{"id":3802,"date":"2023-08-14T03:08:21","date_gmt":"2023-08-14T03:08:21","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=3802"},"modified":"2023-08-14T03:08:21","modified_gmt":"2023-08-14T03:08:21","slug":"gabungan-politik-indonesia-gapi-latar-belakang-tujuan-asas-perjuangan-peran-dan-pengaruh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/gabungan-politik-indonesia-gapi-latar-belakang-tujuan-asas-perjuangan-peran-dan-pengaruh\/","title":{"rendered":"Gabungan Politik Indonesia (GAPI): Latar Belakang, Tujuan, Asas, Perjuangan, Peran dan Pengaruh"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/gabungan-politik-indonesia-gapi-latar-belakang-tujuan-asas-perjuangan-peran-dan-pengaruh\/#Latar_Belakang_Pendirian_GAPI\" >Latar Belakang Pendirian GAPI<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/gabungan-politik-indonesia-gapi-latar-belakang-tujuan-asas-perjuangan-peran-dan-pengaruh\/#Anggota_dan_Struktur_Organisasi_GAPI\" >Anggota dan Struktur Organisasi GAPI<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/gabungan-politik-indonesia-gapi-latar-belakang-tujuan-asas-perjuangan-peran-dan-pengaruh\/#Tujuan_dan_Asas_GAPI\" >Tujuan dan Asas GAPI<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/gabungan-politik-indonesia-gapi-latar-belakang-tujuan-asas-perjuangan-peran-dan-pengaruh\/#Perjuangan_dan_Perkembangan_GAPI\" >Perjuangan dan Perkembangan GAPI<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/gabungan-politik-indonesia-gapi-latar-belakang-tujuan-asas-perjuangan-peran-dan-pengaruh\/#Peran_dan_Pengaruh_GAPI\" >Peran dan Pengaruh GAPI<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Latar_Belakang_Pendirian_GAPI\"><\/span>Latar Belakang Pendirian GAPI<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Gabungan Politik Indonesia (GAPI) adalah sebuah organisasi yang terdiri dari beberapa partai politik Indonesia yang beraliran nasionalis di masa pergerakan kemerdekaan Indonesia.\u00a0GAPI dibentuk pada tanggal 21 Mei 1939 di Jakarta atas inisiatif dari Mohammad Hoesni Thamrin, ketua departemen politik Parindra<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Latar belakang pendirian GAPI adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Menyikapi kegagalan Petisi Soetardjo tahun 1936, yang merupakan usulan dari anggota Volksraad Soetardjo Kartohadikusumo untuk memberikan otonomi bagi Indonesia dalam waktu 15 tahun<sup>1<\/sup><sup>3<\/sup>.\u00a0Petisi ini ditolak oleh pemerintah kolonial Belanda dengan alasan bahwa Indonesia belum siap untuk berdiri sendiri<sup>1<\/sup><sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Menghadapi ancaman fasisme di dunia internasional, terutama dari Jerman Nazi dan Italia yang bersekutu dengan Jepang, yang merupakan musuh utama Belanda.\u00a0GAPI khawatir bahwa paham fasisme akan menyebar ke kalangan pemerintah kolonial Belanda dan mengancam demokrasi di Indonesia<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Menyatukan partai-partai politik Indonesia yang memiliki tujuan bersama untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda.\u00a0GAPI ingin menciptakan sebuah konsentrasi nasional (nationale concentratie) yang dapat menggabungkan kekuatan dan aspirasi seluruh rakyat Indonesia<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Anggota_dan_Struktur_Organisasi_GAPI\"><\/span>Anggota dan Struktur Organisasi GAPI<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Anggota GAPI pada saat pendiriannya adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Parindra (Partai Indonesia Raya), partai politik yang didirikan oleh para mantan anggota Budi Utomo dan Indische Partij pada tahun 1927.\u00a0Parindra mewakili golongan priyayi dan menuntut reformasi politik, ekonomi, dan sosial di Indonesia<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Gerindo (Gerakan Rakyat Indonesia), partai politik yang didirikan oleh Amir Syarifuddin dan para mantan anggota PNI pada tahun 1937.\u00a0Gerindo mewakili golongan buruh dan tani dan menuntut kemerdekaan penuh bagi Indonesia<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Persatuan Minahasa, organisasi politik yang didirikan oleh Sam Ratulangi pada tahun 1928.\u00a0Persatuan Minahasa mewakili kepentingan daerah Minahasa di Sulawesi Utara dan menuntut otonomi daerah dalam kerangka kesatuan nasional Indonesia<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Persatuan Pendidikan Islam Indonesia, organisasi politik yang didirikan oleh Mohammad Natsir pada tahun 1930.