{"id":36358,"date":"2023-07-30T08:08:05","date_gmt":"2023-07-30T01:08:05","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=36358"},"modified":"2023-07-30T08:08:05","modified_gmt":"2023-07-30T01:08:05","slug":"puasa-10-muharram-sejarah-hukum-dan-keutamaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/puasa-10-muharram-sejarah-hukum-dan-keutamaan\/","title":{"rendered":"Puasa 10 Muharram: Sejarah, Hukum, dan Keutamaan"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/puasa-10-muharram-sejarah-hukum-dan-keutamaan\/#Sejarah_Puasa_10_Muharram\" >Sejarah Puasa 10 Muharram<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/puasa-10-muharram-sejarah-hukum-dan-keutamaan\/#Hukum_Puasa_10_Muharram\" >Hukum Puasa 10 Muharram<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/puasa-10-muharram-sejarah-hukum-dan-keutamaan\/#Keutamaan_Puasa_10_Muharram\" >Keutamaan Puasa 10 Muharram<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/puasa-10-muharram-sejarah-hukum-dan-keutamaan\/#Cara_Mengerjakan_Puasa_10_Muharram\" >Cara Mengerjakan Puasa 10 Muharram<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/puasa-10-muharram-sejarah-hukum-dan-keutamaan\/#Doa_Puasa_10_Muharram\" >Doa Puasa 10 Muharram<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Puasa 10 Muharram atau puasa Asyura adalah salah satu puasa sunah yang memiliki banyak keutamaan. Puasa ini dilakukan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah, yang merupakan bulan pertama dalam tahun Islam.\u00a0Puasa ini juga disebut dengan puasa Asyura karena bertepatan dengan hari Asyura, yaitu hari yang diperingati oleh umat Islam sebagai hari kemenangan Nabi Musa &#8216;alaihissalam dan Bani Israil atas Fir\u2019aun dan bala tentaranya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Puasa_10_Muharram\"><\/span>Sejarah Puasa 10 Muharram<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Puasa 10 Muharram sudah ada sebelum Islam datang. Kaum Quraisy di Mekkah sudah mengerjakan puasa ini sebagai salah satu tradisi mereka.\u00a0Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wa sallam juga mengerjakan puasa ini sejak di Mekkah.<\/p>\n<p>Setelah hijrah ke Madinah, Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam melihat kaum Yahudi di sana juga mengerjakan puasa pada hari yang sama.\u00a0Ketika ditanya, mereka menjawab bahwa puasa itu adalah untuk mengenang hari di mana Allah menyelamatkan Nabi Musa &#8216;alaihissalam dan Bani Israil dari kejaran Fir\u2019aun dan tenggelamnya Fir\u2019aun dan pasukannya di laut.<\/p>\n<p>Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam kemudian bersabda:<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<p>Beliau lalu memerintahkan umat Islam untuk mengerjakan puasa 10 Muharram sebagai bentuk syukur kepada Allah dan untuk menyelisihi kaum Yahudi. Beliau juga berencana untuk menambahkan puasa pada tanggal 9 Muharram, yaitu puasa Tasua, jika beliau masih hidup hingga tahun berikutnya.\u00a0Namun, beliau wafat sebelum sempat mengerjakan puasa Tasua.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hukum_Puasa_10_Muharram\"><\/span>Hukum Puasa 10 Muharram<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hukum puasa 10 Muharram adalah sunah, yaitu jika dikerjakan mendapat pahala dan jika tidak dikerjakan tidak berdosa. Dalilnya adalah hadits dari Aisyah radhiyallahu &#8216;anha, bahwa ketika datang kewajiban puasa Ramadan, Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Siapa yang ingin (berpuasa pada hari Asyura) ia boleh berpuasa dan siapa yang ingin (tidak berpuasa) ia boleh berbuka.&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<p>Menurut mazhab Syafi\u2019i, awalnya puasa 10 Muharram hukumnya sunah muakkad (sunnah yang ditekankan), namun setelah adanya kewajiban puasa Ramadan, hukumnya menjadi sunah biasa.\u00a0Menurut Imam Abu Hanifah, awalnya puasa ini hukumnya wajib, namun setelah adanya kewajiban puasa Ramadan, hukumnya menjadi sunah.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keutamaan_Puasa_10_Muharram\"><\/span>Keutamaan Puasa 10 Muharram<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Puasa 10 Muharram memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu. Dalilnya adalah hadits dari Abu Qatadah al-Anshari radhiyallahu &#8216;anhu, bahwa Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam ditanya tentang keutamaan puasa Asyura, lalu beliau menjawab:<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<p>Keutamaan ini mirip dengan keutamaan puasa Arafah, namun ada perbedaan.