{"id":35570,"date":"2023-06-23T16:41:02","date_gmt":"2023-06-23T09:41:02","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=35570"},"modified":"2023-06-23T16:41:02","modified_gmt":"2023-06-23T09:41:02","slug":"bagaimana-sosok-guru-masa-depan-yang-ideal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bagaimana-sosok-guru-masa-depan-yang-ideal\/","title":{"rendered":"Bagaimana Sosok Guru Masa Depan yang Ideal?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bagaimana-sosok-guru-masa-depan-yang-ideal\/#Guru_Masa_Depan_Harus_Merdeka_Belajar\" >Guru Masa Depan Harus Merdeka Belajar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bagaimana-sosok-guru-masa-depan-yang-ideal\/#Guru_Masa_Depan_Harus_Memiliki_Kompetensi_Abad_21\" >Guru Masa Depan Harus Memiliki Kompetensi Abad 21<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bagaimana-sosok-guru-masa-depan-yang-ideal\/#Guru_Masa_Depan_Harus_Menjadi_Pembelajar_Seumur_Hidup\" >Guru Masa Depan Harus Menjadi Pembelajar Seumur Hidup<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bagaimana-sosok-guru-masa-depan-yang-ideal\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Guru adalah salah satu profesi yang sangat penting dan berpengaruh dalam dunia pendidikan. Guru tidak hanya bertugas sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga sebagai fasilitator, pembimbing, pelindung, dan teladan bagi siswa. Guru juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam hal teknologi dan kurikulum. Lalu, bagaimana sosok guru masa depan yang ideal? Berikut adalah beberapa poin yang dapat dijadikan acuan:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Guru_Masa_Depan_Harus_Merdeka_Belajar\"><\/span>Guru Masa Depan Harus Merdeka Belajar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Merdeka belajar adalah salah satu program yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk memberikan kebebasan kepada guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Guru masa depan harus mampu melihat kurikulum sebagai benda hidup yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan konteks siswa\u00b9. Guru juga harus menjadi pemilik dan pengembang kurikulum itu sendiri, bukan hanya pelaksana\u00b2. Dengan demikian, guru dapat menciptakan nuansa pembelajaran yang lebih nyaman, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Guru_Masa_Depan_Harus_Memiliki_Kompetensi_Abad_21\"><\/span>Guru Masa Depan Harus Memiliki Kompetensi Abad 21<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kompetensi abad 21 adalah keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di era globalisasi dan digitalisasi. Beberapa kompetensi abad 21 yang harus dimiliki oleh guru masa depan adalah:<\/p>\n<p>&#8211; Berpikir kritis: kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menyelesaikan masalah secara logis dan sistematis.<\/p>\n<p>&#8211; Komunikatif: kemampuan untuk menyampaikan dan menerima informasi secara efektif dan efisien dengan berbagai perangkat media.<\/p>\n<p>&#8211; Kreatif: kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru dan inovatif dalam menyiapkan materi ajar dan metode pembelajaran.<\/p>\n<p>&#8211; Kolaboratif: kemampuan untuk bekerja sama dengan para pelaku pendidikan lainnya, baik sesama guru maupun siswa, dalam proses pembelajaran.<\/p>\n<p>&#8211; Mengikuti perkembangan teknologi informasi: kemampuan untuk memanfaatkan teknologi informasi sebagai sumber belajar dan alat bantu pembelajaran\u00b9.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Guru_Masa_Depan_Harus_Menjadi_Pembelajar_Seumur_Hidup\"><\/span>Guru Masa Depan Harus Menjadi Pembelajar Seumur Hidup<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Guru masa depan harus memiliki semangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Guru tidak boleh berhenti belajar dan puas dengan apa yang sudah dimiliki. Guru harus selalu mencari ilmu baru dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Guru juga harus mampu merefleksikan diri dan melakukan evaluasi terhadap kinerja dan hasil pembelajaran. Dengan demikian, guru dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat\u00b2\u00b3.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Guru masa depan adalah guru yang harus peka dan tanggap dengan keadaan di sekitarnya. Guru harus berpikir kreatif dan merdeka dalam pembelajaran. Guru juga harus memiliki kompetensi abad 21 yang relevan dengan zaman. Guru juga harus menjadi pembelajar seumur hidup yang selalu belajar dan berkembang. Dengan menjadi guru masa depan yang ideal, guru dapat mencerdaskan bangsa dan membentuk generasi pembelajar sepanjang hayat.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Apa Tugas Guru di Masa Depan? &#8211; Ruangguru. https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-tugas-guru-di-masa-depan.<br \/>\n(2) Kemendikbud: Begini Situasi Guru Sekarang dan Arahan di Masa Depan. https:\/\/www.kompas.com\/edu\/read\/2021\/01\/31\/125920571\/kemendikbud-begini-situasi-guru-sekarang-dan-arahan-di-masa-depan.<br \/>\n(3) GURU MASA DEPAN | tatamiefta. https:\/\/tatamiefta.wordpress.com\/2014\/12\/02\/guru-masa-depan\/.<br \/>\n(4) Menjadi Guru Masa Depan yang Adaptif &#8211; Website LLDIKTI Wilayah V. https:\/\/lldikti5.kemdikbud.go.id\/home\/detailpost\/menjadi-guru-masa-depan-yang-adaptif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Guru adalah salah satu profesi yang sangat penting dan berpengaruh dalam dunia pendidikan. Guru tidak hanya bertugas sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga sebagai fasilitator, pembimbing,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-35570","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35570","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35570"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35570\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35570"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35570"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35570"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}