{"id":39966,"date":"2024-06-09T14:47:27","date_gmt":"2024-06-09T07:47:27","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=39966"},"modified":"2024-06-09T14:47:27","modified_gmt":"2024-06-09T07:47:27","slug":"ciri-utama-jalan-lingkungan-fungsi-lebar-kecepatan-desain-aksesibilitas-fasilitas-pengaturan-parkir-dan-pengendalian-arus-lalu-lintas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/ciri-utama-jalan-lingkungan-fungsi-lebar-kecepatan-desain-aksesibilitas-fasilitas-pengaturan-parkir-dan-pengendalian-arus-lalu-lintas\/","title":{"rendered":"Ciri Utama Jalan Lingkungan: Fungsi, Lebar, Kecepatan, Desain, Aksesibilitas, Fasilitas, Pengaturan Parkir, dan Pengendalian Arus Lalu Lintas"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/ciri-utama-jalan-lingkungan-fungsi-lebar-kecepatan-desain-aksesibilitas-fasilitas-pengaturan-parkir-dan-pengendalian-arus-lalu-lintas\/#1_Fungsi_dan_Penggunaan\" >1. Fungsi dan Penggunaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/ciri-utama-jalan-lingkungan-fungsi-lebar-kecepatan-desain-aksesibilitas-fasilitas-pengaturan-parkir-dan-pengendalian-arus-lalu-lintas\/#2_Lebar_Jalan_yang_Terbatas\" >2. Lebar Jalan yang Terbatas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/ciri-utama-jalan-lingkungan-fungsi-lebar-kecepatan-desain-aksesibilitas-fasilitas-pengaturan-parkir-dan-pengendalian-arus-lalu-lintas\/#3_Kecepatan_Lalu_Lintas_yang_Rendah\" >3. Kecepatan Lalu Lintas yang Rendah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/ciri-utama-jalan-lingkungan-fungsi-lebar-kecepatan-desain-aksesibilitas-fasilitas-pengaturan-parkir-dan-pengendalian-arus-lalu-lintas\/#4_Desain_yang_Mengutamakan_Keselamatan\" >4. Desain yang Mengutamakan Keselamatan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/ciri-utama-jalan-lingkungan-fungsi-lebar-kecepatan-desain-aksesibilitas-fasilitas-pengaturan-parkir-dan-pengendalian-arus-lalu-lintas\/#5_Aksesibilitas_yang_Baik\" >5. Aksesibilitas yang Baik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/ciri-utama-jalan-lingkungan-fungsi-lebar-kecepatan-desain-aksesibilitas-fasilitas-pengaturan-parkir-dan-pengendalian-arus-lalu-lintas\/#6_Fasilitas_Penunjang\" >6. Fasilitas Penunjang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/ciri-utama-jalan-lingkungan-fungsi-lebar-kecepatan-desain-aksesibilitas-fasilitas-pengaturan-parkir-dan-pengendalian-arus-lalu-lintas\/#7_Pengaturan_Parkir\" >7. Pengaturan Parkir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/ciri-utama-jalan-lingkungan-fungsi-lebar-kecepatan-desain-aksesibilitas-fasilitas-pengaturan-parkir-dan-pengendalian-arus-lalu-lintas\/#8_Pengendalian_Arus_Lalu_Lintas\" >8. Pengendalian Arus Lalu Lintas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/ciri-utama-jalan-lingkungan-fungsi-lebar-kecepatan-desain-aksesibilitas-fasilitas-pengaturan-parkir-dan-pengendalian-arus-lalu-lintas\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Jalan lingkungan merupakan komponen penting dalam tata ruang kota dan pedesaan. Fungsinya sebagai akses utama bagi penduduk setempat membuatnya memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari jenis jalan lainnya. Berikut adalah ciri utama jalan lingkungan yang perlu Anda ketahui.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Fungsi_dan_Penggunaan\"><\/span>1. Fungsi dan Penggunaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jalan lingkungan berfungsi sebagai jalur akses primer bagi penduduk di kawasan perumahan atau pemukiman. Jalan ini menghubungkan rumah-rumah dengan jalan yang lebih besar atau jalan utama. Penggunaannya cenderung lebih banyak oleh pejalan kaki, pesepeda, dan kendaraan bermotor ringan seperti mobil pribadi dan sepeda motor.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Lebar_Jalan_yang_Terbatas\"><\/span>2. Lebar Jalan yang Terbatas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu ciri khas dari jalan lingkungan adalah lebarnya yang relatif sempit dibandingkan dengan jalan raya atau jalan arteri. Lebar jalan lingkungan biasanya disesuaikan dengan kebutuhan penduduk setempat dan standar keselamatan, sehingga sering kali tidak memadai untuk dilewati oleh kendaraan besar seperti truk atau bus.