{"id":34839,"date":"2023-05-25T15:38:02","date_gmt":"2023-05-25T08:38:02","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=34839"},"modified":"2023-05-25T15:38:02","modified_gmt":"2023-05-25T08:38:02","slug":"kdrt-bentuk-penyebab-dan-dampaknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kdrt-bentuk-penyebab-dan-dampaknya\/","title":{"rendered":"KDRT: Bentuk, Penyebab, dan Dampaknya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kdrt-bentuk-penyebab-dan-dampaknya\/#Bentuk-bentuk_KDRT\" >Bentuk-bentuk KDRT<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kdrt-bentuk-penyebab-dan-dampaknya\/#Penyebab_KDRT\" >Penyebab KDRT<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kdrt-bentuk-penyebab-dan-dampaknya\/#Dampak_KDRT\" >Dampak KDRT<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah setiap perbuatan terhadap seseorang, terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan\/atau penelantaran rumah tangga. KDRT sering terjadi dalam hubungan personal antara suami-istri sah atau pasangan serumah, tetapi juga dapat menimpa anak, orang tua, lanjut usia, atau pekerja rumah tangga . KDRT adalah bentuk kekerasan berbasis gender yang melanggar hak asasi manusia dan merugikan korban secara fisik, mental, sosial, dan ekonomi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bentuk-bentuk_KDRT\"><\/span>Bentuk-bentuk KDRT<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>KDRT tidak melulu berupa kekerasan fisik semata. Jika digolongkan, ada empat bentuk kekerasan dalam rumah tangga , yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Kekerasan fisik, yaitu tindakan yang menyebabkan rasa sakit atau luka pada tubuh korban, seperti memukul, menampar, menendang, mencubit, menjambak, mencekik, atau mengancam dengan senjata.<\/li>\n<li>Kekerasan seksual, yaitu tindakan yang melanggar kehendak korban dalam hal hubungan seksual atau perilaku seksual lainnya, seperti memaksa berhubungan intim, memperkosa, menyentuh bagian sensitif tubuh tanpa izin, atau mengekspos diri secara tidak senonoh.<\/li>\n<li>Kekerasan psikologis, yaitu tindakan yang menimbulkan rasa takut, cemas, rendah diri, atau trauma pada korban secara mental atau emosional, seperti menghina, mencemooh, mengancam, mengintimidasi, mengucilkan, mengabaikan, atau mengontrol perilaku korban.<\/li>\n<li>Penelantaran rumah tangga, yaitu tindakan yang tidak memenuhi kewajiban sebagai anggota keluarga atau pasangan hidup dalam hal memberikan nafkah lahir batin kepada korban atau anak-anaknya.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_KDRT\"><\/span>Penyebab KDRT<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ada berbagai faktor yang melatarbelakangi pelaku melakukan KDRT terhadap korbannya. Beberapa faktor yang sering dikemukakan adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Faktor ekonomi, yaitu ketika pelaku merasa tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga atau mengalami kesulitan finansial sehingga menyalurkan frustrasinya dengan kekerasan.<\/li>\n<li>Faktor psikologis, yaitu ketika pelaku memiliki gangguan jiwa atau emosi yang tidak stabil sehingga mudah marah atau cemburu tanpa alasan yang jelas.<\/li>\n<li>Faktor sosial-budaya, yaitu ketika pelaku dipengaruhi oleh nilai-nilai patriarki yang menganggap laki-laki lebih superior daripada perempuan sehingga berhak mengatur atau mendominasi pasangannya.<\/li>\n<li>Faktor pengalaman masa lalu, yaitu ketika pelaku pernah menjadi korban atau saksi kekerasan dalam keluarganya sendiri sehingga menganggap kekerasan sebagai hal yang wajar atau dapat diterima.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_KDRT\"><\/span>Dampak KDRT<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>KDRT memiliki dampak yang sangat merugikan bagi korban maupun keluarganya. Dampak-dampak yang dapat timbul akibat KDRT antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Dampak fisik, yaitu korban dapat mengalami luka-luka ringan hingga berat pada tubuhnya, seperti memar, lecet, patah tulang, luka bakar, kerusakan organ dalam, bahkan kematian.<\/li>\n<li>Dampak seksual, yaitu korban dapat mengalami gangguan reproduksi atau infeksi menular seksual akibat pemerkosaan atau pemaksaan hubungan intim tanpa perlindungan.<\/li>\n<li>Dampak psikologis, yaitu korban dapat mengalami gangguan mental atau emosional akibat kekerasan psikologis yang dialaminya, seperti depresi, stres, trauma, fobia sosial, gangguan kepercayaan diri, gangguan tidur, gangguan makan, bahkan bunuh diri.<\/li>\n<li>Dampak sosial, yaitu korban dapat mengalami isolasi sosial akibat tekanan dari pelaku atau lingkungan sekitarnya yang tidak mendukung. Korban juga dapat mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan interpersonal dengan orang lain akibat kurangnya rasa percaya diri atau rasa malu.<\/li>\n<li>Dampak ekonomi, yaitu korban dapat mengalami kerugian materi akibat harus membayar biaya pengobatan atau perawatan akibat luka-luka fisik yang dideritanya. Korban juga dapat kehilangan sumber penghasilan akibat tidak bisa bekerja atau berhenti bekerja karena tekanan dari pelaku.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah setiap perbuatan terhadap seseorang, terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan\/atau penelantaran rumah&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-34839","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34839","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34839"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34839\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34839"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34839"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34839"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}