhammad bin Hanbal Asy Syaibani (164-241 H\/780-855 M). Madzhab ini dikenal dengan pendekatan tekstual dan ketat berpegang pada nash (Al Quran-Hadis) dalam istinbat hukum.<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">Selain itu berkembang pula madzhab-madzhab lain, namun mulai memudar sejak abad ke-4 H. Keberadaan madzhab ini tidak berarti perpecahan, namun lebih menunjukkan keragaman cara pandang dalam memahami syariat, tetap dalam bingkai sumber hukum yang sama. Adanya madzhab juga memudahkan umat Islam untuk merujuk pendapat sesuai realitas yang dihadapi.<\/p>\n<h2 class=\"font-600 text-xl font-bold\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sumber_Hukum_Fikih\"><\/span>Sumber Hukum Fikih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">Dalam istinbath atau penetapan hukum, fikih bersandar pada sumber-sumber yang disepakati (al adillah al muttafaq &#8216;alaiha) oleh mayoritas ulama, yaitu:<\/p>\n<ol class=\"-mt-1 [li&gt;&amp;]:mt-2 list-decimal space-y-2 pl-8\">\n<li class=\"whitespace-normal break-words\">Al-Qur&#8217;an, sebagai sumber pertama dan utama dalam hukum Islam. Al Quran berisi ketentuan-ketentuan hukum terkait ibadah, muamalah, jinayah, siyasah, dan lainnya, baik secara eksplisit maupun implisit.<\/li>\n<li class=\"whitespace-normal break-words\">Hadis atau Sunnah, merupakan sumber kedua setelah Al Qur&#8217;an. Hadis memuat penjelasan Nabi Muhammad SAW terhadap ayat-ayat Al Qur&#8217;an, meliputi perkataan, perbuatan dan ketetapan beliau terkait hukum.<\/li>\n<li class=\"whitespace-normal break-words\">Ijma&#8217; (konsensus ulama), adalah kesepakatan para mujtahid pada satu masa terhadap satu hukum. Ijma&#8217; menjadi sumber ketiga setelah Al Quran dan Hadis.<\/li>\n<li class=\"whitespace-normal break-words\">Qiyas (analogi), yaitu mempersamakan satu kasus hukum yang belum ada ketetapannya dengan kasus yang sudah ada ketetapan hukumnya dalam Al Quran atau hadis karena ada persamaan illat (alasan) hukumnya.<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">Selain itu ada pula sumber hukum yang masih diperselisihkan penggunaannya (al adillah al mukhtalaf fiha), seperti istihsan, maslahah mursalah, istishab, sad adz-dzari&#8217;ah, qaul sahabi, &#8216;urf (kebiasaan), dan syar&#8217;u man qablana.<\/p>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">Keempat sumber hukum utama tersebut menjadi landasan bagi ulama fikih dalam melakukan ijtihad untuk menghasilkan karya-karya fikih yang luas, komprehensif dan aplikatif.<\/p>\n<h2 class=\"font-600 text-xl font-bold\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">Fikih adalah ilmu yang sangat penting bagi umat Islam. Ia menjadi panduan praktis bagaimana seorang muslim harus bertindak dan bersikap dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks ibadah maupun muamalah, sesuai dengan tuntunan syariat Islam.<\/p>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">Dengan memahami fikih, seorang muslim diharapkan dapat menjalankan Islam secara paripurna (kaffah), baik hubungannya dengan Sang Pencipta, sesama manusia, maupun alam semesta, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada Al Quran dan As Sunnah.<\/p>\n<p class=\"whitespace-pre-wrap break-words\">Mempelajari fikih sama dengan mempelajari agama Islam itu sendiri dari sisi hukum dan amaliah. Dengan mengenal ruang lingkup, tujuan, fungsi, serta sumber hukum fikih, kita akan lebih paham dan menghayati ajaran Islam, sehingga dapat menjalankannya dengan sebaik-baiknya dalam semua aspek kehidupan. Inilah inti dan substansi fikih sebagai panduan kehidupan seorang muslim yang konprehensif (syumul).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Definisi dan Pengertian Fikih Fikih atau fiqh (\u0641\u0642\u0647) secara bahasa berarti pemahaman yang mendalam. Secara istilah dalam Islam, fikih merujuk pada salah satu disiplin ilmu&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":44942,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-41997","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41997","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41997"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41997\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44942"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41997"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41997"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41997"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}