{"id":35325,"date":"2023-06-14T15:53:54","date_gmt":"2023-06-14T08:53:54","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=35325"},"modified":"2023-06-14T15:53:54","modified_gmt":"2023-06-14T08:53:54","slug":"pahlawan-nasional-dari-sumatera-siapa-saja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pahlawan-nasional-dari-sumatera-siapa-saja\/","title":{"rendered":"Pahlawan Nasional dari Sumatera, Siapa Saja?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pahlawan-nasional-dari-sumatera-siapa-saja\/#Sisingamangaraja_XII\" >Sisingamangaraja XII<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pahlawan-nasional-dari-sumatera-siapa-saja\/#Tuanku_Imam_Bonjol\" >Tuanku Imam Bonjol<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pahlawan-nasional-dari-sumatera-siapa-saja\/#Mohammad_Hatta\" >Mohammad Hatta<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pahlawan-nasional-dari-sumatera-siapa-saja\/#Tuanku_Tambusai\" >Tuanku Tambusai<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pahlawan-nasional-dari-sumatera-siapa-saja\/#Raja_Ali_Haji_RAH\" >Raja Ali Haji (RAH)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pahlawan-nasional-dari-sumatera-siapa-saja\/#Sultan_Mahmud_Badaruddin_II\" >Sultan Mahmud Badaruddin II<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pahlawan-nasional-dari-sumatera-siapa-saja\/#Raden_Inten_II\" >Raden Inten II<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pahlawan-nasional-dari-sumatera-siapa-saja\/#Depati_Amir\" >Depati Amir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pahlawan-nasional-dari-sumatera-siapa-saja\/#Fatmawati\" >Fatmawati<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pahlawan-nasional-dari-sumatera-siapa-saja\/#Cut_Nyak_Dhien\" >Cut Nyak Dhien<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Sumatera adalah salah satu pulau di Indonesia yang memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Banyak pejuang-pejuang dari Sumatera yang berjuang melawan penjajah dan mempertahankan kedaulatan bangsa. Beberapa di antara mereka ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia. Berikut adalah 12 pahlawan nasional dari Sumatera beserta biografi singkatnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sisingamangaraja_XII\"><\/span>Sisingamangaraja XII<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sisingamangaraja XII adalah raja dari Sumatera Utara yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 9 November 1961\u00b2. Ia adalah pemimpin yang sangat populer di kalangan masyarakat Batak. Ia mulai memerintah pada tahun 1876 menggantikan ayahnya yang bergelar Sisingamangaraja XI\u00b9. Penobatannya sebagai raja ke-12 dilakukan bersamaan dengan masuknya Belanda ke Sumatera Utara, yang kemudian berusaha memonopoli perdagangan di Bakkara. Serangan Belanda ini kemudian memicu perang yang berlangsung selama puluhan tahun. Setelah Bakkara jatuh ke tangan Belanda, Sisingamangaraja XII gugur ditembak Belanda di Dairi\u00b9.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tuanku_Imam_Bonjol\"><\/span>Tuanku Imam Bonjol<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tuanku Imam Bonjol adalah nama asli Muhammad Shahab, seorang pemimpin dalam Perang Padri (1803-1838) yang sangat terkenal sebagai pahlawan nasional dari Sumatera\u00b2. Ia juga dikenal dengan nama Malim Basa dan Peto Syarif\u00b9. Ia lahir di Bonjol, Pasaman pada tahun 1772 dan meninggal pada 6 November 1864 di Lotak, Pineleng, Minahasa\u00b9. Keluarganya datang dari Sungai Rimbang, Suliki, Limapuluh Koto\u00b2. Ia berhasil ditangkap oleh Belanda dan kemudian dibuang ke berbagai tempat pengasingan di Indonesia. Gelar pahlawan nasional disematkan padanya pada tanggal 6 November 1973 oleh pemerintah RI\u00b9.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mohammad_Hatta\"><\/span>Mohammad Hatta<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Mohammad Hatta adalah tokoh proklamator kemerdekaan Indonesia yang menjadi pendamping Soekarno sebagai wakilnya dalam memerintah RI setelah kemerdekaan\u00b9. Ia lahir di Fort de Kock, Bukittinggi pada 12 Agustus 1902\u00b2. Ayahnya bernama Muhammad Djamil dan ibunya bernama Siti Saleha\u00b9. Ia adalah pahlawan nasional dari Sumatera Barat. Mohammad Hatta juga seorang ekonom yang sangat handal dan juga dikenal hingga sekarang sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Ia sangat senang membaca walaupun sedang dalam pengasingan dan selalu membawa buku-bukunya kemanapun\u00b9.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tuanku_Tambusai\"><\/span>Tuanku Tambusai<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tuanku Tambusai adalah pahlawan nasional yang berasal dari Riau. Ia lahir di Rokan Hulu pada 5 November 1784, dan berjuang di daerah Rokan Hulu dan sekitarnya selama 15 tahun untuk melawan Belanda\u00b2. Ia dikenal sebagai Harimau Paderi Dari Rokan. Ia sulit dikalahkan, pantang menyerah dan tidak mau berdamai sedikitpun dengan Belanda\u00b9.