{"id":36121,"date":"2023-07-08T15:52:03","date_gmt":"2023-07-08T08:52:03","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=36121"},"modified":"2023-07-08T15:52:03","modified_gmt":"2023-07-08T08:52:03","slug":"perdagangan-internasional-pengertian-tujuan-manfaat-kerugian-contoh-kebijakan-dan-faktor-faktor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perdagangan-internasional-pengertian-tujuan-manfaat-kerugian-contoh-kebijakan-dan-faktor-faktor\/","title":{"rendered":"Perdagangan Internasional: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Kerugian, Contoh, Kebijakan dan Faktor-Faktor"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perdagangan-internasional-pengertian-tujuan-manfaat-kerugian-contoh-kebijakan-dan-faktor-faktor\/#Pengertian\" >Pengertian<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perdagangan-internasional-pengertian-tujuan-manfaat-kerugian-contoh-kebijakan-dan-faktor-faktor\/#Tujuan_Perdagangan_Internasional\" >Tujuan Perdagangan Internasional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perdagangan-internasional-pengertian-tujuan-manfaat-kerugian-contoh-kebijakan-dan-faktor-faktor\/#Manfaat_Perdagangan_Internasional\" >Manfaat Perdagangan Internasional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perdagangan-internasional-pengertian-tujuan-manfaat-kerugian-contoh-kebijakan-dan-faktor-faktor\/#Kerugian_dari_Perdagangan_Internasional\" >Kerugian dari Perdagangan Internasional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perdagangan-internasional-pengertian-tujuan-manfaat-kerugian-contoh-kebijakan-dan-faktor-faktor\/#Contoh_Perdagangan_Internasional\" >Contoh Perdagangan Internasional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perdagangan-internasional-pengertian-tujuan-manfaat-kerugian-contoh-kebijakan-dan-faktor-faktor\/#Kebijakan_Perdagangan_Internasional\" >Kebijakan Perdagangan Internasional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perdagangan-internasional-pengertian-tujuan-manfaat-kerugian-contoh-kebijakan-dan-faktor-faktor\/#Faktor_Penggerak_Perdagangan_Internasional\" >Faktor Penggerak Perdagangan Internasional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perdagangan-internasional-pengertian-tujuan-manfaat-kerugian-contoh-kebijakan-dan-faktor-faktor\/#Faktor_Penghambat_Perdagangan_Internasional\" >Faktor Penghambat Perdagangan Internasional<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian\"><\/span>Pengertian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perdagangan internasional adalah kegiatan yang terkait dengan transaksi barang dan\/atau jasa yang terjadi antar negara dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan<sup>1<\/sup>. Secara garis besar, perdagangan internasional merupakan kegiatan ekspor dan impor.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tujuan_Perdagangan_Internasional\"><\/span>Tujuan Perdagangan Internasional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perdagangan internasional memiliki beberapa tujuan, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Menaikkan devisa negara, yaitu pemasukan uang asing yang dapat digunakan untuk membayar utang luar negeri, membiayai pembangunan, dan meningkatkan cadangan devisa<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Pertumbuhan ekonomi, yaitu peningkatan produksi, pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat akibat adanya perdagangan internasional<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Mempengaruhi stabilitas harga barang ekspor, yaitu menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran barang ekspor di pasar internasional agar harga tidak terlalu fluktuatif<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Eksistensi tenaga kerja, yaitu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja dalam sektor perdagangan internasional<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Memenuhi kebutuhan di negara lain, yaitu menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh negara lain yang tidak dapat diproduksi sendiri atau kurang efisien<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Memperoleh keuntungan internal dan eksternal, yaitu mendapatkan laba dari selisih harga jual dan beli barang dan jasa serta memperoleh manfaat lain seperti transfer teknologi, pengetahuan, dan budaya<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Memperluas pasar, yaitu menjangkau konsumen potensial di berbagai negara sehingga dapat meningkatkan volume penjualan dan pangsa pasar<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manfaat_Perdagangan_Internasional\"><\/span>Manfaat Perdagangan Internasional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perdagangan internasional memberikan manfaat bagi negara-negara yang terlibat di dalamnya, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Membentuk hubungan persahabatan antar negara, yaitu melalui kerjasama perdagangan internasional dapat meningkatkan rasa saling menghormati, menghargai, dan mempercayai antar negara<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Dapat menciptakan efisiensi dan spesialisasi, yaitu melalui pemanfaatan sumber