{"id":35708,"date":"2023-06-24T17:26:33","date_gmt":"2023-06-24T10:26:33","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=35708"},"modified":"2023-06-24T17:26:33","modified_gmt":"2023-06-24T10:26:33","slug":"menjaga-kebersihan-hati-dan-lingkungan-dalam-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/menjaga-kebersihan-hati-dan-lingkungan-dalam-islam\/","title":{"rendered":"Menjaga Kebersihan Hati dan Lingkungan dalam Islam"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/menjaga-kebersihan-hati-dan-lingkungan-dalam-islam\/#Pengertian_Kebersihan_Hati_dan_Lingkungan\" >Pengertian Kebersihan Hati dan Lingkungan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/menjaga-kebersihan-hati-dan-lingkungan-dalam-islam\/#Pentingnya_Menjaga_Kebersihan_Hati_dan_Lingkungan_dalam_Islam\" >Pentingnya Menjaga Kebersihan Hati dan Lingkungan dalam Islam<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/menjaga-kebersihan-hati-dan-lingkungan-dalam-islam\/#Cara_Menjaga_Kebersihan_Hati_dan_Lingkungan_dalam_Islam\" >Cara Menjaga Kebersihan Hati dan Lingkungan dalam Islam<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/menjaga-kebersihan-hati-dan-lingkungan-dalam-islam\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Kebersihan_Hati_dan_Lingkungan\"><\/span>Pengertian Kebersihan Hati dan Lingkungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kebersihan hati adalah kondisi hati yang bersih dari akidah yang rusak, akhlak tercela dan kecenderungan melakukan maksiat, yang puncaknya adalah kufur, syirik dan nifak<sup>1<\/sup>.\u00a0Kebersihan hati merupakan salah satu bekal akhirat yang sangat penting bagi setiap muslim, karena Allah SWT hanya akan menerima orang-orang yang menghadap-Nya dengan hati yang bersih<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Kebersihan lingkungan adalah kondisi lingkungan yang sehat, nyaman dan bermaslahat bagi semua makhluk hidup. Kebersihan lingkungan mencakup ruang hidup bersama (ruang publik) maupun ruang pribadi.\u00a0Menjaga kebersihan lingkungan adalah kewajiban seluruh elemen masyarakat secara umum dan para pengambil kebijakan secara khusus<sup>3<\/sup>.\u00a0Kebersihan lingkungan juga merupakan bagian dari iman, karena Islam mengajarkan untuk menjaga keseimbangan alam dan tidak merusaknya<sup>4<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pentingnya_Menjaga_Kebersihan_Hati_dan_Lingkungan_dalam_Islam\"><\/span>Pentingnya Menjaga Kebersihan Hati dan Lingkungan dalam Islam<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menjaga kebersihan hati dan lingkungan dalam Islam sangat penting karena:<\/p>\n<ul>\n<li>Kebersihan hati adalah sebagian dari iman. Rasulullah SAW bersabda:<\/li>\n<\/ul>\n<p>\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0633\u064e\u062f\u0650 \u0645\u064f\u0636\u0652\u063a\u064e\u0629\u064b \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0635\u064e\u0644\u064e\u062d\u064e\u062a\u0652 \u0635\u064e\u0644\u064e\u062d\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0633\u064e\u062f\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0641\u064e\u0633\u064e\u062f\u064e\u062a\u0652 \u0641\u064e\u0633\u064e\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u064e\u0633\u064e\u062f\u064f \u0643\u064f\u0644\u0651\u064f\u0647\u064f \u0623\u064e\u0644\u0627 \u0648\u064e\u0647\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u064f<\/p>\n<p>Artinya: \u201cSesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh, dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa ia adalah hati.\u201d (HR. Bukhari dan Muslim)<\/p>\n<ul>\n<li>Kebersihan hati adalah syarat untuk masuk surga. Allah SWT berfirman:<\/li>\n<\/ul>\n<p>\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0644\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0641\u064e\u0639\u064f \u0645\u0627\u0644\u064c \u0648\u0644\u0627 \u0628\u0646\u0648\u0646 * \u0625\u0650\u0644\u0651\u0627 \u0645\u064e\u0646 \u0623\u062a\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0647 \u0628\u0650\u0642\u0644\u0628\u064d \u0633\u0644\u064a\u0645\u064d<\/p>\n<p>Artinya: \u201c(Yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna (bagi mereka), kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.\u201d (QS. Asy-Syu\u2019ara: 88-89)<\/p>\n<ul>\n<li>Kebersihan lingkungan adalah sebagian dari iman. Rasulullah SAW bersabda:<\/li>\n<\/ul>\n<p>\u0627\u0644\u0625\u064a\u0645\u0627\u0646 \u0628\u0636\u0639 \u0648\u0633\u0628\u0639\u0648\u0646 \u0634\u0639\u0628\u0629\u060c \u0641\u0623\u0641\u0636\u0644\u0647\u0627 \u0642\u0648\u0644 \u0644\u0627 \u0625\u0644\u0647 \u0625\u0644\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0647\u060c \u0648\u0623\u062f\u0646\u0627\u0647\u0627 \u0625\u0645\u0627\u0637\u0629 \u0627\u0644\u0623\u0630\u0649 \u0639\u0646 \u0627\u0644\u0637\u0631\u064a\u0642\u060c \u0648\u0627\u0644\u062d\u064a\u0627\u0621 \u0634\u0639\u0628\u0629 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0625\u064a\u0645\u0627\u0646<\/p>\n<p>Artinya: \u201cIman itu ada tujuh puluh lebih cabang, yang paling utama adalah kalimat laa ilaaha illallah, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan malu itu sebagian dari iman.