{"id":36156,"date":"2023-07-10T08:43:13","date_gmt":"2023-07-10T01:43:13","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=36156"},"modified":"2023-07-10T08:43:13","modified_gmt":"2023-07-10T01:43:13","slug":"tokoh-tokoh-sosiologi-dunia-dan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tokoh-tokoh-sosiologi-dunia-dan-indonesia\/","title":{"rendered":"Tokoh-Tokoh Sosiologi Dunia dan Indonesia"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tokoh-tokoh-sosiologi-dunia-dan-indonesia\/#Auguste_Comte_1798-1857\" >Auguste Comte (1798-1857)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tokoh-tokoh-sosiologi-dunia-dan-indonesia\/#Karl_Marx_1818-1883\" >Karl Marx (1818-1883)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tokoh-tokoh-sosiologi-dunia-dan-indonesia\/#Emile_Durkheim_1858-1917\" >Emile Durkheim (1858-1917)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tokoh-tokoh-sosiologi-dunia-dan-indonesia\/#Max_Weber_1864-1920\" >Max Weber (1864-1920)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tokoh-tokoh-sosiologi-dunia-dan-indonesia\/#Ibnu_Khaldun_1332-1406\" >Ibnu Khaldun (1332-1406)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tokoh-tokoh-sosiologi-dunia-dan-indonesia\/#Selo_Soemardjan_1922-2010\" >Selo Soemardjan (1922-2010)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tokoh-tokoh-sosiologi-dunia-dan-indonesia\/#Soerjono_Soekanto_1926-2017\" >Soerjono Soekanto (1926-2017)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tokoh-tokoh-sosiologi-dunia-dan-indonesia\/#Mely_G_Tan_1930-2018\" >Mely G. Tan (1930-2018)<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat, perilaku sosial, dan interaksi antara manusia. Sosiologi lahir dari pemikiran-pemikiran para tokoh yang mencoba memahami fenomena sosial yang terjadi di sekitar mereka. Beberapa tokoh sosiologi yang paling berpengaruh dalam sejarah dan perkembangan ilmu ini adalah:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Auguste_Comte_1798-1857\"><\/span>Auguste Comte (1798-1857)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li>Bapak sosiologi modern dan pencetus istilah sosiologi<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><sup>3<\/sup><sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Mengembangkan filsafat positivisme, yaitu pandangan bahwa ilmu pengetahuan harus didasarkan pada fakta-fakta yang dapat diamati dan diukur secara objektif<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><sup>3<\/sup><sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Membagi sosiologi menjadi dua cabang: sosiologi statis, yang mempelajari struktur dan keteraturan masyarakat; dan sosiologi dinamis, yang mempelajari perubahan dan kemajuan masyarakat<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><sup>3<\/sup><sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Mengusulkan hukum tiga tahap perkembangan intelektual manusia: tahap teologis, di mana manusia menjelaskan fenomena alam dengan mitos dan agama; tahap metafisik, di mana manusia menjelaskan fenomena alam dengan konsep-konsep abstrak dan rasional; dan tahap positif, di mana manusia menjelaskan fenomena alam dengan metode ilmiah<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><sup>3<\/sup><sup>4<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Karl_Marx_1818-1883\"><\/span>Karl Marx (1818-1883)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li>Tokoh sosiologi klasik dan bapak komunisme<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><sup>3<\/sup><sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Mengkritik sistem kapitalisme yang menimbulkan ketimpangan sosial, eksploitasi, dan alienasi<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><sup>3<\/sup><sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Mengembangkan teori konflik kelas, yaitu pandangan bahwa sejarah manusia adalah sejarah perjuangan antara kelas-kelas sosial yang bertentangan kepentingannya<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup><sup>3<\/sup><sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Menyebutkan tiga komponen utama masyarakat: infrastruktur (basis ekonomi), superstruktur (lembaga-lembaga sosial), dan ideologi (sistem nilai dan kepercayaan)[\u00a0<sup>1<\/sup>\u00a0[<\/li>\n<li>Menyatakan bahwa infrastruktur menentukan superstruktur dan ideologi, sehingga perubahan ekonomi akan mengubah struktur sosial dan budaya<sup>1<\/sup>\u00a0[<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Emile_Durkheim_1858-1917\"><\/span>Emile Durkheim (1858-1917)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li>Tokoh sosiologi modern dan pendiri sosiologi sebagai ilmu empiris<sup>1<\/sup>\u00a0[<\/li>\n<li>Mengemukakan konsep fakta sosial, yaitu cara-cara bertindak, berpikir, dan merasakan yang bersifat eksternal, umum, dan memaksa bagi anggota masyarakat<sup>1<\/sup>\u00a0[<\/li>\n<li>Meneliti fenomena sosial seperti solidaritas sosial, pembagian kerja sosial, anomie, integrasi sosial, bunuh diri, agama, hukum, dan moral<sup>1<\/sup>\u00a0[<\/li>\n<li>Membedakan dua jenis solidaritas sosial: solidaritas mekanik, yang didasarkan pada kesamaan nilai dan kepercayaan; dan solidaritas organik, yang didasarkan pada ketergantungan fungsional antara anggota masyarakat yang memiliki peran-peran spesifik<sup>1<\/sup>\u00a0[<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Max_Weber_1864-1920\"><\/span>Max