{"id":38944,"date":"2024-04-26T18:19:38","date_gmt":"2024-04-26T11:19:38","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=38944"},"modified":"2024-04-26T18:19:38","modified_gmt":"2024-04-26T11:19:38","slug":"persiapan-budidaya-jagung-panduan-panen-melimpah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/persiapan-budidaya-jagung-panduan-panen-melimpah\/","title":{"rendered":"Persiapan Budidaya Jagung: Panduan Panen Melimpah"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/persiapan-budidaya-jagung-panduan-panen-melimpah\/#Langkah_1_Memilih_Lokasi_dan_Waktu_Tanam_yang_Tepat\" >Langkah 1: Memilih Lokasi dan Waktu Tanam yang Tepat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/persiapan-budidaya-jagung-panduan-panen-melimpah\/#Langkah_2_Memilih_Benih_Unggul\" >Langkah 2: Memilih Benih Unggul<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/persiapan-budidaya-jagung-panduan-panen-melimpah\/#Langkah_3_Pengolahan_Lahan\" >Langkah 3: Pengolahan Lahan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/persiapan-budidaya-jagung-panduan-panen-melimpah\/#Langkah_4_Penanaman_Jagung\" >Langkah 4: Penanaman Jagung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/persiapan-budidaya-jagung-panduan-panen-melimpah\/#Langkah_5_Pemeliharaan_dan_Pengendalian_Hama_Penyakit\" >Langkah 5: Pemeliharaan dan Pengendalian Hama Penyakit<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/persiapan-budidaya-jagung-panduan-panen-melimpah\/#Langkah_6_Panen_dan_Pasca_Panen\" >Langkah 6: Panen dan Pasca Panen<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/persiapan-budidaya-jagung-panduan-panen-melimpah\/#Tips_Sukses_Budidaya_Jagung\" >Tips Sukses Budidaya Jagung:<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"markdown markdown-main-panel\" dir=\"ltr\">\n<p data-sourcepos=\"3:1-3:256\">Jagung, si komoditas pangan strategis, tak hanya digemari di Indonesia, tetapi juga mendunia. Tak heran, budidayanya pun menjadi peluang menggiurkan bagi para petani. Artikel ini akan mengupas tuntas persiapan budidaya jagung agar panen Anda melimpah ruah.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"5:1-5:56\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah_1_Memilih_Lokasi_dan_Waktu_Tanam_yang_Tepat\"><\/span>Langkah 1: Memilih Lokasi dan Waktu Tanam yang Tepat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul data-sourcepos=\"7:1-9:0\">\n<li data-sourcepos=\"7:1-7:226\">Lokasi: Jagung tumbuh optimal di ketinggian 50-1.800 meter dpl, dengan curah hujan 1.000-2.500 mm\/tahun dan sinar matahari penuh. Pastikan tanahnya gembur, subur, kaya bahan organik, dengan pH 5,6-7,5, dan drainase baik.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"8:1-9:0\">Waktu Tanam: Musim kemarau (Juni-Agustus) umumnya ideal, namun perhatikan pola curah hujan di daerah Anda. Hindari musim hujan lebat agar tanaman tidak tergenang air.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-sourcepos=\"10:1-10:35\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah_2_Memilih_Benih_Unggul\"><\/span>Langkah 2: Memilih Benih Unggul<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul data-sourcepos=\"12:1-14:0\">\n<li data-sourcepos=\"12:1-12:185\">Varietas: Pilihlah varietas jagung yang sesuai dengan kondisi iklim dan tujuan budidaya. Pertimbangkan faktor seperti ketahanan hama penyakit, masa panen, dan potensi hasil panen.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"13:1-14:0\">Kualitas Benih: Pastikan benih berasal dari sumber terpercaya, bebas hama penyakit, dan memiliki daya tumbuh tinggi. Benih hibrida umumnya lebih unggul dalam hal hasil panen, namun membutuhkan perawatan lebih intensif.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-sourcepos=\"15:1-15:31\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah_3_Pengolahan_Lahan\"><\/span>Langkah 3: Pengolahan Lahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul data-sourcepos=\"17:1-20:0\">\n<li data-sourcepos=\"17:1-17:116\">Membajak dan Menyiang Gulma: Lakukan pembajakan sedalam 20-30 cm untuk menggemburkan tanah dan membasmi gulma.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"18:1-18:125\">Membuat Bedengan: Buatlah bedengan dengan ketinggian 10-20 cm dan lebar 70-80 cm, dengan jarak antar bedengan 60-80 cm.