{"id":41671,"date":"2024-09-15T18:40:21","date_gmt":"2024-09-15T11:40:21","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=41671"},"modified":"2024-09-15T18:40:21","modified_gmt":"2024-09-15T11:40:21","slug":"tips-agar-tulisan-diterima-redaksi-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tips-agar-tulisan-diterima-redaksi-2\/","title":{"rendered":"Agar Tulisan Tembus Meja Redaksi"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tips-agar-tulisan-diterima-redaksi-2\/#1_Pilih_Topik_yang_Relevan_dan_Populer\" >1. Pilih Topik yang Relevan dan Populer<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tips-agar-tulisan-diterima-redaksi-2\/#2_Riset_Mendalam_dan_Akurat\" >2. Riset Mendalam dan Akurat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tips-agar-tulisan-diterima-redaksi-2\/#3_Buat_Gagasan_yang_Unik_dan_Menarik\" >3. Buat Gagasan yang Unik dan Menarik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tips-agar-tulisan-diterima-redaksi-2\/#4_Penggunaan_Bahasa_yang_Sederhana_dan_Jelas\" >4. Penggunaan Bahasa yang Sederhana dan Jelas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tips-agar-tulisan-diterima-redaksi-2\/#5_Struktur_Penulisan_yang_Terorganisir\" >5. Struktur Penulisan yang Terorganisir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tips-agar-tulisan-diterima-redaksi-2\/#6_Perhatikan_Detail_Penulisan\" >6. Perhatikan Detail Penulisan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tips-agar-tulisan-diterima-redaksi-2\/#7_Lakukan_Self-Editing_dan_Koreksi\" >7. Lakukan Self-Editing dan Koreksi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tips-agar-tulisan-diterima-redaksi-2\/#8_Kirim_ke_Media_yang_Tepat\" >8. Kirim ke Media yang Tepat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tips-agar-tulisan-diterima-redaksi-2\/#9_Penolakan_Adalah_Bagian_dari_Proses\" >9. Penolakan Adalah Bagian dari Proses<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Menulis artikel atau opini yang diterima oleh media, baik cetak maupun online, merupakan tantangan tersendiri. Setiap media memiliki kriteria dan standar penulisan yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa teknik dan strategi yang dapat meningkatkan peluang tulisan Anda diterima oleh redaksi. Berikut adalah panduan lengkap yang bisa Anda ikuti untuk menulis artikel yang mampu menembus meja redaksi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pilih_Topik_yang_Relevan_dan_Populer\"><\/span>1. Pilih Topik yang Relevan dan Populer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Memahami isu yang sedang tren adalah kunci utama. Media cenderung mencari artikel yang relevan dengan situasi terkini. Anda harus mencari tahu topik apa yang sedang menjadi sorotan di media tersebut dan memahami isu tersebut secara mendalam. Caranya, lakukan riset tentang media yang akan Anda tuju dan lihat bagaimana mereka menyajikan artikel dengan topik serupa. Usahakan artikel Anda menawarkan sudut pandang atau gagasan yang segar dan unik. Menghubungkan artikel dengan peristiwa terbaru bisa membuat tulisan Anda lebih relevan dan menarik bagi pembaca maupun redaksi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Riset_Mendalam_dan_Akurat\"><\/span>2. Riset Mendalam dan Akurat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Riset merupakan fondasi dari sebuah tulisan yang berkualitas. Tanpa riset yang baik, artikel Anda akan terkesan dangkal dan tidak berbobot. Selain melakukan riset tentang topik, pastikan juga Anda mengetahui gaya penulisan dan segmentasi pembaca dari media yang Anda tuju. Anda bisa memulai dengan membaca artikel-artikel opini yang telah diterbitkan oleh media tersebut. Dengan demikian, Anda akan tahu gaya penulisan yang mereka sukai.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Buat_Gagasan_yang_Unik_dan_Menarik\"><\/span>3. Buat Gagasan yang Unik dan Menarik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Setelah riset, langkah berikutnya adalah menemukan celah atau sudut pandang baru dalam topik yang sudah ada. Gagasan yang segar dan orisinal akan meningkatkan peluang artikel Anda diterima. Misalnya, Anda bisa mengajukan pertanyaan yang belum terjawab secara memadai di artikel-artikel lain, atau menyajikan solusi yang belum banyak dibahas. Hal ini akan membuat artikel Anda lebih menonjol di mata editor.