{"id":41539,"date":"2024-09-11T15:56:11","date_gmt":"2024-09-11T08:56:11","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=41539"},"modified":"2024-09-11T15:56:11","modified_gmt":"2024-09-11T08:56:11","slug":"koperasi-pengertian-sejarah-fungsi-tujuan-prinsip-dan-jenis-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/koperasi-pengertian-sejarah-fungsi-tujuan-prinsip-dan-jenis-2\/","title":{"rendered":"Pengertian, Sejarah, Fungsi, Prinsip, dan Jenis Koperasi di Indonesia"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/koperasi-pengertian-sejarah-fungsi-tujuan-prinsip-dan-jenis-2\/#Pengertian_Koperasi\" >Pengertian Koperasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/koperasi-pengertian-sejarah-fungsi-tujuan-prinsip-dan-jenis-2\/#Sejarah_Koperasi\" >Sejarah Koperasi<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/koperasi-pengertian-sejarah-fungsi-tujuan-prinsip-dan-jenis-2\/#Sejarah_Koperasi_di_Dunia\" >Sejarah Koperasi di Dunia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/koperasi-pengertian-sejarah-fungsi-tujuan-prinsip-dan-jenis-2\/#Sejarah_Koperasi_di_Indonesia\" >Sejarah Koperasi di Indonesia<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/koperasi-pengertian-sejarah-fungsi-tujuan-prinsip-dan-jenis-2\/#Fungsi_Koperasi\" >Fungsi Koperasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/koperasi-pengertian-sejarah-fungsi-tujuan-prinsip-dan-jenis-2\/#Prinsip-Prinsip_Koperasi\" >Prinsip-Prinsip Koperasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/koperasi-pengertian-sejarah-fungsi-tujuan-prinsip-dan-jenis-2\/#Jenis-Jenis_Koperasi\" >Jenis-Jenis Koperasi<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/koperasi-pengertian-sejarah-fungsi-tujuan-prinsip-dan-jenis-2\/#Berdasarkan_Fungsi_Usaha\" >Berdasarkan Fungsi Usaha<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/koperasi-pengertian-sejarah-fungsi-tujuan-prinsip-dan-jenis-2\/#Berdasarkan_Struktur_Keanggotaan\" >Berdasarkan Struktur Keanggotaan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/koperasi-pengertian-sejarah-fungsi-tujuan-prinsip-dan-jenis-2\/#Dasar_Hukum_Koperasi\" >Dasar Hukum Koperasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/koperasi-pengertian-sejarah-fungsi-tujuan-prinsip-dan-jenis-2\/#Keuntungan_Menjadi_Anggota_Koperasi\" >Keuntungan Menjadi Anggota Koperasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/koperasi-pengertian-sejarah-fungsi-tujuan-prinsip-dan-jenis-2\/#Penutup\" >Penutup<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Koperasi merupakan salah satu bentuk badan usaha yang memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian Indonesia, terutama untuk memberdayakan ekonomi rakyat. Dengan asas kekeluargaan, koperasi menjadi wujud nyata dari usaha bersama untuk mencapai kesejahteraan sosial dan ekonomi anggotanya. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai koperasi, mulai dari pengertian, sejarah, fungsi, prinsip, hingga jenis-jenisnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Koperasi\"><\/span>Pengertian Koperasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Secara etimologis, istilah <strong>koperasi<\/strong> berasal dari bahasa Inggris, yaitu <strong>cooperation<\/strong> yang berarti kerja sama. Menurut <strong>Undang-Undang No. 25 Tahun 1992<\/strong>, koperasi diartikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berasas kekeluargaan. Koperasi memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota secara khusus dan masyarakat secara umum.<\/p>\n<p>Tokoh proklamator Indonesia, <strong>Mohammad Hatta<\/strong>, yang dikenal sebagai bapak koperasi Indonesia, mendefinisikan koperasi sebagai usaha bersama yang didirikan atas semangat gotong royong dan kekeluargaan untuk memperbaiki nasib ekonomi rakyat.