{"id":41631,"date":"2024-09-15T14:09:27","date_gmt":"2024-09-15T07:09:27","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=41631"},"modified":"2024-09-15T14:09:27","modified_gmt":"2024-09-15T07:09:27","slug":"pengertian-hukum-keluarga-sumber-asas-serta-ruang-lingkupnya-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-hukum-keluarga-sumber-asas-serta-ruang-lingkupnya-2\/","title":{"rendered":"Hukum Keluarga di Indonesia: Pengertian, Asas, dan Ruang Lingkupnya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-hukum-keluarga-sumber-asas-serta-ruang-lingkupnya-2\/#Pengertian_Hukum_Keluarga\" >Pengertian Hukum Keluarga<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-hukum-keluarga-sumber-asas-serta-ruang-lingkupnya-2\/#Asas-Asas_Hukum_Keluarga\" >Asas-Asas Hukum Keluarga<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-hukum-keluarga-sumber-asas-serta-ruang-lingkupnya-2\/#Dasar_Hukum_Keluarga_di_Indonesia\" >Dasar Hukum Keluarga di Indonesia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-hukum-keluarga-sumber-asas-serta-ruang-lingkupnya-2\/#Ruang_Lingkup_Hukum_Keluarga\" >Ruang Lingkup Hukum Keluarga<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-hukum-keluarga-sumber-asas-serta-ruang-lingkupnya-2\/#Pentingnya_Hukum_Keluarga_dalam_Kehidupan_Sosial\" >Pentingnya Hukum Keluarga dalam Kehidupan Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-hukum-keluarga-sumber-asas-serta-ruang-lingkupnya-2\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p><strong>Hukum Keluarga<\/strong> merupakan salah satu cabang hukum yang mengatur hubungan antaranggota keluarga, termasuk pernikahan, perceraian, hak asuh anak, dan warisan. Dalam konteks ini, hukum keluarga berperan penting dalam menjaga keharmonisan keluarga, melindungi hak-hak anggota keluarga, dan memastikan keadilan dalam penyelesaian sengketa keluarga.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Hukum_Keluarga\"><\/span>Pengertian Hukum Keluarga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hukum keluarga di Indonesia mencakup aturan-aturan yang mengatur hubungan hukum yang timbul dari hubungan keluarga, baik karena hubungan darah (keluarga sedarah) maupun melalui perkawinan (keluarga semenda). Keluarga sedarah adalah hubungan keluarga yang didasarkan pada keturunan, sedangkan keluarga semenda terjadi akibat perkawinan.<\/p>\n<p>Menurut beberapa ahli, hukum keluarga diartikan sebagai keseluruhan ketentuan yang mengatur hubungan hukum antara anggota keluarga. Prof. Mr. Dr. L.J. Van Apeldoorn mendefinisikan hukum keluarga sebagai peraturan yang timbul dari hubungan keluarga. Sedangkan menurut Prof. Ali Afandi, hukum keluarga mencakup segala ketentuan yang berkaitan dengan keluarga sedarah dan keluarga semenda.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Asas-Asas_Hukum_Keluarga\"><\/span>Asas-Asas Hukum Keluarga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam penerapan hukum keluarga di Indonesia, terdapat beberapa asas yang dijadikan landasan, antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Asas Monogami<\/strong><br \/>\nMenurut Pasal 27 KUHPerdata dan Pasal 3 UU Nomor 1 Tahun 1974, seorang pria hanya boleh memiliki seorang istri, dan seorang istri hanya boleh memiliki seorang suami.<\/li>\n<li><strong>Asas Konsensual<\/strong><br \/>\nPerkawinan hanya sah jika terdapat kesepakatan atau persetujuan antara calon suami dan istri. Hal ini diatur dalam Pasal 28 KUHPerdata dan Pasal 6 UU Nomor 1 Tahun 1974.<\/li>\n<li><strong>Asas Proporsional<\/strong><br \/>\nDalam kehidupan rumah tangga, hak dan kedudukan suami dan istri adalah seimbang, sebagaimana tercantum dalam Pasal 31 UU Nomor 1 Tahun 1974.<\/li>\n<li><strong>Asas Persatuan Harta<\/strong><br \/>\nBerdasarkan Pasal 119 KUHPerdata, semua harta benda yang diperoleh selama perkawinan dianggap milik bersama.<\/li>\n<li><strong>Asas Perkawinan Agama<\/strong><br \/>\nPerkawinan dianggap sah jika dilakukan sesuai dengan hukum agama dan kepercayaan yang dianut pasangan, sebagaimana diatur dalam Pasal 31 UU Nomor 1 Tahun 1974.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dasar_Hukum_Keluarga_di_Indonesia\"><\/span>Dasar Hukum Keluarga di Indonesia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Peraturan mengenai hukum keluarga di Indonesia memiliki dasar hukum yang kuat, yang diatur melalui berbagai undang-undang dan peraturan pemerintah, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata)<\/li>\n<li>Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan<\/li>\n<li>Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU No. 1 Tahun 1974<\/li>\n<li>Instruksi Presiden No. 