{"id":39752,"date":"2024-05-26T21:04:05","date_gmt":"2024-05-26T14:04:05","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=39752"},"modified":"2024-05-26T21:04:05","modified_gmt":"2024-05-26T14:04:05","slug":"keutamaan-membaca-al-quran-dengan-tajwid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/keutamaan-membaca-al-quran-dengan-tajwid\/","title":{"rendered":"Keutamaan Membaca Al-Qur&#8217;an dengan Tajwid"},"content":{"rendered":"<div class=\"markdown markdown-main-panel\" dir=\"ltr\">\n<p data-sourcepos=\"5:1-5:478\">Al-Qur&#8217;an sebagai kitab suci umat Islam merupakan pedoman hidup yang sempurna. Membacanya adalah ibadah yang sangat dianjurkan, bahkan dijanjikan pahala berlipat ganda. Namun, membaca Al-Qur&#8217;an tidak boleh sembarangan. Perlu memperhatikan tajwid, yaitu aturan pelafalan huruf-huruf dalam Al-Qur&#8217;an agar maknanya tersampaikan dengan benar. Artikel ini akan membahas secara mendalam keutamaan membaca Al-Qur&#8217;an dengan tajwid, baik dari segi agama maupun manfaatnya bagi kehidupan.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"7:1-7:19\"><strong>Apa Itu Tajwid?<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"9:1-9:323\">Tajwid berasal dari bahasa Arab yang berarti &#8220;memperbagus&#8221;. Dalam konteks membaca Al-Qur&#8217;an, tajwid adalah ilmu yang mempelajari cara melafalkan huruf-huruf Al-Qur&#8217;an dengan benar sesuai makhraj dan sifatnya. Tujuannya agar bacaan Al-Qur&#8217;an menjadi indah, fasih, dan terhindar dari kesalahan yang dapat mengubah makna ayat.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"11:1-11:41\"><strong>Hukum Membaca Al-Qur&#8217;an dengan Tajwid<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"13:1-13:197\">Para ulama sepakat bahwa membaca Al-Qur&#8217;an dengan tajwid hukumnya wajib ain, yaitu wajib bagi setiap individu muslim yang mampu. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT dalam surat Al-Muzammil ayat 4:<\/p>\n<blockquote data-sourcepos=\"15:1-15:33\">\n<p data-sourcepos=\"15:3-15:33\">\u0648\u064e\u0631\u064e\u062a\u0651\u0650\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u062a\u064e\u0631\u0652\u062a\u0650\u064a\u0644\u064b\u0627<\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-sourcepos=\"17:1-17:59\">Artinya: &#8220;Dan bacalah Al-Qur&#8217;an itu dengan perlahan-lahan.&#8221;<\/p>\n<p data-sourcepos=\"19:1-19:216\">Kata &#8220;tartil&#8221; dalam ayat tersebut bermakna membaca dengan pelan, tenang, dan memperhatikan kaidah tajwid. Oleh karena itu, membaca Al-Qur&#8217;an tanpa tajwid dapat menyebabkan kesalahan fatal, bahkan mengubah makna ayat.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"21:1-21:45\"><strong>Keutamaan Membaca Al-Qur&#8217;an dengan Tajwid<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"23:1-23:72\">Membaca Al-Qur&#8217;an dengan tajwid memiliki banyak keutamaan, di antaranya:<\/p>\n<ol data-sourcepos=\"25:1-26:0\">\n<li data-sourcepos=\"25:1-26:0\"><strong>Mendapatkan Pahala Berlimpah<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p data-sourcepos=\"27:1-27:108\">Setiap huruf Al-Qur&#8217;an yang dibaca dengan benar akan mendapatkan 10 kebaikan. <span class=\"citation-0\">Rasulullah SAW bersabda:<\/span><\/p>\n<blockquote data-sourcepos=\"29:1-29:188\">\n<p data-sourcepos=\"29:3-29:188\"><span class=\"citation-0 citation-end-0\">&#8220;Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-Qur&#8217;an), maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dilipatgandakan<\/span> menjadi sepuluh kali lipat.&#8221; (HR. At-Tirmidzi)<\/p>\n<\/blockquote>\n<ol start=\"2\" data-sourcepos=\"31:1-32:0\">\n<li data-sourcepos=\"31:1-32:0\"><strong>Terhindar dari Kesalahan Fatal<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p data-sourcepos=\"33:1-33:256\">Membaca Al-Qur&#8217;an tanpa tajwid dapat menyebabkan kesalahan fatal yang mengubah makna ayat. Misalnya, salah mengucapkan huruf &#8220;dhod&#8221; menjadi &#8220;dzal&#8221; dalam ayat &#8220;wahai orang-orang yang beriman&#8221; dapat mengubah maknanya menjadi &#8220;wahai orang-orang yang berzina&#8221;.