{"id":3619,"date":"2023-08-12T23:42:14","date_gmt":"2023-08-12T23:42:14","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=3619"},"modified":"2023-08-12T23:42:14","modified_gmt":"2023-08-12T23:42:14","slug":"sejarah-budi-utomo-latar-belakang-tujuan-dan-perkembangannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-budi-utomo-latar-belakang-tujuan-dan-perkembangannya\/","title":{"rendered":"Sejarah Budi Utomo: Latar Belakang, Tujuan, dan Perkembangannya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-budi-utomo-latar-belakang-tujuan-dan-perkembangannya\/#Latar_Belakang_Berdirinya_Budi_Utomo\" >Latar Belakang Berdirinya Budi Utomo<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-budi-utomo-latar-belakang-tujuan-dan-perkembangannya\/#Proses_Pembentukan_Budi_Utomo\" >Proses Pembentukan Budi Utomo<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-budi-utomo-latar-belakang-tujuan-dan-perkembangannya\/#Tujuan_dan_Perkembangan_Budi_Utomo\" >Tujuan dan Perkembangan Budi Utomo<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-budi-utomo-latar-belakang-tujuan-dan-perkembangannya\/#Akhir_dari_Budi_Utomo\" >Akhir dari Budi Utomo<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Budi Utomo adalah organisasi pemuda yang didirikan oleh Soetomo dan para pelajar School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA), pada tanggal 20 Mei 1908. Organisasi ini digagas oleh Wahidin Sudirohusodo. Bergerak di bidang sosial, ekonomi, budaya, dan tidak bersifat politik.\u00a0Budi Utomo menjadi awal pergerakan nasional, yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia<sup>1<\/sup><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Latar_Belakang_Berdirinya_Budi_Utomo\"><\/span>Latar Belakang Berdirinya Budi Utomo<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Latar belakang berdirinya Budi Utomo tidak lepas dari kondisi sosial dan politik di Indonesia pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Saat itu, Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda, yang mengakibatkan kemiskinan, ketidakadilan, dan ketertinggalan bagi rakyat pribumi.\u00a0Di sisi lain, terjadi perkembangan intelektual dan kesadaran nasional di kalangan pelajar dan kaum terpelajar pribumi, yang mendapat pendidikan Barat di sekolah-sekolah seperti STOVIA, Kweekschool, dan Rechtshogeschool<sup>2<\/sup><\/p>\n<p>Salah satu sekolah yang berperan penting dalam melahirkan tokoh-tokoh pergerakan nasional adalah STOVIA, yang merupakan sekolah kedokteran untuk pribumi. Sekolah ini didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1851, sebagai upaya untuk mengatasi wabah penyakit yang melanda Pulau Jawa. STOVIA memberikan beasiswa kepada pelajar pribumi yang berprestasi, sehingga menarik minat banyak pemuda untuk belajar di sana. Di STOVIA, para pelajar tidak hanya mempelajari ilmu kedokteran, tetapi juga ilmu-ilmu lain seperti sejarah, geografi, bahasa, filsafat, dan agama.\u00a0Di sana juga terjadi pertukaran pikiran dan gagasan antara pelajar dari berbagai daerah dan latar belakang etnis, yang membangkitkan rasa persaudaraan dan nasionalisme<sup>3<\/sup><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Proses_Pembentukan_Budi_Utomo\"><\/span>Proses Pembentukan Budi Utomo<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Proses pembentukan Budi Utomo dimulai dengan kunjungan Wahidin Sudirohusodo ke STOVIA pada tahun 1907. Wahidin adalah seorang dokter dan tokoh pergerakan yang memiliki gagasan untuk membentuk sebuah organisasi yang dapat mengangkat derajat bangsa melalui pendidikan. Ia menyerukan ide untuk mendirikan sebuah dana studi (studiefonds) yang dapat membantu biaya sekolah bagi pelajar pribumi yang berbakat tetapi tidak mampu.\u00a0Gagasan ini menarik perhatian para pelajar STOVIA, khususnya Soetomo, Gunawan Mangunkusumo, dan Soeradji Tirtonegoro<sup>1<\/sup><\/p>\n<p>Pada tanggal 20 Mei 1908, Soetomo bersama dengan Soeradji mengadakan pertemuan dengan para pelajar STOVIA lainnya, untuk membicarakan gagasan organisasi yang disampaikan oleh Wahidin. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang anatomi milik STOVIA, saat tidak ada jam pelajaran. Dalam pertemuan itu, terbentuklah sebuah organisasi yang diberi nama \u201cPerkumpulan Boedi Oetomo\u201d, yang berarti \u201cKesadaran yang Sangat Baik\u201d.\u00a0Nama ini diambil dari bahasa Sanskerta, yaitu budhi (kesadaran) dan uttama (sangat baik)<sup>1<\/sup><\/p>\n<p>Tokoh-tokoh yang tercatat sebagai pendiri Boedi Oetomo terdiri dari sembilan orang, yaitu Soetomo, Soelaeman Affandi Kartadjoemena, Gondo Soewarno, Goenawan Mangoenkoesoemo, Angka Prodjosoedirdjo, Mohammad Saleh, Raden Mas Goembrek, Mohammad Soewarno, dan Soeradji Tirtonegoro.