{"id":3871,"date":"2023-08-15T02:17:49","date_gmt":"2023-08-15T02:17:49","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=3871"},"modified":"2023-08-15T02:17:49","modified_gmt":"2023-08-15T02:17:49","slug":"sejarah-dan-makna-hari-pramuka-14-agustus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-dan-makna-hari-pramuka-14-agustus\/","title":{"rendered":"Sejarah dan Makna Hari Pramuka 14 Agustus"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-dan-makna-hari-pramuka-14-agustus\/#Gerakan_Kepanduan_di_Masa_Kolonial\" >Gerakan Kepanduan di Masa Kolonial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-dan-makna-hari-pramuka-14-agustus\/#Gerakan_Pramuka_di_Masa_Kemerdekaan\" >Gerakan Pramuka di Masa Kemerdekaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-dan-makna-hari-pramuka-14-agustus\/#Peran_dan_Makna_Hari_Pramuka\" >Peran dan Makna Hari Pramuka<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Hari Pramuka adalah hari peringatan nasional yang diperingati setiap tanggal 14 Agustus di Indonesia. Hari ini merupakan momentum untuk mengenang dan mengapresiasi peran serta gerakan Pramuka dalam membangun karakter dan keterampilan generasi muda Indonesia. Namun, tahukah Anda bagaimana sejarah dan latar belakang terbentuknya gerakan Pramuka di Indonesia? Berikut adalah ulasan singkatnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gerakan_Kepanduan_di_Masa_Kolonial\"><\/span>Gerakan Kepanduan di Masa Kolonial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Gerakan kepanduan di Indonesia berawal dari dua orang tokoh organisasi kepanduan Belanda, Nederlands Padvinders Organisatie (NPO) yaitu P.Y. Smits dan Majoor de Yager.\u00a0Pada tahun 1912, mereka mendirikan cabang NPO di Jakarta, yang awalnya diperuntukkan bagi remaja dan pemuda Belanda yang tertarik dalam kegiatan kepanduan<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Pada tahun 1914, nama NPO diubah menjadi Nederlands Indische Padvinders Vereniging (NIPV) dan mulai menerima anggota remaja bumiputera<sup>2<\/sup>.\u00a0Setelah itu, pada tahun 1916, berdiri organisasi padvinderij nasional pertama bernama Javaansche Padvinders Organisatie (JPO) yang diprakarsai oleh Mangkunegara VII di Surakarta, Jawa Tengah<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Kelahiran JPO mendorong lahirnya berbagai organisasi sejenis yang bernaung di bawah organisasi kebangsaan dan keagamaan yang ada pada saat itu.\u00a0Misalnya Hizboel Wathan di bawah Muhammadiyah, Wira Tamtama di bawah Sarekat Islam, Nationale Padvinderij di bawah Budi Otomo, dan Jong Java Padvinderij di bawah Jong Java Mataram<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Terdapat kesamaan dalam gerakan kepanduan pada masa itu, yaitu bersikap pro atau mendukung kemerdekaan Indonesia dari jajahan Belanda.\u00a0Akan tetapi, sikap tersebut ditentang oleh pemerintah kolonial Belanda yang akhirnya melarang organisasi kepanduan pro kemerdekaan untuk menggunakan nama \u201cpadvinder\u201d dan &#8220;padvinderij&#8221;<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Pada tahun 1928, salah satu tokoh nasional, Haji Agus Salim, akhirnya mengusulkan nama \u201cpandu\u201d dan \u201ckepanduan\u201d untuk menggantikan nama yang dilarang oleh Belanda<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gerakan_Pramuka_di_Masa_Kemerdekaan\"><\/span>Gerakan Pramuka di Masa Kemerdekaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Wacana untuk melebur berbagai gerakan kepanduan di Indonesia menjadi satu wadah sebenarnya sudah ada sejak tahun 1928.\u00a0Akan tetapi, karena adanya perbedaan latar belakang dan tujuan dari masing-masing organisasi, wacana tersebut tidak kunjung terwujud<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Barulah pada tahun 1961, Presiden Soekarno mengumpulkan sejumlah tokoh-tokoh gerakan kepramukaan yang ada di Indonesia.\u00a0Hal tersebut bertujuan untuk menyatukan seluruh gerakan kepanduan yang ada menjadi satu organisasi nasional yang dapat memberikan pendidikan karakter dan keterampilan bagi generasi muda Indonesia<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Alhasil, pada 14 Agustus 1961 dalam Majelis Pimpinan Nasional atau Mapinas yang diketuai oleh Presiden Soekarno meresmikan gerakan Pramuka.