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"19:1-20:0\">Pemupukan Dasar: Lakukan pemupukan dasar dengan pupuk kandang matang atau kompos 10-20 ton\/ha dan pupuk NPK 150-200 kg\/ha.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-sourcepos=\"21:1-21:31\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah_4_Penanaman_Jagung\"><\/span>Langkah 4: Penanaman Jagung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul data-sourcepos=\"23:1-26:0\">\n<li data-sourcepos=\"23:1-23:103\">Buat lubang tanam: Buat lubang tanam dengan jarak 60-80 cm antar lubang dan 40-50 cm antar baris.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"24:1-24:113\">Penanaman Benih: Tanam 2-3 benih per lubang tanam, kemudian tutup lubang dengan tanah dan siram secukupnya.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"25:1-26:0\">Penyiangan dan Pemupukan Susulan: Lakukan penyiangan gulma secara berkala dan pemupukan susulan sesuai kebutuhan tanaman.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-sourcepos=\"27:1-27:58\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah_5_Pemeliharaan_dan_Pengendalian_Hama_Penyakit\"><\/span>Langkah 5: Pemeliharaan dan Pengendalian Hama Penyakit<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul data-sourcepos=\"29:1-32:0\">\n<li data-sourcepos=\"29:1-29:158\">Penyiraman: Lakukan penyiraman secara teratur, terutama pada masa awal tanam dan pembungaan. Perhatikan kebutuhan air dan hindari penyiraman berlebihan.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"30:1-30:136\">Penyiangan Gulma: Lakukan penyiangan gulma secara berkala untuk mengurangi persaingan dalam berebut unsur hara dan sinar matahari.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"31:1-32:0\">Pengendalian Hama Penyakit: Amati tanaman secara cermat dan lakukan pengendalian hama penyakit secara tepat waktu dengan metode yang ramah lingkungan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-sourcepos=\"33:1-33:36\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah_6_Panen_dan_Pasca_Panen\"><\/span>Langkah 6: Panen dan Pasca Panen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul data-sourcepos=\"35:1-38:0\">\n<li data-sourcepos=\"35:1-35:235\">Panen: Jagung siap panen saat tongkolnya telah matang sempurna, biasanya 70-80 hari setelah tanam. Ciri-cirinya: daun jagung menguning dan mengering, rambut jagung berwarna coklat kehitaman, dan tongkol terasa keras saat ditekan.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"36:1-38:0\">Pasca Panen: Lakukan panen dengan hati-hati agar tongkol tidak rusak. Pisahkan tongkol dari batang dan keringkan di tempat yang teduh dan berangin. Jagung hasil panen dapat disimpan untuk konsumsi sendiri, dijual, atau diolah menjadi produk turunan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-sourcepos=\"39:1-39:32\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Sukses_Budidaya_Jagung\"><\/span>Tips Sukses Budidaya Jagung:<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul data-sourcepos=\"41:1-44:0\">\n<li data-sourcepos=\"41:1-41:87\">Gunakan pupuk organik dan pestisida nabati untuk meminimalkan penggunaan bahan kimia.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"42:1-42:82\">Lakukan rotasi tanaman untuk menjaga kesuburan tanah dan mencegah hama penyakit.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"43:1-44:0\">Konsultasikan dengan ahli pertanian atau penyuluh pertanian setempat untuk mendapatkan panduan yang lebih spesifik sesuai kondisi di daerah Anda.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"45:1-45:156\">Dengan persiapan yang matang dan pemeliharaan yang tepat, budidaya jagung Anda akan membuahkan hasil panen yang melimpah dan menguntungkan. Selamat mencoba!<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jagung, si komoditas pangan strategis, tak hanya digemari di Indonesia, tetapi juga mendunia. Tak heran, budidayanya pun menjadi peluang menggiurkan bagi para petani. Artikel ini&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[507],"class_list":["post-38944","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam","tag-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38944","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38944"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38944\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38944"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}