\u00a0Persatuan Pendidikan Islam Indonesia mewakili golongan Islam modernis dan menuntut pengembangan pendidikan Islam di Indonesia<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Partai Katolik Indonesia, partai politik yang didirikan oleh Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono pada tahun 1923.\u00a0Partai Katolik Indonesia mewakili golongan Katolik dan menuntut pengakuan hak-hak minoritas agama di Indonesia<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Paguyuban Pasundan, organisasi politik yang didirikan oleh Wiranatakusumah V pada tahun 1913.\u00a0Paguyuban Pasundan mewakili kepentingan daerah Sunda di Jawa Barat dan menuntut otonomi daerah dalam kerangka kesatuan nasional Indonesia<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>PSII (Partai Sarekat Islam Indonesia), partai politik yang didirikan oleh Abikusno Tjokrosuyoso pada tahun 1929. PSII merupakan kelanjutan dari Sarekat Islam, organisasi massa Islam terbesar di Indonesia pada masa itu.\u00a0PSII mewakili golongan Islam tradisional dan menuntut kemerdekaan penuh bagi Indonesia<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Struktur organisasi GAPI adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Dewan Pimpinan Pusat (DPP), yang terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara.\u00a0DPP bertanggung jawab atas kebijakan dan program kerja GAPI<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Dewan Perwakilan Daerah (DPD), yang terdiri dari perwakilan partai-partai anggota GAPI di setiap daerah.\u00a0DPD bertugas mengkoordinasikan kegiatan GAPI di daerah masing-masing<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Dewan Penasehat, yang terdiri dari tokoh-tokoh nasional yang dianggap berpengaruh dan berwibawa.\u00a0Dewan Penasehat bertugas memberikan saran dan masukan kepada DPP dan DPD<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tujuan_dan_Asas_GAPI\"><\/span>Tujuan dan Asas GAPI<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tujuan GAPI adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Menyatukan partai-partai politik Indonesia dalam perjuangan kedaulatan pemerintahan Indonesia<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Demokratisasi pemerintahan Indonesia, dengan menuntut pembentukan parlemen atau lembaga legislatif yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat dan pemerintah harus bertanggung jawab langsung terhadap parlemen tersebut<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Mencegah konflik antar partai politik Indonesia dalam melakukan perjuangan kemerdekaan, dengan menjaga solidaritas dan toleransi antara anggota GAPI<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Asas GAPI adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Hak untuk menentukan nasib bangsa Indonesia sendiri, dengan menolak segala bentuk penjajahan dan intervensi asing<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Persatuan nasional Indonesia, yang berpedoman pada prinsip kerakyatan dalam paham politik, ekonomi, dan sosial<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Persatuan aksi seluruh organisasi pergerakan Indonesia, dengan menggalang kerjasama dan koordinasi antara GAPI dan organisasi-organisasi lain yang memiliki tujuan yang sama<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perjuangan_dan_Perkembangan_GAPI\"><\/span>Perjuangan dan Perkembangan GAPI<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perjuangan GAPI dilakukan melalui beberapa cara, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengeluarkan manifesto GAPI pada September 1939, yang mengajak rakyat Indonesia dan rakyat Belanda untuk bekerjasama menghadapi bahaya fasisme di dunia internasional.\u00a0Manifesto ini juga menegaskan tuntutan GAPI untuk mewujudkan sistem pemerintahan demokratis di Indonesia<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Mengadakan konferensi pertama GAPI pada Juli 1939, yang membahas rencana aksi GAPI dengan semboyan \u201cIndonesia Berparlemen\u201d.\u00a0Konferensi ini juga menghasilkan resolusi yang menyerukan pembentukan kabinet Indonesia yang beranggotakan wakil-wakil dari partai-partai anggota GAPI<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Mengadakan Kongres Rakyat Indonesia pada November 1939, yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai organisasi pergerakan Indonesia, seperti PNI, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Baperki, dll.