{"id":34939,"date":"2023-05-28T08:38:55","date_gmt":"2023-05-28T01:38:55","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=34939"},"modified":"2023-05-28T08:38:55","modified_gmt":"2023-05-28T01:38:55","slug":"beberapa-cara-menemukan-arah-kiblat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/beberapa-cara-menemukan-arah-kiblat\/","title":{"rendered":"Beberapa Cara Menemukan Arah Kiblat"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/beberapa-cara-menemukan-arah-kiblat\/#Menggunakan_Benda_Tegak_Lurus_Ketika_Terjadi_Fenomena_Rashdul_Qiblah\" >Menggunakan Benda Tegak Lurus Ketika Terjadi Fenomena Rashdul Qiblah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/beberapa-cara-menemukan-arah-kiblat\/#Menggunakan_Aplikasi_Penentu_Arah_Kiblat\" >Menggunakan Aplikasi Penentu Arah Kiblat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/beberapa-cara-menemukan-arah-kiblat\/#Menggunakan_Kompas_Biasa\" >Menggunakan Kompas Biasa<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Arah kiblat adalah arah yang menghadap ke Ka&#8217;bah di Mekkah, yang menjadi pusat ibadah umat Islam di seluruh dunia. Menentukan arah kiblat yang benar dan akurat adalah syarat penting untuk melaksanakan shalat lima waktu maupun shalat lainnya. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat, baik dengan bantuan fenomena alam maupun bantuan teknologi. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda coba.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menggunakan_Benda_Tegak_Lurus_Ketika_Terjadi_Fenomena_Rashdul_Qiblah\"><\/span>Menggunakan Benda Tegak Lurus Ketika Terjadi Fenomena Rashdul Qiblah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu cara yang tepat untuk menentukan arah kiblat adalah ketika matahari berada tepat di atas Ka&#8217;bah. Ketika ini, bayangan objek di seluruh dunia akan menunjukkan arah kiblat yang tepat. Fenomena ini berlaku dua kali setiap tahun, yaitu pada <strong>28 Mei<\/strong>, jam <strong>5.19<\/strong> petang dan <strong>16 Juli<\/strong>, jam <strong>5.28<\/strong> petang waktu Malaysia. Untuk Indonesia, waktu fenomena ini dapat berbeda tergantung pada zona waktu dan lintang geografis masing-masing daerah.<\/p>\n<p>Untuk menggunakan cara ini, Anda memerlukan benda atau tongkat yang lurus, jam yang telah dikalibrasikan atau dicocokkan dengan waktu BMKG, dan tempat yang rata dan terkena cahaya matahari. Berikut adalah langkah-langkahnya:<\/p>\n<ul>\n<li>Tancapkan tongkat di atas permukaan tanah dan pastikan benar-benar tegak lurus (90 derajat dari permukaan tanah) atau gantungkan benang berbandul.<\/li>\n<li>Tunggu hingga waktu rashdul qiblah tiba, lalu amati bayangan tongkat atau benang pada waktu tersebut.<\/li>\n<li>Setelah itu, tandai ujung bayangan dan tarik garis lurus dengan pusat bayangan, baik tongkat atau bandul.<\/li>\n<li>Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat untuk tempat tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menggunakan_Aplikasi_Penentu_Arah_Kiblat\"><\/span>Menggunakan Aplikasi Penentu Arah Kiblat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Cara lain yang lebih mudah dan praktis untuk menentukan arah kiblat adalah dengan menggunakan aplikasi penentu arah kiblat yang dapat diunduh di ponsel pintar Anda. Ada banyak aplikasi penentu arah kiblat yang tersedia di Google Play Store maupun App Store, seperti Qibla Finder, Qibla Compass, Muslim Pro, dan lain-lain. Aplikasi-aplikasi ini biasanya menggunakan sensor GPS dan kompas pada ponsel Anda untuk menunjukkan arah kiblat secara otomatis.<\/p>\n<p>Untuk menggunakan cara ini, Anda memerlukan ponsel pintar yang memiliki sensor GPS dan kompas, serta koneksi internet yang stabil. Berikut adalah langkah-langkahnya:<\/p>\n<ul>\n<li>Unduh dan instal aplikasi penentu arah kiblat yang Anda pilih di ponsel Anda.<\/li>\n<li>Buka aplikasi tersebut dan izinkan akses ke lokasi Anda.<\/li>\n<li>Tempatkan ponsel Anda di atas permukaan datar atau pegang dengan tangan Anda secara horizontal.<\/li>\n<li>Putar ponsel Anda hingga jarum kompas atau tanda panah pada layar menunjuk ke angka 0 atau huruf N (utara).<\/li>\n<li>Arahkan ponsel Anda ke arah tanda kiblat pada layar, seperti gambar Ka&#8217;bah atau tanda panah berwarna hijau.<\/li>\n<li>Pastikan tidak ada gangguan magnetik di sekitar Anda, seperti besi, logam, atau perangkat elektronik lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menggunakan_Kompas_Biasa\"><\/span>Menggunakan Kompas Biasa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Cara terakhir yang dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat adalah dengan menggunakan kompas biasa yang dapat dibeli di toko alat tulis atau online. Kompas biasa adalah alat yang memiliki jarum magnetik yang selalu menunjuk ke arah utara magnetik Bumi. Dengan mengetahui arah utara magnetik, Anda dapat mencari arah kiblat dengan menghitung sudut deviasi atau selisih antara arah utara magnetik dengan arah utara geografis.<\/p>\n<p>Untuk menggunakan cara ini, Anda memerlukan kompas biasa dan tabel sudut deviasi untuk tempat Anda berada. Berikut adalah langkah-langkahnya:<\/p>\n<ul>\n<li>Tempatkan kompas di atas permukaan datar atau pegang dengan tangan Anda secara horizontal.<\/li>\n<li>Putar kompas hingga jarum kompas menunjuk ke angka 0 atau huruf N (utara).<\/li>\n<li>Cari nilai sudut deviasi untuk tempat Anda berada dari tabel sudut deviasi yang dapat dilihat di internet atau buku-buku ilmu falak.<\/li>\n<li>Tambahkan atau kurangkan nilai sudut deviasi dari nilai 0 atau N pada kompas, tergantung apakah tempat Anda berada di sebelah timur atau barat Mekkah.<\/li>\n<li>Arahkan kompas ke arah nilai hasil penambahan atau pengurangan tersebut. Itulah arah kiblat untuk tempat Anda berada.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arah kiblat adalah arah yang menghadap ke Ka&#8217;bah di Mekkah, yang menjadi pusat ibadah umat Islam di seluruh dunia. Menentukan arah kiblat yang benar dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-34939","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34939","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34939"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34939\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}