{"id":35484,"date":"2023-06-21T06:51:46","date_gmt":"2023-06-20T23:51:46","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=35484"},"modified":"2023-06-21T06:51:46","modified_gmt":"2023-06-20T23:51:46","slug":"penyebab-gaji-guru-honorer-kecil-apa-saja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyebab-gaji-guru-honorer-kecil-apa-saja\/","title":{"rendered":"Penyebab Gaji Guru Honorer Kecil, Apa Saja?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyebab-gaji-guru-honorer-kecil-apa-saja\/#Tidak_memiliki_status_sebagai_PNS\" >Tidak memiliki status sebagai PNS<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyebab-gaji-guru-honorer-kecil-apa-saja\/#Terbatasnya_anggaran_pendidikan\" >Terbatasnya anggaran pendidikan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyebab-gaji-guru-honorer-kecil-apa-saja\/#Kurangnya_regulasi_dalam_pembayaran_gaji\" >Kurangnya regulasi dalam pembayaran gaji<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyebab-gaji-guru-honorer-kecil-apa-saja\/#Implikasi_dari_gaji_guru_honorer_yang_kecil\" >Implikasi dari gaji guru honorer yang kecil<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Guru honorer adalah guru yang bekerja tanpa memiliki status sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dan biasanya dipekerjakan oleh pemerintah daerah atau sekolah. Meskipun mereka memiliki peran penting dalam dunia pendidikan, namun seringkali mereka diperlakukan tidak adil terutama dalam hal penghasilan. Dalam artikel ini akan dibahas secara mendalam mengenai penyebab gaji guru honorer kecil dan apa implikasinya terhadap dunia pendidikan Indonesia.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tidak_memiliki_status_sebagai_PNS\"><\/span>Tidak memiliki status sebagai PNS<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu penyebab utama mengapa gaji guru honorer kecil adalah karena mereka tidak memiliki status sebagai PNS. Hal ini berarti bahwa mereka tidak mendapatkan hak dan kesejahteraan yang sama dengan guru PNS, seperti tunjangan, pensiun, asuransi, dan lain-lain. Selain itu, guru honorer juga tidak memiliki kepastian karir dan perlindungan hukum yang memadai.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Terbatasnya_anggaran_pendidikan\"><\/span>Terbatasnya anggaran pendidikan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Penyebab lain mengapa gaji guru honorer kecil adalah karena terbatasnya anggaran pendidikan yang dialokasikan oleh pemerintah. Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020, jumlah guru non-PNS di Indonesia mencapai 937.228 orang. Dari jumlah tersebut, 728.461 di antaranya berstatus guru honorer sekolah\u00b2. Namun, anggaran pendidikan yang disediakan oleh pemerintah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh guru honorer tersebut.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kurangnya_regulasi_dalam_pembayaran_gaji\"><\/span>Kurangnya regulasi dalam pembayaran gaji<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Penyebab ketiga mengapa gaji guru honorer kecil adalah karena kurangnya regulasi dalam pembayaran gaji. Sebelum tahun 2020, gaji guru honorer ditentukan oleh pihak sekolah atau pemerintah daerah yang mempekerjakan mereka\u00b9. Hal ini menyebabkan adanya ketimpangan dan ketidaksesuaian antara gaji guru honorer dengan beban kerja dan kualifikasi mereka. Pada tahun 2020, Mendikbud Nadiem Makarim mengeluarkan permendikbud nomor 19 tahun 2020 yang mengatur bahwa guru honorer bisa mendapatkan gaji dari dana BOS dengan ketentuan dan syarat yang harus dipenuhi\u00b2. Namun, regulasi ini masih belum bisa menyelesaikan masalah gaji guru honorer secara menyeluruh.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Implikasi_dari_gaji_guru_honorer_yang_kecil\"><\/span>Implikasi dari gaji guru honorer yang kecil<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Gaji guru honorer yang kecil tentu memiliki dampak negatif terhadap dunia pendidikan Indonesia. Beberapa implikasinya adalah:<\/p>\n<p>&#8211; Menurunkan motivasi dan kinerja guru honorer dalam mengajar.<br \/>\n&#8211; Menimbulkan kesenjangan sosial dan ketidakadilan antara guru PNS dan guru honorer.<br \/>\n&#8211; Menghambat peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia.<br \/>\n&#8211; Meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan di kalangan guru honorer.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, perlu adanya solusi yang tepat dari pemerintah untuk mengatasi masalah gaji guru honorer ini. Beberapa solusi yang dapat dicoba adalah:<\/p>\n<p>&#8211; Melakukan negosiasi dengan pihak sekolah atau pemerintah daerah untuk membahas kenaikan gaji.<br \/>\n&#8211; Mempertimbangkan untuk mengambil sertifikasi pendidik agar dapat diangkat sebagai guru PNS.<br \/>\n&#8211; Mencari pekerjaan sampingan yang dapat menambah penghasilan.<br \/>\n&#8211; Menjadi pengajar privat untuk meningkatkan penghasilan.<br \/>\n&#8211; Bergabung dengan organisasi atau serikat guru agar suara mereka dapat didengar oleh pemerintah.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Menerka Penyebab Gaji Guru Honorer yang Kecil, Ini Jawabannya. https:\/\/edukasi.sindonews.com\/read\/680381\/212\/menerka-penyebab-gaji-guru-honorer-yang-kecil-ini-jawabannya-1644318170.<br \/>\n(2) Kenapa Gaji Honorer Kecil? &#8211; WE Trivia. https:\/\/trivia.wartaekonomi.co.id\/read23153\/kenapa-gaji-honorer-kecil.<br \/>\n(3) Mengapa Guru Honorer Gajinya Kecil? &#8211; Eka Sulistiyana. https:\/\/ekasulistiyana.web.id\/mengapa-guru-honorer-gajinya-kecil\/.<br \/>\n(4) Mengapa Gaji Guru Honor Kecil? Halaman 1 &#8211; Kompasiana.com. https:\/\/www.kompasiana.com\/wahyupratega\/6281d1f8719137473d229fe2\/mengapa-gaji-guru-honor-kecil.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Guru honorer adalah guru yang bekerja tanpa memiliki status sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dan biasanya dipekerjakan oleh pemerintah daerah atau sekolah. Meskipun mereka memiliki&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-35484","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35484","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35484"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35484\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35484"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35484"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35484"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}