{"id":34701,"date":"2023-05-22T14:24:56","date_gmt":"2023-05-22T07:24:56","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=34701"},"modified":"2023-05-22T14:24:56","modified_gmt":"2023-05-22T07:24:56","slug":"tata-cara-tayamum-orang-yang-sakit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-cara-tayamum-orang-yang-sakit\/","title":{"rendered":"Tata Cara Tayamum Orang yang Sakit"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-cara-tayamum-orang-yang-sakit\/#Syarat_Tayamum\" >Syarat Tayamum<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-cara-tayamum-orang-yang-sakit\/#Cara_Tayamum\" >Cara Tayamum<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-cara-tayamum-orang-yang-sakit\/#Doa_Setelah_Tayamum\" >Doa Setelah Tayamum<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-cara-tayamum-orang-yang-sakit\/#Hal_yang_Harus_Diperhatikan\" >Hal yang Harus Diperhatikan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Tayamum adalah cara bersuci dari hadas besar atau kecil dengan menggunakan debu, tanah atau permukaan bumi lainnya yang bersih dan suci. Tayamum diperbolehkan bagi orang yang sakit jika tidak ada air yang sah untuk berwudu atau ghusl, atau jika menggunakan air akan membahayakan kesehatan atau keselamatan diri atau orang lain. Berikut adalah cara tayamum orang yang sakit beserta niat dan doanya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syarat_Tayamum\"><\/span>Syarat Tayamum<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sebelum melakukan tayamum, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu:<\/p>\n<p>&#8211; Masuk waktu salat. Tayamum hanya boleh dilakukan ketika sudah masuk waktu salat dan hanya berlaku untuk satu kali salat saja. Jika ingin salat lagi di waktu berikutnya, harus melakukan tayamum lagi.<\/p>\n<p>&#8211; Tidak ada air yang sah. Tayamum hanya boleh dilakukan jika tidak ada air yang sah dalam radius 1,5 km, atau jika ada air tetapi tidak bisa mengambilnya karena tidak ada sarana atau ada bahaya.<\/p>\n<p>&#8211; Ada debu atau tanah yang suci. Tayamum harus menggunakan debu atau tanah yang suci dan tidak najis. Jika tidak ada debu atau tanah yang suci, bisa menggunakan permukaan bumi lainnya yang suci, seperti batu, pasir, tembok, kayu, kertas dan sebagainya.<\/p>\n<p>&#8211; Berniat. Tayamum harus dilakukan dengan niat di dalam hati untuk bersuci dari hadas besar atau kecil.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Tayamum\"><\/span>Cara Tayamum<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berikut adalah langkah-langkah melakukan tayamum:<\/p>\n<p>&#8211; Berniat di dalam hati untuk bersuci dari hadas besar atau kecil. Misalnya: Nawaitut tayammuma li raf&#8217;il hadatsil ashghari lillahi ta&#8217;ala (Saya berniat tayamum untuk menghilangkan hadas kecil karena Allah ta&#8217;ala).<\/p>\n<p>&#8211; Memukulkan kedua telapak tangan ke debu atau tanah yang suci satu kali, kemudian mengusap wajah dengan kedua telapak tangan dari atas ke bawah.<\/p>\n<p>&#8211; Memukulkan lagi kedua telapak tangan ke debu atau tanah yang suci satu kali, kemudian mengusap kedua lengan dari siku sampai pergelangan tangan dengan telapak tangan yang berlawanan. Misalnya: mengusap lengan kanan dengan telapak tangan kiri dan sebaliknya.<\/p>\n<p>&#8211; Menyapu kepala dengan telapak tangan kanan dari atas ke bawah sekali saja (sunnah).<\/p>\n<p>&#8211; Menyapu telinga dengan jari-jari kedua tangan (sunnah).<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Doa_Setelah_Tayamum\"><\/span>Doa Setelah Tayamum<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Setelah melakukan tayamum, disunnahkan untuk membaca doa berikut:<\/p>\n<p>Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah wa asyhadu anna Muhammadan &#8216;abduhu wa rasuuluh (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya).<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hal_yang_Harus_Diperhatikan\"><\/span>Hal yang Harus Diperhatikan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan tayamum, yaitu:<\/p>\n<p>&#8211; Tayamum harus dilakukan dengan urutan yang benar sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.<\/p>\n<p>&#8211; Tayamum harus dilakukan dengan sempurna dan menyeluruh pada anggota tubuh yang diusap.<\/p>\n<p>&#8211; Tayamum harus dilakukan dengan segera setelah masuk waktu salat dan tidak boleh ditunda-tunda tanpa alasan yang syar&#8217;i.<\/p>\n<p>&#8211; Tayamum akan batal jika menemukan air yang sah sebelum salat atau jika terjadi hal-hal yang membatalkan wudu seperti buang air kecil, kentut, tidur dan sebagainya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tayamum adalah cara bersuci dari hadas besar atau kecil dengan menggunakan debu, tanah atau permukaan bumi lainnya yang bersih dan suci. Tayamum diperbolehkan bagi orang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-34701","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34701","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34701"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34701\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}