<\/p>\n<ol start=\"3\" data-sourcepos=\"35:1-36:0\">\n<li data-sourcepos=\"35:1-36:0\"><strong>Memperindah Bacaan Al-Qur&#8217;an<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p data-sourcepos=\"37:1-37:154\">Tajwid membuat bacaan Al-Qur&#8217;an menjadi lebih indah, fasih, dan enak didengar. Hal ini akan menambah kekhusyukan dalam membaca dan memahami isi Al-Qur&#8217;an.<\/p>\n<ol start=\"4\" data-sourcepos=\"39:1-40:0\">\n<li data-sourcepos=\"39:1-40:0\"><strong>Menambah Pemahaman terhadap Al-Qur&#8217;an<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p data-sourcepos=\"41:1-41:183\">Dengan membaca Al-Qur&#8217;an sesuai tajwid, kita akan lebih mudah memahami makna ayat-ayatnya karena pelafalan yang benar akan membantu kita menangkap maksud dari setiap kata dan kalimat.<\/p>\n<ol start=\"5\" data-sourcepos=\"43:1-44:0\">\n<li data-sourcepos=\"43:1-44:0\"><strong>Mendapatkan Syafaat di Akhirat<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p data-sourcepos=\"45:1-45:30\"><span class=\"citation-1\">Rasulullah SAW bersabda:<\/span><\/p>\n<blockquote data-sourcepos=\"47:1-47:127\">\n<p data-sourcepos=\"47:3-47:127\"><span class=\"citation-1 citation-end-1\">&#8220;Bacalah Al-Qur&#8217;an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.&#8221; (HR. Muslim)<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-sourcepos=\"49:1-49:40\"><strong>Tips Membaca Al-Qur&#8217;an dengan Tajwid<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"51:1-51:98\">Bagi yang belum mahir membaca Al-Qur&#8217;an dengan tajwid, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:<\/p>\n<ol data-sourcepos=\"53:1-54:0\">\n<li data-sourcepos=\"53:1-54:0\"><strong>Belajar dari Guru yang Kompeten<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p data-sourcepos=\"55:1-55:104\">Carilah guru ngaji atau ustadz yang memiliki kompetensi dalam ilmu tajwid untuk membimbing Anda belajar.<\/p>\n<ol start=\"2\" data-sourcepos=\"57:1-58:0\">\n<li data-sourcepos=\"57:1-58:0\"><strong>Menggunakan Buku Panduan Tajwid<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p data-sourcepos=\"59:1-59:128\">Banyak buku panduan tajwid yang tersedia di pasaran. Pilihlah buku yang mudah dipahami dan sesuai dengan tingkat kemampuan Anda.<\/p>\n<ol start=\"3\" data-sourcepos=\"61:1-62:0\">\n<li data-sourcepos=\"61:1-62:0\"><strong>Memperbanyak Latihan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p data-sourcepos=\"63:1-63:171\">Latihlah bacaan Al-Qur&#8217;an Anda secara rutin dengan memperhatikan kaidah tajwid. Anda dapat merekam suara Anda saat membaca untuk mengevaluasi kesalahan dan memperbaikinya.<\/p>\n<ol start=\"4\" data-sourcepos=\"65:1-66:0\">\n<li data-sourcepos=\"65:1-66:0\"><strong>Mengikuti Kajian Tajwid<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p data-sourcepos=\"67:1-67:111\">Ikutilah kajian atau pengajian yang membahas tentang ilmu tajwid untuk menambah pengetahuan dan pemahaman Anda.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"69:1-69:14\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"71:1-71:354\">Membaca Al-Qur&#8217;an dengan tajwid adalah kewajiban bagi setiap muslim yang mampu. Selain mendapatkan pahala berlimpah, membaca Al-Qur&#8217;an dengan tajwid juga akan memperindah bacaan, menambah pemahaman, dan mendapatkan syafaat di akhirat. Oleh karena itu, marilah kita tingkatkan kualitas bacaan Al-Qur&#8217;an kita dengan mempelajari dan mengamalkan ilmu tajwid.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Al-Qur&#8217;an sebagai kitab suci umat Islam merupakan pedoman hidup yang sempurna. Membacanya adalah ibadah yang sangat dianjurkan, bahkan dijanjikan pahala berlipat ganda. Namun, membaca Al-Qur&#8217;an&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-39752","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39752","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39752"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39752\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39752"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39752"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39752"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}