{"id":40710,"date":"2024-08-13T22:23:54","date_gmt":"2024-08-13T15:23:54","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=40710"},"modified":"2024-08-13T22:23:54","modified_gmt":"2024-08-13T15:23:54","slug":"struktural-fungsional-pengertian-tokoh-contoh-dan-kritiknya-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/struktural-fungsional-pengertian-tokoh-contoh-dan-kritiknya-2\/","title":{"rendered":"Struktural-Fungsional: Pengertian, Tokoh, Contoh, dan Kritiknya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/struktural-fungsional-pengertian-tokoh-contoh-dan-kritiknya-2\/#Pengertian_Struktural-Fungsional\" >Pengertian Struktural-Fungsional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/struktural-fungsional-pengertian-tokoh-contoh-dan-kritiknya-2\/#Tokoh-Tokoh_Struktural-Fungsional\" >Tokoh-Tokoh Struktural-Fungsional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/struktural-fungsional-pengertian-tokoh-contoh-dan-kritiknya-2\/#Contoh_Penerapan_Struktural-Fungsional\" >Contoh Penerapan Struktural-Fungsional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/struktural-fungsional-pengertian-tokoh-contoh-dan-kritiknya-2\/#Kritik_terhadap_Struktural-Fungsional\" >Kritik terhadap Struktural-Fungsional<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content user-select-text\" tabindex=\"0\" aria-description=\"\" aria-label=\"Dikirim oleh Copilot: # Struktural-Fungsional: Pengertian, Tokoh, Contoh, dan Kritiknya\n\n## Pengertian Struktural-Fungsional\nTeori struktural-fungsional adalah sebuah pendekatan dalam sosiologi yang melihat masyarakat sebagai sistem yang kompleks, di mana bagian-bagian yang berbeda bekerja sama untuk mempromosikan solidaritas dan stabilitas. Teori ini menganggap bahwa setiap struktur sosial, norma, atau institusi memiliki fungsi tertentu yang membantu dalam menjaga keseimbangan dan kelangsungan hidup sistem sosial secara keseluruhan[^1^].\n\n## Tokoh-Tokoh Struktural-Fungsional\nBeberapa tokoh utama yang berkontribusi pada pengembangan teori struktural-fungsional antara lain:\n\n- **Auguste Comte**: Dianggap sebagai bapak sosiologi, ia memperkenalkan istilah analogi organismik untuk membandingkan masyarakat dengan organisme biologis[^1^].\n- **Herbert Spencer**: Mengembangkan konsep requisite functionalism, yang menganalisis fungsi dari setiap fitur dalam masyarakat[^1^].\n- **Emile Durkheim**: Menekankan pada solidaritas mekanik dan organik sebagai cara untuk menjelaskan kohesi sosial[^1^].\n- **Talcott Parsons**: Mengembangkan sistem AGIL (Adaptation, Goal attainment, Integration, Latency) untuk menjelaskan fungsi dasar dari setiap sistem sosial[^1^].\n- **Robert K. Merton**: Mengkritik fokus teori pada keseimbangan dan konsensus sosial, mengusulkan konsep manifest functions dan latent functions[^1^].\n\n## Contoh Penerapan Struktural-Fungsional\nSalah satu contoh penerapan teori struktural-fungsional adalah dalam sistem pendidikan, di mana pendidikan berfungsi untuk menyampaikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kepada generasi muda, menyiapkan tenaga kerja yang berkualitas, dan menyaring individu berdasarkan prestasi akademik[^1^].\n\n## Kritik terhadap Struktural-Fungsional\nTeori struktural-fungsional telah menerima kritik karena dianggap terlalu fokus pada stabilitas dan konsensus, mengabaikan konflik dan perubahan sosial, serta terlalu statis dan konservatif dalam melihat masyarakat[^1^].\n\nArtikel ini telah memberikan gambaran umum tentang teori struktural-fungsional, tokoh-tokoh penting di baliknya, contoh penerapannya dalam masyarakat, serta kritik yang dihadapinya. Pendekatan ini tetap menjadi salah satu cara penting untuk memahami dinamika sosial dan struktur masyarakat.\"><\/p>\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard has-image\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Struktural-Fungsional\"><\/span>Pengertian Struktural-Fungsional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Teori struktural-fungsional adalah sebuah pendekatan dalam sosiologi yang melihat masyarakat sebagai sistem yang kompleks, di mana bagian-bagian yang berbeda bekerja sama untuk mempromosikan solidaritas dan stabilitas. Teori ini menganggap bahwa setiap struktur sosial, norma, atau institusi memiliki fungsi tertentu yang membantu dalam menjaga keseimbangan dan kelangsungan hidup sistem sosial secara keseluruhan<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tokoh-Tokoh_Struktural-Fungsional\"><\/span>Tokoh-Tokoh Struktural-Fungsional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Beberapa tokoh utama yang berkontribusi pada pengembangan teori struktural-fungsional antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Auguste Comte<\/strong>: Dianggap sebagai bapak sosiologi, ia memperkenalkan istilah analogi organismik untuk membandingkan masyarakat dengan organisme biologis<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Herbert Spencer<\/strong>: Mengembangkan konsep requisite functionalism, yang menganalisis fungsi dari setiap fitur dalam masyarakat<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Emile Durkheim<\/strong>: Menekankan pada solidaritas mekanik dan organik sebagai cara untuk menjelaskan kohesi sosial<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Talcott Parsons<\/strong>: Mengembangkan sistem AGIL (Adaptation, Goal attainment, Integration, Latency) untuk menjelaskan fungsi dasar dari setiap sistem sosial<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Robert K. Merton<\/strong>: Mengkritik fokus teori pada keseimbangan dan konsensus sosial, mengusulkan konsep manifest functions dan latent functions<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Penerapan_Struktural-Fungsional\"><\/span>Contoh Penerapan Struktural-Fungsional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu contoh penerapan teori struktural-fungsional adalah dalam sistem pendidikan, di mana pendidikan berfungsi untuk menyampaikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kepada generasi muda, menyiapkan tenaga kerja yang berkualitas, dan menyaring individu berdasarkan prestasi akademik<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kritik_terhadap_Struktural-Fungsional\"><\/span>Kritik terhadap Struktural-Fungsional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Teori struktural-fungsional telah menerima kritik karena dianggap terlalu fokus pada stabilitas dan konsensus, mengabaikan konflik dan perubahan sosial, serta terlalu statis dan konservatif dalam melihat masyarakat<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Struktural Fungsional: Pengertian, Tokoh, Contoh, dan Kritiknya. https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/struktural-fungsional-pengertian-tokoh-contoh-dan-kritiknya.html.<br \/>\n(2) Teori Struktural Fungsional: Tokoh, Asumsi, Pandangan, Kekuatan, dan &#8230;. https:\/\/readmore.id\/teori-struktural-fungsional\/.<br \/>\n(3) Arti Teori Struktural Fungsional dalam Ilmu Sosiologi. https:\/\/kumparan.com\/berita-terkini\/arti-teori-struktural-fungsional-dalam-ilmu-sosiologi-1yWybaMSUL9.<br \/>\n(4) Fungsionalisme struktural &#8211; Wikiwand. https:\/\/www.wikiwand.com\/id\/Fungsionalisme_struktural.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Struktural-Fungsional Teori struktural-fungsional adalah sebuah pendekatan dalam sosiologi yang melihat masyarakat sebagai sistem yang kompleks, di mana bagian-bagian yang berbeda bekerja sama untuk mempromosikan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[507],"class_list":["post-40710","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam","tag-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40710","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40710"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40710\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40710"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40710"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40710"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}