Weber (1864-1920)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li>Tokoh sosiologi modern dan salah satu pendiri sosiologi politik<sup>1<\/sup>\u00a0[<\/li>\n<li>Mengkritik pandangan positivis dan determinis Comte dan Marx, dan menekankan pentingnya memahami makna dan motivasi subjektif dari tindakan sosial<sup>1<\/sup>\u00a0[<\/li>\n<li>Mengembangkan konsep tipe ideal, yaitu konstruksi teoritis yang digunakan untuk membandingkan dan menganalisis fenomena sosial yang kompleks dan beragam<sup>1<\/sup>\u00a0[<\/li>\n<li>Meneliti fenomena sosial seperti otoritas, birokrasi, rasionalisasi, etika protestan, kapitalisme, agama, dan perubahan sosial<sup>1<\/sup>\u00a0[<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ibnu_Khaldun_1332-1406\"><\/span>Ibnu Khaldun (1332-1406)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li>Tokoh sosiologi Islam dan salah satu perintis ilmu sosial<sup>1<\/sup>\u00a0[<\/li>\n<li>Menulis Muqaddimah, sebuah karya monumental yang menguraikan sejarah, geografi, politik, ekonomi, budaya, dan agama dari berbagai peradaban<sup>1<\/sup>\u00a0[<\/li>\n<li>Mengemukakan konsep asabiyyah, yaitu ikatan solidaritas dan loyalitas yang mengikat anggota kelompok atau masyarakat<sup>1<\/sup>\u00a0[<\/li>\n<li>Mengidentifikasi siklus sejarah yang melibatkan tiga tahap: tahap badawi (nomaden), di mana asabiyyah kuat dan masyarakat sederhana; tahap hadhari (urban), di mana asabiyyah melemah dan masyarakat kompleks; dan tahap keruntuhan, di mana asabiyyah hilang dan masyarakat runtuh<sup>1<\/sup>\u00a0[<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Selo_Soemardjan_1922-2010\"><\/span>Selo Soemardjan (1922-2010)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li>Bapak sosiologi Indonesia dan pendiri Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Membantu pemerintah dalam agenda pembangunan dengan teori fungsionalisme Parsonian<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Banyak melakukan studi yang berkaitan dengan perubahan sosial, integrasi sosial, dan sistem pemerintahan Indonesia<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Menulis buku-buku seperti Social Changes in Jogjakarta (1956), Some Aspects of Indonesian Politics (1960), dan The Prophetic Role of Adat Leaders in Modern Indonesia (1981).<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Soerjono_Soekanto_1926-2017\"><\/span>Soerjono Soekanto (1926-2017)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li>Tokoh sosiologi Indonesia yang dikenal sebagai ahli sosiologi hukum<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Menjabat sebagai guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan Ketua Lembaga Penelitian Hukum dan Kriminologi<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Mengembangkan konsep hukum progresif, yaitu hukum yang berorientasi pada keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Menulis buku-buku seperti Sosiologi Suatu Pengantar (1965), Sosiologi Hukum (1971), dan Hukum Progresif: Sebuah Sintesa Hukum Indonesia (2009).<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mely_G_Tan_1930-2018\"><\/span>Mely G. Tan (1930-2018)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li>Tokoh sosiologi Indonesia yang terkenal sebagai ahli sinologi, yaitu pakar ilmu pengetahuan dan kebudayaan Cina<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Menjabat sebagai guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia dan Ketua Pusat Studi Cina<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Melakukan penelitian tentang etnis Tionghoa di Indonesia, khususnya mengenai identitas, asimilasi, diskriminasi, dan kontribusi mereka<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Menulis buku-buku seperti Etnis Tionghoa di Indonesia: Kumpulan Tulisan (1995), Identitas Etnis Tionghoa: Perubahan di Tengah Krisis (2000), dan Tionghoa dalam Pusaran Politik (2008).<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) 13 Tokoh Sosiologi di Dunia dan Teorinya \u2013 Paling Lengkap. https:\/\/materiips.com\/tokoh-sosiologi.<br \/>\n(2) Tokoh Sosiologi Indonesia dan Dunia Lengkap dengan Teorinya. https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/sosiologi\/tokoh-sosiologi-dan-teorinya\/.<br \/>\n(3) 5 Tokoh Perintis Sosiologi &#8211; Lengkap &#8211; Muttaqin id. https:\/\/www.muttaqin.id\/2016\/04\/tokoh-perintis-sosiologi.html.<br \/>\n(4) Ini 7 Tokoh Sosiologi : Perspektif atau Pemikirannya. https:\/\/www.sosiologi.info\/2021\/11\/ini-7-tokoh-sosiologi-perspektif-pemikirannya.html.<br \/>\n(5) Pengertian Sosiologi, Tokoh, Sejarah dan Fungsinya &#8211; Tirto.ID. https:\/\/tirto.id\/pengertian-sosiologi-tokoh-sejarah-dan-fungsinya-gn5x.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat, perilaku sosial, dan interaksi antara manusia. Sosiologi lahir dari pemikiran-pemikiran para tokoh yang mencoba memahami fenomena sosial yang terjadi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-36156","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36156","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36156"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36156\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36156"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36156"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36156"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}