\u00a0Pada awalnya, organisasi ini hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan di Pulau Jawa, tetapi kemudian berkembang menjadi organisasi yang bersifat nasional dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat<sup>1<\/sup><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tujuan_dan_Perkembangan_Budi_Utomo\"><\/span>Tujuan dan Perkembangan Budi Utomo<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tujuan utama Budi Utomo adalah untuk mencerdaskan bangsa melalui pendidikan, sosial, ekonomi, dan budaya. Organisasi ini tidak bergerak di bidang politik, karena meyakini bahwa kerjasama dengan pemerintah kolonial masih diperlukan untuk memajukan bangsa.\u00a0Budi Utomo juga menghormati keberagaman agama, suku, dan adat istiadat yang ada di Indonesia, serta mengusahakan persatuan dan kesatuan nasional<sup>2<\/sup><\/p>\n<p>Untuk mencapai tujuannya, Budi Utomo melakukan berbagai kegiatan, seperti mendirikan sekolah-sekolah, asrama-asrama, perpustakaan-perpustakaan, rumah sakit-rumah sakit, koperasi-koperasi, penerbitan-penerbitan, dan lain-lain. Budi Utomo juga mengadakan rapat-rapat, diskusi-diskusi, ceramah-ceramah, dan pertunjukan-pertunjukan seni dan budaya yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan semangat nasionalisme anggotanya.\u00a0Selain itu, Budi Utomo juga menjalin hubungan dengan organisasi-organisasi lain yang sejalan dengan visinya, baik di dalam maupun di luar negeri<sup>3<\/sup><\/p>\n<p>Perkembangan Budi Utomo cukup pesat pada awal-awal berdirinya. Anggota-anggotanya terus bertambah dari berbagai daerah dan golongan. Tokoh-tokoh penting pergerakan Indonesia, seperti Ki Hadjar Dewantara, Tjipto Mangoenkoesoemo, Tirto Adhi Soerjo, Pangeran Ario Notodirodjo dan Raden Adipati Tirtokoesoemo menjadi bagian dari organisasi ini.\u00a0Budi Utomo juga mendapat dukungan dari beberapa tokoh Belanda yang simpatik terhadap aspirasi bangsa Indonesia, seperti Van Deventer dan Snouck Hurgronje<sup>3<\/sup><\/p>\n<p>Namun seiring berjalannya waktu, Budi Utomo mulai mengalami kemunduran dan krisis internal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Adanya perbedaan pandangan dan kepentingan antara pengurus pusat dan cabang-cabang Budi Utomo di daerah.<\/li>\n<li>Adanya perbedaan generasi dan orientasi antara pendiri-pendiri Budi Utomo yang lebih tua dan konservatif dengan anggota-anggota muda yang lebih radikal dan progresif.<\/li>\n<li>Adanya persaingan dan konflik dengan organisasi-organisasi lain yang lebih militan dan politis dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, seperti Sarekat Islam, Indische Partij, dan Partai Komunis Indonesia.<\/li>\n<li>Adanya tekanan dan intimidasi dari pemerintah kolonial Belanda yang khawatir dengan gerakan nasionalisme Indonesia<sup>3<\/sup><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Akhir_dari_Budi_Utomo\"><\/span>Akhir dari Budi Utomo<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Akhir dari Budi Utomo terjadi pada tahun 1935, ketika organisasi ini melebur ke dalam Partai Indonesia Raya (Parindra) yang dipimpin oleh Soetomo. Parindra adalah partai politik yang berhaluan moderat dan kooperatif dengan pemerintah kolonial Belanda. Parindra juga merupakan salah satu anggota Volksraad (Dewan Rakyat) yang dibentuk oleh Belanda sebagai wadah perwakilan rakyat Indonesia.\u00a0Dengan bergabungnya Budi Utomo ke Parindra, maka berakhirlah riwayat organisasi pemuda pertama yang mencerdaskan bangsa ini<sup>2<\/sup><\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Budi Utomo &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Budi_Utomo.<br \/>\n(2) Budi Utomo: Tokoh Pendiri, Latar Belakang, dan Tujuan Organisasi &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-5728904\/budi-utomo-tokoh-pendiri-latar-belakang-dan-tujuan-organisasi.<br \/>\n(3) Budi Utomo: Pembentukan, Perkembangan, Tujuan, dan Akhir &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/stori\/read\/2021\/05\/02\/204221979\/budi-utomo-pembentukan-perkembangan-tujuan-dan-akhir.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Budi Utomo adalah organisasi pemuda yang didirikan oleh Soetomo dan para pelajar School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA), pada tanggal 20 Mei 1908. Organisasi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3619","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3619","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3619"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3619\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3619"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3619"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3619"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}