{"id":38967,"date":"2024-04-26T19:51:14","date_gmt":"2024-04-26T12:51:14","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=38967"},"modified":"2024-04-26T19:51:14","modified_gmt":"2024-04-26T12:51:14","slug":"teknik-penanaman-benih-jagung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/teknik-penanaman-benih-jagung\/","title":{"rendered":"Teknik Penanaman Benih Jagung"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/teknik-penanaman-benih-jagung\/#Persiapan_Lahan\" >Persiapan Lahan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/teknik-penanaman-benih-jagung\/#Pemilihan_Benih\" >Pemilihan Benih<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/teknik-penanaman-benih-jagung\/#Teknik_Penanaman\" >Teknik Penanaman<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/teknik-penanaman-benih-jagung\/#Pemeliharaan\" >Pemeliharaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/teknik-penanaman-benih-jagung\/#Panen\" >Panen<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\" aria-description=\"\" aria-label=\"Sent by Copilot: Tentu, berikut adalah artikel tentang teknik penanaman benih jagung:\n\n---\n\n# Teknik Penanaman Benih Jagung\n\nJagung merupakan salah satu tanaman pangan yang penting di dunia. Di Indonesia, jagung menjadi komoditas strategis setelah padi dan gandum. Oleh karena itu, teknik penanaman yang baik sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang teknik penanaman benih jagung yang efektif.\n\n## Persiapan Lahan\n\nSebelum menanam, lahan harus dipersiapkan dengan baik. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:\n\n1. **Pembersihan Lahan**: Bersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya dan gulma.\n2. **Pengolahan Tanah**: Lakukan penggemburan tanah hingga kedalaman 30-40 cm untuk memudahkan akar menembus tanah.\n3. **Pemupukan Dasar**: Berikan pupuk kandang atau kompos dan pupuk kimia dasar seperti NPK sesuai dengan rekomendasi.\n\n## Pemilihan Benih\n\nBenih yang baik adalah kunci sukses penanaman jagung. Gunakan benih yang:\n\n- Bersertifikat dan bebas dari penyakit.\n- Memiliki daya kecambah tinggi.\n- Sesuai dengan iklim dan kondisi tanah setempat.\n\n## Teknik Penanaman\n\n1. **Penyemaian**: Benih jagung bisa langsung ditanam di lapangan atau disemai terlebih dahulu.\n2. **Jarak Tanam**: Jarak ideal antar tanaman adalah 20-25 cm dan antar baris 75-80 cm.\n3. **Kedalaman Tanam**: Benih ditanam pada kedalaman 3-5 cm.\n4. **Pengairan**: Jagung membutuhkan air yang cukup, terutama pada fase pertumbuhan awal dan pembungaan.\n\n## Pemeliharaan\n\n- **Penyiangan**: Lakukan penyiangan secara berkala untuk menghindari persaingan nutrisi dengan gulma.\n- **Pemupukan Susulan**: Berikan pupuk susulan sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman.\n- **Pengendalian Hama dan Penyakit**: Gunakan pestisida dan fungisida bila diperlukan, dengan memperhatikan dosis dan aturan pakai.\n\n## Panen\n\nPanen dilakukan ketika jagung telah matang, ditandai dengan mengeringnya daun dan tongkol. Panen tepat waktu akan menghindari kerugian akibat hama pascapanen.\n\n---\n\nDengan mengikuti teknik penanaman yang tepat, petani dapat meningkatkan produktivitas jagung secara signifikan. Selalu ingat untuk menyesuaikan teknik dengan kondisi lokal dan terus mengikuti perkembangan teknologi pertanian untuk hasil yang lebih baik.\"><\/p>\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang penting di dunia. Di Indonesia, jagung menjadi komoditas strategis setelah padi dan gandum. Oleh karena itu, teknik penanaman yang baik sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang teknik penanaman benih jagung yang efektif.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Persiapan_Lahan\"><\/span>Persiapan Lahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sebelum menanam, lahan harus dipersiapkan dengan baik. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Pembersihan Lahan: Bersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya dan gulma.<\/li>\n<li>Pengolahan Tanah: Lakukan penggemburan tanah hingga kedalaman 30-40 cm untuk memudahkan akar menembus tanah.<\/li>\n<li>Pemupukan Dasar: Berikan pupuk kandang atau kompos dan pupuk kimia dasar seperti NPK sesuai dengan rekomendasi.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pemilihan_Benih\"><\/span>Pemilihan Benih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Benih yang baik adalah kunci sukses penanaman jagung. Gunakan benih yang:<\/p>\n<ul>\n<li>Bersertifikat dan bebas dari penyakit.<\/li>\n<li>Memiliki daya kecambah tinggi.<\/li>\n<li>Sesuai dengan iklim dan kondisi tanah setempat.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Teknik_Penanaman\"><\/span>Teknik Penanaman<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ol>\n<li>Penyemaian: Benih jagung bisa langsung ditanam di lapangan atau disemai terlebih dahulu.<\/li>\n<li>Jarak Tanam: Jarak ideal antar tanaman adalah 20-25 cm dan antar baris 75-80 cm.<\/li>\n<li>Kedalaman Tanam: Benih ditanam pada kedalaman 3-5 cm.<\/li>\n<li>Pengairan: Jagung membutuhkan air yang cukup, terutama pada fase pertumbuhan awal dan pembungaan.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pemeliharaan\"><\/span>Pemeliharaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li>Penyiangan: Lakukan penyiangan secara berkala untuk menghindari persaingan nutrisi dengan gulma.<\/li>\n<li>Pemupukan Susulan: Berikan pupuk susulan sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman.<\/li>\n<li>Pengendalian Hama dan Penyakit: Gunakan pestisida dan fungisida bila diperlukan, dengan memperhatikan dosis dan aturan pakai.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Panen\"><\/span>Panen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Panen dilakukan ketika jagung telah matang, ditandai dengan mengeringnya daun dan tongkol. Panen tepat waktu akan menghindari kerugian akibat hama pascapanen.<\/p>\n<p>Dengan mengikuti teknik penanaman yang tepat, petani dapat meningkatkan produktivitas jagung secara signifikan. Selalu ingat untuk menyesuaikan teknik dengan kondisi lokal dan terus mengikuti perkembangan teknologi pertanian untuk hasil yang lebih baik.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang penting di dunia. Di Indonesia, jagung menjadi komoditas strategis setelah padi dan gandum. Oleh karena itu, teknik penanaman&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[507],"class_list":["post-38967","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam","tag-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38967","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38967"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38967\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38967"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38967"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38967"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}