{"id":38979,"date":"2024-04-26T20:25:08","date_gmt":"2024-04-26T13:25:08","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=38979"},"modified":"2024-04-26T20:25:08","modified_gmt":"2024-04-26T13:25:08","slug":"penyiangan-dan-pengendalian-gulma-jagung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyiangan-dan-pengendalian-gulma-jagung\/","title":{"rendered":"Penyiangan dan Pengendalian Gulma Jagung"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyiangan-dan-pengendalian-gulma-jagung\/#Metode_Pengendalian_Gulma\" >Metode Pengendalian Gulma<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyiangan-dan-pengendalian-gulma-jagung\/#Pemilihan_Metode_yang_Tepat\" >Pemilihan Metode yang Tepat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyiangan-dan-pengendalian-gulma-jagung\/#Waktu_Penyiangan_yang_Tepat_Maksimalkan_Hasil\" >Waktu Penyiangan yang Tepat: Maksimalkan Hasil<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyiangan-dan-pengendalian-gulma-jagung\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"markdown markdown-main-panel\" dir=\"ltr\">\n<p data-sourcepos=\"5:1-5:275\">Gulma bagaikan benalu bagi tanaman jagung. Persaingan ketat dalam memperebutkan air, nutrisi, cahaya matahari, dan ruang tumbuh menghambat pertumbuhan dan mereduksi hasil panen. Oleh karena itu, pengendalian gulma menjadi kunci utama untuk mencapai panen jagung yang optimal.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"7:1-7:29\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Metode_Pengendalian_Gulma\"><\/span><strong>Metode Pengendalian Gulma<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"9:1-9:151\">Membasmi gulma bukan satu-satunya solusi. Pendekatan komprehensif dengan menggabungkan beberapa metode akan lebih efektif. Berikut beberapa pilihannya:<\/p>\n<p data-sourcepos=\"11:1-11:57\"><strong>1. Pencegahan: Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"13:1-17:0\">\n<li data-sourcepos=\"13:1-13:130\"><strong>Pilih benih\/bibit bebas biji gulma:<\/strong> Pastikan benih\/bibit berasal dari sumber terpercaya dan terbebas dari kontaminasi gulma.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"14:1-14:142\"><strong>Pengolahan tanah pra-tanam:<\/strong> Lakukan pembajakan, penggaruan, dan penyiangan awal untuk mematikan benih gulma dan memutus siklus hidupnya.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"15:1-15:153\"><strong>Tanaman penutup tanah:<\/strong> Tanam kacang tanah, lamtoro, atau jenis leguminosa lainnya untuk menekan pertumbuhan gulma dan meningkatkan kesuburan tanah.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"16:1-17:0\"><strong>Jaga kebersihan lahan:<\/strong> Hindari membawa biji gulma dari luar ke lahan jagung. Bersihkan gulma di sekitar area kebun secara berkala.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"18:1-18:58\"><strong>2. Pengendalian Mekanik: Cara Tradisional yang Efisien<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"20:1-22:0\">\n<li data-sourcepos=\"20:1-20:135\"><strong>Penyiangan manual:<\/strong> Gunakan cangkul, garu, atau alat penyiangan tangan lainnya untuk mencabut atau memotong gulma secara langsung.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"21:1-22:0\"><strong>Mesin penyiangan:<\/strong> Pada area luas, mesin penyiangan traktor atau rotary hoe dapat mempercepat proses penyiangan.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"23:1-23:64\"><strong>3. Pengendalian Kimiawi: Senjata Ampuh Lawan Gulma Membandel<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"25:1-27:0\">\n<li data-sourcepos=\"25:1-25:179\"><strong>Herbisida pra-tumbuh:<\/strong> Diterapkan sebelum penanaman jagung untuk membunuh gulma yang tumbuh sebelum benih berkecambah. Pilih herbisida selektif yang aman bagi tanaman jagung.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"26:1-27:0\"><strong>Herbisida pasca-tumbuh:<\/strong> Diterapkan setelah tanaman jagung tumbuh untuk mengendalikan gulma yang muncul di antara tanaman. Perhatikan dosis dan waktu aplikasi yang tepat untuk menghindari kerusakan tanaman.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"28:1-28:51\"><strong>4. Pengendalian Hayati: Solusi Ramah Lingkungan<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"30:1-33:0\">\n<li data-sourcepos=\"30:1-30:132\"><strong>Serangga pemakan gulma:<\/strong> Lepaskan serangga seperti kumbang Coccinellidae atau ulat Heliothis untuk memangsa gulma secara alami.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"31:1-31:135\"><strong>Jamur patogen:<\/strong> Gunakan jamur patogen seperti Fusarium spp. atau Alternaria spp. untuk menyerang dan mengendalikan gulma tertentu.