{"id":3754,"date":"2023-08-14T01:41:53","date_gmt":"2023-08-14T01:41:53","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=3754"},"modified":"2023-08-14T01:41:53","modified_gmt":"2023-08-14T01:41:53","slug":"naskah-proklamasi-kemerdekaan-indonesia-antara-naskah-asli-dan-naskah-autentik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/naskah-proklamasi-kemerdekaan-indonesia-antara-naskah-asli-dan-naskah-autentik\/","title":{"rendered":"Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Antara Naskah Asli dan Naskah Autentik"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/naskah-proklamasi-kemerdekaan-indonesia-antara-naskah-asli-dan-naskah-autentik\/#Latar_Belakang\" >Latar Belakang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/naskah-proklamasi-kemerdekaan-indonesia-antara-naskah-asli-dan-naskah-autentik\/#Naskah_Proklamasi_Asli\" >Naskah Proklamasi Asli<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/naskah-proklamasi-kemerdekaan-indonesia-antara-naskah-asli-dan-naskah-autentik\/#Naskah_Proklamasi_Autentik\" >Naskah Proklamasi Autentik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/naskah-proklamasi-kemerdekaan-indonesia-antara-naskah-asli-dan-naskah-autentik\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Latar_Belakang\"><\/span>Latar Belakang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia menyatakan kemerdekaannya dari penjajahan Jepang. Proses perumusan dan pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia melibatkan tokoh-tokoh nasional seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Ahmad Soebardjo, Sayuti Melik, dan lain-lain. Naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia memiliki dua versi, yaitu naskah asli yang ditulis tangan oleh Soekarno dan naskah autentik yang diketik oleh Sayuti Melik. Kedua versi naskah proklamasi ini memiliki beberapa perbedaan dalam penulisan dan isi. Lalu, manakah naskah proklamasi yang dianggap sebagai naskah resmi dan otentik?<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Naskah_Proklamasi_Asli\"><\/span>Naskah Proklamasi Asli<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Naskah proklamasi asli adalah naskah yang merupakan hasil tulis tangan oleh Soekarno, berdasarkan diktat dari Mohammad Hatta dan rumusan dari Ahmad Soebardjo. Naskah proklamasi asli ini ditulis di ruang makan kediaman Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 02.00-04.00 dini hari. Naskah proklamasi asli ini tidak ditandatangani oleh siapa pun.<\/p>\n<p>Isi naskah proklamasi asli adalah sebagai berikut:<\/p>\n<blockquote><p>Proklamasi<\/p>\n<p>Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.<\/p>\n<p>Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnya.<\/p>\n<p>Djakarta, 17 &#8211; 8 &#8211; &#8217;05<\/p>\n<p>Wakil2 bangsa Indonesia.<\/p><\/blockquote>\n<p>Naskah proklamasi asli ini sempat masuk tempat sampah di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda, seorang perwira tinggi Jepang yang bersimpati terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Naskah proklamasi asli ini kemudian diselamatkan oleh B.M. Diah, salah satu tokoh pemuda yang hadir dalam persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia. B.M.\u00a0Diah menyimpan naskah proklamasi asli ini selama 46 tahun 9 bulan 19 hari, sebelum akhirnya menyerahkannya kepada Presiden Soeharto pada tanggal 29 Mei 1992<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Naskah_Proklamasi_Autentik\"><\/span>Naskah Proklamasi Autentik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Naskah proklamasi autentik adalah naskah yang merupakan hasil ketikan oleh Sayuti Melik, salah satu tokoh pemuda yang berperan dalam persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Naskah proklamasi autentik ini diketik di ruang depan kediaman Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 08.00 pagi. Naskah proklamasi autentik ini ditandatangani oleh Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>Isi naskah proklamasi autentik adalah sebagai berikut:<\/p>\n<blockquote><p>P R O K L A M A S I<\/p>\n<p>Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.