{"id":40712,"date":"2024-08-13T22:31:28","date_gmt":"2024-08-13T15:31:28","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=40712"},"modified":"2024-08-13T22:31:28","modified_gmt":"2024-08-13T15:31:28","slug":"kabinet-wilopo-proses-terbentuknya-susunan-kabinet-program-kerja-dan-keruntuhannya-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kabinet-wilopo-proses-terbentuknya-susunan-kabinet-program-kerja-dan-keruntuhannya-2\/","title":{"rendered":"Kabinet Wilopo: Proses Terbentuknya, Susunan Kabinet, Program Kerja, dan Keruntuhannya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kabinet-wilopo-proses-terbentuknya-susunan-kabinet-program-kerja-dan-keruntuhannya-2\/#1_Proses_Terbentuknya_Kabinet_Wilopo\" >1. Proses Terbentuknya Kabinet Wilopo<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kabinet-wilopo-proses-terbentuknya-susunan-kabinet-program-kerja-dan-keruntuhannya-2\/#2_Susunan_Kabinet\" >2. Susunan Kabinet<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kabinet-wilopo-proses-terbentuknya-susunan-kabinet-program-kerja-dan-keruntuhannya-2\/#3_Program_Kerja_Kabinet_Wilopo\" >3. Program Kerja Kabinet Wilopo<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kabinet-wilopo-proses-terbentuknya-susunan-kabinet-program-kerja-dan-keruntuhannya-2\/#4_Keruntuhan_Kabinet_Wilopo\" >4. Keruntuhan Kabinet Wilopo<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kabinet-wilopo-proses-terbentuknya-susunan-kabinet-program-kerja-dan-keruntuhannya-2\/#5_Kesimpulan\" >5. Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content user-select-text\" tabindex=\"0\" aria-description=\"\" aria-label=\"Dikirim oleh Copilot: # Kabinet Wilopo: Proses Terbentuknya, Susunan Kabinet, Program Kerja, dan Keruntuhannya\n\n## 1. Proses Terbentuknya Kabinet Wilopo\n\nKabinet Wilopo terbentuk pada tanggal 1 Maret 1952 ketika Presiden Soekarno menunjuk Sidik Djojosukarto (PNI) dan Prawoto Mangkusasmito (Masyumi) sebagai formatur[^1^]. Namun, usaha kedua formatur ini untuk membentuk kabinet yang kuat gagal karena tidak ada kesepakatan tentang calon-calon yang akan duduk di dalam kabinet[^1^]. Pada tanggal 19, kedua formatur ini mengembalikan mandatnya dan Presiden Soekarno menunjuk Mr. Wilopo (PNI) sebagai formatur baru[^1^]. Setelah berusaha selama 2 minggu, pada tanggal 30 Maret, Mr. Wilopo mengajukan susunan kabinetnya[^1^].\n\n## 2. Susunan Kabinet\n\nSusunan kabinet Wilopo terdiri atas anggota dari PNI dan Masyumi (masing-masing 4 orang), PSI (2 orang), PKRI (Partai Katholik Republik Indonesia), Parkindo (Partai Kristen Indonesia), Parindra (Partai Indonesia Raya), Partai Buruh, dan PSII (masing-masing 1 orang) dan golongan tak berpartai 3 orang[^1^]. Kabinet ini resmi dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 85 Tahun 1952 tanggal 1 April 1952[^1^].\n\n## 3. Program Kerja Kabinet Wilopo\n\nDalam melaksanakan pemerintahannya, setidaknya ada enam program kabinet Wilopo[^1^]:\n\n1. **Organisasi Negara**: Melaksanakan pemilu untuk konstituante dan dewan-dewan daerah, menyelesaikan penyelenggaraan dan mengisi otonomi daerah, menyederhanakan organisasi pemerintah pusat[^1^].\n2. **Kemakmuran**: Memajukan tingkat penghidupan rakyat dengan mempertinggi produksi nasional, terutama bahan makanan rakyat, melanjutkan usaha perubahan agraria[^1^].\n3. **Keamanan**: Menjalankan segala sesuatu untuk mengatasi masalah keamanan dengan kebijaksanaan sebagai Negara hukum dan menyempurnakan organisasi alat-alat kekuasaan Negara serta, memperkembangkan tenaga masyarakat untuk menjamin keamanan dan ketentraman[^1^].\n4. **Perburuhan**: Memperlengkapi perundang-undangan perburuhan untuk meninggikan derajat kaum buruh guna menjamin proses nasional[^1^].\n5. **Pendidikan dan Pengajaran**: Mempercepat usaha-usaha perbaikan untuk pembaharuan pendidikan dan pengajaran[^1^].\n6. **Luar Negeri**: Mengisi politik luar negeri yang bebas dengan aktivitas yang sesuai dengan kewajiban kita dalam kekeluargaan bangsa-bangsa dan dengan kepentingan nasional menuju perdamaian dunia[^1^].\n\n## 4. Keruntuhan Kabinet Wilopo\n\nKabinet Wilopo berakhir pada tanggal 3 Juni 1953[^3^]. Meskipun kabinet ini memiliki program kerja yang jelas dan terstruktur, namun berbagai tantangan dan hambatan politik menyebabkan keruntuhan kabinet ini[^3^].\n\n## 5. Kesimpulan\n\nKabinet Wilopo merupakan bagian penting dari sejarah politik Indonesia. Meskipun kabinet ini akhirnya runtuh, namun kontribusinya dalam membentuk dasar-dasar pemerintahan dan program kerja yang jelas dan terstruktur tidak dapat diabaikan. Kabinet ini menunjukkan pentingnya kerjasama antar-partai dan stabilitas politik dalam menjalankan pemerintahan yang efektif[^1^].