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Koperasi\"><\/span>Sejarah Koperasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Koperasi_di_Dunia\"><\/span>Sejarah Koperasi di Dunia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Gerakan koperasi di dunia dimulai pada pertengahan abad ke-18 dan awal abad ke-19 di Inggris, sebagai reaksi terhadap kegagalan revolusi industri dalam menciptakan kesejahteraan rakyat. Pada masa itu, kaum buruh yang terpinggirkan secara ekonomi mulai membentuk koperasi untuk saling menolong. Pada tahun <strong>1844<\/strong>, di kota <strong>Rochdale<\/strong>, Inggris, <strong>Rochdale Equitable Pioneers Cooperative Society<\/strong> didirikan oleh 28 anggota. Keberhasilan koperasi ini karena didasari prinsip-prinsip keterbukaan, keadilan, dan pengawasan demokratis.<\/p>\n<p>Prinsip-prinsip tersebut kemudian diadopsi oleh gerakan koperasi internasional dan dibakukan oleh <strong>International Co-operative Alliance (ICA)<\/strong> pada tahun <strong>1937<\/strong> dalam kongres di Paris.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Koperasi_di_Indonesia\"><\/span>Sejarah Koperasi di Indonesia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Di Indonesia, cikal bakal koperasi muncul pada tahun <strong>1896<\/strong> ketika <strong>R. Aria Wiriaatmadja<\/strong>, seorang Patih di Purwokerto, mendirikan koperasi kredit untuk membantu para pegawai negeri yang terjerat utang dari rentenir. Koperasi ini bertujuan memberikan pinjaman dengan bunga rendah dan menjadi dasar bagi pembentukan <strong>Bank Pertolongan Tabungan<\/strong>. Koperasi ini berkembang menjadi model koperasi kredit yang terinspirasi dari sistem di Jerman.<\/p>\n<p>Pada tahun <strong>1911<\/strong>, gerakan koperasi semakin meluas dengan dukungan dari <strong>Serikat Dagang Islam (SDI)<\/strong> dan <strong>Partai Nasional Indonesia (PNI)<\/strong>. Gerakan ini kemudian mencapai puncaknya pada <strong>12 Juli 1947<\/strong>, ketika diadakan <strong>Kongres Koperasi Indonesia<\/strong> yang pertama di Tasikmalaya, dan tanggal tersebut diperingati sebagai <strong>Hari Koperasi Nasional<\/strong>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Koperasi\"><\/span>Fungsi Koperasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Koperasi memiliki fungsi strategis dalam membangun perekonomian yang adil dan merata. Berikut adalah beberapa fungsi utama koperasi berdasarkan <strong>UU No. 25 Tahun 1992<\/strong>:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Membangun dan Mengembangkan Potensi Ekonomi<\/strong><br \/>\nKoperasi berfungsi untuk membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota secara khusus, dan masyarakat secara umum. Ini termasuk membantu anggota dalam memperoleh akses ke sumber daya yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.<\/li>\n<li><strong>Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)<\/strong><br \/>\nKoperasi memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas SDM dengan cara menyediakan pendidikan dan pelatihan bagi anggota. Dengan adanya peningkatan kualitas SDM, koperasi dapat lebih kompetitif dalam menjalankan usaha yang produktif.<\/li>\n<li><strong>Memperkokoh Ketahanan Ekonomi Rakyat<\/strong><br \/>\nKoperasi menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi kerakyatan. Dengan asas gotong royong dan kekeluargaan, koperasi menjadi soko guru perekonomian nasional yang bertujuan menciptakan stabilitas ekonomi.<\/li>\n<li><strong>Mewujudkan Perekonomian Nasional yang Berasaskan Keadilan Sosial<\/strong><br \/>\nKoperasi bertujuan untuk menciptakan perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi, sehingga dapat menciptakan kesejahteraan sosial yang merata di seluruh lapisan masyarakat.