<\/p>\n<p>Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnya.<\/p>\n<p>Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen &#8217;05<\/p>\n<p>Atas nama bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>Soekarno\/Hatta.<\/p><\/blockquote>\n<p>Naskah proklamasi autentik ini memiliki beberapa perbedaan dengan naskah proklamasi asli, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Kata \u201cProklamasi\u201d diubah menjadi \u201cP R O K L A M A S I\u201d<\/li>\n<li>Kata \u201cHal2\u201d diubah menjadi \u201cHal-hal\u201d<\/li>\n<li>Kata \u201ctempoh\u201d diubah menjadi \u201ctempo\u201d<\/li>\n<li>Kata \u201cDjakarta, 17 &#8211; 8 &#8211; &#8217;05\u201d diubah menjadi \u201cDjakarta, hari 17 boelan 8 tahoen &#8217;05\u201d, dengan &#8217;05 diambil dari tahun penanggalan Jepang 2605<\/li>\n<li>Kata \u201cWakil2 bangsa Indonesia\u201d diubah menjadi \u201cAtas nama bangsa Indonesia\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p>Naskah proklamasi autentik ini adalah naskah yang dibacakan oleh Soekarno di depan hadirin yang berkumpul di halaman rumahnya pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 pagi.\u00a0Naskah proklamasi autentik ini juga adalah naskah yang ditempatkan di Monumen Nasional sebagai simbol kemerdekaan Indonesia<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa naskah proklamasi yang otentik dan resmi adalah naskah proklamasi autentik yang diketik oleh Sayuti Melik dan ditandatangani oleh Soekarno dan Mohammad Hatta. Naskah proklamasi autentik ini adalah naskah yang dibacakan oleh Soekarno sebagai pernyataan kemerdekaan Indonesia di hadapan rakyat Indonesia dan dunia. Naskah proklamasi autentik ini juga adalah naskah yang diakui oleh pemerintah Indonesia sebagai naskah resmi dan otentik.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Isi Naskah Proklamasi Kemerdekaan Autentik dan yang Asli &#8230; &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6234297\/isi-naskah-proklamasi-kemerdekaan-autentik-dan-yang-asli-ada-perbedaan.<br \/>\n(2) Isi Naskah Teks Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan &#8230; &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6212305\/isi-naskah-teks-proklamasi-kemerdekaan-17-agustus-1945-dan-sejarahnya.<br \/>\n(3) Isi Naskah Proklamasi Kemerdekaan Autentik dan yang Asli &#8230; &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6234297\/isi-naskah-proklamasi-kemerdekaan-autentik-dan-yang-asli-ada-perbedaan.<br \/>\n(4) Isi Naskah Teks Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan &#8230; &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6212305\/isi-naskah-teks-proklamasi-kemerdekaan-17-agustus-1945-dan-sejarahnya.<br \/>\n(5) Naskah Proklamasi yang Autentik adalah? Jawaban! | Freedomsiana. https:\/\/www.freedomsiana.id\/naskah-proklamasi-yang-autentik\/.<br \/>\n(6) naskah proklamasi otentik atau resmi adalah naskah&#8230; &#8211; Roboguru. https:\/\/roboguru.ruangguru.com\/forum\/naskah-proklamasi-otentik-atau-resmi-adalah-naskah-yang-a-ditandatangani-soekarno-dan_FRM-FU4UF0GT.<br \/>\n(7) Naskah proklamasi otentik atau resmi yaitu naskah &#8230; &#8211; Roboguru. https:\/\/roboguru.ruangguru.com\/forum\/naskah-proklamasi-otentik-atau-resmi-yaitu-naskah-adalah-naskah-yang-_FRM-4Y1HR8JV.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Latar Belakang Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia menyatakan kemerdekaannya dari penjajahan Jepang. Proses perumusan dan pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia melibatkan tokoh-tokoh nasional seperti&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3754","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3754","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3754"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3754\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}