\u201d (HR. Bukhari dan Muslim)<\/p>\n<ul>\n<li>Kebersihan lingkungan adalah bentuk syukur kepada Allah SWT atas nikmat-Nya. Allah SWT berfirman:<\/li>\n<\/ul>\n<p>\u0648\u0625\u0630 \u062a\u0623\u0630\u0646 \u0631\u0628\u0643\u0645 \u0644\u0626\u0646 \u0634\u0643\u0631\u062a\u0645 \u0644\u0623\u0632\u064a\u062f\u0646\u0643\u0645 \u0648\u0644\u0626\u0646 \u0643\u0641\u0631\u062a\u0645 \u0625\u0646 \u0639\u0630\u0627\u0628\u064a \u0644\u0634\u062f\u064a\u062f<\/p>\n<p>Artinya: \u201cDan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; \u201cSesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.\u201d (QS. Ibrahim: 7)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menjaga_Kebersihan_Hati_dan_Lingkungan_dalam_Islam\"><\/span>Cara Menjaga Kebersihan Hati dan Lingkungan dalam Islam<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Beberapa cara untuk menjaga kebersihan hati dan lingkungan dalam Islam adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Memperbanyak dzikir, tilawah Al-Quran, ibadah wajib dan sunnah, serta mengingat kematian dan akhirat<sup>5<\/sup>.<\/li>\n<li>Menghindari riya, hasad, dengki, sombong, ujub, ghibah, namimah, fitnah, dan penyakit hati lainnya<sup>5<\/sup>.<\/li>\n<li>Memohon ampun dan bertaubat kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan<sup>5<\/sup>.<\/li>\n<li>Bergaul dalam lingkungan yang kondusif, bersahabat dengan orang-orang shalih, dan menjauhi teman-teman yang buruk pengaruhnya<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Menjaga kebersihan diri sendiri, seperti berwudhu, mandi, sikat gigi, potong kuku, gunting rambut, bercukur, dan memakai pakaian yang bersih dan wangi<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Menjaga kebersihan rumah dan tempat tinggal, seperti membersihkan debu, sampah, kotoran hewan peliharaan, dan menjaga sirkulasi udara<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Menjaga kebersihan masjid dan tempat ibadah lainnya, seperti membersihkan lantai, karpet, perabotan, kamar mandi, dan menyediakan fasilitas yang memadai<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Menjaga kebersihan jalan dan ruang publik lainnya, seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak fasilitas umum, tidak membuat polusi udara atau suara<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Menjaga kebersihan alam dan lingkungan hidup, seperti tidak menebang pohon secara liar, tidak membakar hutan atau lahan, tidak menangkap atau membunuh hewan secara kejam<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan, dengan memperhatikan kemaslahatan bersama dan tidak merugikan makhluk lain<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menjaga kebersihan hati dan lingkungan dalam Islam adalah kewajiban bagi setiap muslim. Kebersihan hati dan lingkungan adalah sebagian dari iman yang akan membawa kita kepada surga. Kebersihan hati dan lingkungan juga merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT atas nikmat-Nya yang melimpah. Untuk menjaga kebersihan hati dan lingkungan dalam Islam, kita harus melakukan berbagai cara yang sesuai dengan ajaran Islam. Semoga artikel ini bermanfaat. Aamiin.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Cara Menjaga Kebersihan Hati, Lisan, Dan Perbuatan &#8211; Islampos. https:\/\/www.islampos.com\/cara-menjaga-kebersihan-hati-lisan-dan-perbuatan-20180\/.<br \/>\n(2) Kebersihan Hati Sebagai Bekal Akhirat | NU Online. https:\/\/islam.nu.or.id\/tasawuf-akhlak\/kebersihan-hati-sebagai-bekal-akhirat-wxE5s.<br \/>\n(3) Pentingnya Menjaga Kelestarian Lingkungan Menurut Ajaran Islam. https:\/\/islam.nu.or.id\/syariah\/pentingnya-menjaga-kelestarian-lingkungan-menurut-ajaran-islam-PgZGm.<br \/>\n(4) Pentingnya Menjaga Kebersihan dalam Islam &#8211; Kompasiana.com. https:\/\/www.kompasiana.com\/jaiharahap\/5f3692fc097f365ce63b6854\/pentingnya-menjaga-kebersihan-dalam-islam.<br \/>\n(5) 20 Cara Menjaga Hati Menurut Islam dan Dalilnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Kebersihan Hati dan Lingkungan Kebersihan hati adalah kondisi hati yang bersih dari akidah yang rusak, akhlak tercela dan kecenderungan melakukan maksiat, yang puncaknya adalah&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-35708","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35708","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35708"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35708\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35708"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35708"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35708"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}