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Prinsip-Prinsip_Koperasi\"><\/span>Prinsip-Prinsip Koperasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Prinsip-prinsip koperasi merupakan pedoman dasar dalam pengelolaan dan operasional koperasi. Berikut adalah prinsip-prinsip koperasi menurut <strong>UU No. 25 Tahun 1992<\/strong> dan yang diakui secara internasional oleh <strong>ICA<\/strong>:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Keanggotaan Bersifat Terbuka dan Sukarela<\/strong><br \/>\nAnggota koperasi tidak boleh dipaksa, dan keanggotaan terbuka bagi siapa saja yang bersedia memenuhi kewajiban koperasi tanpa memandang latar belakang sosial, ras, atau agama.<\/li>\n<li><strong>Pengelolaan Secara Demokratis<\/strong><br \/>\nSetiap anggota memiliki hak suara yang sama, tanpa memandang jumlah kontribusi modal yang diberikan. Keputusan dalam koperasi dibuat berdasarkan musyawarah dan mufakat.<\/li>\n<li><strong>Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) Secara Adil<\/strong><br \/>\nSHU dibagikan secara adil sesuai dengan besarnya partisipasi anggota dalam koperasi, baik dalam bentuk kontribusi modal maupun aktivitas usaha.<\/li>\n<li><strong>Kemandirian<\/strong><br \/>\nKoperasi harus mandiri dalam pengelolaannya, tanpa campur tangan pihak luar yang dapat mengganggu otonomi dan kebebasan koperasi dalam mengambil keputusan.<\/li>\n<li><strong>Pendidikan, Pelatihan, dan Informasi<\/strong><br \/>\nKoperasi memiliki kewajiban untuk mendidik dan melatih anggotanya agar memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola usaha koperasi. Selain itu, koperasi harus memberikan informasi yang transparan kepada anggotanya.<\/li>\n<li><strong>Kerjasama Antar Koperasi<\/strong><br \/>\nKoperasi didorong untuk bekerja sama dengan koperasi lain guna memperkuat posisi ekonomi dan memperluas jaringan usaha.<\/li>\n<li><strong>Kepedulian Terhadap Komunitas<\/strong><br \/>\nKoperasi harus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan peduli terhadap komunitas di sekitarnya, baik melalui kegiatan sosial maupun pelestarian lingkungan.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Koperasi\"><\/span>Jenis-Jenis Koperasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Koperasi di Indonesia dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa kriteria, termasuk jenis usaha dan struktur keanggotaan. Berikut adalah jenis-jenis koperasi berdasarkan <strong>UU No. 25 Tahun 1992<\/strong>:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berdasarkan_Fungsi_Usaha\"><\/span>Berdasarkan Fungsi Usaha<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Koperasi Konsumen<\/strong><br \/>\nKoperasi yang menyediakan barang-barang kebutuhan sehari-hari bagi anggota dan non-anggota dengan harga yang lebih terjangkau. Contoh: Koperasi di sekolah atau kantor.<\/li>\n<li><strong>Koperasi Produsen<\/strong><br \/>\nKoperasi yang anggotanya adalah produsen barang atau jasa. Koperasi ini membantu anggotanya untuk memasarkan produk mereka, dengan tujuan meningkatkan daya saing di pasar.<\/li>\n<li><strong>Koperasi Jasa<\/strong><br \/>\nKoperasi yang menyediakan layanan jasa tertentu bagi anggota maupun masyarakat umum, seperti jasa transportasi, asuransi, atau simpan pinjam.<\/li>\n<li><strong>Koperasi Simpan Pinjam<\/strong><br \/>\nKoperasi yang berfokus pada penyediaan layanan simpan pinjam bagi anggotanya, bertujuan membantu anggota mengelola keuangan dan memberikan akses kredit dengan bunga rendah.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berdasarkan_Struktur_Keanggotaan\"><\/span>Berdasarkan Struktur Keanggotaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Koperasi Primer<\/strong><br \/>\nKoperasi yang anggotanya adalah individu, minimal terdiri dari 20 orang. Contoh: Koperasi Pegawai.