{"id":3622,"date":"2023-08-13T00:42:15","date_gmt":"2023-08-13T00:42:15","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=3622"},"modified":"2023-08-13T00:42:15","modified_gmt":"2023-08-13T00:42:15","slug":"sarekat-dagang-islam-dari-perkumpulan-pedagang-hingga-organisasi-pergerakan-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sarekat-dagang-islam-dari-perkumpulan-pedagang-hingga-organisasi-pergerakan-nasional\/","title":{"rendered":"Sarekat Dagang Islam: Dari Perkumpulan Pedagang hingga Organisasi Pergerakan Nasional"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sarekat-dagang-islam-dari-perkumpulan-pedagang-hingga-organisasi-pergerakan-nasional\/#Latar_Belakang_Pendirian_SDI\" >Latar Belakang Pendirian SDI<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sarekat-dagang-islam-dari-perkumpulan-pedagang-hingga-organisasi-pergerakan-nasional\/#Perkembangan_SDI_menjadi_SI\" >Perkembangan SDI menjadi SI<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sarekat-dagang-islam-dari-perkumpulan-pedagang-hingga-organisasi-pergerakan-nasional\/#Perpecahan_SI\" >Perpecahan SI<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sarekat-dagang-islam-dari-perkumpulan-pedagang-hingga-organisasi-pergerakan-nasional\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Sarekat Dagang Islam (SDI) adalah organisasi yang didirikan oleh Haji Samanhudi pada 16 Oktober 1905 di Surakarta. Organisasi ini awalnya merupakan perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang ingin meningkatkan kesejahteraan dan kerjasama mereka dalam menghadapi persaingan dengan pedagang-pedagang asing, terutama etnis Cina. SDI kemudian berkembang menjadi Sarekat Islam (SI), organisasi pergerakan nasional yang berperan penting dalam membangkitkan semangat nasionalisme dan anti-kolonialisme di Indonesia pada awal abad ke-20.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Latar_Belakang_Pendirian_SDI\"><\/span>Latar Belakang Pendirian SDI<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, perekonomian Indonesia mengalami kemunduran akibat kebijakan-kebijakan kolonial Belanda yang merugikan rakyat pribumi. Salah satu kebijakan tersebut adalah memberikan konsesi-konsesi dagang kepada pedagang-pedagang asing, terutama etnis Cina, yang memonopoli perdagangan komoditas-komoditas penting seperti gula, kopi, tembakau, dan batik. Pedagang-pedagang pribumi, khususnya pedagang-pedagang Islam, merasa tertekan dan tersaingi oleh pedagang-pedagang Cina yang memiliki modal besar, jaringan luas, dan perlindungan hukum dari pemerintah kolonial.<\/p>\n<p>Untuk mengatasi masalah ini, Haji Samanhudi, seorang pedagang batik yang juga seorang ulama, mendirikan Sarekat Dagang Islam (SDI) pada 16 Oktober 1905 di Surakarta. Tujuan utama SDI adalah untuk menggalang kerjasama antara pedagang-pedagang Islam demi memajukan perdagangan mereka dan mampu menyaingi para pedagang Cina.\u00a0Selain itu, SDI juga bertujuan untuk meningkatkan pendidikan dan pengajaran bagi masyarakat pribumi, memperbaiki citra Islam di kalangan masyarakat luas, dan membantu kesulitan yang dialami anggota dalam sektor ekonomi<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perkembangan_SDI_menjadi_SI\"><\/span>Perkembangan SDI menjadi SI<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>SDI mendapat sambutan hangat dari masyarakat pribumi, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur.\u00a0Anggota SDI terus bertambah dari tahun ke tahun, mencapai sekitar 93.000 orang pada tahun 1912<sup>3<\/sup>.\u00a0SDI juga membuka cabang-cabang di berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Makassar, Palembang, Medan, dan Aceh<sup>4<\/sup>.<\/p>\n<p>Pada tahun 1912, H.O.S Tjokroaminoto, seorang tokoh pergerakan nasional yang bergabung dengan SDI pada tahun 1910, mengubah nama organisasi ini menjadi Sarekat Islam (SI). Perubahan nama ini bertujuan untuk memperluas cakupan anggota SI tidak hanya terbatas pada golongan pedagang, tetapi juga terbuka bagi seluruh umat Islam di Indonesia. Selain itu, Tjokroaminoto juga mengubah arah perjuangan SI dari semula hanya berfokus pada bidang ekonomi dan sosial menjadi juga meliputi bidang politik dan agama.\u00a0SI menjadi organisasi yang secara lantang menentang segala ketidakadilan dalam sistem kolonialisme di Indonesia<sup>5<\/sup>\u00a0.