{"id":36141,"date":"2023-07-10T08:15:36","date_gmt":"2023-07-10T01:15:36","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=36141"},"modified":"2023-07-10T08:15:36","modified_gmt":"2023-07-10T01:15:36","slug":"tindakan-sosial-pengertian-jenis-faktor-teori-bentuk-dan-ciri-cirinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tindakan-sosial-pengertian-jenis-faktor-teori-bentuk-dan-ciri-cirinya\/","title":{"rendered":"Tindakan Sosial: Pengertian, Jenis, Faktor, Teori, Bentuk dan Ciri-Cirinya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tindakan-sosial-pengertian-jenis-faktor-teori-bentuk-dan-ciri-cirinya\/#Jenis-Jenis_Tindakan_Sosial\" >Jenis-Jenis Tindakan Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tindakan-sosial-pengertian-jenis-faktor-teori-bentuk-dan-ciri-cirinya\/#Faktor-Faktor_yang_Mempengaruhi_Tindakan_Sosial\" >Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tindakan Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tindakan-sosial-pengertian-jenis-faktor-teori-bentuk-dan-ciri-cirinya\/#Teori-Teori_tentang_Tindakan_Sosial\" >Teori-Teori tentang Tindakan Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tindakan-sosial-pengertian-jenis-faktor-teori-bentuk-dan-ciri-cirinya\/#Contoh-Contoh_Tindakan_Sosial\" >Contoh-Contoh Tindakan Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tindakan-sosial-pengertian-jenis-faktor-teori-bentuk-dan-ciri-cirinya\/#Bentuk-Bentuk_Tindakan_Sosial\" >Bentuk-Bentuk Tindakan Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tindakan-sosial-pengertian-jenis-faktor-teori-bentuk-dan-ciri-cirinya\/#Ciri-Ciri_Tindakan_Sosial\" >Ciri-Ciri Tindakan Sosial<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Tindakan sosial adalah\u00a0<strong>tindakan yang bersifat subjektif dalam segala perilaku manusia<\/strong>.\u00a0Ciri utama dari perilaku dalam tindakan sosial adalah\u00a0<strong>pemaknaan yang bersifat subjektif, mampu mempengaruhi orang lain dan menerima pengaruh dari orang lain<\/strong><sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>. Tindakan sosial dilakukan sesuai dengan interpretasi individu mengenai tindakan orang lain dalam suatu keadaan tertentu.\u00a0Penerapan tindakan sosial selalu dilakukan dengan adanya individu lain yang terlibat serta adanya kegiatan lain yang terjadi secara bersamaan<sup>1<\/sup>.\u00a0Tindakan sosial dilakukan secara sukarela oleh individu sebagai bentuk interpretasi terhadap kenyataan yang terjadi<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Tindakan_Sosial\"><\/span>Jenis-Jenis Tindakan Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menurut Max Weber, seorang tokoh sosiologi yang mempelopori konsep tindakan sosial, ada empat jenis tindakan sosial, yaitu:<\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Jenis Tindakan Sosial<\/th>\n<th>Ciri-Ciri<\/th>\n<th>Contoh<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Tindakan rasional bertujuan<\/td>\n<td>Dilakukan dengan pertimbangan logis dan instrumental untuk mencapai tujuan yang sudah dipikirkan sebelumnya<sup>1<\/sup><\/td>\n<td>Memilih naik ojek untuk ke kantor agar lebih cepat sampai<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Tindakan berorientasi nilai<\/td>\n<td>Dilakukan dengan pertimbangan nilai yang dianggap baik, lumrah, wajar atau benar dalam masyarakat di atas tujuan individual<sup>1<\/sup><\/td>\n<td>Memilih makan dan minum dengan tangan kanan atau dengan sendok<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Tindakan afektif<\/td>\n<td>Dilakukan berdasarkan keterlibatan emosional yang merupakan reaksi spontan atas apa yang dialami<sup>1<\/sup><\/td>\n<td>Menangis ketika mendengar lagu