{"id":3439,"date":"2023-08-10T02:00:40","date_gmt":"2023-08-10T02:00:40","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=3439"},"modified":"2023-08-10T02:00:40","modified_gmt":"2023-08-10T02:00:40","slug":"sejarah-kerajaan-kalingga-dari-masa-kejayaan-hingga-keruntuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-kerajaan-kalingga-dari-masa-kejayaan-hingga-keruntuhan\/","title":{"rendered":"Sejarah Kerajaan Kalingga: Dari Masa Kejayaan Hingga Keruntuhan"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-kerajaan-kalingga-dari-masa-kejayaan-hingga-keruntuhan\/#Awal_Mula_dan_Masa_Kejayaan\" >Awal Mula dan Masa Kejayaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-kerajaan-kalingga-dari-masa-kejayaan-hingga-keruntuhan\/#Ratu_Shima_dan_Masa_Kejayaan_Kalingga\" >Ratu Shima dan Masa Kejayaan Kalingga<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-kerajaan-kalingga-dari-masa-kejayaan-hingga-keruntuhan\/#Keruntuhan_dan_Peninggalan_Kerajaan_Kalingga\" >Keruntuhan dan Peninggalan Kerajaan Kalingga<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-kerajaan-kalingga-dari-masa-kejayaan-hingga-keruntuhan\/#Penutup\" >Penutup<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-kerajaan-kalingga-dari-masa-kejayaan-hingga-keruntuhan\/#Sumber\" >Sumber:<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"markdown markdown-main-panel\" dir=\"ltr\">\n<h3 data-sourcepos=\"3:1-3:31\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Awal_Mula_dan_Masa_Kejayaan\"><\/span><strong>Awal Mula dan Masa Kejayaan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"5:1-5:256\">Bukti sejarah tentang Kerajaan Kalingga pertama kali ditemukan dalam prasasti Canggal yang dikeluarkan oleh Raja Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kuno pada tahun 732 M. Prasasti tersebut menyebutkan bahwa Kalingga pernah menjadi kerajaan yang kuat dan makmur.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"7:1-7:77\">Sebelum masa Sanjaya, terdapat beberapa raja Kalingga yang terkenal, seperti:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"9:1-11:0\">\n<li data-sourcepos=\"9:1-9:321\"><strong>Raja Tarumanegara:<\/strong> Purnawarman (sekitar abad ke-5). Pada masa pemerintahannya, Kalingga menjalin hubungan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan lain di Asia Tenggara. Bukti kejayaan Purnawarman dapat dilihat dari prasasti Tugu dan prasasti Ciaruteun yang memuat 7 peninggalan candi dan 23 saluran air yang dibuatnya.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"10:1-11:0\"><strong>Raja Kalingga:<\/strong> Kartikeyasingha (abad ke-6). Pada masa pemerintahannya, Kalingga menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok. Bukti hubungan ini dapat dilihat dari catatan perjalanan seorang pendeta Buddha dari Tiongkok, I-Tsing, yang mengunjungi Kalingga pada tahun 675 M.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-sourcepos=\"12:1-12:41\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ratu_Shima_dan_Masa_Kejayaan_Kalingga\"><\/span><strong>Ratu Shima dan Masa Kejayaan Kalingga<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"14:1-14:171\">Puncak kejayaan Kalingga terjadi pada masa pemerintahan Ratu Shima (674-695 M). Ratu Shima merupakan putri Raja Sannaha dari Kalingga dan Ratu Simha dari Kerajaan Kediri.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"16:1-16:248\">Keberhasilan Ratu Shima dalam memimpin Kalingga tercatat dalam prasasti-prasasti yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Barat, seperti prasasti Munggu, Paradah, dan Timbanganwungkal. Prasasti-prasasti tersebut menunjukkan bahwa Ratu Shima berhasil:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"18:1-21:0\">\n<li data-sourcepos=\"18:1-18:171\">Membangun sistem irigasi yang canggih untuk meningkatkan hasil pertanian. Contohnya, prasasti Paradah yang menyebutkan pembangunan saluran air &#8220;Wungkal&#8221; di Desa Paradah.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"19:1-19:192\">Memajukan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan lain di Asia Tenggara. Bukti ini terlihat dari prasasti Munggu yang menyebutkan tentang pelabuhan Kalingga yang ramai dikunjungi para pedagang.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"20:1-21:0\">Memperluas wilayah kekuasaannya hingga ke Jawa Barat. Hal ini dibuktikan dengan prasasti Timbanganwungkal yang ditemukan di Bogor, Jawa Barat.