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"32:1-33:0\"><strong>Nematoda parasit:<\/strong> Terapkan nematoda parasit seperti Steinernema spp. atau Heterorhabditis spp. untuk membunuh gulma secara selektif.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-sourcepos=\"34:1-34:45\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pemilihan_Metode_yang_Tepat\"><\/span><strong>Pemilihan Metode yang Tepat<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"36:1-36:77\">Memilih metode pengendalian gulma yang tepat bergantung pada beberapa faktor:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"38:1-44:0\">\n<li data-sourcepos=\"38:1-38:104\"><strong>Jenis gulma:<\/strong> Kenali jenis gulma yang dominan di lahan untuk menentukan metode yang paling efektif.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"39:1-39:143\"><strong>Umur tanaman jagung:<\/strong> Gunakan metode yang sesuai dengan tahap pertumbuhan jagung. Hindari herbisida pra-tumbuh setelah jagung berkecambah.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"40:1-40:92\"><strong>Luas lahan:<\/strong> Untuk area luas, pertimbangkan penggunaan mesin penyiangan atau herbisida.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"41:1-41:87\"><strong>Ketersediaan tenaga kerja:<\/strong> Penyiangan manual membutuhkan tenaga kerja yang cukup.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"42:1-42:95\"><strong>Biaya:<\/strong> Pertimbangkan biaya setiap metode dan pilihlah yang paling sesuai dengan anggaran.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"43:1-44:0\"><strong>Dampak lingkungan:<\/strong> Pilihlah metode yang ramah lingkungan dan minim risiko pencemaran.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-sourcepos=\"45:1-45:50\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Waktu_Penyiangan_yang_Tepat_Maksimalkan_Hasil\"><\/span><strong>Waktu Penyiangan yang Tepat: Maksimalkan Hasil<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"47:1-47:97\">Penyiangan gulma pada tanaman jagung sebaiknya dilakukan secara berkala pada waktu-waktu berikut:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"49:1-53:0\">\n<li data-sourcepos=\"49:1-49:106\"><strong>Sebelum tanam:<\/strong> Lakukan penyiangan awal untuk membersihkan lahan dari gulma sebelum penanaman jagung.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"50:1-50:102\"><strong>Setelah tanam:<\/strong> Lakukan penyiangan saat jagung masih muda untuk mencegah persaingan dengan gulma.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"51:1-51:125\"><strong>Sebelum berbunga:<\/strong> Penyiangan penting sebelum tanaman jagung berbunga untuk menghindari stres dan penurunan hasil panen.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"52:1-53:0\"><strong>Secara berkala:<\/strong> Pantau gulma secara berkala dan lakukan penyiangan lanjutan jika diperlukan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-sourcepos=\"54:1-54:14\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span><strong>Kesimpulan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"56:1-56:359\">Pengendalian gulma merupakan aspek penting dalam budidaya jagung yang optimal. Dengan memahami metode-metode pengendalian yang tersedia dan memilih metode yang tepat, Anda dapat memaksimalkan hasil panen dan meminimalkan kerugian akibat gulma. Ingatlah untuk selalu mempertimbangkan faktor lingkungan dan keberlanjutan dalam memilih metode pengendalian gulma.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"58:1-58:25\"><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"60:1-62:2\">\n<li data-sourcepos=\"60:1-60:94\">https:\/\/www.medion.co.id\/tag\/tanaman-jagung\/<\/li>\n<li data-sourcepos=\"61:1-61:140\">https:\/\/www.academia.edu\/36379029\/MAKALAH_GULMA_PADA_TANAMAN_JAGUNG<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gulma bagaikan benalu bagi tanaman jagung. Persaingan ketat dalam memperebutkan air, nutrisi, cahaya matahari, dan ruang tumbuh menghambat pertumbuhan dan mereduksi hasil panen. Oleh karena&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[507],"class_list":["post-38979","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam","tag-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38979","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38979"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38979\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38979"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38979"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38979"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}