daya alam dan manusia secara optimal sesuai dengan keunggulan komparatif masing-masing negara<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Dapat meningkatkan kemakmuran negara, yaitu melalui peningkatan produksi, pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat akibat adanya perdagangan internasional<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Dapat mengurangi pengangguran, yaitu melalui penciptaan lapangan pekerjaan dan penyerapan tenaga kerja dalam sektor perdagangan internasional<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu melalui pertukaran informasi, inovasi, dan penemuan baru yang dapat meningkatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai bidang<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Dapat menstabilkan harga, yaitu melalui keseimbangan antara permintaan dan penawaran barang dan jasa di pasar internasional sehingga dapat menghindari inflasi atau deflasi<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kerugian_dari_Perdagangan_Internasional\"><\/span>Kerugian dari Perdagangan Internasional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perdagangan internasional juga memiliki beberapa kerugian atau dampak negatif bagi negara-negara yang terlibat di dalamnya, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Menimbulkan persaingan yang ketat antar negara, yaitu akibat adanya perbedaan kualitas, harga, dan preferensi konsumen terhadap barang dan jasa yang ditawarkan oleh berbagai negara<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Menyebabkan ketergantungan ekonomi antar negara, yaitu akibat adanya keterbatasan sumber daya alam dan manusia yang membuat suatu negara harus mengimpor barang dan jasa dari negara lain<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Menimbulkan defisit neraca perdagangan, yaitu akibat adanya ketidakseimbangan antara nilai ekspor dan impor suatu negara yang dapat mempengaruhi kondisi perekonomian negara tersebut<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Menyebabkan kerusakan lingkungan, yaitu akibat adanya eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan dan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan perdagangan internasional<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Menyebabkan ketimpangan sosial, yaitu akibat adanya perbedaan tingkat pendapatan, pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup antara negara-negara maju dan berkembang yang terlibat dalam perdagangan internasional<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Perdagangan_Internasional\"><\/span>Contoh Perdagangan Internasional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perdagangan internasional dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Perdagangan internasional ekspor, yaitu kegiatan menjual barang dan jasa dari suatu negara ke negara lain.\u00a0Contohnya, Indonesia mengekspor karet, minyak sawit, batubara, dan tekstil ke berbagai negara seperti China, Jepang, Amerika Serikat, dan India<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Perdagangan internasional impor, yaitu kegiatan membeli barang dan jasa dari negara lain ke suatu negara.\u00a0Contohnya, Indonesia mengimpor beras, gandum, gula, mesin, dan kendaraan bermotor dari berbagai negara seperti Thailand, Vietnam, Australia, Jerman, dan Jepang<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Perdagangan internasional barter, yaitu kegiatan menukar barang dan jasa antar negara tanpa menggunakan uang.\u00a0Contohnya, Indonesia menukar minyak mentah dengan pesawat terbang dari Rusia<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Perdagangan internasional konsumsi, yaitu kegiatan membeli barang dan jasa dari negara lain untuk dikonsumsi di dalam negeri.\u00a0Contohnya, masyarakat Indonesia membeli produk elektronik, pakaian, makanan, dan minuman dari berbagai negara seperti Korea Selatan, Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kebijakan_Perdagangan_Internasional\"><\/span>Kebijakan Perdagangan Internasional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kebijakan perdagangan internasional adalah strategi atau tindakan yang dilakukan oleh pemerintah suatu negara untuk mengatur atau mengendalikan kegiatan perdagangan internasional. Kebijakan perdagangan internasional dapat bersifat proteksionis atau liberalis.<\/p>\n<ul>\n<li>Kebijakan proteksionis adalah kebijakan yang bertujuan untuk melindungi produsen dalam negeri dari persaingan produsen asing dengan cara memberlakukan hambatan perdagangan seperti tarif (bea masuk), kuota (batasan jumlah impor), subsidi (bantuan finansial), standar kualitas (persyaratan teknis), dan embargo (larangan impor atau ekspor)<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Kebijakan liberalis adalah kebijakan yang bertujuan untuk mendorong perdagangan bebas antar negara dengan cara menghapus atau mengurangi hambatan perdagangan seperti tarif, kuota, subsidi, standar kualitas, dan embargo<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_Penggerak_Perdagangan_Internasional\"><\/span>Faktor Penggerak Perdagangan Internasional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perdagangan