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Penggunaan_Bahasa_yang_Sederhana_dan_Jelas\"><\/span>4. Penggunaan Bahasa yang Sederhana dan Jelas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Agar mudah dipahami oleh berbagai kalangan pembaca, hindari penggunaan istilah-istilah teknis yang rumit. Pilihlah bahasa yang sederhana namun tetap profesional. Sebuah artikel yang menggunakan gaya bahasa yang terlalu akademis atau berbelit-belit akan sulit diterima oleh pembaca umum, dan ini dapat menurunkan peluang artikel Anda diterbitkan. Penulisan yang jelas dan lugas akan membantu menyampaikan gagasan dengan lebih efektif.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Struktur_Penulisan_yang_Terorganisir\"><\/span>5. Struktur Penulisan yang Terorganisir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Artikel yang baik memiliki struktur yang rapi dan terorganisir dengan baik. Mulailah dengan pendahuluan yang menarik, jelaskan topik yang akan dibahas, dan tutup dengan kesimpulan yang kuat. Penggunaan subjudul dengan huruf kapital semua juga dianjurkan, terutama untuk artikel yang memiliki banyak poin pembahasan. Ini akan memudahkan pembaca dalam memahami isi artikel dan memberi kesan rapi serta profesional.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Perhatikan_Detail_Penulisan\"><\/span>6. Perhatikan Detail Penulisan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam menulis artikel, perhatikan penggunaan huruf kapital, cetak miring, dan tanda baca. Kesalahan kecil dalam penulisan dapat memengaruhi kredibilitas artikel Anda. Misalnya, penggunaan huruf cetak miring untuk istilah asing atau judul karya ilmiah, serta penggunaan huruf kapital untuk subjudul. Kesalahan dalam penggunaan tanda baca juga dapat mengganggu alur bacaan, sehingga perlu dicek ulang sebelum dikirimkan ke redaksi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Lakukan_Self-Editing_dan_Koreksi\"><\/span>7. Lakukan Self-Editing dan Koreksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kesalahan yang sering dilakukan oleh penulis adalah terburu-buru mengirimkan artikel tanpa melakukan koreksi. Sebelum mengirimkan tulisan, pastikan Anda telah membaca ulang artikel untuk memastikan tidak ada kesalahan tata bahasa, ejaan, atau logika yang terlewat. Anda juga bisa meminta pendapat orang lain yang lebih berpengalaman untuk memberikan masukan tentang tulisan Anda. Jika ditolak, jangan menyerah! Terus lakukan perbaikan dan coba lagi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Kirim_ke_Media_yang_Tepat\"><\/span>8. Kirim ke Media yang Tepat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Penting untuk memilih media yang sesuai dengan genre tulisan Anda. Jika Anda menulis artikel seputar teknologi, maka pilihlah media yang berfokus pada teknologi. Jangan terlalu memaksa mengirimkan tulisan ke media yang tidak relevan dengan topik Anda. Selain itu, kirimkan artikel sesuai format yang ditetapkan oleh media tersebut, termasuk melampirkan biografi singkat dan kontak Anda sebagai penulis.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"9_Penolakan_Adalah_Bagian_dari_Proses\"><\/span>9. Penolakan Adalah Bagian dari Proses<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jangan putus asa jika artikel Anda ditolak. Setiap penulis sukses pasti pernah mengalami penolakan. Yang penting adalah terus mencoba dan memperbaiki kualitas tulisan Anda. Setiap penolakan adalah kesempatan untuk belajar dan menjadi lebih baik. Selalu evaluasi artikel yang ditolak, cari tahu alasannya, dan gunakan informasi tersebut untuk membuat artikel yang lebih baik di kesempatan berikutnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menulis artikel atau opini yang diterima oleh media, baik cetak maupun online, merupakan tantangan tersendiri. Setiap media memiliki kriteria dan standar penulisan yang berbeda-beda. Namun,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[290,507],"class_list":["post-41671","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam","tag-karya-tulis","tag-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41671","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41671"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41671\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41671"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41671"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41671"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}