{"id":40960,"date":"2024-08-29T07:08:42","date_gmt":"2024-08-29T00:08:42","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=40960"},"modified":"2024-08-29T07:08:42","modified_gmt":"2024-08-29T00:08:42","slug":"pengertian-nilai-ciri-ciri-tolok-ukur-sumber-dan-jenis-nilai-sosial-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-nilai-ciri-ciri-tolok-ukur-sumber-dan-jenis-nilai-sosial-2\/","title":{"rendered":"Pengertian, Ciri-Ciri, Tolok Ukur, Sumber, dan Jenis Nilai Sosial"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-nilai-ciri-ciri-tolok-ukur-sumber-dan-jenis-nilai-sosial-2\/#Pengertian_Nilai_Sosial\" >Pengertian Nilai Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-nilai-ciri-ciri-tolok-ukur-sumber-dan-jenis-nilai-sosial-2\/#Ciri-Ciri_Nilai_Sosial\" >Ciri-Ciri Nilai Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-nilai-ciri-ciri-tolok-ukur-sumber-dan-jenis-nilai-sosial-2\/#Tolok_Ukur_Nilai_Sosial\" >Tolok Ukur Nilai Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-nilai-ciri-ciri-tolok-ukur-sumber-dan-jenis-nilai-sosial-2\/#Sumber-Sumber_Nilai_Sosial\" >Sumber-Sumber Nilai Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-nilai-ciri-ciri-tolok-ukur-sumber-dan-jenis-nilai-sosial-2\/#Jenis-Jenis_Nilai_Sosial\" >Jenis-Jenis Nilai Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-nilai-ciri-ciri-tolok-ukur-sumber-dan-jenis-nilai-sosial-2\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p data-sourcepos=\"7:1-7:45\">Nilai sosial merupakan fondasi yang membentuk interaksi manusia dalam sebuah masyarakat. Nilai-nilai ini menjadi pedoman hidup, membentuk norma, dan menciptakan tatanan sosial yang harmonis. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang pengertian nilai sosial, ciri-ciri yang melekat padanya, tolok ukur yang digunakan untuk mengukur nilai sosial, sumber-sumber nilai sosial, serta jenis-jenis nilai sosial yang ada.<\/p>\n<h3 class=\"\" data-sourcepos=\"9:1-9:27\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Nilai_Sosial\"><\/span>Pengertian Nilai Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"11:1-11:408\">Nilai sosial adalah seperangkat keyakinan, prinsip, atau standar yang dianut oleh suatu kelompok masyarakat tentang apa yang dianggap baik, benar, penting, dan berharga. Nilai-nilai ini bersifat abstrak dan internal, namun memiliki pengaruh yang nyata terhadap perilaku individu dalam masyarakat. Nilai sosial terbentuk melalui proses sosialisasi, yaitu proses interaksi individu dengan lingkungan sosialnya.<\/p>\n<h3 class=\"\" data-sourcepos=\"13:1-13:26\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Nilai_Sosial\"><\/span>Ciri-Ciri Nilai Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"15:1-15:114\">Nilai sosial memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dengan konsep lainnya. Ciri-ciri tersebut antara lain:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"17:1-17:44\">\n<li data-sourcepos=\"17:1-17:44\"><strong>Relatif:<\/strong> Nilai sosial bersifat relatif dan dapat berbeda-beda antar satu masyarakat dengan masyarakat lainnya.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"18:1-18:113\"><strong>Dinamis:<\/strong> Nilai sosial bersifat dinamis dan dapat berubah seiring dengan perubahan zaman dan kondisi sosial.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"19:1-19:118\"><strong>Subjektif:<\/strong> Nilai sosial bersifat subjektif karena terbentuk dari persepsi dan penilaian individu serta kelompok.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"20:1-20:93\"><strong>Bersifat sosial:<\/strong> Nilai sosial selalu terkait dengan kehidupan sosial dan bermasyarakat.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"21:1-22:0\"><strong>Diwariskan:<\/strong> Nilai sosial dapat diwariskan dari generasi ke generasi melalui proses sosialisasi.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"\" data-sourcepos=\"23:1-23:27\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tolok_Ukur_Nilai_Sosial\"><\/span>Tolok Ukur Nilai Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"25:1-25:90\">Tolok ukur nilai sosial digunakan untuk mengukur sejauh mana suatu nilai sosial dianut dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Beberapa tolok ukur yang sering digunakan antara lain:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"27:1-31:0\">\n<li data-sourcepos=\"27:1-27:131\"><strong>Frekuensi perilaku:<\/strong> Seberapa sering suatu perilaku yang mencerminkan nilai sosial tersebut dilakukan oleh anggota masyarakat.