{"id":35443,"date":"2023-06-20T21:35:10","date_gmt":"2023-06-20T14:35:10","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=35443"},"modified":"2023-06-20T21:35:10","modified_gmt":"2023-06-20T14:35:10","slug":"bolehkah-suami-menikmati-harta-istri-yang-bekerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bolehkah-suami-menikmati-harta-istri-yang-bekerja\/","title":{"rendered":"Bolehkah suami menikmati harta istri yang bekerja?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bolehkah-suami-menikmati-harta-istri-yang-bekerja\/#Harta_istri_adalah_miliknya_sendiri\" >Harta istri adalah miliknya sendiri<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bolehkah-suami-menikmati-harta-istri-yang-bekerja\/#Suami_tidak_boleh_meminta_uang_hasil_kerja_istri\" >Suami tidak boleh meminta uang hasil kerja istri<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bolehkah-suami-menikmati-harta-istri-yang-bekerja\/#Suami_boleh_menikmati_harta_istri_jika_ada_izin_atau_pemberian\" >Suami boleh menikmati harta istri jika ada izin atau pemberian<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bolehkah-suami-menikmati-harta-istri-yang-bekerja\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Dalam sebuah rumah tangga, suami dan istri memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Salah satu kewajiban suami adalah memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya. Nafkah mencakup makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan segala sarana yang menjadi kebutuhan istri untuk hidup dengan layak\u00b2.<\/p>\n<p>Namun, bagaimana jika istri juga bekerja dan memiliki penghasilan sendiri? Apakah suami berhak menikmati harta istri yang bekerja? Apakah suami boleh meminta uang hasil kerja istri? Apakah hukumnya jika suami mengambil uang milik istri tanpa sepengetahuannya?<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Harta_istri_adalah_miliknya_sendiri\"><\/span>Harta istri adalah miliknya sendiri<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menurut syariat Islam, harta atau uang milik istri yang didapatkan dari hasil kerja kerasnya, sepenuhnya menjadi hak milik istri. Suami tidak mempunyai hak sedikit pun dari harta tersebut\u2074. Kelemahan fisik maupun statusnya sebagai istri tak menjadi pembenaran bahwa suami dibolehkan \u2018merampas\u2019 uang milik istrinya\u2074.<\/p>\n<p>Istri berhak melakukan apa saja dengan hartanya itu, tanpa ada campur tangan pihak lainnya\u2075. Istri boleh menyimpannya, menggunakannya untuk keperluan pribadi atau keluarga, menyedekahkannya, atau memberikannya kepada siapa saja yang dia kehendaki.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Suami_tidak_boleh_meminta_uang_hasil_kerja_istri\"><\/span>Suami tidak boleh meminta uang hasil kerja istri<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sebagai pemimpin keluarga, suami tidak boleh meminta uang hasil kerja istri. Hal ini karena suami sudah memiliki kewajiban untuk memberikan nafkah kepada istrinya. Jika suami meminta uang hasil kerja istri, maka ini berarti suami telah menyalahi kewajibannya sebagai nafkah\u00b2.<\/p>\n<p>Syekh Abdullah bin Abdur Rahman al Jibrin pernah ditanya tentang hukum suami yang mengambil uang (harta) milik istrinya, untuk digabungkan dengan uangnya (suami). Beliau menjawab:<\/p>\n<p>&gt; &#8220;Tidak boleh bagi seorang suami untuk mengambil harta milik istrinya tanpa izinnya. Karena harta tersebut adalah hak milik istrinya. Jika dia mengambilnya tanpa izin istrinya maka dia telah berbuat zhalim dan telah melakukan perbuatan dosa.&#8221;\u00b3<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Suami_boleh_menikmati_harta_istri_jika_ada_izin_atau_pemberian\"><\/span>Suami boleh menikmati harta istri jika ada izin atau pemberian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Meskipun suami tidak boleh meminta uang hasil kerja istri, namun suami boleh menikmati harta istri jika ada izin atau pemberian dari istrinya. Jika istri dengan sukarela memberikan sebagian atau seluruh hartanya kepada suami, maka ini merupakan bentuk kerjasama dan kebaikan dalam rumah tangga\u00b2.<\/p>\n<p>Istri juga boleh membantu suami dalam hal nafkah jika suami mengalami kesulitan atau kekurangan. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT:<\/p>\n<p>&gt; &#8220;Dan jika kamu menemui kesempitan hidup (dalam membayar mahar), maka hendaklah ada masa penangguhan sampai mudah (membayarnya). Dan jika kamu memberi pinjaman kepada Allah (dengan membayar mahar itu), niscaya Dia akan melipatgandakan (pahala) bagimu dan Dia Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.&#8221; (QS. At-Taghabun: 17)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa:<\/p>\n<p>&#8211; Harta istri adalah miliknya sendiri dan suami tidak berhak atas harta tersebut.<\/p>\n<p>&#8211; Suami tidak boleh meminta uang hasil kerja istri karena suami sudah memiliki kewajiban untuk memberikan nafkah kepada istrinya.<\/p>\n<p>&#8211; Suami boleh menikmati harta istri jika ada izin atau pemberian dari istrinya. Istri juga boleh membantu suami dalam hal nafkah jika suami mengalami kesulitan atau kekurangan.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Harta Istri yang Bekerja \u2013 KonsultasiSyariah.com. https:\/\/konsultasisyariah.com\/21812-harta-istri-yang-bekerja.html.<br \/>\n(2) 5 Hukum Suami Meminta Uang Hasil Kerja Istri, Bolehkah? &#8211; Popbela.com. https:\/\/www.popbela.com\/relationship\/married\/windari-subangkit\/hukum-suami-meminta-uang-hasil-kerja-istri.<br \/>\n(3) Bolehkah Suami Menikmati Harta Istri Bekerja? Begini Hukumnya. https:\/\/portalpekalongan.pikiran-rakyat.com\/khazanah\/pr-1913706253\/bolehkah-suami-menikmati-harta-istri-bekerja-begini-hukumnya?page=2.<br \/>\n(4) Bolehkah Suami Menikmati Harta Istri Bekerja? Begini Hukumnya. https:\/\/portalpekalongan.pikiran-rakyat.com\/khazanah\/pr-1913706253\/bolehkah-suami-menikmati-harta-istri-bekerja-begini-hukumnya.<br \/>\n(5) 5 Hukum Suami Meminta Uang Hasil Kerja Istri, Bolehkah? &#8211; Popbela.com. https:\/\/bing.com\/search?q=Bolehkah+suami+menikmati+harta+istri+yang+bekerja%3f.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam sebuah rumah tangga, suami dan istri memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Salah satu kewajiban suami adalah memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya. Nafkah&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-35443","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35443","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35443"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35443\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35443"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35443"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35443"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}