{"id":36165,"date":"2023-07-10T09:15:33","date_gmt":"2023-07-10T02:15:33","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=36165"},"modified":"2023-07-10T09:15:33","modified_gmt":"2023-07-10T02:15:33","slug":"struktural-fungsional-pengertian-tokoh-contoh-dan-kritiknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/struktural-fungsional-pengertian-tokoh-contoh-dan-kritiknya\/","title":{"rendered":"Struktural Fungsional: Pengertian, Tokoh, Contoh, dan Kritiknya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/struktural-fungsional-pengertian-tokoh-contoh-dan-kritiknya\/#Tokoh-tokoh_Struktural_Fungsional\" >Tokoh-tokoh Struktural Fungsional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/struktural-fungsional-pengertian-tokoh-contoh-dan-kritiknya\/#Contoh_Penerapan_Struktural_Fungsional\" >Contoh Penerapan Struktural Fungsional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/struktural-fungsional-pengertian-tokoh-contoh-dan-kritiknya\/#Kritik_terhadap_Struktural_Fungsional\" >Kritik terhadap Struktural Fungsional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/struktural-fungsional-pengertian-tokoh-contoh-dan-kritiknya\/#Contoh_Penerapan_Struktural_Fungsional_dalam_Kehidupan_Sehari_hari\" >Contoh Penerapan Struktural Fungsional dalam Kehidupan Sehari hari<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"message\">\n<div class=\"content\" tabindex=\"0\" aria-hidden=\"true\">\n<div class=\"ac-container ac-adaptiveCard\">\n<div class=\"ac-textBlock\">\n<p>Struktural fungsional adalah sebuah teori sosiologi yang berfokus pada peran struktur sosial dalam menentukan dan mempertahankan kohesi atau tatanan sosial dalam masyarakat<sup>1<\/sup>\u00a0Teori ini menganggap masyarakat sebagai sebuah organisme biologis yang terdiri dari organ-organ yang saling ketergantungan dan berfungsi untuk menjaga keseimbangan dan kelangsungan hidup sistem<sup>2<\/sup>\u00a0Teori ini juga menekankan pada fungsi atau guna dari elemen-elemen konstituen masyarakat, seperti norma, nilai, lembaga, dan kelompok sosial<sup>1<\/sup><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tokoh-tokoh_Struktural_Fungsional\"><\/span>Tokoh-tokoh Struktural Fungsional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Teori struktural fungsional berkembang dari pemikiran beberapa tokoh sosiologi, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Auguste Comte<\/strong>, yang merupakan bapak sosiologi dan mencetuskan istilah analogi organismik untuk membandingkan masyarakat dengan organisme biologis<sup>2<\/sup><\/li>\n<li><strong>Herbert Spencer<\/strong>, yang mengembangkan analogi organismik dan mengajukan konsep requisite functionalism, yaitu panduan untuk menganalisis fungsi dari setiap fitur, struktur, atau praktik dalam masyarakat<sup>1<\/sup><\/li>\n<li><strong>Emile Durkheim<\/strong>, yang merupakan tokoh utama dalam teori struktural fungsional dan mengungkapkan bahwa masyarakat adalah sebuah kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang berbeda dan saling interdependen.\u00a0Durkheim juga memperkenalkan konsep solidaritas mekanik dan solidaritas organik untuk menjelaskan kohesi sosial dalam masyarakat tradisional dan modern<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><\/li>\n<li><strong>Talcott Parsons<\/strong>, yang merupakan tokoh penting dalam teori struktural fungsional di Amerika Serikat dan mengembangkan sistem AGIL (Adaptation, Goal attainment, Integration, Latency) untuk menjelaskan fungsi-fungsi dasar dari setiap sistem sosial.\u00a0Parsons juga mengemukakan konsep pattern variables, yaitu pilihan-pilihan nilai yang dihadapi oleh setiap aktor sosial dalam berinteraksi<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><\/li>\n<li><strong>Robert K. Merton<\/strong>, yang merupakan murid Parsons dan mengkritik teori struktural fungsional yang terlalu fokus pada keseimbangan dan konsensus sosial. Merton mengusulkan konsep manifest functions dan latent functions untuk menjelaskan fungsi-fungsi yang disengaja dan tidak disengaja dari suatu fenomena sosial.