{"id":35928,"date":"2023-07-07T14:43:41","date_gmt":"2023-07-07T07:43:41","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=35928"},"modified":"2023-07-07T14:43:41","modified_gmt":"2023-07-07T07:43:41","slug":"organ-tubuh-yang-diserang-oleh-antraks","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/organ-tubuh-yang-diserang-oleh-antraks\/","title":{"rendered":"Organ Tubuh yang Diserang oleh Antraks"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/organ-tubuh-yang-diserang-oleh-antraks\/#Antraks_Kulit\" >Antraks Kulit<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/organ-tubuh-yang-diserang-oleh-antraks\/#Antraks_Saluran_Pencernaan\" >Antraks Saluran Pencernaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/organ-tubuh-yang-diserang-oleh-antraks\/#Antraks_Paru-paru\" >Antraks Paru-paru<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/organ-tubuh-yang-diserang-oleh-antraks\/#Antraks_Meningitis\" >Antraks Meningitis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/organ-tubuh-yang-diserang-oleh-antraks\/#Pencegahan_dan_Penanganan_Antraks\" >Pencegahan dan Penanganan Antraks<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Antraks adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Bakteri ini dapat membentuk spora yang tahan lama dan dapat hidup di tanah selama puluhan tahun. Antraks biasanya menyerang hewan herbivora seperti sapi, kambing, domba, dan lainnya.\u00a0Manusia dapat terinfeksi antraks melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan hewan atau produk hewan yang terkontaminasi<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Antraks dapat menyerang berbagai organ tubuh manusia, tergantung pada cara penularannya. Ada empat jenis antraks pada manusia, yaitu:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Antraks_Kulit\"><\/span>Antraks Kulit<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Antraks kulit adalah jenis antraks yang paling umum dan paling ringan. Antraks kulit terjadi ketika spora bakteri masuk ke dalam luka atau lecet pada kulit.\u00a0Gejala antraks kulit antara lain<sup>1<\/sup><sup>3<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Demam<\/li>\n<li>Lemas<\/li>\n<li>Mual<\/li>\n<li>Ruam<\/li>\n<li>Benjolan kemerahan pada kulit yang disertai perih dan gatal<\/li>\n<li>Pada bagian tengah benjolan terbentuk luka berwarna kehitaman<\/li>\n<li>Pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar luka<\/li>\n<\/ul>\n<p>Antraks kulit dapat diobati dengan antibiotik jika didiagnosis segera. Jika tidak ditangani, antraks kulit dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi darah atau sepsis.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Antraks_Saluran_Pencernaan\"><\/span>Antraks Saluran Pencernaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Antraks saluran pencernaan terjadi ketika seseorang mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi antraks tanpa dimasak dengan baik.\u00a0Gejala antraks saluran pencernaan antara lain<sup>1<\/sup><sup>3<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Mual<\/li>\n<li>Muntah<\/li>\n<li>Diare yang kadang disertai darah<\/li>\n<li>Nyeri perut<\/li>\n<li>Demam<\/li>\n<li>Lemas<\/li>\n<\/ul>\n<p>Antraks saluran pencernaan dapat menyebabkan perdarahan, peradangan, dan perforasi pada saluran pencernaan. Antraks saluran pencernaan juga dapat diobati dengan antibiotik, tetapi memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi daripada antraks kulit.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Antraks_Paru-paru\"><\/span>Antraks Paru-paru<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Antraks paru-paru adalah jenis antraks yang paling berbahaya dan paling jarang terjadi. Antraks paru-paru terjadi ketika seseorang menghirup spora bakteri yang tersebar di udara.