sedih<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Tindakan tradisional<\/td>\n<td>Dilakukan berdasarkan kebiasaan atau tradisi yang sudah diwariskan secara turun-temurun<sup>1<\/sup><\/td>\n<td>Melaksanakan upacara adat sebelum menanam padi<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor-Faktor_yang_Mempengaruhi_Tindakan_Sosial\"><\/span>Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tindakan Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tindakan sosial, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Motif<\/strong>.\u00a0Motif adalah alasan atau dorongan yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan sosial<sup>3<\/sup>. Motif bisa bersifat rasional atau irasional, positif atau negatif, sadar atau tidak sadar. Contohnya, motif seseorang untuk berdonasi adalah rasa empati, sedangkan motif seseorang untuk mencuri adalah rasa lapar.<\/li>\n<li><strong>Tujuan<\/strong>.\u00a0Tujuan adalah hasil yang diharapkan atau dicita-citakan dari tindakan sosial<sup>3<\/sup>. Tujuan bisa bersifat jelas atau samar, konkret atau abstrak, realistis atau idealistis. Contohnya, tujuan seseorang untuk belajar adalah lulus ujian, sedangkan tujuan seseorang untuk beribadah adalah mendekatkan diri kepada Tuhan.<\/li>\n<li><strong>Nilai<\/strong>.\u00a0Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik, benar, penting atau bermanfaat oleh individu atau kelompok sosial<sup>3<\/sup>. Nilai bisa bersumber dari agama, etika, budaya, hukum atau norma. Contohnya, nilai seseorang untuk menghormati orang tua adalah bersumber dari agama Islam, sedangkan nilai seseorang untuk menjaga lingkungan adalah bersumber dari etika lingkungan.<\/li>\n<li><strong>Norma<\/strong>.\u00a0Norma adalah aturan atau pedoman yang mengatur perilaku anggota masyarakat agar sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku<sup>3<\/sup>. Norma bisa bersifat formal atau informal, tertulis atau tidak tertulis, sanksi positif atau negatif. Contohnya, norma formal tertulis adalah undang-undang, norma informal tidak tertulis adalah adat istiadat.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Teori-Teori_tentang_Tindakan_Sosial\"><\/span>Teori-Teori tentang Tindakan Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Beberapa teori tentang tindakan sosial yang dikemukakan oleh para ahli sosiologi adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Teori Tindakan Sosial Max Weber<\/strong>.\u00a0Teori ini menekankan pada makna dan pemahaman yang mendasari tindakan sosial individu atau kelompok<sup>1<\/sup>. Teori ini juga membedakan antara tindakan sosial dengan perilaku sosial.\u00a0Tindakan sosial adalah perilaku yang dilakukan dengan mempertimbangkan tindakan orang lain, sedangkan perilaku sosial adalah perilaku yang dilakukan tanpa mempertimbangkan tindakan orang lain<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li><strong>Teori Tindakan Sosial Emile Durkheim<\/strong>.\u00a0Teori ini menekankan pada fakta sosial sebagai faktor yang mempengaruhi tindakan sosial individu atau kelompok<sup>3<\/sup>.\u00a0Fakta sosial adalah cara bertindak, berpikir dan merasakan yang bersifat eksternal, umum dan memaksa terhadap individu<sup>3<\/sup>. Contohnya, bahasa, agama, hukum, moral, adat istiadat.<\/li>\n<li><strong>Teori Tindakan Sosial Karl Marx<\/strong>.\u00a0Teori ini menekankan pada struktur ekonomi sebagai faktor yang mempengaruhi tindakan sosial individu atau kelompok<sup>3<\/sup>.\u00a0Struktur ekonomi adalah sistem produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa yang menentukan hubungan sosial antara kelas-kelas dalam masyarakat<sup>3<\/sup>. Contohnya, kapitalisme, sosialisme, komunisme.