{"id":36182,"date":"2023-07-10T09:42:03","date_gmt":"2023-07-10T02:42:03","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=36182"},"modified":"2023-07-10T09:42:03","modified_gmt":"2023-07-10T02:42:03","slug":"apa-penyebab-terjadinya-perilaku-menyimpang-pada-remaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-penyebab-terjadinya-perilaku-menyimpang-pada-remaja\/","title":{"rendered":"Apa Penyebab Terjadinya Perilaku Menyimpang pada Remaja?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-penyebab-terjadinya-perilaku-menyimpang-pada-remaja\/#Faktor_Internal\" >Faktor Internal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-penyebab-terjadinya-perilaku-menyimpang-pada-remaja\/#Faktor_Eksternal\" >Faktor Eksternal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-penyebab-terjadinya-perilaku-menyimpang-pada-remaja\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Perilaku menyimpang adalah perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai seperti norma sosial, aturan, dan hukum.\u00a0Perilaku menyimpang juga dapat dipahami sebagai perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang menimbulkan dampak negatif atau merugikan, baik untuk pelakunya maupun untuk orang lain<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Perilaku menyimpang dapat terjadi pada siapa saja, termasuk remaja. Remaja adalah masa peralihan dari anak-anak ke dewasa, di mana terjadi banyak perubahan biologis, psikologis, dan sosial.\u00a0Remaja juga sedang mencari jati diri dan mengembangkan kepribadian mereka<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Ada banyak perilaku atau tindakan yang tergolong sebagai perilaku menyimpang di kalangan remaja, seperti penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan bullying. Penyalahgunaan narkoba adalah penggunaan obat-obatan atau zat yang tidak sesuai dengan tujuan medis atau hukumnya. Seks bebas adalah hubungan seksual di luar nikah atau tanpa ikatan pernikahan.\u00a0Bullying adalah tindakan mengintimidasi, mengejek, atau menyakiti orang lain secara fisik atau verbal<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Lalu, apa penyebab terjadinya perilaku menyimpang pada remaja? Penyebab perilaku menyimpang pada remaja dapat dibagi menjadi dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_Internal\"><\/span>Faktor Internal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri remaja itu sendiri. Faktor internal yang dapat menyebabkan perilaku menyimpang pada remaja meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Krisis identitas<\/strong>. Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Integrasi pertama, terbentuknya perasaan konsisten dalam kehidupannya. Integrasi kedua, tercapainya identitas peran.\u00a0Kenakalan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Faktor kepribadian<\/strong>. Masa remaja dikatakan sebagai masa di mana seseorang sedang mencari jati diri. Pada periode ini, seseorang akan meninggalkan masa anak-anak untuk menuju kedewasaan. Masa ini dirasakan sebagai krisis identitas karena belum adanya pegangan.\u00a0Kepribadian yang tidak dapat dibentuk dengan baik, akan mengarahkan remaja pada kenakalan atau perilaku menyimpang<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Faktor status dan peranannya dalam masyarakat<\/strong>. Tindakan menyimpang terhadap hukum yang pernah dilakukan seorang anak, mendorongnya kembali untuk berbuat menyimpang. Hal ini disebabkan oleh adanya stigma negatif dari masyarakat terhadap anak tersebut.\u00a0Anak tersebut merasa tidak diterima dan tidak memiliki harapan lagi untuk berubah<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_Eksternal\"><\/span>Faktor Eksternal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri remaja, yaitu lingkungan sekitarnya. Faktor eksternal yang dapat menyebabkan perilaku menyimpang pada remaja meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Faktor keluarga<\/strong>. Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama bagi seorang anak. Keluarga berperan dalam memberikan kasih sayang, pendidikan, bimbingan, dan contoh kepada anak. Jika keluarga tidak dapat memberikan hal-hal tersebut dengan baik, maka anak akan mencari pengganti di luar keluarga.\u00a0Anak akan mudah terpengaruh oleh lingkungan yang kurang baik atau bahkan berbahaya<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Faktor sekolah<\/strong>. Sekolah adalah lingkungan kedua bagi seorang anak setelah keluarga. Sekolah berperan dalam memberikan pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai, dan norma-norma kepada anak. Jika sekolah tidak dapat memberikan hal-hal tersebut dengan baik, maka anak akan merasa bosan, tidak tertarik, atau tidak nyaman di sekolah.\u00a0Anak akan cenderung mengabaikan pelajaran, melanggar aturan, atau bahkan melarikan diri dari sekolah<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Faktor teman sebaya<\/strong>. Teman sebaya adalah lingkungan ketiga bagi seorang anak setelah keluarga dan sekolah. Teman sebaya berperan dalam memberikan dukungan, penghargaan, pengalaman, dan hiburan kepada anak. Jika teman sebaya yang dipilih oleh anak adalah teman yang baik, maka anak akan mendapatkan manfaat dari pergaulannya.\u00a0Namun, jika teman sebaya yang dipilih oleh anak adalah teman yang buruk, maka anak akan terjerumus ke dalam perilaku menyimpang<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perilaku menyimpang pada remaja adalah perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai seperti norma sosial, aturan, dan hukum. Perilaku menyimpang pada remaja dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari dalam diri remaja itu sendiri, seperti krisis identitas, faktor kepribadian, dan faktor status dan peranannya dalam masyarakat. Faktor eksternal berasal dari luar diri remaja, yaitu lingkungan sekitarnya, seperti faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor teman sebaya.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) 6 Penyebab Perilaku Menyimpang pada Remaja, Berikut Pengertian dan &#8230;. https:\/\/www.liputan6.com\/hot\/read\/5055873\/6-penyebab-perilaku-menyimpang-pada-remaja-berikut-pengertian-dan-contohnya.<br \/>\n(2) Faktor Internal dan Eksternal Penyebab Kenakalan Remaja &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2022\/10\/20\/080000269\/faktor-internal-dan-eksternal-penyebab-kenakalan-remaja.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perilaku menyimpang adalah perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai seperti norma sosial, aturan, dan hukum.\u00a0Perilaku menyimpang juga dapat dipahami sebagai perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-36182","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36182"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36182\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}