{"id":4086,"date":"2023-08-21T08:16:17","date_gmt":"2023-08-21T08:16:17","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=4086"},"modified":"2023-08-21T08:16:17","modified_gmt":"2023-08-21T08:16:17","slug":"kabinet-ali-sastroamidjojo-2-latar-belakang-susunan-program-dan-jatuhnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kabinet-ali-sastroamidjojo-2-latar-belakang-susunan-program-dan-jatuhnya\/","title":{"rendered":"Kabinet Ali Sastroamidjojo 2: Latar Belakang, Susunan, Program, dan Jatuhnya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kabinet-ali-sastroamidjojo-2-latar-belakang-susunan-program-dan-jatuhnya\/#Latar_Belakang\" >Latar Belakang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kabinet-ali-sastroamidjojo-2-latar-belakang-susunan-program-dan-jatuhnya\/#Susunan\" >Susunan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kabinet-ali-sastroamidjojo-2-latar-belakang-susunan-program-dan-jatuhnya\/#Program_Kerja\" >Program Kerja<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kabinet-ali-sastroamidjojo-2-latar-belakang-susunan-program-dan-jatuhnya\/#Jatuhnya_Kabinet\" >Jatuhnya Kabinet<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Latar_Belakang\"><\/span>Latar Belakang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 adalah kabinet pemerintahan Indonesia yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo, yang juga merupakan Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI). Kabinet ini dibentuk setelah Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tahun 1955, yang dimenangkan oleh empat partai besar, yaitu PNI, Nahdatul Ulama (NU), Masyumi, dan Partai Komunis Indonesia (PKI).\u00a0PNI mendapat suara terbanyak dengan 22,3 persen, diikuti oleh NU dengan 18,4 persen, Masyumi dengan 20,9 persen, dan PKI dengan 16,4 persen<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Karena tidak ada satu partai pun yang mendapat mayoritas absolut di DPR, maka dibutuhkan koalisi antara beberapa partai untuk membentuk pemerintahan. Presiden Soekarno kemudian menugaskan Ali Sastroamidjojo untuk membentuk kabinet baru sebagai perdana menteri. Ali Sastroamidjojo berhasil mengajak Masyumi dan NU untuk bergabung dalam kabinetnya, serta beberapa partai kecil lainnya seperti Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), Partai Kristen Indonesia (Parkindo), Partai Katolik, Partai Islam Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (PIIPKI), dan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti).\u00a0Kabinet ini juga didukung oleh PKI dari luar<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 diumumkan pada tanggal 20 Maret 1956 dan mulai bertugas sejak tanggal 24 Maret 1956.\u00a0Kabinet ini sering disebut juga sebagai Kabinet Ali-Roem-Idham, karena memiliki dua wakil perdana menteri, yaitu Mohammad Roem dari Masyumi dan Idham Chalid dari NU<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Susunan\"><\/span>Susunan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berikut adalah susunan anggota Kabinet Ali Sastroamidjojo 2<sup>2<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Perdana Menteri: Ali Sastroamidjojo \u2013 PNI<\/li>\n<li>Wakil Perdana Menteri I: Mohammad Roem \u2013 Masyumi<\/li>\n<li>Wakil Perdana Menteri II: Idham Chalid \u2013 NU<\/li>\n<li>Menteri Luar Negeri: Roeslan Abdulgani \u2013 PNI (sampai 28 Januari 1957, kemudian digantikan oleh Ali Sastroamidjojo)<\/li>\n<li>Menteri Dalam Negeri: R Sunarjo \u2013 NU<\/li>\n<li>Menteri Pertahanan (Ad Interim): Ali Sastroamidjojo \u2013 PNI<\/li>\n<li>Menteri Kehakiman: Mujiatno \u2013 Masyumi<\/li>\n<li>Menteri Penerangan: Soedibyo \u2013 PSII<\/li>\n<li>Menteri Keuangan: Jusuf Wibisono \u2013 Masyumi<\/li>\n<li>Menteri Perekonomian: Burhanuddin \u2013 NU<\/li>\n<li>Menteri Muda Perekonomian: F.F. Umbas \u2013 Parkindo<\/li>\n<li>Menteri Pertanian: Eny Karim \u2013 PNI<\/li>\n<li>Menteri Muda Pertanian: Sjech Marhaban \u2013 PSII<\/li>\n<li>Menteri Perhubungan: Suchjar Tedjasukmana \u2013 Masyumi<\/li>\n<li>Menteri Muda Perhubungan: A.B. de Rozari \u2013 Partai Katolik<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Program_Kerja\"><\/span>Program Kerja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 memiliki beberapa program kerja utama, antara lain<sup>1<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Menyelenggarakan Konstituante untuk menyusun konstitusi baru yang menggantikan UUDS 1950.