<\/li>\n<li><strong>Teori Tindakan Sosial George Herbert Mead<\/strong>.\u00a0Teori ini menekankan pada interaksi simbolik sebagai proses pembentukan tindakan sosial individu atau kelompok<sup>3<\/sup>.\u00a0Interaksi simbolik adalah proses komunikasi yang menggunakan simbol-simbol verbal atau nonverbal untuk menyampaikan makna dan membangun identitas diri<sup>3<\/sup>. Contohnya, bahasa, gestur, mimik, ekspresi.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh-Contoh_Tindakan_Sosial\"><\/span>Contoh-Contoh Tindakan Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Beberapa contoh tindakan sosial dalam kehidupan sehari-hari adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Mengucapkan salam<\/strong>. Tindakan ini merupakan contoh tindakan berorientasi nilai yang bersumber dari agama Islam. Tindakan ini dilakukan untuk menyampaikan rasa hormat, kasih sayang dan doa kepada orang lain.<\/li>\n<li><strong>Mengikuti arus lalu lintas<\/strong>. Tindakan ini merupakan contoh tindakan rasional bertujuan yang didasarkan pada pertimbangan logis dan instrumental. Tindakan ini dilakukan untuk mencapai tujuan yang sudah dipikirkan sebelumnya, yaitu sampai ke tempat tujuan dengan aman dan tertib.<\/li>\n<li><strong>Menyanyikan lagu kebangsaan<\/strong>. Tindakan ini merupakan contoh tindakan tradisional yang didasarkan pada kebiasaan atau tradisi yang sudah diwariskan secara turun-temurun. Tindakan ini dilakukan untuk menunjukkan rasa cinta tanah air dan menghormati simbol negara.<\/li>\n<li><strong>Membantu korban bencana<\/strong>. Tindakan ini merupakan contoh tindakan afektif yang didasarkan pada keterlibatan emosional yang merupakan reaksi spontan atas apa yang dialami. Tindakan ini dilakukan untuk menunjukkan rasa empati, simpati dan solidaritas kepada sesama manusia yang sedang mengalami kesulitan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bentuk-Bentuk_Tindakan_Sosial\"><\/span>Bentuk-Bentuk Tindakan Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tindakan sosial dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Tindakan sosial positif<\/strong>.\u00a0Tindakan ini adalah tindakan yang memberikan dampak positif bagi individu atau kelompok yang melakukan maupun yang menerima tindakan tersebut<sup>1<\/sup>. Tindakan ini dilakukan dengan niat baik, tanpa pamrih, dan sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku. Contohnya, memberikan sumbangan kepada yayasan sosial, mengajar anak-anak jalanan, membantu tetangga yang sakit.<\/li>\n<li><strong>Tindakan sosial negatif<\/strong>.\u00a0Tindakan ini adalah tindakan yang memberikan dampak negatif bagi individu atau kelompok yang melakukan maupun yang menerima tindakan tersebut<sup>1<\/sup>. Tindakan ini dilakukan dengan niat buruk, egois, dan bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku. Contohnya, mencuri barang milik orang lain, menyebarkan fitnah atau hoax, melakukan kekerasan atau intimidasi.<\/li>\n<li><strong>Tindakan sosial individual<\/strong>.\u00a0Tindakan ini adalah tindakan yang dilakukan oleh individu secara sendiri-sendiri tanpa melibatkan individu lain<sup>1<\/sup>. Tindakan ini dilakukan berdasarkan kepentingan atau kebutuhan pribadi individu tersebut. Contohnya, membaca buku, bermain game, menulis diary.<\/li>\n<li><strong>Tindakan sosial kolektif<\/strong>.\u00a0Tindakan ini adalah tindakan yang dilakukan oleh individu secara bersama-sama dengan melibatkan individu lain<sup>1<\/sup>. Tindakan ini dilakukan berdasarkan kesepakatan atau kerjasama antara individu-individu tersebut. Contohnya, mengadakan demo, membentuk komunitas, melakukan gotong royong.