{"id":39560,"date":"2024-05-22T15:07:56","date_gmt":"2024-05-22T08:07:56","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=39560"},"modified":"2024-05-22T15:07:56","modified_gmt":"2024-05-22T08:07:56","slug":"burung-pipit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/burung-pipit\/","title":{"rendered":"Burung Pipit"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/burung-pipit\/#Taksonomi_dan_Klasifikasi\" >Taksonomi dan Klasifikasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/burung-pipit\/#Morfologi\" >Morfologi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/burung-pipit\/#Habitat\" >Habitat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/burung-pipit\/#Makanan\" >Makanan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/burung-pipit\/#Fakta_Unik\" >Fakta Unik<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content user-select-text\" tabindex=\"0\" aria-description=\"\" aria-label=\"Dikirim oleh Copilot: # Burung Pipit: Si Kecil Penuh Warna\n\nBurung pipit adalah anggota dari keluarga Estrildidae, yang dikenal dengan ukuran tubuhnya yang kecil dan warna bulunya yang cerah. Di Indonesia, burung ini sering disebut dengan emprit atau bondol. Mari kita telusuri lebih dalam tentang burung pipit, mulai dari taksonominya hingga fakta unik yang dimilikinya.\n\n## Taksonomi dan Klasifikasi\nBurung pipit termasuk dalam:\n- Kerajaan: **Animalia**\n- Filum: **Chordata**\n- Kelas: **Aves**\n- Ordo: **Passeriformes**\n- Upaordo: **Passeri**\n- Superfamili: **Passeroidea**\n- Famili: **Estrildidae**\n- Spesies: **Estrildid finches**[^1^]\n\n## Morfologi\nBurung pipit memiliki ciri khas sebagai berikut:\n- **Ukuran Tubuh Kecil**: Panjang tubuh sekitar 10 cm dengan berat 5 gram.\n- **Berparuh Pendek**: Paruhnya pendek dan runcing, cocok untuk menghancurkan biji-bijian.\n- **Bulu Menarik**: Warna bulu yang indah dengan perpaduan yang cantik, menarik perhatian para pecinta burung[^2^].\n\n## Habitat\nBurung pipit biasanya ditemukan di daerah persawahan dan perkebunan yang dekat dengan sumber makanannya. Mereka membuat sarang di pohon dengan ketinggian 4 sampai 6 meter untuk melindungi diri dari predator seperti ular, kadal, dan reptil lainnya[^2^].\n\n## Makanan\nSebagai pemakan biji-bijian, burung pipit sering dianggap sebagai hama oleh petani karena mereka memakan tanaman seperti padi dan jagung saat musim panen. Namun, bagi penangkap burung, pipit sering dijadikan sasaran buruan dan dijual kembali, biasanya kepada anak-anak untuk dijadikan peliharaan[^2^].\n\n## Fakta Unik\n- **Kemampuan Adaptasi**: Meskipun kebanyakan burung pipit tidak tahan dengan iklim dingin dan memerlukan habitat hangat, ada sebagian kecil jenis yang beradaptasi dengan lingkungan dingin di Australia selatan.\n- **Reproduksi**: Pipit bertelur 4-10 butir, putih, yang disimpan dalam sarangnya yang berupa bola-bola rumput[^1^].\n\nBurung pipit, dengan segala keunikan dan keindahannya, merupakan salah satu keajaiban alam yang patut kita hargai dan lindungi. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang burung pipit dan meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya melestarikan keanekaragaman hayati.\"><\/p>\n<div id=\"entity-image-top\" class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div>\n<div class=\"entity-image\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"ac-horizontal-separator\" aria-hidden=\"true\">Burung pipit adalah anggota dari keluarga Estrildidae, yang dikenal dengan ukuran tubuhnya yang kecil dan warna bulunya yang cerah. Di Indonesia, burung ini sering disebut dengan emprit atau bondol. Mari kita telusuri lebih dalam tentang burung pipit, mulai dari taksonominya hingga fakta unik yang dimilikinya.