<\/li>\n<li><strong>Koperasi Sekunder<\/strong><br \/>\nKoperasi yang anggotanya adalah koperasi-koperasi lain yang lebih kecil. Contoh: Gabungan Koperasi Peternak atau Koperasi Mahasiswa.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dasar_Hukum_Koperasi\"><\/span>Dasar Hukum Koperasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Koperasi memiliki dasar hukum yang kuat di Indonesia, yang menjadikan koperasi sebagai badan usaha yang sah dan diakui. Beberapa regulasi penting yang mengatur koperasi di Indonesia antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>UU No. 25 Tahun 1992<\/strong>: Tentang Perkoperasian, yang menjadi landasan operasional koperasi di Indonesia.<\/li>\n<li><strong>Peraturan Pemerintah No. 4 Tahun 1994<\/strong>: Tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengesahan Akta Pendirian dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi.<\/li>\n<li><strong>Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 1998<\/strong>: Tentang Modal Penyertaan pada Koperasi.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keuntungan_Menjadi_Anggota_Koperasi\"><\/span>Keuntungan Menjadi Anggota Koperasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menjadi anggota koperasi memiliki berbagai keuntungan, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pembagian SHU<\/strong>: Anggota mendapatkan bagian dari keuntungan koperasi berdasarkan kontribusi mereka.<\/li>\n<li><strong>Harga Barang yang Lebih Terjangkau<\/strong>: Anggota bisa mendapatkan barang atau jasa dengan harga lebih murah.<\/li>\n<li><strong>Akses Kredit yang Mudah<\/strong>: Koperasi menyediakan pinjaman dengan syarat yang lebih ringan dan bunga rendah.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup\"><\/span>Penutup<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Koperasi sebagai wujud ekonomi kerakyatan memainkan peran yang penting dalam menciptakan perekonomian nasional yang berlandaskan keadilan sosial dan asas kekeluargaan. Dengan prinsip-prinsip yang mengedepankan demokrasi dan partisipasi aktif, koperasi bukan hanya membantu meningkatkan kesejahteraan anggotanya, tetapi juga turut serta dalam pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Referensi:<\/p>\n<ol>\n<li><em>Pengertian dan Peran Koperasi di Indonesia<\/em>. Diakses dari kmpii.co.id<\/li>\n<li><em>Koperasi Indonesia<\/em>. Diakses dari bappenas.go.id<\/li>\n<li><em>Pengertian Koperasi: Jenis, Manfaat, dan Contoh<\/em>. Diakses dari brainacademy.id<\/li>\n<li><em>Koperasi adalah: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Tujuan<\/em>. Diakses dari glints.com<\/li>\n<li><em>Koperasi<\/em>. Diakses dari wikipedia.org<\/li>\n<li><em>Pengertian Koperasi: Fungsi, Jenis, dan Tujuan di Indonesia<\/em>. Diakses dari modalku.co.id<\/li>\n<li><em>Pengertian Koperasi dan Tujuannya<\/em>. Diakses dari buahan.desa.id<\/li>\n<li><em>Pengertian Koperasi: Tujuan, Prinsip, Jenis-jenis, dan Contohnya<\/em>. Diakses dari bobo.grid.id<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Koperasi merupakan salah satu bentuk badan usaha yang memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian Indonesia, terutama untuk memberdayakan ekonomi rakyat. Dengan asas kekeluargaan, koperasi menjadi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[521,507],"class_list":["post-41539","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam","tag-ekonomi","tag-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41539","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41539"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41539\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41539"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41539"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41539"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}