\u00a0Gejala antraks paru-paru antara lain<sup>1<\/sup><sup>3<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Demam<\/li>\n<li>Batuk<\/li>\n<li>Sesak napas<\/li>\n<li>Nyeri dada<\/li>\n<li>Berkeringat<\/li>\n<li>Lemas<\/li>\n<li>Bingung<\/li>\n<\/ul>\n<p>Antraks paru-paru dapat menyebabkan gagal napas, syok, dan kematian dalam waktu singkat. Antraks paru-paru membutuhkan pengobatan segera dengan antibiotik dan obat penunjang lainnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Antraks_Meningitis\"><\/span>Antraks Meningitis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Antraks meningitis adalah jenis antraks yang sangat jarang terjadi, tetapi memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi. Antraks meningitis terjadi ketika bakteri antraks menyebar ke otak dan menyebabkan peradangan pada selaput otak (meninges).\u00a0Gejala antraks meningitis antara lain<sup>1<\/sup><sup>4<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Sakit kepala<\/li>\n<li>Leher kaku<\/li>\n<li>Demam<\/li>\n<li>Muntah<\/li>\n<li>Kejang<\/li>\n<li>Koma<\/li>\n<\/ul>\n<p>Antraks meningitis dapat menyebabkan kerusakan otak permanen atau kematian. Antraks meningitis juga membutuhkan pengobatan segera dengan antibiotik dan obat penunjang lainnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pencegahan_dan_Penanganan_Antraks\"><\/span>Pencegahan dan Penanganan Antraks<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk mencegah dan menangani antraks, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Menghindari kontak dengan hewan atau produk hewan yang dicurigai terinfeksi antraks<\/li>\n<li>Memasak daging hewan dengan suhu tinggi dan matang sebelum dikonsumsi<\/li>\n<li>Menggunakan alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, dan baju tertutup jika bekerja di lingkungan yang berisiko terpapar antraks<\/li>\n<li>Melaporkan adanya hewan yang mati mendadak atau menunjukkan gejala antraks kepada petugas kesehatan hewan<\/li>\n<li>Menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan mencuci tangan dan membersihkan luka dengan sabun dan air mengalir<\/li>\n<li>Mendapatkan vaksinasi antraks jika termasuk kelompok orang yang berisiko tinggi terpapar antraks, seperti petugas kesehatan, militer, atau peneliti<\/li>\n<li>Segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala antraks atau memiliki riwayat kontak dengan sumber antraks<\/li>\n<\/ul>\n<p>Antraks adalah penyakit yang dapat dicegah dan diobati jika ditangani dengan cepat dan tepat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui organ tubuh yang diserang oleh antraks dan cara pencegahannya.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) 4 Bagian Tubuh Ini yang Umum Terserang Antraks &#8211; Halodoc. https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/4-bagian-tubuh-ini-yang-umum-terserang-antraks.<br \/>\n(2) Apakah Penyakit Antraks Berbahaya?. https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/apakah-penyakit-antraks-berbahaya\/ar-AA1du6vV.<br \/>\n(3) Waspada Zoonosis, Antraks Mewabah di Gunung Kidul. https:\/\/www.mongabay.co.id\/2023\/07\/06\/waspada-zoonosis-antraks-mewabah-di-gunung-kidul\/.<br \/>\n(4) Puluhan Warga di Gunungkidul Terjangkit, Kenali Gejala Antraks dan Pengobatannya. https:\/\/www.suara.com\/news\/2023\/07\/06\/103534\/puluhan-warga-di-gunungkidul-terjangkit-kenali-gejala-antraks-dan-pengobatannya.<br \/>\n(5) Antraks: Ini Bagian Tubuh yang Diserang dan Tanda Antraks Pada Manusia. https:\/\/kesehatan.kontan.co.id\/news\/antraks-ini-bagian-tubuh-yang-diserang-dan-tanda-antraks-pada-manusia.<br \/>\n(6) 4 Organ Tubuh yang sering Terserang Penyakit Antraks, Salah Satunya &#8230;. https:\/\/health.okezone.com\/read\/2023\/07\/06\/483\/2841980\/4-organ-tubuh-yang-sering-terserang-penyakit-antraks-salah-satunya-sistem-saraf.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Antraks adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Bakteri ini dapat membentuk spora yang tahan lama dan dapat hidup di tanah selama puluhan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-35928","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35928"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35928\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}