{"id":3496,"date":"2023-08-10T08:43:17","date_gmt":"2023-08-10T08:43:17","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=3496"},"modified":"2023-08-10T08:43:17","modified_gmt":"2023-08-10T08:43:17","slug":"penjabaran-sila-sila-pancasila","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penjabaran-sila-sila-pancasila\/","title":{"rendered":"Penjabaran Sila-sila Pancasila"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penjabaran-sila-sila-pancasila\/#Sila_Pertama_Ketuhanan_Yang_Maha_Esa\" >Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penjabaran-sila-sila-pancasila\/#Sila_Kedua_Kemanusiaan_Yang_Adil_dan_Beradab\" >Sila Kedua: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penjabaran-sila-sila-pancasila\/#Sila_Ketiga_Persatuan_Indonesia\" >Sila Ketiga: Persatuan Indonesia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penjabaran-sila-sila-pancasila\/#Sila_Keempat_Kerakyatan_Yang_Dipimpin_oleh_Hikmat_Kebijaksanaan_dalam_PermusyawaratanPerwakilan\" >Sila Keempat: Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan\/Perwakilan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penjabaran-sila-sila-pancasila\/#Sila_Kelima_Keadilan_Sosial_bagi_Seluruh_Rakyat_Indonesia\" >Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Pancasila adalah dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia yang terdiri dari lima sila atau prinsip. Nama Pancasila berasal dari dua kata dalam bahasa Sanskerta, yaitu \u201cpa\u00f1ca\u201d yang berarti lima dan \u201c\u015b\u012bla\u201d yang berarti prinsip atau asas. Pancasila dirumuskan oleh para founding fathers Indonesia, terutama Soekarno, pada masa perjuangan kemerdekaan melawan penjajahan Belanda dan Jepang. Pancasila tercantum dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh rakyat Indonesia. Pancasila juga merupakan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, seperti kebhinekaan, kemanusiaan, demokrasi, kesejahteraan, dan ketuhanan. Berikut adalah penjabaran singkat dari masing-masing sila Pancasila:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sila_Pertama_Ketuhanan_Yang_Maha_Esa\"><\/span>Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, yang berarti pengakuan dan penghormatan terhadap keberadaan Tuhan Yang Maha Esa sebagai sumber segala hukum dan kebenaran. Sila ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragama dan taat kepada Tuhan sesuai dengan ajaran agama dan kepercayaan masing-masing. Sila ini juga mengandung makna toleransi dan kerukunan antar umat beragama, serta kewajiban menjaga hubungan baik dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam sekitar.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sila_Kedua_Kemanusiaan_Yang_Adil_dan_Beradab\"><\/span>Sila Kedua: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sila kedua Pancasila adalah Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, yang berarti sikap menghargai martabat, hak, dan kewajiban setiap manusia tanpa membedakan suku, ras, agama, jenis kelamin, golongan, atau status sosial. Sila ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan, seperti keadilan, kesetaraan, persaudaraan, solidaritas, gotong royong, dan saling membantu. Sila ini juga mengandung makna tanggung jawab moral dan etika dalam berperilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sila_Ketiga_Persatuan_Indonesia\"><\/span>Sila Ketiga: Persatuan Indonesia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sila ketiga Pancasila adalah Persatuan Indonesia, yang berarti kesadaran dan kebanggaan sebagai bangsa yang bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sila ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dan beragam dalam hal suku, bahasa, adat istiadat, seni budaya, agama, dan sejarah. Namun demikian, bangsa Indonesia tetap memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme yang tinggi untuk menjaga kedaulatan, keutuhan, dan kepentingan nasional. Sila ini juga mengandung makna cinta tanah air dan bela negara sebagai wujud pengabdian kepada negara.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sila_Keempat_Kerakyatan_Yang_Dipimpin_oleh_Hikmat_Kebijaksanaan_dalam_PermusyawaratanPerwakilan\"><\/span>Sila Keempat: Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan\/Perwakilan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sila keempat Pancasila adalah Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan\/Perwakilan, yang berarti sistem pemerintahan yang berdasarkan atas kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung atau melalui wakil-wakilnya. Sila ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang demokratis dan menghormati hak-hak asasi manusia. Sila ini juga mengandung makna partisipasi aktif rakyat dalam proses pembangunan nasional melalui mekanisme pemilihan umum, lembaga perwakilan rakyat, organisasi kemasyarakatan, maupun musyawarah mufakat.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sila_Kelima_Keadilan_Sosial_bagi_Seluruh_Rakyat_Indonesia\"><\/span>Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sila kelima Pancasila adalah Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang berarti pemerataan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa diskriminasi atau penindasan. Sila ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang berkeadilan sosial dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Sila ini juga mengandung makna pengembangan potensi sumber daya manusia dan alam secara optimal, adil, dan berkelanjutan, serta perlindungan terhadap hak-hak rakyat, terutama yang lemah dan tertindas.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Pancasila &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pancasila.<br \/>\n(2) Pancasila (politics) &#8211; Wikipedia. https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Pancasila_%28politics%29.<br \/>\n(3) Teks Pancasila 1-5 dan Makna Lambangnya yang Perlu Siswa Tahu &#8211; detikcom. https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-5645210\/teks-pancasila-1-5-dan-makna-lambangnya-yang-perlu-siswa-tahu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pancasila adalah dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia yang terdiri dari lima sila atau prinsip. Nama Pancasila berasal dari dua kata dalam bahasa Sanskerta, yaitu&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3496","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3496","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3496"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3496\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3496"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3496"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3496"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}