internasional dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mendorong terjadinya pertukaran barang dan jasa antar negara. Faktor-faktor tersebut antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Perbedaan sumber daya alam, yaitu adanya variasi sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap negara seperti tanah, air, mineral, iklim, flora, dan fauna yang dapat dimanfaatkan untuk memproduksi barang dan jasa<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), yaitu adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi produksi, inovasi produk, kualitas barang dan jasa, serta kemudahan akses informasi<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Terjadinya kelebihan produksi sehingga memerlukan perluasan usaha, yaitu adanya kapasitas produksi yang melebihi permintaan dalam negeri sehingga membutuhkan pasar yang lebih luas di luar negeri.<\/li>\n<li>Warga negara lain memiliki ketertarikan pada suatu produk yang sama, yaitu adanya preferensi atau selera konsumen yang berbeda-beda di setiap negara terhadap barang dan jasa yang ditawarkan oleh produsen.<\/li>\n<li>Adanya keinginan untuk menjalin kerja sama dengan negara lain, yaitu adanya motif politik, sosial, budaya, atau keamanan yang mendorong suatu negara untuk berhubungan dengan negara lain melalui perdagangan internasional.<\/li>\n<li>Adanya kemajuan telekomunikasi, informasi, dan transportasi, yaitu adanya peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana yang dapat memfasilitasi komunikasi, informasi, dan transportasi antar negara sehingga mempermudah perdagangan internasional.<\/li>\n<li>Memperluas pasar, yaitu adanya tujuan untuk menjangkau konsumen potensial di berbagai negara sehingga dapat meningkatkan volume penjualan dan pangsa pasar.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_Penghambat_Perdagangan_Internasional\"><\/span>Faktor Penghambat Perdagangan Internasional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perdagangan internasional juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menghambat terjadinya pertukaran barang dan jasa antar negara. Faktor-faktor tersebut antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Nilai tukar yang berbeda, yaitu adanya perbedaan nilai mata uang antar negara yang dapat mempengaruhi daya saing produk, biaya transaksi, dan risiko nilai tukar.<\/li>\n<li>Kebijakan ekonomi internasional, yaitu adanya aturan atau perjanjian yang dibuat oleh organisasi atau lembaga ekonomi internasional seperti WTO, IMF, World Bank, APEC, ASEAN, dll. yang dapat membatasi atau mengatur kegiatan perdagangan internasional.<\/li>\n<li>Terjadinya konflik pada suatu negara, yaitu adanya situasi politik, sosial, budaya, atau keamanan yang tidak stabil pada suatu negara yang dapat mengganggu kegiatan perdagangan internasional.<\/li>\n<li>Kegiatan ekspor dan impor yang terlalu lama, yaitu adanya proses administrasi, birokrasi, atau regulasi yang rumit dan berbelit-belit yang dapat menunda atau menghambat kegiatan ekspor dan impor.<\/li>\n<li>Kualitas sumber daya manusia yang rendah, yaitu adanya keterbatasan kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan pendidikan sumber daya manusia yang terlibat dalam perdagangan internasional.<\/li>\n<li>Organisasi ekonomi regional pada suatu negara, yaitu adanya ketergabungan suatu negara dalam suatu organisasi ekonomi regional seperti Uni Eropa, NAFTA, dll. yang dapat memberikan perlakuan khusus atau diskriminatif terhadap negara-negara anggota atau non anggota.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Perdagangan Internasional: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Hambatan &#8230;. https:\/\/katadata.co.id\/iftitah\/berita\/625e22f7caae6\/perdagangan-internasional-pengertian-tujuan-manfaat-dan-hambatan.<br \/>\n(2) Perdagangan Internasional: Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Contohnya &#8230;. https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/perdagangan-internasional\/.<br \/>\n(3) Perdagangan Internasional &#8211; Kemendag. https:\/\/jdih.kemendag.go.id\/pdf\/Buku-\/Jurnal\/Perdagangan_Internasional.pdf.<br \/>\n(4) Perdagangan internasional &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Perdagangan_internasional.<br \/>\n(5) Getty Images. https:\/\/www.gettyimages.com\/detail\/photo\/logistics-and-transportation-of-container-cargo-royalty-free-image\/1144933955.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Perdagangan internasional adalah kegiatan yang terkait dengan transaksi barang dan\/atau jasa yang terjadi antar negara dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan1. Secara garis besar, perdagangan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-36121","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36121","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36121"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36121\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36121"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36121"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36121"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}