{"id":35749,"date":"2023-06-28T22:35:56","date_gmt":"2023-06-28T15:35:56","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=35749"},"modified":"2023-06-28T22:35:56","modified_gmt":"2023-06-28T15:35:56","slug":"apa-efek-dari-makan-daging-kambing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-efek-dari-makan-daging-kambing\/","title":{"rendered":"Apa Efek dari Makan Daging Kambing?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-efek-dari-makan-daging-kambing\/#1_Menyebabkan_Bau_Badan\" >1. Menyebabkan Bau Badan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-efek-dari-makan-daging-kambing\/#2_Menyebabkan_Kantuk_dan_Lelah\" >2. Menyebabkan Kantuk dan Lelah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-efek-dari-makan-daging-kambing\/#3_Menyebabkan_Sembelit_dan_Gangguan_Pencernaan\" >3. Menyebabkan Sembelit dan Gangguan Pencernaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-efek-dari-makan-daging-kambing\/#4_Menyebabkan_Kolesterol_Tinggi\" >4. Menyebabkan Kolesterol Tinggi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/apa-efek-dari-makan-daging-kambing\/#5_Menyebabkan_Obesitas_dan_Kegemukan\" >5. Menyebabkan Obesitas dan Kegemukan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Daging kambing adalah salah satu jenis daging merah yang cukup populer di Indonesia. Daging kambing memiliki kandungan protein, vitamin B, zat besi, dan mineral yang baik untuk kesehatan. Namun, apakah Anda tahu bahwa makan daging kambing juga memiliki efek samping yang bisa berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan? Berikut ini adalah beberapa efek dari makan daging kambing yang perlu Anda ketahui:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Menyebabkan_Bau_Badan\"><\/span>1. Menyebabkan Bau Badan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu efek yang paling sering dirasakan oleh orang yang makan daging kambing adalah bau badan. Hal ini disebabkan oleh proses pencernaan protein dari daging kambing yang membutuhkan banyak energi dan meningkatkan suhu tubuh. Akibatnya, produksi keringat menjadi lebih banyak dan menyebabkan bau badan yang tidak sedap. Untuk mengurangi bau badan, Anda bisa minum air putih yang banyak, mandi dengan sabun antibakteri, dan menghindari makanan pedas atau berbumbu.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Menyebabkan_Kantuk_dan_Lelah\"><\/span>2. Menyebabkan Kantuk dan Lelah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Efek lain dari makan daging kambing adalah rasa kantuk dan lelah. Ini karena tubuh mengalihkan aliran darah ke saluran pencernaan untuk membantu mencerna protein dari daging kambing. Akibatnya, pasokan darah ke bagian tubuh lain, termasuk otak, berkurang dan menyebabkan rasa mengantuk dan lelah. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa makan daging kambing dengan porsi yang wajar, mengimbanginya dengan sayur dan buah yang mengandung serat, dan tidak lupa berolahraga.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Menyebabkan_Sembelit_dan_Gangguan_Pencernaan\"><\/span>3. Menyebabkan Sembelit dan Gangguan Pencernaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Makan daging kambing juga bisa menyebabkan sembelit dan gangguan pencernaan lainnya. Ini karena daging kambing tidak mengandung serat yang bisa membantu melancarkan buang air besar. Selain itu, daging kambing juga bisa meningkatkan asam lambung dan menyebabkan sakit maag, gastritis, atau tukak lambung. Untuk mencegah hal ini, Anda bisa minum air putih yang cukup, mengonsumsi probiotik atau yogurt, dan menghindari makan daging kambing yang terlalu berlemak atau digoreng.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Menyebabkan_Kolesterol_Tinggi\"><\/span>4. Menyebabkan Kolesterol Tinggi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Meskipun daging kambing memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang lebih rendah dibandingkan dengan daging merah lainnya, tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan, tetap bisa menyebabkan kolesterol tinggi. Kolesterol tinggi adalah salah satu faktor risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, dan hipertensi. Untuk mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh, Anda bisa memilih bagian daging kambing yang lebih kurus, memasaknya dengan cara direbus atau dipanggang tanpa minyak, dan mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan gula.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Menyebabkan_Obesitas_dan_Kegemukan\"><\/span>5. Menyebabkan Obesitas dan Kegemukan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Efek terakhir dari makan daging kambing adalah obesitas dan kegemukan. Ini karena daging kambing memiliki kalori yang cukup tinggi, yaitu sekitar 149 kalori per 100 gram. Jika dikonsumsi secara berlebihan tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup, maka kalori tersebut akan menumpuk sebagai lemak dalam tubuh dan menyebabkan berat badan naik. Obesitas dan kegemukan juga bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti jantung, diabetes, asam urat, dan osteoartritis. Untuk menjaga berat badan ideal, Anda bisa menerapkan pola makan sehat dan seimbang, serta rutin berolahraga.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Efek Kebanyakan Makan Daging Kambing, Apa Dampaknya?. https:\/\/radartegal.com\/efek-kebanyakan-makan-daging-kambing\/.<br \/>\n(2) 7 Efek Berlebihan Makan Daging Kambing, Waspada! &#8211; theAsianparent. https:\/\/id.theasianparent.com\/efek-berlebihan-makan-daging-kambing.<br \/>\n(3) 6 Bahaya Makan Daging Kambing bagi Kesehatan &#8211; HaloSehat. https:\/\/halosehat.com\/makanan\/daging-berbahaya\/bahaya-makan-daging-kambing.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daging kambing adalah salah satu jenis daging merah yang cukup populer di Indonesia. Daging kambing memiliki kandungan protein, vitamin B, zat besi, dan mineral yang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-35749","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35749","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35749"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35749\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35749"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35749"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35749"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}