\u00a0Adapun gerakan ini diresmikan dengan tanda penyerahan panji-panji Pramuka oleh Presiden Soekarno kepada tokoh-tokoh Pramuka<sup>1<\/sup>. Sehingga melalui peristiwa tersebut menjadi sebuah peringatan bersejarah yang dikenal sebagai hari lahir Pramuka.<\/p>\n<p>Menurut situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), tanggal 14 Agustus dipilih sebagai Hari Pramuka berdasarkan momentum diresmikannya Gerakan Pramuka di Indonesia untuk pertama kalinya<sup>3<\/sup>.\u00a0Sementara itu, Hari Pramuka yang diperingati tiap 14 Agustus ditetapkan berdasarkan hari pelantikan Ketua Majelis Pimpinan Nasional Gerakan Pramuka pada 14 Agustus 1961<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peran_dan_Makna_Hari_Pramuka\"><\/span>Peran dan Makna Hari Pramuka<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hari Pramuka merupakan hari yang penting bagi seluruh anggota dan alumni gerakan Pramuka di Indonesia.\u00a0Hari ini menjadi kesempatan untuk mengenang kembali sejarah dan perjuangan para pendiri gerakan Pramuka, serta untuk mengapresiasi kontribusi dan prestasi yang telah dicapai oleh gerakan Pramuka dalam bidang pendidikan, sosial, dan kemanusiaan<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Hari ini juga menjadi momentum untuk merefleksikan dan mengevaluasi kinerja dan kualitas gerakan Pramuka, serta untuk merencanakan dan menyusun strategi untuk meningkatkan peran dan fungsi gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berjiwa patriotik, berilmu, bertakwa, dan berbakti kepada bangsa dan negara<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Selain itu, Hari Pramuka juga menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan dan solidaritas antara sesama anggota dan alumni gerakan Pramuka, serta untuk mengembangkan kerjasama dan sinergi dengan berbagai pihak yang mendukung gerakan Pramuka, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Hari Pramuka biasanya dirayakan dengan berbagai kegiatan yang bersifat edukatif, kreatif, dan inspiratif, seperti upacara bendera, lomba-lomba, bakti sosial, seminar, diskusi, pameran, pentas seni, dan lain-lain.\u00a0Kegiatan-kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan semangat kepramukaan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Sejarah Singkat Hari Pramuka Nasional yang Diperingati Setiap 14 Agustus. https:\/\/www.liputan6.com\/regional\/read\/5369735\/sejarah-singkat-hari-pramuka-nasional-yang-diperingati-setiap-14-agustus.<br \/>\n(2) Hari Pramuka 14 Agustus 2021, Sejarah Gerakan Kepanduan di Indonesia. https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2021\/08\/14\/061400865\/hari-pramuka-14-agustus-2021-sejarah-gerakan-kepanduan-di-indonesia.<br \/>\n(3) Mengapa Tanggal 14 Agustus Diperingati Sebagai Hari Pramuka? &#8211; detikNews. https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-6871073\/mengapa-tanggal-14-agustus-diperingati-sebagai-hari-pramuka.<br \/>\n(4) Sejarah Hari Pramuka : Diperingati Setiap Tanggal 14 Agustus. https:\/\/akurat.co\/sejarah-hari-pramuka-1842186.<br \/>\n(5) Hari Pramuka Indonesia 14 Agustus, Berikut Sejarah Lengkap dengan Hymne dan Mars Pramuka. https:\/\/banten.tribunnews.com\/2023\/08\/14\/hari-pramuka-indonesia-14-agustus-berikut-sejarah-lengkap-dengan-hymne-dan-mars-pramuka.<br \/>\n(6) 14 Agustus &#8211; Sejarah Hari Pramuka Indonesia Lengkap dengan Hymne dan Mars Pramuka. https:\/\/jambi.tribunnews.com\/2023\/08\/14\/14-agustus-sejarah-hari-pramuka-indonesia-lengkap-dengan-hymne-dan-mars-pramuka.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari Pramuka adalah hari peringatan nasional yang diperingati setiap tanggal 14 Agustus di Indonesia. Hari ini merupakan momentum untuk mengenang dan mengapresiasi peran serta gerakan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3871","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3871"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3871\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}