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kecepatan_Lalu_Lintas_yang_Rendah\"><\/span>3. Kecepatan Lalu Lintas yang Rendah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jalan lingkungan dirancang untuk mendukung kecepatan lalu lintas yang rendah, biasanya di bawah 30 km\/jam. Tujuannya adalah untuk menjamin keselamatan pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya, serta untuk mengurangi polusi suara dan udara di area perumahan. Batas kecepatan yang rendah juga membantu mencegah kecelakaan lalu lintas di daerah padat penduduk.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Desain_yang_Mengutamakan_Keselamatan\"><\/span>4. Desain yang Mengutamakan Keselamatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Desain jalan lingkungan sering kali mengutamakan keselamatan penggunanya. Fasilitas seperti zebra cross, trotoar, dan rambu-rambu lalu lintas ditempatkan dengan strategis untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. Jalan lingkungan juga mungkin memiliki penghalang fisik atau marka jalan untuk membatasi kecepatan kendaraan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Aksesibilitas_yang_Baik\"><\/span>5. Aksesibilitas yang Baik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jalan lingkungan harus mudah diakses oleh semua kalangan, termasuk anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Trotoar yang rata dan lebar, akses menuju bangunan-bangunan penting seperti sekolah, tempat ibadah, dan taman bermain merupakan ciri penting dari jalan lingkungan yang baik.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Fasilitas_Penunjang\"><\/span>6. Fasilitas Penunjang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Selain berfungsi sebagai jalur lalu lintas, jalan lingkungan sering kali dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti tempat sampah, bangku taman, lampu jalan, dan taman kecil. Fasilitas-fasilitas ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan penduduk, tetapi juga memperindah lingkungan sekitar.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Pengaturan_Parkir\"><\/span>7. Pengaturan Parkir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pada jalan lingkungan, pengaturan parkir sangat penting untuk menjaga kelancaran lalu lintas dan keamanan pejalan kaki. Area parkir biasanya disediakan di sisi jalan atau dalam area khusus untuk menghindari kemacetan dan mengurangi resiko kecelakaan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Pengendalian_Arus_Lalu_Lintas\"><\/span>8. Pengendalian Arus Lalu Lintas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk mencegah kemacetan dan meningkatkan keamanan, jalan lingkungan sering kali dilengkapi dengan sistem pengendalian arus lalu lintas seperti pembatas kecepatan, rambu-rambu lalu lintas, dan penataan arah jalur lalu lintas. Pengendalian arus lalu lintas ini juga bertujuan untuk meminimalisir polusi udara dan suara di lingkungan pemukiman.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ciri utama jalan lingkungan meliputi fungsi dan penggunaan khusus untuk akses perumahan, lebar jalan yang terbatas, kecepatan lalu lintas yang rendah, desain yang mengutamakan keselamatan, aksesibilitas yang baik, fasilitas penunjang, pengaturan parkir, serta pengendalian arus lalu lintas. Dengan memahami ciri-ciri ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang nyaman, aman, dan ramah bagi semua penghuni.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jalan lingkungan merupakan komponen penting dalam tata ruang kota dan pedesaan. Fungsinya sebagai akses utama bagi penduduk setempat membuatnya memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[507],"class_list":["post-39966","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam","tag-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39966","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39966"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39966\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39966"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39966"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39966"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}