{"id":38033,"date":"2024-03-17T15:47:41","date_gmt":"2024-03-17T08:47:41","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=38033"},"modified":"2024-03-17T15:47:41","modified_gmt":"2024-03-17T08:47:41","slug":"hukum-merokok-saat-berpuasa-batal-atau-tidak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hukum-merokok-saat-berpuasa-batal-atau-tidak\/","title":{"rendered":"Hukum Merokok Saat Berpuasa: Batal atau Tidak?"},"content":{"rendered":"<div class=\"markdown markdown-main-panel\" dir=\"ltr\">\n<p data-sourcepos=\"3:1-3:85\"><strong>Pertanyaan:<\/strong> Apa hukum merokok saat berpuasa? Apakah membatalkan puasa atau tidak?<\/p>\n<p data-sourcepos=\"5:1-5:12\"><strong>Jawaban:<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"7:1-7:178\">Hukum merokok saat berpuasa adalah <strong>batal<\/strong>. Mayoritas ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa merokok saat berpuasa termasuk hal yang membatalkan puasa. Berikut penjelasannya:<\/p>\n<p data-sourcepos=\"9:1-9:23\"><strong>1. Definisi Merokok<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"11:1-11:210\">Dalam bahasa Arab, merokok disebut &#8220;syurb dukhan&#8221; yang berarti &#8220;minum&#8221; atau &#8220;menghisap asap&#8221;. Hal ini berarti merokok bukan menghirup asap, melainkan menghisap sehingga hukum merokok saat berpuasa adalah haram.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"13:1-13:27\"><strong>2. Dalil yang Mendasari<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"15:1-15:68\">Para ulama berdalil dari beberapa hadits Nabi Muhammad SAW, seperti:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"17:1-19:0\">\n<li data-sourcepos=\"17:1-17:264\"><strong>Hadits dari Ibnu Umar RA:<\/strong> &#8220;Barangsiapa yang muntah dengan sengaja, maka ia wajib mengqadha puasanya. Dan barangsiapa yang memasukkan sesuatu ke dalam perutnya dengan sengaja, maka ia wajib mengqadha puasanya dan membayar kafarat.&#8221; (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)<\/li>\n<li data-sourcepos=\"18:1-19:0\"><strong>Hadits dari Abu Hurairah RA:<\/strong> &#8220;Nabi SAW melarang berbekam, muntah dengan sengaja, dan memasukkan sesuatu ke dalam lubang-lubang tubuh.&#8221; (HR. Muslim)<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"20:1-20:26\"><strong>3. Pendapat Para Ulama<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"22:1-24:0\">\n<li data-sourcepos=\"22:1-22:82\"><strong>Mazhab Hanafi, Maliki, dan Syafi&#8217;i:<\/strong> Merokok saat berpuasa membatalkan puasa.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"23:1-24:0\"><strong>Mazhab Hanbali:<\/strong> Ada dua pendapat, yaitu membatalkan puasa dan tidak membatalkan puasa.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"25:1-25:15\"><strong>Kesimpulan:<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"27:1-27:260\">Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa hukum merokok saat berpuasa adalah <strong>batal<\/strong>. Hal ini berdasarkan kesepakatan mayoritas ulama dan dalil-dalil yang shahih. Oleh karena itu, umat Islam yang sedang berpuasa wajib untuk menghindari merokok.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"29:1-29:14\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"31:1-34:45\">\n<li data-sourcepos=\"31:1-31:169\">Hukum Merokok Saat Puasa, Batal atau Tidak? Ini Jawabannya!: https:\/\/www.orami.co.id\/magazine\/merokok-saat-puasa<\/li>\n<li data-sourcepos=\"32:1-32:269\">Apakah Merokok Membatalkan Puasa? Begini Penjelasan Ulama: https:\/\/www.detik.com\/jateng\/berita\/d-7245122\/apakah-merokok-membatalkan-puasa-begini-penjelasan-ulama<\/li>\n<li data-sourcepos=\"33:1-33:232\">Merokok atau Vape Saat Berpuasa, Bagaimana Hukumnya?: https:\/\/www.kompas.tv\/religi\/492023\/merokok-atau-vape-saat-berpuasa-bagaimana-hukumnya<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertanyaan: Apa hukum merokok saat berpuasa? Apakah membatalkan puasa atau tidak? Jawaban: Hukum merokok saat berpuasa adalah batal. Mayoritas ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-38033","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38033","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38033"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38033\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38033"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38033"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38033"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}