{"id":35700,"date":"2023-06-24T17:22:01","date_gmt":"2023-06-24T10:22:01","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=35700"},"modified":"2023-06-24T17:22:01","modified_gmt":"2023-06-24T10:22:01","slug":"membangun-sikap-toleransi-dalam-beragama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/membangun-sikap-toleransi-dalam-beragama\/","title":{"rendered":"Membangun Sikap Toleransi dalam Beragama"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/membangun-sikap-toleransi-dalam-beragama\/#Pengertian_Toleransi_dalam_Beragama\" >Pengertian Toleransi dalam Beragama<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/membangun-sikap-toleransi-dalam-beragama\/#Pentingnya_Toleransi_dalam_Beragama\" >Pentingnya Toleransi dalam Beragama<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/membangun-sikap-toleransi-dalam-beragama\/#Cara_Membangun_Sikap_Toleransi_dalam_Beragama\" >Cara Membangun Sikap Toleransi dalam Beragama<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/membangun-sikap-toleransi-dalam-beragama\/#Contoh_Sikap_Toleransi_dalam_Beragama\" >Contoh Sikap Toleransi dalam Beragama<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Toleransi_dalam_Beragama\"><\/span>Pengertian Toleransi dalam Beragama<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Toleransi dalam beragama adalah sikap untuk saling menerima, menghargai, menghormati, dan keterbukaan akan perbedaan dalam beragama<sup>1<\/sup>. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menghadirkan perdamaian dalam keberagaman.\u00a0Toleransi beragama juga berarti sadar bahwa hidup selalu berdampingan dengan perbedaan dan setiap orang memiliki hak sama untuk menentukan hidupnya<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pentingnya_Toleransi_dalam_Beragama\"><\/span>Pentingnya Toleransi dalam Beragama<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Toleransi dalam beragama sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hal ini karena:<\/p>\n<ul>\n<li>Indonesia adalah negara yang memiliki keberagaman suku, ras, dan agama yang sangat kaya.\u00a0Perbedaan tersebut harus dijadikan sebagai kekayaan dan kekuatan, bukan sebagai sumber konflik dan perpecahan<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Indonesia adalah negara yang berdasarkan Pancasila, khususnya sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila ini mengandung pengertian dan keyakinan adanya Tuhan yang maha Esa, pencipta alam semesta, beserta isinya.\u00a0Negara memberi jaminan kebebasan kepada setiap penduduk untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya dan beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Toleransi dalam beragama merupakan salah satu cara untuk mewujudkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.\u00a0Dengan bersikap toleran, kita dapat menunjukkan rasa cinta tanah air, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan\/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Membangun_Sikap_Toleransi_dalam_Beragama\"><\/span>Cara Membangun Sikap Toleransi dalam Beragama<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membangun sikap toleransi dalam beragama, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Bersikap dan menghormati orang lain dengan baik, tanpa memandang usia, agama, ras, dan budaya<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Tidak membicarakan keburukan atau kejelekan orang lain terkait dengan agama atau keyakinannya<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Mendengarkan orang lain ketika berbicara tanpa memotong pembicaraan atau menghakimi<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Berbicara dengan sopan dan santun, seperti menggunakan kata-kata \u201cpermisi\u201d, \u201csilakan\u201d, \u201ctolong\u201d, \u201cmaaf\u201d, dan \u201cterima kasih\u201d<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Tidak mengganggu orang lain yang sedang beribadah atau melaksanakan ritual agamanya<sup>5<\/sup>.<\/li>\n<li>Menghargai tempat ibadah atau simbol-simbol agama yang ada di sekitar kita<sup>5<\/sup>.<\/li>\n<li>Bersedia belajar dan mengenal agama atau keyakinan lain secara objektif dan tidak prasangka<sup>5<\/sup>.<\/li>\n<li>Menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dengan orang-orang yang berbeda agama atau keyakinan<sup>5<\/sup>.<\/li>\n<li>Menyelesaikan permasalahan atau konflik yang berkaitan dengan agama atau keyakinan secara damai dan bijaksana<sup>5<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Sikap_Toleransi_dalam_Beragama\"><\/span>Contoh Sikap Toleransi dalam Beragama<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Beberapa contoh sikap toleransi dalam beragama yang dapat kita lihat di masyarakat adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Ketika umat Islam memberikan ucapan selamat Natal kepada umat Kristen atau umat Kristen memberikan ucapan selamat Idul Fitri kepada umat Islam<sup>5<\/sup>.<\/li>\n<li>Ketika umat Hindu memberikan bantuan kepada umat Buddha yang terkena bencana alam atau umat Buddha memberikan sumbangan kepada umat Hindu yang sedang membangun pura<sup>5<\/sup>.<\/li>\n<li>Ketika umat Katolik mengundang umat Protestan untuk menghadiri misa Natal atau umat Protestan mengundang umat Katolik untuk menghadiri kebaktian Minggu<sup>5<\/sup>.<\/li>\n<li>Ketika umat Konghucu memberikan makanan halal kepada umat Islam yang sedang berpuasa atau umat Islam memberikan makanan vegetarian kepada umat Konghucu yang sedang merayakan Imlek<sup>5<\/sup>.<\/li>\n<li>Ketika umat Kristen, Islam, Hindu, Buddha, Katolik, dan Konghucu bersama-sama mengikuti kegiatan sosial seperti donor darah, pembersihan lingkungan, atau bakti sosial<sup>5<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Toleransi dalam Kehidupan Beragama \u2013 Character Building. https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/2020\/05\/toleransi-dalam-kehidupan-beragama\/.<br \/>\n(2) Cara Menumbuhkan Sikap Toleransi Agar Tercipta Kerukunan Antar Sesama &#8230;. https:\/\/kumparan.com\/berita-hari-ini\/cara-menumbuhkan-sikap-toleransi-agar-tercipta-kerukunan-antar-sesama-1vRo1TKXURG.<br \/>\n(3) Sikap Toleransi dalam Keberagaman Bangsa Indonesia &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2021\/10\/22\/090000269\/sikap-toleransi-dalam-keberagaman-bangsa-indonesia.<br \/>\n(4) MEMBANGUN SIKAP TOLERANSI DALAM KEHIDUPAN BERAGAMA. https:\/\/binus.ac.id\/character-building\/pancasila\/membangun-sikap-toleransi-dalam-kehidupan-beragama\/.<br \/>\n(5) 7 Contoh Sikap Toleransi Antar Umat Beragama di Masyarakat. https:\/\/guruppkn.com\/contoh-sikap-toleransi-antar-umat-beragama.<br \/>\n(6) Sikap Toleransi Antar Umat Beragama di Kehidupan &amp; Contohnya &#8211; SuperApp.id. https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/toleransi-antar-umat-beragama\/.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Toleransi dalam Beragama Toleransi dalam beragama adalah sikap untuk saling menerima, menghargai, menghormati, dan keterbukaan akan perbedaan dalam beragama1. Hal ini dilakukan dengan tujuan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-35700","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35700","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35700"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35700\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35700"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35700"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35700"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}