{"id":41160,"date":"2024-08-29T15:24:53","date_gmt":"2024-08-29T08:24:53","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=41160"},"modified":"2024-08-29T15:24:53","modified_gmt":"2024-08-29T08:24:53","slug":"hipotik-pengertian-objek-sifat-sifat-cara-mengadakan-hipotik-asas-asas-isi-akte-hipotik-dan-janji-janji-dalam-hipotik-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hipotik-pengertian-objek-sifat-sifat-cara-mengadakan-hipotik-asas-asas-isi-akte-hipotik-dan-janji-janji-dalam-hipotik-2\/","title":{"rendered":"Hipotik: Pengertian, Objek, Sifat-Sifat, Cara Mengadakan Hipotik, Asas-Asas, Isi Akte Hipotik, dan Janji-Janji dalam Hipotik"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hipotik-pengertian-objek-sifat-sifat-cara-mengadakan-hipotik-asas-asas-isi-akte-hipotik-dan-janji-janji-dalam-hipotik-2\/#1_Pengertian_Hipotik\" >1. Pengertian Hipotik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hipotik-pengertian-objek-sifat-sifat-cara-mengadakan-hipotik-asas-asas-isi-akte-hipotik-dan-janji-janji-dalam-hipotik-2\/#2_Objek_Hipotik\" >2. Objek Hipotik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hipotik-pengertian-objek-sifat-sifat-cara-mengadakan-hipotik-asas-asas-isi-akte-hipotik-dan-janji-janji-dalam-hipotik-2\/#3_Sifat-Sifat_Hipotik\" >3. Sifat-Sifat Hipotik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hipotik-pengertian-objek-sifat-sifat-cara-mengadakan-hipotik-asas-asas-isi-akte-hipotik-dan-janji-janji-dalam-hipotik-2\/#4_Cara_Mengadakan_Hipotik\" >4. Cara Mengadakan Hipotik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hipotik-pengertian-objek-sifat-sifat-cara-mengadakan-hipotik-asas-asas-isi-akte-hipotik-dan-janji-janji-dalam-hipotik-2\/#5_Asas-Asas_Hipotik\" >5. Asas-Asas Hipotik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hipotik-pengertian-objek-sifat-sifat-cara-mengadakan-hipotik-asas-asas-isi-akte-hipotik-dan-janji-janji-dalam-hipotik-2\/#6_Isi_Akte_Hipotik\" >6. Isi Akte Hipotik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hipotik-pengertian-objek-sifat-sifat-cara-mengadakan-hipotik-asas-asas-isi-akte-hipotik-dan-janji-janji-dalam-hipotik-2\/#7_Janji-Janji_dalam_Hipotik\" >7. Janji-Janji dalam Hipotik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hipotik-pengertian-objek-sifat-sifat-cara-mengadakan-hipotik-asas-asas-isi-akte-hipotik-dan-janji-janji-dalam-hipotik-2\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pengertian_Hipotik\"><\/span>1. Pengertian Hipotik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Hipotik adalah suatu hak jaminan yang diberikan kepada kreditur (pemberi pinjaman) atas barang tidak bergerak milik debitur (peminjam), sebagai jaminan untuk pelunasan utang. Hipotik menjadi jaminan bahwa kreditur dapat memperoleh kembali dananya jika debitur gagal memenuhi kewajibannya. Hipotik ini bersifat tetap melekat pada objek yang dijaminkan dan hanya dapat dilepaskan setelah utang terlunasi. Dalam konteks perbankan dan keuangan, hipotik umumnya merujuk pada hak atas tanah atau bangunan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Objek_Hipotik\"><\/span>2. Objek Hipotik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Objek hipotik adalah barang tidak bergerak yang dijadikan jaminan untuk pinjaman atau utang. Beberapa contoh objek hipotik adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Tanah<\/strong>: Termasuk tanah hak milik, hak guna bangunan (HGB), dan hak pakai.<\/li>\n<li><strong>Bangunan<\/strong>: Rumah, gedung komersial, atau bangunan lainnya yang berdiri di atas tanah yang bersangkutan.<\/li>\n<li><strong>Kapal<\/strong>: Kapal dengan tonase tertentu juga dapat dijadikan objek hipotik, yang biasanya disebut hipotek kapal.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Hipotik hanya berlaku untuk barang tidak bergerak yang dapat diidentifikasi dan dipertahankan eksistensinya. Barang yang dapat berpindah, seperti kendaraan bermotor, tidak termasuk dalam kategori objek hipotik.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Sifat-Sifat_Hipotik\"><\/span>3. Sifat-Sifat Hipotik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Hipotik memiliki beberapa sifat khusus yang membedakannya dari jenis jaminan lainnya. Berikut adalah sifat-sifat hipotik:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Droit de suite (Hak mengikuti)<\/strong>: Hipotik tetap mengikuti objeknya ke tangan siapa pun benda itu berpindah, selama peralihan tersebut tidak mencabut hak hipotik.<\/li>\n<li><strong>Droit de preference (Hak untuk didahulukan)<\/strong>: Kreditur hipotik memiliki hak untuk didahulukan dalam pelunasan piutangnya dibanding kreditur lainnya.<\/li>\n<li><strong>Tidak dapat dibagi-bagi (Indivisibility)<\/strong>: Hipotik melekat pada keseluruhan objek jaminan. Tidak ada bagian dari objek yang bisa dibebaskan dari hipotik kecuali seluruh utang telah dibayar.