\u00a0Merton juga membedakan antara struktur sosial dan struktur fungsional, serta antara fungsi positif dan fungsi negatif<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Penerapan_Struktural_Fungsional\"><\/span>Contoh Penerapan Struktural Fungsional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu contoh penerapan teori struktural fungsional adalah dalam menjelaskan peran pendidikan dalam masyarakat. Menurut teori ini, pendidikan memiliki beberapa fungsi, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Fungsi manifest, yaitu fungsi-fungsi yang disengaja dan diakui oleh masyarakat, seperti menyampaikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kepada generasi muda; menyiapkan tenaga kerja yang berkualitas; dan menyaring individu-individu berdasarkan prestasi akademik<sup>3<\/sup><\/li>\n<li>Fungsi laten, yaitu fungsi-fungsi yang tidak disengaja dan tidak diakui oleh masyarakat, seperti menciptakan jaringan sosial; mengurangi pengangguran; dan menstabilkan sistem politik<sup>3<\/sup><\/li>\n<li>Fungsi positif, yaitu fungsi-fungsi yang memberikan manfaat bagi individu dan masyarakat, seperti meningkatkan mobilitas sosial; memperluas wawasan; dan meningkatkan toleransi<sup>3<\/sup><\/li>\n<li>Fungsi negatif, yaitu fungsi-fungsi yang memberikan kerugian bagi individu dan masyarakat, seperti menciptakan ketimpangan sosial; menimbulkan stres; dan mengabaikan keberagaman<sup>3<\/sup><\/li>\n<\/ul>\n<p>Dari contoh di atas, dapat dilihat bahwa pendidikan merupakan salah satu struktur sosial yang memiliki fungsi-fungsi yang beragam dan saling berinteraksi dengan struktur-struktur sosial lainnya, seperti ekonomi, politik, dan budaya. Dengan demikian, teori struktural fungsional dapat memberikan pemahaman yang komprehensif tentang fenomena-fenomena sosial dalam masyarakat.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kritik_terhadap_Struktural_Fungsional\"><\/span>Kritik terhadap Struktural Fungsional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Meskipun teori struktural fungsional telah memberikan kontribusi yang besar dalam kajian sosiologi dan antropologi, teori ini juga mendapat banyak kritik dari para ahli dan pemikir lainnya. Beberapa kritik yang sering dilontarkan terhadap teori ini adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Teori ini mengabaikan konflik yang merupakan keniscayaan dalam masyarakat. Penganut teori ini cenderung menuntut masyarakat berada pada tingkat yang harmonis dan stabil sehingga dapat berjalan dengan baik. Namun, kenyataannya masyarakat sering mengalami ketegangan, pertentangan, dan perubahan yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kepentingan, kekuasaan, ideologi, dan budaya.\u00a0Teori ini tidak dapat menjelaskan secara memadai bagaimana masyarakat mengatasi konflik dan menciptakan konsensus baru<sup>1<\/sup><\/li>\n<li>Teori ini terlalu kaku terhadap perubahan terutama yang berasal dari luar. Penganut teori ini cenderung menganggap masyarakat sebagai sebuah sistem yang tertutup dan statis, yang hanya berubah secara lambat dan bertahap melalui proses evolusi atau adaptasi. Namun, kenyataannya masyarakat sering mengalami perubahan yang cepat dan radikal akibat dari pengaruh eksternal, seperti globalisasi, modernisasi, revolusi, dan inovasi.\u00a0Teori ini tidak dapat menjelaskan secara memadai bagaimana masyarakat merespon perubahan dan menciptakan transformasi sosial<sup>2<\/sup><\/li>\n<li>Teori ini terlalu melebih-lebihkan harmonisasi dan meremehkan konflik sosial. Penganut teori ini cenderung menganggap bahwa semua elemen masyarakat memiliki fungsi yang positif dan saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama. Namun, kenyataannya banyak elemen masyarakat yang memiliki fungsi yang negatif dan saling bertentangan dengan kepentingan kelompok atau individu lainnya.