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-sourcepos=\"22:1-22:48\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keruntuhan_dan_Peninggalan_Kerajaan_Kalingga\"><\/span><strong>Keruntuhan dan Peninggalan Kerajaan Kalingga<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"24:1-24:149\">Setelah wafatnya Ratu Shima pada tahun 695 M, Kerajaan Kalingga mengalami kemunduran. Faktor-faktor yang menyebabkan keruntuhan Kalingga antara lain:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"26:1-29:0\">\n<li data-sourcepos=\"26:1-26:80\">Perang saudara antara keturunan Ratu Shima untuk memperebutkan tahta kerajaan.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"27:1-27:113\">Serangan dari kerajaan-kerajaan lain, seperti Sriwijaya dan Mataram Kuno yang ingin menguasai wilayah Kalingga.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"28:1-29:0\">Bencana alam, seperti letusan gunung berapi dan gempa bumi yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan gagal panen.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"30:1-30:176\">Kerajaan Kalingga runtuh pada sekitar abad ke-8 M. Meskipun demikian, kerajaan ini meninggalkan banyak peninggalan bersejarah yang masih dapat dilihat hingga saat ini, seperti:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"32:1-38:0\">\n<li data-sourcepos=\"32:1-32:226\"><strong>Candi Dieng:<\/strong> Terletak di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, kompleks candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-7 dan ke-8 M. Candi-candi di Dieng memiliki arsitektur yang khas dan dipersembahkan untuk dewa-dewa Hindu.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"33:1-33:146\"><strong>Prasasti Tugu:<\/strong> Ditemukan di Bogor, Jawa Barat, prasasti ini memuat 7 peninggalan candi dan 23 saluran air yang dibuat oleh Raja Purnawarman.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"34:1-34:166\"><strong>Prasasti Ciaruteun:<\/strong> Ditemukan di Bogor, Jawa Barat, prasasti ini memuat 4 baris kalimat yang menceritakan tentang pembangunan saluran air oleh Raja Purnawarman.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"35:1-35:150\"><strong>Prasasti Munggu:<\/strong> Ditemukan di Karanganyar, Jawa Tengah, prasasti ini menyebutkan tentang pelabuhan Kalingga yang ramai dikunjungi para pedagang.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"36:1-36:179\"><strong>Prasasti Paradah:<\/strong> Ditemukan di Temanggung, Jawa Tengah, prasasti ini menyebutkan tentang pembangunan saluran air &#8220;Wungkal&#8221; di Desa Paradah pada masa pemerintahan Ratu Shima.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"37:1-38:0\"><strong>Prasasti Timbanganwungkal:<\/strong> Ditemukan di Bogor, Jawa Barat, prasasti ini menyebutkan tentang perluasan wilayah kekuasaan Kalingga hingga ke Jawa Barat pada masa pemerintahan Ratu Shima.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-sourcepos=\"39:1-39:14\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup\"><\/span><strong>Penutup<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"41:1-41:243\">Kerajaan Kalingga merupakan salah satu kerajaan Hindu-Buddha yang pernah berjaya di Jawa Tengah. Meskipun telah runtuh, kerajaan ini meninggalkan banyak warisan budaya yang berharga dan menjadi bukti sejarah yang penting bagi bangsa Indonesia.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"43:1-43:11\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sumber\"><\/span><strong>Sumber:<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul data-sourcepos=\"45:1-46:20\">\n<li data-sourcepos=\"45:1-45:130\">Wikipedia: Kerajaan Kalingga: https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kerajaan_Kalingga<\/li>\n<li data-sourcepos=\"45:1-45:130\">Sejarah Kerajaan Kalingga dan Jejak Peninggalannya &#8211; liputan6.com: https:\/\/www.cnnindonesia.com\/edukasi\/20210603134030-574-649938\/sejarah-kerajaan-kalingga-dan-jejak-peninggalannya<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Awal Mula dan Masa Kejayaan Bukti sejarah tentang Kerajaan Kalingga pertama kali ditemukan dalam prasasti Canggal yang dikeluarkan oleh Raja Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kuno&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3439","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3439","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3439"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3439\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3439"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3439"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3439"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}