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Raja_Ali_Haji_RAH\"><\/span>Raja Ali Haji (RAH)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Raja Ali Haji adalah pahlawan nasional yang berasal dari Kepulauan Riau. Ia lahir di Pulau Penyengat pada tahun 1808 dan meninggal pada tahun 1873\u00b9. Ia adalah seorang ulama, sastrawan, sejarawan dan budayawan yang sangat berpengaruh di Nusantara. Ia menulis banyak karya sastra, di antaranya adalah Gurindam Dua Belas, Tuhfat al-Nafis, Bustan al-Salatin dan Syair Abdul Muluk\u00b9. Ia juga dikenal sebagai penulis kamus Melayu-Arab pertama yang berjudul Kitab Pengetahuan Bahasa\u00b9.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sultan_Mahmud_Badaruddin_II\"><\/span>Sultan Mahmud Badaruddin II<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sultan Mahmud Badaruddin II adalah pahlawan nasional yang berasal dari Sumatera Selatan. Ia lahir di Palembang pada tahun 1767 dan meninggal pada tahun 1852\u00b9. Ia adalah sultan ke-9 dari Kesultanan Palembang Darussalam yang memerintah dari tahun 1803 hingga 1821\u00b9. Ia berjuang melawan Belanda yang ingin menguasai perdagangan lada di Palembang. Ia berhasil mengusir Belanda pada tahun 1819, tetapi kemudian ditangkap dan dibuang ke Ternate pada tahun 1821\u00b9.<\/p>\n<p>## A.M Thalib<\/p>\n<p>A.M Thalib adalah pahlawan nasional yang berasal dari Jambi. Ia lahir di Sungai Penuh pada tahun 1898 dan meninggal pada tahun 1946\u00b9. Ia adalah seorang pejuang kemerdekaan yang aktif dalam organisasi Sarekat Islam, Muhammadiyah dan Partai Syarikat Islam Indonesia\u00b9. Ia juga menjadi anggota BPUPKI dan PPKI yang ikut menyusun dasar negara Indonesia\u00b9. Ia gugur dalam pertempuran melawan Belanda di daerah Koto Baru, Sumatera Barat pada tahun 1946\u00b9.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Raden_Inten_II\"><\/span>Raden Inten II<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Raden Inten II adalah pahlawan nasional yang berasal dari Lampung. Ia lahir di Negara Ratu, Lampung pada tahun 1834 dan meninggal pada 5 Oktober 1856 pada usia 22 tahun\u00b2. Ia adalah raja di Negara Ratu yang sekarang dikenal sebagai provinsi Lampung\u00b9. Ia berjuang melawan Belanda yang ingin menguasai daerahnya. Ia berhasil mengalahkan Belanda dalam beberapa pertempuran, tetapi akhirnya gugur dalam pertempuran terakhir di Way Jepara\u00b9.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Depati_Amir\"><\/span>Depati Amir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Depati Amir adalah pahlawan nasional yang berasal dari Bengkulu. Ia lahir di Air Bangis, Bengkulu pada tahun 1790 dan meninggal pada tahun 1864\u00b9. Ia adalah seorang pemimpin perang yang berjuang melawan Belanda dan Inggris yang ingin menguasai daerahnya. Ia berhasil mengobarkan semangat perlawanan rakyat dengan menggunakan strategi gerilya dan diplomasi\u00b9. Ia ditangkap oleh Belanda pada tahun 1862 dan dibuang ke Ambon, di mana ia meninggal dua tahun kemudian\u00b9.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fatmawati\"><\/span>Fatmawati<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Fatmawati adalah pahlawan nasional yang berasal dari Bengkulu. Ia lahir di Bengkulu pada tanggal 5 Februari 1923 dan meninggal pada tanggal 14 Mei 1980 di Kuala Lumpur, Malaysia\u00b9. Ia adalah istri pertama dari Soekarno, presiden pertama Indonesia. Ia juga dikenal sebagai penjahit bendera merah putih yang dikibarkan saat proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945\u00b9. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi sosial dan kemanusiaan, seperti Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani), Palang Merah Indonesia (PMI) dan Yayasan Kesejahteraan Anak-Anak Indonesia (YKAI)\u00b9.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cut_Nyak_Dhien\"><\/span>Cut Nyak Dhien<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Cut Nyak Dhien adalah pahlawan nasional yang berasal dari Aceh. Ia lahir di Lampisang, Aceh Besar pada tahun 1848 dan meninggal di Sumedang, Jawa Barat pada tanggal 6 November 1908\u00b9. Ia adalah seorang pejuang perempuan yang berjuang melawan Belanda dalam Perang Aceh (1873-1904)\u00b9. Ia menjadi pemimpin perang setelah suaminya, Teuku Umar, gugur dalam pertempuran<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) 12 Pahlawan Nasional Dari Sumatera dan Penjelasannya. https:\/\/sejarahlengkap.com\/indonesia\/pahlawan\/pahlawan-nasional-dari-sumatera.<br \/>\n(2) 12 Pahlawan Asal Sumatra Beserta Biografi Singkatnya. https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/pahlawan-asal-sumatra\/.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumatera adalah salah satu pulau di Indonesia yang memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Banyak pejuang-pejuang dari Sumatera yang berjuang melawan penjajah dan mempertahankan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-35325","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35325","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35325"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35325\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35325"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35325"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35325"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}