<\/li>\n<li>Menyelesaikan masalah Irian Barat dengan cara diplomasi melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).<\/li>\n<li>Melanjutkan pembangunan ekonomi nasional dengan mengembangkan sektor pertanian dan industri.<\/li>\n<li>Menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional dengan mengatasi pemberontakan regional dan gerakan separatis.<\/li>\n<li>Meningkatkan hubungan luar negeri dengan negara-negara sahabat, terutama negara-negara Asia-Afrika.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jatuhnya_Kabinet\"><\/span>Jatuhnya Kabinet<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 mengalami berbagai tantangan dan krisis selama masa jabatannya.\u00a0Beberapa faktor penyebab jatuhnya kabinet ini adalah<sup>1<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Adanya perbedaan pandangan antara PNI dan Masyumi mengenai masalah Irian Barat. PNI menginginkan penyelesaian secara damai melalui PBB, sedangkan Masyumi mendesak agar dilakukan aksi militer untuk merebut kembali wilayah tersebut dari Belanda.<\/li>\n<li>Adanya pemberontakan regional di beberapa daerah, seperti PRRI di Sumatera, Permesta di Sulawesi, dan DI\/TII di Jawa Barat. Pemberontakan ini didukung oleh sebagian anggota Masyumi dan militer yang tidak puas dengan pemerintah pusat. Pemberontakan ini mengancam persatuan dan kesatuan bangsa serta menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial.<\/li>\n<li>Adanya gerakan separatis di Aceh yang dipimpin oleh Daud Beureueh, yang menuntut agar Aceh menjadi negara Islam yang merdeka. Gerakan ini juga didukung oleh sebagian anggota Masyumi dan NU yang berafiliasi dengan Islam tradisional.<\/li>\n<li>Adanya tekanan dari PKI yang mendesak agar dilakukan land reform atau reforma agraria untuk menyejahterakan rakyat miskin. PKI juga menuntut agar dibentuk Dewan Nasional yang beranggotakan perwakilan dari partai-partai politik, organisasi massa, dan militer. Dewan Nasional ini dimaksudkan untuk mengawasi dan mengendalikan kebijakan pemerintah.<\/li>\n<li>Adanya kritik dari Presiden Soekarno yang menilai bahwa kabinet ini tidak mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa. Soekarno juga mengusulkan agar dibentuk pemerintahan nasional yang melibatkan semua partai politik, termasuk PKI.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Akhirnya, pada tanggal 14 Maret 1957, Ali Sastroamidjojo mengembalikan mandatnya sebagai perdana menteri kepada Presiden Soekarno.\u00a0Presiden Soekarno kemudian membentuk Kabinet Djuanda sebagai pengganti Kabinet Ali Sastroamidjojo 2<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Kabinet Ali Sastroamidjojo 2: Program, Susunan, dan Jatuhnya. https:\/\/www.zenius.net\/blog\/sejarah-kabinet-ali-sastroamidjojo.<br \/>\n(2) Kabinet Ali Sastroamidjojo II &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia &#8230;. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabinet_Ali_Sastroamidjojo_II.<br \/>\n(3) Sejarah Kabinet Ali Sastroamijoyo II: Program Kerja &amp; Kejatuhannya. https:\/\/tirto.id\/sejarah-kabinet-ali-sastroamijoyo-ii-program-kerja-kejatuhannya-gvuU.<br \/>\n(4) Kabinet Ali Sastroamidjojo II &#8211; STEKOM. https:\/\/p2k.stekom.ac.id\/ensiklopedia\/Kabinet_Ali_Sastroamidjojo_II.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Latar Belakang Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 adalah kabinet pemerintahan Indonesia yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo, yang juga merupakan Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI).&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4086","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4086","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4086"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4086\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4086"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4086"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4086"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}