{"id":3884,"date":"2023-08-15T02:51:52","date_gmt":"2023-08-15T02:51:52","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=3884"},"modified":"2023-08-15T02:51:52","modified_gmt":"2023-08-15T02:51:52","slug":"4-tingkatan-dalam-pramuka-syarat-satuan-dan-lambang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/4-tingkatan-dalam-pramuka-syarat-satuan-dan-lambang\/","title":{"rendered":"4 Tingkatan dalam Pramuka: Syarat, Satuan, dan Lambang"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/4-tingkatan-dalam-pramuka-syarat-satuan-dan-lambang\/#Siaga\" >Siaga<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/4-tingkatan-dalam-pramuka-syarat-satuan-dan-lambang\/#Penggalang\" >Penggalang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/4-tingkatan-dalam-pramuka-syarat-satuan-dan-lambang\/#Penegak\" >Penegak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/4-tingkatan-dalam-pramuka-syarat-satuan-dan-lambang\/#Pandega\" >Pandega<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Pramuka adalah singkatan dari\u00a0<strong>Praja Muda Karana<\/strong>, yang berarti anak muda yang suka berkarya.\u00a0Pramuka adalah organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan untuk anak-anak dan pemuda Indonesia<sup>1<\/sup>.\u00a0Pramuka bertujuan untuk menumbuhkan tunas bangsa yang berkarakter, berwawasan, berjiwa patriotik, dan berbakti kepada Tuhan, bangsa, dan negara<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Pramuka memiliki empat tingkatan berdasarkan usia anggotanya, yaitu Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega. Setiap tingkatan memiliki syarat-syarat kecakapan umum (SKU) yang harus dipenuhi untuk mendapatkan tanda kecakapan umum (TKU). Selain itu, setiap tingkatan juga memiliki nama-nama satuan dan lambang-lambang khusus. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap tentang tingkatan dalam pramuka.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Siaga\"><\/span>Siaga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Siaga adalah tingkatan pramuka pertama yang diperuntukkan bagi anggota berusia 7-10 tahun<sup>3<\/sup>.\u00a0Siaga berasal dari kata \u201csiap\u201d, yang menggambarkan sikap dasar awal perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan<sup>4<\/sup>. Siaga memiliki tiga tingkatan SKU, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Siaga Mula<\/strong>, yang menunjukkan bahwa anggota siap untuk memulai kegiatan pramuka.<\/li>\n<li><strong>Siaga Bantu<\/strong>, yang menunjukkan bahwa anggota siap untuk membantu diri sendiri dan orang lain.<\/li>\n<li><strong>Siaga Tata<\/strong>, yang menunjukkan bahwa anggota siap untuk mengatur diri sendiri dan lingkungannya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Satuan terkecil dalam siaga disebut\u00a0<strong>barung<\/strong>, yang terdiri dari 6-10 anggota dan dipimpin oleh seorang\u00a0<strong>pimpinan barung<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong>pinrung<\/strong><sup>3<\/sup>.\u00a0Beberapa barung dihimpun dalam satuan besar yang disebut\u00a0<strong>perindukan<\/strong>, yang dipimpin oleh seorang\u00a0<strong>sulung<\/strong><sup>3<\/sup>.\u00a0Barung siaga biasanya diberi nama dengan warna, seperti barung merah, barung biru, barung hijau, dan sebagainya<sup>4<\/sup>.<\/p>\n<p>Lambang siaga adalah segitiga sama sisi dengan warna dasar kuning dan garis tepi hijau. Segitiga melambangkan ketuhanan, kemanusiaan, dan persaudaraan. Warna kuning melambangkan keceriaan dan kegembiraan.\u00a0Warna hijau melambangkan kesegaran dan keharmonisan<sup>5<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penggalang\"><\/span>Penggalang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Penggalang adalah tingkatan pramuka kedua yang diperuntukkan bagi anggota berusia 11-15 tahun<sup>3<\/sup>.\u00a0Penggalang berasal dari kata \u201cmenggalang\u201d, yang menggambarkan sikap penggalangan persatuan seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama mencapai kemerdekaan<sup>4<\/sup>. Penggalang memiliki tiga tingkatan SKU, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Penggalang Ramu<\/strong>, yang menunjukkan bahwa anggota siap untuk belajar dan berlatih.<\/li>\n<li><strong>Penggalang Rakit<\/strong>, yang menunjukkan bahwa anggota siap untuk membuat dan menghasilkan.<\/li>\n<li><strong>Penggalang Terap<\/strong>, yang menunjukkan bahwa anggota siap untuk menerapkan dan mengabdi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Satuan terkecil dalam penggalang disebut\u00a0<strong>regu<\/strong>, yang terdiri dari 8 anggota dan dipimpin oleh seorang\u00a0<strong>pimpinan regu<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong>pinru<\/strong><sup>3<\/sup>.\u00a0Beberapa regu dihimpun dalam satuan besar yang disebut\u00a0<strong>pasukan<\/strong>, yang dipimpin oleh seorang\u00a0<strong>pimpinan pasukan<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong>pinpas<\/strong><sup>3<\/sup>.\u00a0Regu penggalang biasanya diberi nama dengan bunga atau buah, seperti regu mawar, regu melati, regu mangga, regu jeruk, dan sebagainya<sup>4<\/sup>.<\/p>\n<p>Lambang penggalang adalah segitiga sama sisi dengan warna dasar hijau dan garis tepi kuning. Segitiga melambangkan ketuhanan, kemanusiaan, dan persaudaraan. Warna hijau melambangkan kesegaran dan keharmonisan.