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Cara_Mengadakan_Hipotik\"><\/span>4. Cara Mengadakan Hipotik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Mengadakan hipotik memerlukan beberapa langkah prosedural yang harus dipenuhi untuk sahnya pengikatan hipotik. Berikut adalah langkah-langkah umum yang harus ditempuh:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Perjanjian Hipotik<\/strong>: Hipotik diawali dengan perjanjian antara kreditur dan debitur yang dituangkan dalam akta notaris. Akta ini menguraikan detail dari perjanjian, termasuk objek jaminan, nilai pinjaman, dan syarat-syarat lainnya.<\/li>\n<li><strong>Pendaftaran di Kantor Pertanahan<\/strong>: Setelah perjanjian ditandatangani, akta hipotik tersebut harus didaftarkan di kantor pertanahan setempat. Pendaftaran ini bertujuan untuk memberikan pemberitahuan kepada pihak ketiga bahwa objek tersebut telah dijadikan jaminan utang.<\/li>\n<li><strong>Sertifikat Hipotik<\/strong>: Setelah pendaftaran, kantor pertanahan akan menerbitkan sertifikat hipotik sebagai bukti hak hipotik telah sah dan terdaftar.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Asas-Asas_Hipotik\"><\/span>5. Asas-Asas Hipotik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ada beberapa asas hukum yang berlaku dalam hukum hipotik di Indonesia, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Asas Publisitas<\/strong>: Hipotik harus didaftarkan pada lembaga resmi, yaitu Kantor Pertanahan, untuk memastikan hak tersebut dapat dilihat oleh publik.<\/li>\n<li><strong>Asas Spesialitas<\/strong>: Objek hipotik harus jelas, spesifik, dan teridentifikasi. Tidak boleh ada hipotik yang diberikan pada barang yang tidak jelas.<\/li>\n<li><strong>Asas Non-droit de gage g\u00e9n\u00e9ral<\/strong>: Hipotik tidak bisa diberlakukan atas barang-barang yang tidak tertentu atau tidak jelas kepemilikannya.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Isi_Akte_Hipotik\"><\/span>6. Isi Akte Hipotik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Akte hipotik adalah dokumen resmi yang menguraikan hak dan kewajiban kedua belah pihak (kreditur dan debitur). Akte hipotik biasanya memuat:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Identitas para pihak<\/strong>: Nama dan informasi lengkap mengenai kreditur dan debitur.<\/li>\n<li><strong>Deskripsi objek hipotik<\/strong>: Rincian lengkap tentang barang tidak bergerak yang dijaminkan.<\/li>\n<li><strong>Jumlah utang<\/strong>: Nilai pinjaman yang diberikan kreditur kepada debitur.<\/li>\n<li><strong>Syarat dan ketentuan hipotik<\/strong>: Ketentuan-ketentuan yang disepakati oleh kedua pihak.<\/li>\n<li><strong>Klausul default<\/strong>: Aturan dan ketentuan terkait tindakan yang akan diambil jika debitur gagal memenuhi kewajibannya.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Janji-Janji_dalam_Hipotik\"><\/span>7. Janji-Janji dalam Hipotik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dalam perjanjian hipotik, terdapat beberapa janji atau klausul yang dapat dimasukkan oleh para pihak. Berikut adalah janji-janji yang umum ditemukan:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Janji Penjualan di Bawah Tangan<\/strong>: Janji ini mengatur bahwa kreditur dapat menjual objek hipotik di bawah tangan apabila debitur gagal memenuhi kewajibannya.<\/li>\n<li><strong>Janji Perbaikan<\/strong>: Debitur berjanji untuk menjaga dan merawat objek hipotik agar tetap dalam kondisi baik selama jangka waktu hipotik.<\/li>\n<li><strong>Janji Tidak Mengalihkan atau Menggadaikan<\/strong>: Debitur dilarang mengalihkan atau menggadaikan objek hipotik kepada pihak lain selama perjanjian hipotik berlangsung.<\/li>\n<li><strong>Janji Asuransi<\/strong>: Debitur harus mengasuransikan objek hipotik untuk melindungi kreditur dari risiko kerugian.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Hipotik merupakan instrumen jaminan yang kuat dan efektif untuk kreditur dalam menjamin pengembalian pinjaman. Dengan adanya hipotik, kreditur memiliki hak yang kuat atas barang tidak bergerak milik debitur, yang dapat digunakan sebagai jaminan pelunasan utang. Memahami pengertian, objek, sifat-sifat, cara mengadakan, asas-asas, isi akte, dan janji-janji dalam hipotik sangat penting bagi pihak yang terlibat dalam transaksi kredit atau pinjaman.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1. Pengertian Hipotik Hipotik adalah suatu hak jaminan yang diberikan kepada kreditur (pemberi pinjaman) atas barang tidak bergerak milik debitur (peminjam), sebagai jaminan untuk pelunasan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[507],"class_list":["post-41160","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam","tag-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41160","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41160"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41160\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41160"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41160"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41160"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}