\u00a0Kongres ini mengesahkan hasil konferensi pertama GAPI dan menyatakan dukungan kepada manifesto GAPI<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Melakukan propaganda dan agitasi melalui media massa, rapat umum, pamflet, dll. untuk menyebarkan gagasan-gagasan GAPI kepada rakyat luas. GAPI juga melakukan kontak-kontak politik dengan pihak-pihak lain, seperti Volksraad, pemerintah kolonial Belanda, organisasi pergerakan luar negeri, dll.\u00a0untuk memperjuangkan tuntutan-tuntutan GAPI<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Perkembangan GAPI mengalami beberapa pasang surut, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Pada awalnya, GAPI mendapat sambutan positif dari rakyat Indonesia maupun pihak Belanda. Beberapa anggota Volksraad mendukung manifesto GAPI dan menyarankan agar pemerintah kolonial Belanda memberikan konsesi-konsesi politik kepada rakyat Indonesia. Beberapa organisasi pergerakan luar negeri juga menyatakan simpati dan solidaritas kepada GAPI .<\/li>\n<li>Namun, seiring berjalannya waktu, GAPI menghadapi berbagai hambatan dan tantangan. Beberapa di antaranya adalah:\n<ul>\n<li>Adanya perbedaan pandangan dan kepentingan antara partai-partai anggota GAPI, terutama antara Parindra dan Gerindo. Parindra cenderung lebih moderat dan kooperatif dengan pihak Belanda, sedangkan Gerindo lebih radikal dan konfrontatif .<\/li>\n<li>Adanya penolakan dan penindasan dari pemerintah kolonial Belanda, yang merasa terancam oleh gerakan GAPI. Pemerintah Belanda menuduh GAPI sebagai organisasi subversif yang ingin menggulingkan pemerintahan kolonial .<\/li>\n<li>Adanya persaingan dan konflik dengan organisasi pergerakan lain, terutama PNI yang dipimpin oleh Soekarno. PNI menolak bergabung dengan GAPI karena menganggap GAPI sebagai organisasi kompromis yang tidak murni dalam menuntut kemerdekaan Indonesia .<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Akhirnya, GAPI mengalami kemunduran dan kehancuran setelah Jepang masuk ke Indonesia pada tahun 1942. Jepang membubarkan semua organisasi politik Indonesia, termasuk GAPI, dan melarang segala bentuk aktivitas politik di bawah ancaman hukuman mati .<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peran_dan_Pengaruh_GAPI\"><\/span>Peran dan Pengaruh GAPI<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Meskipun tidak berhasil mencapai tujuannya, GAPI tetap memiliki peran dan pengaruh yang penting dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Beberapa di antaranya adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>GAPI merupakan organisasi politik pertama yang mencoba menyatukan partai-partai politik Indonesia dalam satu wadah perjuangan nasional . GAPI juga merupakan organisasi politik pertama yang mengusung gagasan parlemen Indonesia sebagai bentuk pemerintahan demokratis di Indonesia .<\/li>\n<li>GAPI memberikan inspirasi dan motivasi kepada rakyat Indonesia untuk terus berjuang melawan penjajahan Belanda maupun Jepang. GAPI juga memberikan contoh dan teladan kepada generasi muda Indonesia tentang pentingnya persatuan dan solidaritas nasional .<\/li>\n<li>GAPI meninggalkan warisan berupa tokoh-tokoh nasionalis yang kemudian berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Mohammad Hoesni Thamrin, Amir Syarifuddin, Sam Ratulangi, Mohammad Natsir, Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono, dll .<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Sejarah Gabungan Politik Indonesia (GAPI) &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/12\/22\/134319269\/sejarah-gabungan-politik-indonesia-gapi.<br \/>\n(2) Gabungan Politik Indonesia &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gabungan_Politik_Indonesia.<br \/>\n(3) Gabungan Politik indonesia | Blog &#8211; Data dan Informasi. https:\/\/dinaskebudayaan.jakarta.go.id\/encyclopedia\/blog\/2018\/04\/Gabungan-Politik-indonesia.<br \/>\n(4) Latar Belakang GAPI: Latar Belakang, Pendiri, Perkembangan &#8211; PAKDOSEN.CO.ID. https:\/\/pakdosen.co.id\/latar-belakang-gapi\/.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Latar Belakang Pendirian GAPI Gabungan Politik Indonesia (GAPI) adalah sebuah organisasi yang terdiri dari beberapa partai politik Indonesia yang beraliran nasionalis di masa pergerakan kemerdekaan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3802","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3802","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3802"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3802\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3802"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3802"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3802"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}