\u00a0Warna kuning melambangkan keceriaan dan kegembiraan<sup>5<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penegak\"><\/span>Penegak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Penegak adalah tingkatan pramuka ketiga yang diperuntukkan bagi anggota berusia 16-20 tahun<sup>3<\/sup>.\u00a0Penegak berasal dari kata \u201cmenegak\u201d, yang menggambarkan sikap penegakan kemerdekaan bangsa Indonesia<sup>4<\/sup>. Penegak memiliki dua tingkatan SKU, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Penegak Bantara<\/strong>, yang menunjukkan bahwa anggota siap untuk menjadi pembantu dan penolong.<\/li>\n<li><strong>Penegak Laksana<\/strong>, yang menunjukkan bahwa anggota siap untuk menjadi pelaksana dan penggerak.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Satuan terkecil dalam penegak disebut\u00a0<strong>patroli<\/strong>, yang terdiri dari 8 anggota dan dipimpin oleh seorang\u00a0<strong>pimpinan patroli<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong>pinpa<\/strong><sup>3<\/sup>.\u00a0Beberapa patroli dihimpun dalam satuan besar yang disebut\u00a0<strong>ambalan<\/strong>, yang dipimpin oleh seorang\u00a0<strong>pimpinan ambalan<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong>pinam<\/strong><sup>3<\/sup>.\u00a0Patroli penegak biasanya diberi nama dengan binatang atau burung, seperti patroli elang, patroli harimau, patroli gajah, patroli merpati, dan sebagainya<sup>4<\/sup>.<\/p>\n<p>Lambang penegak adalah segitiga sama sisi dengan warna dasar merah dan garis tepi putih. Segitiga melambangkan ketuhanan, kemanusiaan, dan persaudaraan. Warna merah melambangkan keberanian dan semangat.\u00a0Warna putih melambangkan kesucian dan kejujuran<sup>5<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pandega\"><\/span>Pandega<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pandega adalah tingkatan pramuka keempat yang diperuntukkan bagi anggota berusia 21-25 tahun<sup>3<\/sup>.\u00a0Pandega berasal dari kata \u201cmemandegani\u201d, yang menggambarkan sikap memprakarsai dan mempelopori pembangunan bangsa Indonesia<sup>4<\/sup>. Pandega hanya memiliki satu tingkatan SKU, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pandega<\/strong>, yang menunjukkan bahwa anggota siap untuk menjadi pemimpin dan pengawas.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Satuan terkecil dalam pandega disebut\u00a0<strong>raka<\/strong>, yang terdiri dari 8 anggota dan dipimpin oleh seorang\u00a0<strong>pimpinan raka<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong>pinra<\/strong><sup>3<\/sup>.\u00a0Beberapa raka dihimpun dalam satuan besar yang disebut\u00a0<strong>racana<\/strong>, yang dipimpin oleh seorang\u00a0<strong>pimpinan racana<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong>pinrac<\/strong><sup>3<\/sup>.\u00a0Raka pandega biasanya diberi nama dengan pahlawan atau tokoh nasional, seperti raka Kartini, raka Soekarno, raka Hatta, raka Ki Hajar Dewantara, dan sebagainya<sup>4<\/sup>.<\/p>\n<p>Lambang pandega adalah segitiga sama sisi dengan warna dasar putih dan garis tepi merah. Segitiga melambangkan ketuhanan, kemanusiaan, dan persaudaraan. Warna putih melambangkan kesucian dan kejujuran.\u00a0Warna merah melambangkan keberanian dan semangat<sup>5<\/sup>.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p>Pramuka adalah organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan untuk anak-anak dan pemuda Indonesia. Pramuka memiliki empat tingkatan berdasarkan usia anggotanya, yaitu Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega. Setiap tingkatan memiliki syarat-syarat kecakapan umum (SKU) yang harus dipenuhi untuk mendapatkan tanda kecakapan umum (TKU). Selain itu, setiap tingkatan juga memiliki nama-nama satuan dan lambang-lambang khusus.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Kenali 4 Tingkatan dalam Pramuka. https:\/\/www.msn.com\/id-id\/news\/other\/kenali-4-tingkatan-dalam-pramuka\/ar-AA1ffYtm.<br \/>\n(2) Ketahui 4 Urutan Tingkatan Pramuka Indonesia, Ada Siaga hingga Pandega. https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6875850\/ketahui-4-urutan-tingkatan-pramuka-indonesia-ada-siaga-hingga-pandega.<br \/>\n(3) Ketahui 4 Urutan Tingkatan Pramuka. https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/ketahui-4-urutan-tingkatan-pramuka\/ar-AA1ffeSQ.<br \/>\n(4) Tingkatan Pramuka dari Terendah Sampai Tertinggi Beserta Golongannya &#8230;. https:\/\/www.infoakurat.com\/2018\/09\/tingkatan-pramuka.html.<br \/>\n(5) Mengenal Tingkatan Pramuka Berdasarkan Usia: Siaga hingga Pandega. https:\/\/tirto.id\/mengenal-tingkatan-pramuka-berdasarkan-usia-siaga-hingga-pandega-gtEt.<br \/>\n(6) Kenali 4 Tingkatan dalam Pramuka &#8211; Medcom.id. https:\/\/www.medcom.id\/pendidikan\/news-pendidikan\/1bVWRa1k-kenali-4-tingkatan-dalam-pramuka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pramuka adalah singkatan dari\u00a0Praja Muda Karana, yang berarti anak muda yang suka berkarya.\u00a0Pramuka adalah organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan untuk anak-anak dan pemuda&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3884","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3884","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3884"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3884\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3884"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3884"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3884"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}