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selain itu, hukum keluarga di Indonesia juga dipengaruhi oleh sumber hukum tertulis dan tidak tertulis, seperti yurisprudensi, traktat, dan hukum kebiasaan yang hidup di masyarakat.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ruang_Lingkup_Hukum_Keluarga\"><\/span>Ruang Lingkup Hukum Keluarga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hukum keluarga mencakup beberapa bidang penting, antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Perkawinan<\/strong><br \/>\nHukum keluarga mengatur syarat-syarat dan prosedur perkawinan, termasuk kewajiban dan hak-hak suami-istri.<\/li>\n<li><strong>Perceraian<\/strong><br \/>\nPerceraian diatur oleh hukum keluarga dengan menetapkan prosedur dan alasan yang sah untuk perceraian, serta pembagian harta dan hak asuh anak.<\/li>\n<li><strong>Hak Asuh Anak<\/strong><br \/>\nHak asuh anak menjadi bagian penting dari hukum keluarga, terutama dalam kasus perceraian. Kepentingan terbaik anak selalu menjadi prioritas dalam penentuan hak asuh.<\/li>\n<li><strong>Warisan<\/strong><br \/>\nHukum keluarga juga mengatur pembagian harta warisan setelah seseorang meninggal dunia, termasuk pembuatan wasiat dan perencanaan warisan.<\/li>\n<li><strong>Perlindungan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)<\/strong><br \/>\nHukum keluarga menetapkan sanksi hukum bagi pelaku kekerasan dalam rumah tangga dan memberikan perlindungan bagi korban.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pentingnya_Hukum_Keluarga_dalam_Kehidupan_Sosial\"><\/span>Pentingnya Hukum Keluarga dalam Kehidupan Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hukum keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan sosial. Dengan adanya aturan hukum yang jelas, berbagai konflik dalam keluarga dapat diselesaikan secara adil dan bermartabat. Proses mediasi dan penyelesaian sengketa dalam keluarga bertujuan untuk menjaga keharmonisan dan menghindari dampak negatif yang lebih luas, terutama bagi anak-anak.<\/p>\n<p>Penerapan hukum keluarga yang efektif juga membantu memastikan bahwa hak-hak setiap anggota keluarga dihormati dan dilindungi, terutama dalam hal hak-hak anak dan perlindungan terhadap kekerasan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hukum keluarga adalah salah satu pilar penting dalam menjaga ketertiban dan kestabilan dalam masyarakat. Dengan adanya berbagai asas, sumber, dan ruang lingkup yang jelas, hukum keluarga berfungsi untuk melindungi hak-hak anggota keluarga, menjaga keharmonisan, serta memastikan keadilan dalam penyelesaian sengketa keluarga. Implementasi hukum yang baik akan menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan sejahtera.<\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<ul>\n<li>IAIN Bone. (n.d.). <em>BAB I<\/em>. Diakses dari http:\/\/repositori.iain-bone.ac.id<\/li>\n<li>UIN Raden Said. (n.d.). <em>Hukum Keluarga dalam Perspektif Syariah<\/em>. Diakses dari https:\/\/perpus.syariah.uinsaid.ac.id<\/li>\n<li>Universitas Medan Area. (n.d.). <em>Apa Itu Hukum Keluarga?<\/em>. Diakses dari https:\/\/mh.uma.ac.id<\/li>\n<li>SIP Law Firm. (n.d.). <em>Pengertian, Azas, dan Dasar Hukum Keluarga<\/em>. Diakses dari https:\/\/siplawfirm.id<\/li>\n<li>AIA Law Office. (n.d.). <em>Pengertian Hukum Keluarga, Sumber, Asas, serta Ruang Lingkupnya<\/em>. Diakses dari https:\/\/aialawoffice.com<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hukum Keluarga merupakan salah satu cabang hukum yang mengatur hubungan antaranggota keluarga, termasuk pernikahan, perceraian, hak asuh anak, dan warisan. Dalam konteks ini, hukum keluarga&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[507],"class_list":["post-41631","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam","tag-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41631","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41631"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41631\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41631"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41631"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41631"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}