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"28:1-28:90\"><strong>Intensitas perasaan:<\/strong> Seberapa kuat perasaan individu terhadap nilai sosial tersebut.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"29:1-29:113\"><strong>Konsensus sosial:<\/strong> Sejauh mana anggota masyarakat memiliki persepsi yang sama tentang nilai sosial tersebut.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"30:1-31:0\"><strong>Sanksi sosial:<\/strong> Jenis dan tingkat keparahan sanksi sosial yang diberikan kepada individu yang melanggar nilai sosial tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"\" data-sourcepos=\"32:1-32:30\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sumber-Sumber_Nilai_Sosial\"><\/span>Sumber-Sumber Nilai Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"34:1-34:83\">Nilai sosial berasal dari berbagai sumber, baik internal maupun eksternal individu. Beberapa sumber nilai sosial antara lain:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"36:1-41:0\">\n<li data-sourcepos=\"36:1-36:109\"><strong>Keluarga:<\/strong> Keluarga merupakan sumber nilai sosial yang paling awal dan paling berpengaruh bagi individu.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"37:1-37:103\"><strong>Agama:<\/strong> Agama memberikan nilai-nilai moral dan etika yang menjadi pedoman hidup bagi banyak orang.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"38:1-38:103\"><strong>Pendidikan:<\/strong> Pendidikan formal dan nonformal berperan dalam membentuk nilai-nilai sosial individu.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"39:1-39:103\"><strong>Budaya:<\/strong> Budaya suatu masyarakat mengandung nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"40:1-41:0\"><strong>Media massa:<\/strong> Media massa memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk opini publik dan nilai-nilai sosial.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"\" data-sourcepos=\"42:1-42:28\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Nilai_Sosial\"><\/span>Jenis-Jenis Nilai Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"44:1-44:25\">Nilai sosial dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan kriteria tertentu. Beberapa jenis nilai sosial yang umum dikenal antara lain:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"46:1-51:0\">\n<li data-sourcepos=\"46:1-46:87\"><strong>Nilai moral:<\/strong> Nilai yang berkaitan dengan kebaikan dan keburukan, benar dan salah.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"47:1-47:73\"><strong>Nilai estetika:<\/strong> Nilai yang berkaitan dengan keindahan dan kesenian.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"48:1-48:76\"><strong>Nilai agama:<\/strong> Nilai yang berkaitan dengan kepercayaan dan ajaran agama.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"49:1-49:87\"><strong>Nilai sosial:<\/strong> Nilai yang berkaitan dengan hubungan antarmanusia dalam masyarakat.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"50:1-51:0\"><strong>Nilai politik:<\/strong> Nilai yang berkaitan dengan sistem pemerintahan dan kekuasaan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"\" data-sourcepos=\"52:1-52:14\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"54:1-54:117\">Nilai sosial merupakan konsep yang kompleks dan dinamis. Memahami nilai sosial sangat penting untuk memahami perilaku manusia dalam masyarakat. Dengan mengetahui pengertian, ciri-ciri, tolok ukur, sumber, dan jenis nilai sosial, kita dapat lebih baik dalam menganalisis dan memahami berbagai fenomena sosial yang terjadi di sekitar kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nilai sosial merupakan fondasi yang membentuk interaksi manusia dalam sebuah masyarakat. Nilai-nilai ini menjadi pedoman hidup, membentuk norma, dan menciptakan tatanan sosial yang harmonis. Dalam&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[507],"class_list":["post-40960","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam","tag-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40960","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40960"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40960\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}