\u00a0Teori ini tidak dapat menjelaskan secara memadai bagaimana masyarakat menghadapi anomali, disfungsi, deviasi, dan alienasi sosial<sup>3<\/sup><\/li>\n<\/ul>\n<p>Dari kritik-kritik di atas, dapat dilihat bahwa teori struktural fungsional memiliki beberapa kelemahan dan keterbatasan dalam menjelaskan fenomena-fenomena sosial dalam masyarakat. Oleh karena itu, teori ini perlu dikembangkan atau dikoreksi dengan teori-teori lain yang lebih sesuai dengan realitas sosial yang kompleks dan dinamis.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"hidden\" aria-live=\"polite\" aria-hidden=\"true\">\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Penerapan_Struktural_Fungsional_dalam_Kehidupan_Sehari_hari\"><\/span>Contoh Penerapan Struktural Fungsional dalam Kehidupan Sehari hari<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk memahami teori struktural fungsional lebih jelas, kita dapat melihat beberapa contoh penerapannya dalam kehidupan masyarakat. Beberapa contoh tersebut adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Membayar Pajak<\/strong>. Bagian kehidupan yang dapat diberikan penjelasan mengenai teori struktural fungsional ini misalnya saja adalah membayar pajak yang dilakukan masyarakat. Sejatinya, pajak yang dikeluarkan tersebut untuk kepentingan bersama, baik pembangunan infrastruktur ataupun ekonomi. Dengan membayar pajak, masyarakat berkontribusi dalam membiayai pelayanan publik yang disediakan oleh pemerintah, seperti kesehatan, pendidikan, keamanan, dan sebagainya.\u00a0Dengan demikian, pajak memiliki fungsi positif bagi masyarakat dan negara<sup>1<\/sup><\/li>\n<li><strong>Pendidikan<\/strong>. Aktivitas sekolah merupakan bentuk penerapan teori struktural fungsional dalam hal mengenyam pendidikan. Keberadaan lembaga pendidikan yang disediakan pemerintah tentunya dapat menjadi salah satu contoh karena masyarakat yang ingin hidup dengan tenang terhadap bentuk perubahan sosial, maka harus memiliki pendidikan tinggi. Dengan pendidikan, masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang berguna bagi diri sendiri dan lingkungan.\u00a0Dengan demikian, pendidikan memiliki fungsi manifest dan laten bagi masyarakat dan individu<sup>2<\/sup><\/li>\n<li><strong>Lowongan Kerja<\/strong>. Contoh berikutnya dari adanya teori struktural fungsional adalah adanya lapangan kerja atau lowongan kerja. Hal ini ada kaitannya juga dengan contoh pertama yakni sekolah. Usai sekolah atau pendidikan tinggi selesai diampu, maka keinginan selanjutnya adalah mendapatkan pekerjaan. Dengan bekerja, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi.\u00a0Dengan demikian, pekerjaan memiliki fungsi positif dan negatif bagi masyarakat dan individu<sup>3<\/sup><\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Fungsionalisme struktural &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Fungsionalisme_struktural.<br \/>\n(2) Pengertian Teori Struktural Fungsional Menurut Beberapa Ahli. https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/teori-struktural-fungsional\/.<br \/>\n(3) PENDEKATAN STRUKTURAL \u2013 FUNGSIONAL: DALAM MENJELASKAN TEORI DAN KONSEP &#8230;. https:\/\/alfilsuf.wordpress.com\/2011\/07\/13\/pendekatan-struktural-%E2%80%93-fungsional-dalam-menjelaskan-teori-dan-konsep-bernegara\/.<br \/>\n(4) 6 Teori Struktural Fungsional Menurut Para Ahli dan Contohnya Lengkap. https:\/\/dosensosiologi.com\/6-teori-struktural-fungsional-menurut-para-ahli-dan-contohnya-lengkap\/.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Struktural fungsional adalah sebuah teori sosiologi yang berfokus pada peran struktur sosial dalam menentukan dan mempertahankan kohesi atau tatanan sosial dalam masyarakat1\u00a0Teori ini menganggap masyarakat&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-36165","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36165"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36165\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}