\u00a0Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, sedangkan puasa Asyura hanya menghapus dosa setahun yang lalu saja.<\/p>\n<p>Selain itu, puasa 10 Muharram juga merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan ridha-Nya.\u00a0Puasa ini juga merupakan bentuk penghormatan kepada Nabi Musa &#8216;alaihissalam dan peristiwa besar yang terjadi pada hari itu.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mengerjakan_Puasa_10_Muharram\"><\/span>Cara Mengerjakan Puasa 10 Muharram<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Cara mengerjakan puasa 10 Muharram adalah sama dengan cara mengerjakan puasa sunah lainnya, yaitu dengan niat di hati dan berbuka saat matahari terbenam. Bacaan niat puasa 10 Muharram adalah sebagai berikut:<\/p>\n<blockquote><p>\u0646\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0635\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0639\u064e\u0627\u0634\u064f\u0648\u0652\u0631\u064e\u0627\u0621\u064e \u0633\u064f\u0646\u0651\u064e\u0629\u064b \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649<\/p>\n<p>Nawaitu shauma &#8216;asyuraa-a sunnatan lillahi ta\u2019ala<\/p>\n<p>Artinya: Saya niat puasa Asyura sunah karena Allah ta\u2019ala<\/p><\/blockquote>\n<p>Selain itu, disunnahkan juga untuk menggabungkan puasa 10 Muharram dengan puasa Tasua pada tanggal 9 Muharram, atau puasa pada tanggal 11 Muharram, atau puasa ketiga-tiganya sekaligus.\u00a0Hal ini untuk menyelisihi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.<\/p>\n<p>Puasa Tasua memiliki bacaan niat yang sama dengan puasa Asyura, hanya saja diganti kata \u2018asyuraa-a\u2019 dengan \u2018tasu\u2019a\u2019.\u00a0Puasa 11 Muharram juga demikian, hanya saja diganti dengan \u2018al-haadi asyara\u2019.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Doa_Puasa_10_Muharram\"><\/span>Doa Puasa 10 Muharram<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Doa puasa 10 Muharram adalah doa yang dibaca pada saat berbuka puasa, yaitu doa yang sama dengan doa berbuka puasa sunah lainnya. Doa tersebut adalah sebagai berikut:<\/p>\n<blockquote><p>\u0630\u064e\u0647\u064e\u0628\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0645\u064e\u0623\u064f \u0648\u064e\u0627\u0628\u0652\u062a\u064e\u0644\u0651\u064e\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0642\u064f \u0648\u064e\u062b\u064e\u0628\u064e\u062a\u064e \u0627\u0644\u0623\u062c\u0652\u0631\u064f \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f<\/p>\n<p>Dzahabazh zhoma-u wabtallatil &#8216;uruqu wa tsabatal ajru insya Allah<\/p>\n<p>Artinya: Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala insya Allah<\/p><\/blockquote>\n<p>Selain itu, disunnahkan juga untuk membaca doa Asyura, yaitu doa yang dibaca oleh Nabi Musa &#8216;alaihissalam dan Bani Israil saat mereka diselamatkan dari kejaran Fir\u2019aun. Doa tersebut adalah sebagai berikut:<\/p>\n<blockquote><p>\u0644\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0647 \u0625\u0650\u0644\u0627 \u0623\u0646\u062a \u0633\u064f\u0628\u062d\u0627\u0646\u0643 \u0625\u0646\u064a \u0643\u0646\u062a \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0638\u0627\u0644\u0645\u064a\u0646<\/p>\n<p>Laa ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadhdhoolimiin<\/p>\n<p>Artinya: Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau.\u00a0Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim<\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Puasa 10 Muharram atau puasa Asyura adalah salah satu puasa sunah yang memiliki banyak keutamaan. Puasa ini dilakukan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-36358","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36358","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36358"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36358\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36358"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36358"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36358"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}