{"id":34339,"date":"2023-05-21T09:17:36","date_gmt":"2023-05-21T02:17:36","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=34339"},"modified":"2023-05-21T09:17:36","modified_gmt":"2023-05-21T02:17:36","slug":"pulau-kelagian-lunik-surga-tersembunyi-di-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pulau-kelagian-lunik-surga-tersembunyi-di-lampung\/","title":{"rendered":"Pulau Kelagian Lunik: Surga Tersembunyi di Lampung"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pulau-kelagian-lunik-surga-tersembunyi-di-lampung\/#Keindahan_Pulau_Kelagian_Lunik\" >Keindahan Pulau Kelagian Lunik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pulau-kelagian-lunik-surga-tersembunyi-di-lampung\/#Cara_Menuju_Pulau_Kelagian_Lunik\" >Cara Menuju Pulau Kelagian Lunik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pulau-kelagian-lunik-surga-tersembunyi-di-lampung\/#Harga_Tiket_Masuk_dan_Fasilitas\" >Harga Tiket Masuk dan Fasilitas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pulau-kelagian-lunik-surga-tersembunyi-di-lampung\/#Tips_dan_Kekurangan_Berkunjung_ke_Pulau_Kelagian_Lunik\" >Tips dan Kekurangan Berkunjung ke Pulau Kelagian Lunik<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Pulau Kelagian Lunik adalah salah satu destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam yang luar biasa. Pulau ini terletak di Kabupaten Pesawaran, Lampung, dan merupakan bagian dari Pulau Kelagian yang terdiri dari dua pulau, yaitu Pulau Kelagian Besar dan Pulau Kelagian Kecil. Pulau Kelagian Besar biasanya digunakan untuk latihan militer oleh Tentara Angkatan Laut, sedangkan Pulau Kelagian Kecil atau Pulau Kelagian Lunik menjadi tempat favorit para wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai yang tenang dan indah.<\/p>\n Pulau Kelagian Lunik, Foto: IG @pulaukelagianlunik\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keindahan_Pulau_Kelagian_Lunik\"><\/span>Keindahan Pulau Kelagian Lunik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pulau Kelagian Lunik memiliki pasir putih yang halus dan lembut, serta air laut yang jernih dengan gradasi warna biru dan hijau. Pulau ini juga dikelilingi oleh bukit dan gunung yang menambah pesona alamnya. Di pulau ini, pengunjung bisa melakukan berbagai aktivitas seperti berenang, snorkeling, bermain ayunan, atau sekadar bersantai di warung-warung yang tersedia. Snorkeling di pulau ini sangat menyenangkan karena banyaknya biota laut yang bisa dilihat, termasuk penyu dan ular laut. Selain itu, pulau ini juga memiliki hutan mangrove yang bisa dijelajahi dengan perahu.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menuju_Pulau_Kelagian_Lunik\"><\/span>Cara Menuju Pulau Kelagian Lunik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk bisa sampai ke Pulau Kelagian Lunik, pengunjung harus menempuh perjalanan darat dan laut. Perjalanan darat bisa dimulai dari Bandar Lampung menuju Pelabuhan Ketapang di Kecamatan Padang Cermin. Jaraknya sekitar 100 km dan bisa ditempuh dengan mobil pribadi atau angkutan umum selama kurang lebih 2 jam. Dari Pelabuhan Ketapang, pengunjung harus menyewa perahu atau speed boat untuk menyeberang ke Pulau Kelagian Lunik. Perjalanan laut ini memakan waktu sekitar 1 jam.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Harga_Tiket_Masuk_dan_Fasilitas\"><\/span>Harga Tiket Masuk dan Fasilitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk bisa masuk ke Pulau Kelagian Lunik, pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang. Selain itu, pengunjung juga harus membayar biaya sewa perahu atau speed boat yang bervariasi tergantung dari jumlah penumpang dan lama perjalanan. Rata-rata biaya sewa perahu berkisar antara Rp 300.000 hingga Rp 500.000 per perahu dengan kapasitas maksimal 10 orang. Sedangkan biaya sewa speed boat berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per speed boat dengan kapasitas maksimal 15 orang.<\/p>\n<p>Fasilitas di Pulau Kelagian Lunik cukup lengkap untuk ukuran pulau tak berpenghuni. Di sini tersedia warung-warung yang menjual makanan, minuman, dan perlengkapan snorkeling. Ada juga kamar mandi umum yang menggunakan air payau untuk membersihkan diri setelah beraktivitas di laut. Jika ingin menginap di pulau ini, pengunjung harus membawa tenda sendiri atau menyewa tenda dari warung-warung dengan harga sekitar Rp 50.000 hingga Rp 100.000 per tenda.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_dan_Kekurangan_Berkunjung_ke_Pulau_Kelagian_Lunik\"><\/span>Tips dan Kekurangan Berkunjung ke Pulau Kelagian Lunik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sebelum berkunjung ke Pulau Kelagian Lunik, ada beberapa tips yang bisa dipertimbangkan untuk membuat liburan lebih nyaman dan menyenangkan:<\/p>\n<p>&#8211; Membawa perlengkapan mandi dan pakaian ganti karena air mandi di pulau ini adalah air payau.<\/p>\n<p>&#8211; Membawa obat-obatan pribadi dan alat pertolongan pertama karena tidak ada fasilitas kesehatan di pulau ini.<\/p>\n<p>&#8211; Membawa makanan dan minuman sendiri jika tidak ingin membeli dari warung-warung yang harganya cukup mahal.<\/p>\n<p>&#8211; Membawa kantong plastik untuk membawa kembali sampah-sampah yang dihasilkan agar tidak mencemari lingkungan pulau.<\/p>\n<p>&#8211; Memilih waktu berkunjung yang tepat karena pulau ini seringkali ditutup untuk umum saat ada latihan militer di Pulau Kelagian Besar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pulau Kelagian Lunik adalah salah satu destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam yang luar biasa. Pulau ini terletak di Kabupaten Pesawaran, Lampung, dan merupakan bagian&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-34339","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34339"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34339\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}