{"id":34848,"date":"2023-05-26T10:55:08","date_gmt":"2023-05-26T03:55:08","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=34848"},"modified":"2023-05-26T10:55:08","modified_gmt":"2023-05-26T03:55:08","slug":"masjid-taqwa-metro-lokasi-sejarah-fasilitas-dan-daya-tarik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/masjid-taqwa-metro-lokasi-sejarah-fasilitas-dan-daya-tarik\/","title":{"rendered":"Masjid Taqwa Metro : Lokasi, Sejarah, Fasilitas dan Daya Tarik"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/masjid-taqwa-metro-lokasi-sejarah-fasilitas-dan-daya-tarik\/#Lokasi_dan_Akses\" >Lokasi dan Akses<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/masjid-taqwa-metro-lokasi-sejarah-fasilitas-dan-daya-tarik\/#Sejarah_dan_Arsitektur\" >Sejarah dan Arsitektur<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/masjid-taqwa-metro-lokasi-sejarah-fasilitas-dan-daya-tarik\/#Fasilitas_dan_Kegiatan\" >Fasilitas dan Kegiatan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/masjid-taqwa-metro-lokasi-sejarah-fasilitas-dan-daya-tarik\/#Daya_Tarik_dan_Tips\" >Daya Tarik dan Tips<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Masjid Taqwa Metro adalah salah satu masjid terbesar dan terindah di Provinsi Lampung. Masjid ini memiliki arsitektur yang menarik dan menara yang menjulang tinggi. Masjid ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat Kota Metro. Selain itu, masjid ini juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.<\/p>\n Masjid Taqwa Kota Metro, Kredit Gambar: Metrodeadline.com\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lokasi_dan_Akses\"><\/span>Lokasi dan Akses<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Masjid Taqwa Metro berada tepat di pusat Kota Metro, Lampung, bersebelahan dengan alun \u2013 alun atau Taman Merdeka. Alamat lengkapnya ada di jalan Letjen Alamsyah Ratu Prawira Negara No.1, Kecamatan Metro, Kota Metro, Lampung. Jika Anda ingin mengunjungi masjid ini, Anda dapat menjangkau kota ini dengan menggunakan bus atau pesawat. Kota Metro memiliki bandara yang bernama Bandara Budiarto yang terletak di Kecamatan Sukadana. Dari bandara ini, Anda dapat menggunakan taksi atau ojek untuk menuju masjid ini.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_dan_Arsitektur\"><\/span>Sejarah dan Arsitektur<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Masjid Taqwa Metro berdiri pada tanggal 21 Juli 1967. Kemudian pada tanggal 23 Mei 1969 diresmikan oleh Menteri Agama KH. A. Dahlan. Lalu pada tanggal 27 Januari 2004, masjid ini diserahkan wewenang pemeliharaannya kepada Pemerintah Kota Metro oleh H.A. Sajoeti selaku Ketua Yayasan Dakwah dan Pemeliharaan.<\/p>\n<p>Masjid Taqwa Metro memiliki arsitektur yang menggabungkan gaya klasik dan modern. Masjid ini memiliki luas bangunan sekitar 3.000 meter persegi dan luas halaman sekitar 10.000 meter persegi. Masjid ini dapat menampung sekitar 10.000 jamaah. Masjid ini memiliki enam pintu utama dan empat pintu samping. Masjid ini juga memiliki enam kubah besar dan empat kubah kecil yang berwarna hijau.<\/p>\n<p>Salah satu bagian penting dari Masjid Taqwa Metro adalah menaranya. Menara masjid ini memiliki tinggi sekitar 80 meter dan diameter sekitar 8 meter. Menara ini didirikan bersamaan dengan bangunan masjid pada tahun 1967. Menara ini memiliki fungsi sebagai tempat azan, tempat observasi astronomi, dan tempat wisata. Dari atas menara ini, Anda dapat melihat pemandangan Kota Metro dan sekitarnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fasilitas_dan_Kegiatan\"><\/span>Fasilitas dan Kegiatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Masjid Taqwa Metro memiliki fasilitas yang lengkap dan modern untuk memenuhi kebutuhan jamaah dan pengunjung. Masjid ini memiliki ruang shalat utama yang luas dan nyaman, ruang shalat wanita yang terpisah, ruang wudhu yang bersih, toilet yang higienis, ruang tamu yang elegan, ruang perpustakaan yang informatif, ruang kantor yang efisien, ruang kelas yang edukatif, ruang serbaguna yang multifungsi, ruang penginapan yang nyaman, ruang parkir yang luas, taman yang asri, lapangan olahraga yang sehat, dan kantin yang lezat.<\/p>\n<p>Masjid Taqwa Metro juga menjadi tempat berbagai kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat Kota Metro. Masjid ini rutin mengadakan shalat lima waktu, shalat Jumat, shalat tarawih, shalat Idul Fitri, shalat Idul Adha, tadarus Al-Quran, pengajian rutin, kajian ilmiah, ceramah agama, seminar keislaman, pelatihan dakwah, bimbingan manasik haji dan umrah, bakti sosial, donor darah, pengobatan gratis, santunan anak yatim dan dhuafa, pernikahan massal, lomba-lomba keagamaan, festival budaya Islam, dan lain-lain .<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Daya_Tarik_dan_Tips\"><\/span>Daya Tarik dan Tips<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Masjid Taqwa Metro merupakan salah satu daya tarik wisata religi di Provinsi Lampung. Masjid ini menawarkan keindahan arsitektur, kemegahan menara, kesejukan suasana, kekayaan sejarah, keramahan masyarakat, dan keberkahan ibadah. Masjid ini juga menjadi simbol peradaban Islam di Kota Metro.<\/p>\n<p>Jika Anda ingin berkunjung ke Masjid Taqwa Metro, ada beberapa tips yang dapat Anda perhatikan:<\/p>\n<ul>\n<li>Datanglah pada waktu-waktu shalat agar Anda dapat melaksanakan ibadah bersama jamaah.<\/li>\n<li>Gunakanlah pakaian yang sopan dan menutup aurat sesuai dengan syariat Islam.<\/li>\n<li>Hormatilah para pengurus masjid dan ikutilah aturan-aturan yang berlaku di masjid.<\/li>\n<li>Jangan lupa untuk membersihkan tempat-tempat yang Anda gunakan setelah selesai beribadah atau beraktivitas.<\/li>\n<li>Jangan ragu untuk bertanya atau berinteraksi dengan masyarakat setempat jika Anda membutuhkan informasi atau bantuan.<\/li>\n<li>Jangan lupa untuk berdonasi atau bersedekah untuk membantu pemeliharaan masjid.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masjid Taqwa Metro adalah salah satu masjid terbesar dan terindah di Provinsi Lampung. Masjid ini memiliki arsitektur yang menarik dan menara yang menjulang tinggi. Masjid&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-34848","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34848","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34848"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34848\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34848"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34848"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34848"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}