{"id":35871,"date":"2023-07-06T09:47:01","date_gmt":"2023-07-06T02:47:01","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=35871"},"modified":"2023-07-06T09:47:01","modified_gmt":"2023-07-06T02:47:01","slug":"apakah-redenominasi-pernah-terjadi-di-indonesia-begini-sejarahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apakah-redenominasi-pernah-terjadi-di-indonesia-begini-sejarahnya\/","title":{"rendered":"Apakah Redenominasi Pernah Terjadi di Indonesia? Begini Sejarahnya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apakah-redenominasi-pernah-terjadi-di-indonesia-begini-sejarahnya\/#Sejarah_Redenominasi_di_Indonesia\" >Sejarah Redenominasi di Indonesia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apakah-redenominasi-pernah-terjadi-di-indonesia-begini-sejarahnya\/#Rencana_Redenominasi_Rupiah\" >Rencana Redenominasi Rupiah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apakah-redenominasi-pernah-terjadi-di-indonesia-begini-sejarahnya\/#Manfaat_dan_Dampak_Redenominasi_Rupiah\" >Manfaat dan Dampak Redenominasi Rupiah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apakah-redenominasi-pernah-terjadi-di-indonesia-begini-sejarahnya\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Redenominasi adalah proses penggantian denominasi mata uang yang berlaku dengan denominasi baru. Pada redenominasi, nilai nominal mata uang dikurangi dengan memangkas angka nol, sementara nilai ekonominya tetap sama. Tujuan utama dari redenominasi adalah untuk menyederhanakan sistem keuangan dan memudahkan transaksi.\u00a0Redenominasi sering dilakukan ketika mata uang mengalami inflasi yang tinggi atau memiliki terlalu banyak nol pada nilai nominalnya<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Redenominasi_di_Indonesia\"><\/span>Sejarah Redenominasi di Indonesia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Redenominasi pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1965, ketika pemerintah mengganti mata uang lama (ORI) dengan mata uang baru (Rupiah).\u00a0Pada saat itu, nilai tukar ORI terhadap Rupiah adalah 1.000:1, sehingga Rp1.000 ORI menjadi Rp1 Rupiah<sup>2<\/sup>.\u00a0Redenominasi ini dilakukan untuk mengatasi hiperinflasi yang mencapai 600 persen per tahun akibat krisis politik dan ekonomi pada masa Orde Lama<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rencana_Redenominasi_Rupiah\"><\/span>Rencana Redenominasi Rupiah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sejak tahun 2020, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan telah menggulirkan rencana redenominasi rupiah dengan memangkas tiga angka nol, sehingga Rp1.000 akan menjadi Rp1<sup>1<\/sup><sup>2<\/sup>.\u00a0Redenominasi rupiah bertujuan untuk menyederhanakan jumlah digit pada pecahan rupiah tanpa mengurangi daya beli, harga atau nilai rupiah terhadap harga barang dan\/atau jasa<sup>3<\/sup>.\u00a0Redenominasi rupiah juga diharapkan dapat meningkatkan citra dan prestise rupiah sebagai mata uang nasional<sup>4<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manfaat_dan_Dampak_Redenominasi_Rupiah\"><\/span>Manfaat dan Dampak Redenominasi Rupiah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menurut BI, redenominasi rupiah dapat memberikan manfaat ekonomi seperti efisiensi transaksi, peningkatan akuntabilitas dan transparansi kebijakan moneter, serta penguatan sistem keuangan<sup>2<\/sup>.\u00a0Redenominasi rupiah juga dapat memudahkan perhitungan dan pencatatan dalam sektor bisnis, perbankan, dan pemerintahan<sup>4<\/sup>.\u00a0Selain itu, redenominasi rupiah dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap rupiah sebagai alat pembayaran yang stabil dan kuat<sup>5<\/sup>.<\/p>\n<p>Namun, redenominasi rupiah juga dapat menimbulkan dampak negatif seperti biaya transisi yang cukup besar, risiko kebingungan dan kesalahan dalam transaksi, serta potensi penyalahgunaan atau penipuan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab<sup>4<\/sup><sup>5<\/sup>.\u00a0Oleh karena itu, redenominasi rupiah memerlukan persiapan yang matang dan sosialisasi yang luas kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat berjalan lancar dan sukses<sup>4<\/sup><sup>5<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Redenominasi adalah proses penggantian denominasi mata uang yang berlaku dengan denominasi baru. Redenominasi pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1965, ketika pemerintah mengganti mata uang lama (ORI) dengan mata uang baru (Rupiah). Saat ini, BI dan Kementerian Keuangan tengah merencanakan redenominasi rupiah dengan memangkas tiga angka nol, sehingga Rp1.000 akan menjadi Rp1. Redenominasi rupiah memiliki manfaat dan dampak yang perlu dipertimbangkan secara cermat sebelum dilaksanakan.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Apa itu Redenominasi Rupiah? Simak Penjelasannya. https:\/\/www.liputan6.com\/regional\/read\/5336775\/apa-itu-redenominasi-rupiah-simak-penjelasannya.<br \/>\n(2) Redenominasi Rupiah Pasti Jalan, BI: Desain dan Tahapan Sudah Siap. https:\/\/money.kompas.com\/read\/2023\/06\/23\/063000826\/redenominasi-rupiah-pasti-jalan-bi-desain-dan-tahapan-sudah-siap.<br \/>\n(3) Apa Itu Redenominasi Rupiah dan Tujuannya, Sempat Dikaitkan dengan Uang &#8230;. https:\/\/www.liputan6.com\/bisnis\/read\/5052862\/apa-itu-redenominasi-rupiah-dan-tujuannya-sempat-dikaitkan-dengan-uang-baru-emisi-2022.<br \/>\n(4) Serba-Serbi Redenominasi: Pengertian, Tujuan, Risiko dan Manfaat untuk Rupiah. https:\/\/www.suara.com\/bisnis\/2023\/07\/05\/191108\/serba-serbi-redenominasi-pengertian-tujuan-risiko-dan-manfaat-untuk-rupiah.<br \/>\n(5) Apa itu Redenominasi? Ini Dampak hingga Manfaatnya. https:\/\/www.idntimes.com\/business\/economy\/triyan-pangastuti\/apa-itu-redenominasi-ini-dampak-hingga-manfaatnya.<br \/>\n(6) Manfaat hingga Dampak Redenominasi Rupiah bagi Ekonomi. https:\/\/www.idntimes.com\/business\/economy\/triyan-pangastuti\/manfaat-hi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Redenominasi adalah proses penggantian denominasi mata uang yang berlaku dengan denominasi baru. Pada redenominasi, nilai nominal mata uang dikurangi dengan memangkas angka nol, sementara nilai&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-35871","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35871"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35871\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}