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Tindakan_Sosial\"><\/span>Ciri-Ciri Tindakan Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Terdapat beberapa ciri-ciri yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi tindakan sosial, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Memiliki makna subjektif<\/strong>.\u00a0Makna subjektif adalah makna yang diberikan oleh individu atau kelompok terhadap tindakan sosial yang dilakukan atau diterima<sup>2<\/sup>.\u00a0Makna subjektif dapat berbeda-beda tergantung pada latar belakang, pengalaman, pengetahuan dan pandangan hidup individu atau kelompok tersebut<sup>2<\/sup>. Contohnya, mengucapkan terima kasih dapat memiliki makna subjektif sebagai rasa hormat, rasa bersyukur, rasa malu atau rasa tidak puas.<\/li>\n<li><strong>Mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang lain<\/strong>.\u00a0Pengaruh adalah daya atau kemampuan untuk memengaruhi perilaku atau sikap orang lain<sup>2<\/sup>.\u00a0Tindakan sosial dapat memengaruhi dan dipengaruhi oleh orang lain secara langsung maupun tidak langsung<sup>2<\/sup>. Contohnya, menonton film dapat memengaruhi dan dipengaruhi oleh rekomendasi teman, ulasan kritikus, rating penonton atau iklan media.<\/li>\n<li><strong>Dilakukan secara sukarela<\/strong>.\u00a0Sukarela adalah bersedia melakukan sesuatu tanpa paksaan atau tekanan dari pihak lain<sup>2<\/sup>.\u00a0Tindakan sosial dilakukan secara sukarela oleh individu atau kelompok sebagai bentuk interpretasi terhadap kenyataan yang terjadi<sup>2<\/sup>. Contohnya, berpartisipasi dalam pemilu dilakukan secara sukarela oleh individu atau kelompok sebagai bentuk interpretasi terhadap kenyataan politik yang terjadi.<\/li>\n<li><strong>Dilakukan dalam konteks tertentu<\/strong>.\u00a0Konteks adalah situasi atau kondisi yang menyertai suatu peristiwa atau perbuatan<sup>2<\/sup>.\u00a0Tindakan sosial dilakukan dalam konteks tertentu yang meliputi waktu, tempat, suasana dan pelaku<sup>2<\/sup>.\u00a0Konteks dapat mempengaruhi makna dan pengaruh tindakan sosial tersebut<sup>2<\/sup>. Contohnya, menyapa orang asing di jalan dapat memiliki makna dan pengaruh yang berbeda tergantung pada konteks waktu, tempat, suasana dan pelaku yang terlibat.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Tindakan sosial &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Tindakan_sosial.<br \/>\n(2) Tindakan Sosial : Pengertian, Tipe, Jenis, Contoh &#8211; GuruPendidikan.Com. https:\/\/www.gurupendidikan.co.id\/tindakan-sosial\/.<br \/>\n(3) Tindakan Sosial: Ciri, Jenis, Bentuk, Tipe, Faktor, Teori &#8211; PAKDOSEN.CO.ID. https:\/\/pakdosen.co.id\/tindakan-sosial\/.<br \/>\n(4) Pengertian Tindakan Sosial Dan Macam Macamnya &#8211; Abimuda. https:\/\/www.abimuda.com\/pengertian-tindakan-sosial-dan-macamnya\/.<br \/>\n(5) Tindakan Sosial : Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Tindakan Sosial &#8230;. https:\/\/www.sekolahan.co.id\/tindakan-sosial\/.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tindakan sosial adalah\u00a0tindakan yang bersifat subjektif dalam segala perilaku manusia.\u00a0Ciri utama dari perilaku dalam tindakan sosial adalah\u00a0pemaknaan yang bersifat subjektif, mampu mempengaruhi orang lain dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-36141","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36141","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36141"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36141\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36141"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36141"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36141"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}