<\/div>\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Taksonomi_dan_Klasifikasi\"><\/span>Taksonomi dan Klasifikasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Burung pipit termasuk dalam:<\/p>\n<ul>\n<li>Kerajaan: <strong>Animalia<\/strong><\/li>\n<li>Filum: <strong>Chordata<\/strong><\/li>\n<li>Kelas: <strong>Aves<\/strong><\/li>\n<li>Ordo: <strong>Passeriformes<\/strong><\/li>\n<li>Upaordo: <strong>Passeri<\/strong><\/li>\n<li>Superfamili: <strong>Passeroidea<\/strong><\/li>\n<li>Famili: <strong>Estrildidae<\/strong><\/li>\n<li>Spesies: <strong>Estrildid finches<\/strong><sup class=\"citation-sup\">1<\/sup><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Morfologi\"><\/span>Morfologi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Burung pipit memiliki ciri khas sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Ukuran Tubuh Kecil<\/strong>: Panjang tubuh sekitar 10 cm dengan berat 5 gram.<\/li>\n<li><strong>Berparuh Pendek<\/strong>: Paruhnya pendek dan runcing, cocok untuk menghancurkan biji-bijian.<\/li>\n<li><strong>Bulu Menarik<\/strong>: Warna bulu yang indah dengan perpaduan yang cantik, menarik perhatian para pecinta burung<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Habitat\"><\/span>Habitat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Burung pipit biasanya ditemukan di daerah persawahan dan perkebunan yang dekat dengan sumber makanannya. Mereka membuat sarang di pohon dengan ketinggian 4 sampai 6 meter untuk melindungi diri dari predator seperti ular, kadal, dan reptil lainnya<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Makanan\"><\/span>Makanan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sebagai pemakan biji-bijian, burung pipit sering dianggap sebagai hama oleh petani karena mereka memakan tanaman seperti padi dan jagung saat musim panen. Namun, bagi penangkap burung, pipit sering dijadikan sasaran buruan dan dijual kembali, biasanya kepada anak-anak untuk dijadikan peliharaan<sup class=\"citation-sup\">2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fakta_Unik\"><\/span>Fakta Unik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Kemampuan Adaptasi<\/strong>: Meskipun kebanyakan burung pipit tidak tahan dengan iklim dingin dan memerlukan habitat hangat, ada sebagian kecil jenis yang beradaptasi dengan lingkungan dingin di Australia selatan.<\/li>\n<li><strong>Reproduksi<\/strong>: Pipit bertelur 4-10 butir, putih, yang disimpan dalam sarangnya yang berupa bola-bola rumput<sup class=\"citation-sup\">1<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Burung pipit, dengan segala keunikan dan keindahannya, merupakan salah satu keajaiban alam yang patut kita hargai dan lindungi. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang burung pipit dan meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya melestarikan keanekaragaman hayati.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Pipit (Estrildidae) &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pipit_%28Estrildidae%29.<br \/>\n(2) Burung Pipit &#8211; Taksonomi, Morfologi, Habitat, Makanan, Jenis &amp; Fakta Unik. https:\/\/rimbakita.com\/burung-pipit\/.<br \/>\n(3) Burung Pipit: Morfologi, Habitat, Jenis, dan Fakta Unik &#8211; Forester Act. https:\/\/foresteract.com\/burung-pipit\/.<br \/>\n(4) id.wikipedia.org. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pipit_(Estrildidae).<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"ac-horizontal-separator\" aria-hidden=\"true\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"ad-container\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Burung pipit adalah anggota dari keluarga Estrildidae, yang dikenal dengan ukuran tubuhnya yang kecil dan warna bulunya yang cerah. Di Indonesia, burung ini sering disebut&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[507],"class_list":["post-39560","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam","tag-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39560","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39560"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39560\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39560"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39560"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39560"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}