<\/p>\n<p>SI memiliki beberapa program perjuangan, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengembangkan jiwa dagang dan kesejahteraan masyarakat pribumi<\/li>\n<li>Mengembangkan pendidikan dan pengajaran bagi masyarakat pribumi<\/li>\n<li>Memperbaiki citra Islam di kalangan masyarakat luas<\/li>\n<li>Membantu kesulitan yang dialami anggota dalam sektor ekonomi<\/li>\n<li>Mengembangkan eksistensi agama Islam di Indonesia<\/li>\n<li>Menuntut hak-hak politik bagi rakyat pribumi<\/li>\n<li>Menuntut kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perpecahan_SI\"><\/span>Perpecahan SI<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>SI mengalami masa kejayaan pada tahun 1912-1916, ketika anggotanya mencapai sekitar 2,5 juta orang dan memiliki pengaruh besar di kalangan masyarakat pribumi. Namun, SI juga menghadapi berbagai tantangan dan masalah, baik dari dalam maupun dari luar organisasi. Beberapa faktor yang menyebabkan perpecahan SI adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Adanya perbedaan pandangan dan sikap di antara para pemimpin SI, terutama antara Tjokroaminoto dan Agus Salim. Tjokroaminoto cenderung bersikap moderat dan kooperatif dengan pemerintah kolonial, sedangkan Agus Salim cenderung bersikap radikal dan konfrontatif. Perbedaan ini menyebabkan terjadinya gesekan dan perselisihan di dalam tubuh SI.<\/li>\n<li>Adanya campur tangan pemerintah kolonial yang berusaha melemahkan dan memecah belah SI dengan berbagai cara, seperti melakukan penangkapan, pembatasan, pengawasan, pembredelan, dan provokasi terhadap para pemimpin dan anggota SI.<\/li>\n<li>Adanya pengaruh ideologi-ideologi baru yang masuk ke Indonesia, seperti komunisme, sosialisme, nasionalisme, dan demokrasi. Ideologi-ideologi ini menarik perhatian sebagian anggota SI yang merasa tidak puas dengan kebijakan-kebijakan SI yang dianggap kurang radikal dan progresif. Beberapa anggota SI yang beraliran komunis kemudian keluar dan membentuk Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1920.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Akibat dari perpecahan ini, SI mengalami kemunduran dan kehilangan pengaruhnya di kalangan masyarakat pribumi. SI juga mengalami beberapa kali pergantian nama dan bentuk organisasi, seperti Central Sarekat Islam (CSI) pada tahun 1916, Partai Sarekat Islam (PSI) pada tahun 1920, Partai Sarekat Islam Hindia Timur (PSIHT) pada tahun 1923, Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) pada tahun 1929, Syarikat Islam (SI) pada tahun 1973, dan Syarikat Islam Indonesia (SII) pada tahun 2003.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sarekat Dagang Islam (SDI) adalah organisasi yang didirikan oleh Haji Samanhudi pada 16 Oktober 1905 di Surakarta. Organisasi ini awalnya merupakan perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang ingin meningkatkan kesejahteraan dan kerjasama mereka dalam menghadapi persaingan dengan pedagang-pedagang asing. SDI kemudian berkembang menjadi Sarekat Islam (SI), organisasi pergerakan nasional yang berperan penting dalam membangkitkan semangat nasionalisme dan anti-kolonialisme di Indonesia pada awal abad ke-20. Namun, SI juga mengalami perpecahan akibat adanya perbedaan pandangan di antara para pemimpinnya, campur tangan pemerintah kolonial, dan pengaruh ideologi-ideologi baru yang masuk ke Indonesia.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Sarekat Islam: Pendirian, Perkembangan, dan Perpecahan &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/12\/21\/171147069\/sarekat-islam-pendirian-perkembangan-dan-perpecahan.<br \/>\n(2) Sarekat Islam &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sarekat_Islam.<br \/>\n(3) SAREKAT DAGANG ISLAM (1905-1912): BETWEEN THE SAVAGERY OF VEREENIGDE &#8230;. https:\/\/journal.uinsgd.ac.id\/index.php\/ijni\/article\/download\/4807\/pdf.<br \/>\n(4) Sarekat Islam: Latar Belakang, Perkembangan, dan Perpecahan &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/stori\/read\/2021\/04\/06\/151727679\/sarekat-islam-latar-belakang-perkembangan-dan-perpecahan.<br \/>\n(5) Pendiri Sarekat Dagang Islam Tahun 1911, Tidak Tamat SD &#8230; &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-5843301\/pendiri-sarekat-dagang-islam-tahun-1911-tidak-tamat-sd-berdagang-batik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sarekat Dagang Islam (SDI) adalah organisasi yang didirikan oleh Haji Samanhudi pada 16 Oktober 1905 di Surakarta. Organisasi ini awalnya merupakan perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3622","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3622","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3622"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3622\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3622"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3622"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3622"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}