\"><\/p>\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard has-image\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Proses_Terbentuknya_Kabinet_Wilopo\"><\/span>1. Proses Terbentuknya Kabinet Wilopo<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kabinet Wilopo terbentuk pada tanggal 1 Maret 1952 ketika Presiden Soekarno menunjuk Sidik Djojosukarto (PNI) dan Prawoto Mangkusasmito (Masyumi) sebagai formatur<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Namun, usaha kedua formatur ini untuk membentuk kabinet yang kuat gagal karena tidak ada kesepakatan tentang calon-calon yang akan duduk di dalam kabinet<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Pada tanggal 19, kedua formatur ini mengembalikan mandatnya dan Presiden Soekarno menunjuk Mr. Wilopo (PNI) sebagai formatur baru<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Setelah berusaha selama 2 minggu, pada tanggal 30 Maret, Mr. Wilopo mengajukan susunan kabinetnya<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Susunan_Kabinet\"><\/span>2. Susunan Kabinet<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Susunan kabinet Wilopo terdiri atas anggota dari PNI dan Masyumi (masing-masing 4 orang), PSI (2 orang), PKRI (Partai Katholik Republik Indonesia), Parkindo (Partai Kristen Indonesia), Parindra (Partai Indonesia Raya), Partai Buruh, dan PSII (masing-masing 1 orang) dan golongan tak berpartai 3 orang<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>. Kabinet ini resmi dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 85 Tahun 1952 tanggal 1 April 1952<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Program_Kerja_Kabinet_Wilopo\"><\/span>3. Program Kerja Kabinet Wilopo<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam melaksanakan pemerintahannya, setidaknya ada enam program kabinet Wilopo<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Organisasi Negara<\/strong>: Melaksanakan pemilu untuk konstituante dan dewan-dewan daerah, menyelesaikan penyelenggaraan dan mengisi otonomi daerah, menyederhanakan organisasi pemerintah pusat<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Kemakmuran<\/strong>: Memajukan tingkat penghidupan rakyat dengan mempertinggi produksi nasional, terutama bahan makanan rakyat, melanjutkan usaha perubahan agraria<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Keamanan<\/strong>: Menjalankan segala sesuatu untuk mengatasi masalah keamanan dengan kebijaksanaan sebagai Negara hukum dan menyempurnakan organisasi alat-alat kekuasaan Negara serta, memperkembangkan tenaga masyarakat untuk menjamin keamanan dan ketentraman<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Perburuhan<\/strong>: Memperlengkapi perundang-undangan perburuhan untuk meninggikan derajat kaum buruh guna menjamin proses nasional<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Pendidikan dan Pengajaran<\/strong>: Mempercepat usaha-usaha perbaikan untuk pembaharuan pendidikan dan pengajaran<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Luar Negeri<\/strong>: Mengisi politik luar negeri yang bebas dengan aktivitas yang sesuai dengan kewajiban kita dalam kekeluargaan bangsa-bangsa dan dengan kepentingan nasional menuju perdamaian dunia<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Keruntuhan_Kabinet_Wilopo\"><\/span>4. Keruntuhan Kabinet Wilopo<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kabinet Wilopo berakhir pada tanggal 3 Juni 1953<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>. Meskipun kabinet ini memiliki program kerja yang jelas dan terstruktur, namun berbagai tantangan dan hambatan politik menyebabkan keruntuhan kabinet ini<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Kesimpulan\"><\/span>5. Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kabinet Wilopo merupakan bagian penting dari sejarah politik Indonesia. Meskipun kabinet ini akhirnya runtuh, namun kontribusinya dalam membentuk dasar-dasar pemerintahan dan program kerja yang jelas dan terstruktur tidak dapat diabaikan. Kabinet ini menunjukkan pentingnya kerjasama antar-partai dan stabilitas politik dalam menjalankan pemerintahan yang efektif<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"ad-container\">Sumber:<br \/>\n(1) (DOC) Kabinet Wilopo | husain ali &#8211; Academia.edu. https:\/\/www.academia.edu\/17188259\/Kabinet_Wilopo.<br \/>\n(2) SISTEM PEMERINTAHAN PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL TAHUN 1949-1959. https:\/\/www.academia.edu\/7046821\/SISTEM_PEMERINTAHAN_PADA_MASA_DEMOKRASI_LIBERAL_TAHUN_1949_1959.<br \/>\n(3) (PDF) Kabinet natsir | Ridho Nasr &#8211; Academia.edu. https:\/\/www.academia.edu\/40199648\/Kabinet_natsir.<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1. Proses Terbentuknya Kabinet Wilopo Kabinet Wilopo terbentuk pada tanggal 1 Maret 1952 ketika Presiden Soekarno menunjuk Sidik Djojosukarto (PNI) dan Prawoto Mangkusasmito (Masyumi) sebagai&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[507],"class_list":["post-40712","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam","tag-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40712","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40712"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40712\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40712"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40712"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40712"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}