{"id":33831,"date":"2020-05-15T20:02:15","date_gmt":"2020-05-15T13:02:15","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=33831"},"modified":"2020-05-15T20:02:15","modified_gmt":"2020-05-15T13:02:15","slug":"wisata-dam-raman-metro-lampung-menikmati-keindahan-bendungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wisata-dam-raman-metro-lampung-menikmati-keindahan-bendungan\/","title":{"rendered":"Wisata Dam Raman Metro Lampung, Menikmati Keindahan Bendungan"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wisata-dam-raman-metro-lampung-menikmati-keindahan-bendungan\/#Lokasi_dan_Rute_Menuju_Dam_Raman\" >Lokasi dan Rute Menuju Dam Raman<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wisata-dam-raman-metro-lampung-menikmati-keindahan-bendungan\/#Fasilitas_dan_Wahana_Permainan_di_Dam_Raman\" >Fasilitas dan Wahana Permainan di Dam Raman<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wisata-dam-raman-metro-lampung-menikmati-keindahan-bendungan\/#Harga_Tiket_Masuk_dan_Jam_Buka_Dam_Raman\" >Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Dam Raman<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wisata-dam-raman-metro-lampung-menikmati-keindahan-bendungan\/#Keindahan_dan_Keistimewaan_Dam_Raman\" >Keindahan dan Keistimewaan Dam Raman<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Dam Raman adalah salah satu bendungan kuno di Provinsi Lampung yang terletak di Distrik 28, Kota Metro<sup>1<\/sup>.\u00a0Bendungan ini dibangun pada masa penjajahan Belanda saat Perang Dunia II berlangsung<sup>2<\/sup>.\u00a0Fungsi utama bendungan ini adalah untuk mengairi ladang dan persawahan di sekitar Kota Metro dan kabupaten-kabupaten lainnya.<\/p>\n<p>Namun, seiring dengan perkembangan zaman, Dam Raman kini tidak hanya berfungsi sebagai sumber irigasi, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang menarik.\u00a0Dam Raman menawarkan panorama alam yang indah, udara yang sejuk, dan berbagai fasilitas dan wahana permainan yang bisa dinikmati oleh pengunjung.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lokasi_dan_Rute_Menuju_Dam_Raman\"><\/span>Lokasi dan Rute Menuju Dam Raman<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dam Raman berlokasi di Jalan Dam Raman No.1, Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Lampung.\u00a0Jaraknya sekitar 9 km dari pusat Kota Metro dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit berkendara.\u00a0Sedangkan jika dari Bandar Lampung, jaraknya sekitar 58 km dengan waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan.<\/p>\n<p>Ada beberapa rute yang bisa dipilih untuk menuju Dam Raman. Rute tercepat dari Bandar Lampung adalah dengan melewati jalan tol. Bisa masuk di Gerbang Tol Natar dan keluar di Gerbang Tol Tegineneng Timur.\u00a0Rute ini berjarak 62 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit. Rute terpendek bisa lewat Karang Anyar. Melewati Slanik Waterpark dan Perkebunan Karet PTPN 7 Unit Trikora. Di Metro akan melewati Jalan Budi Utomo dan Jalan Soekarno Hatta.\u00a0Rute terpendek tersebut berjarak 50 km dengan waktu tempuh 1 jam 30 menit.<\/p>\n<p>Lokasi bendungan ada di tepi jalan, jadi tidak sulit untuk menemukannya saat menjelang sampai. Untuk lebih jelasnya, bisa mengandalkan peta Google Maps atau menghubungi nomor telepon yang tersedia.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fasilitas_dan_Wahana_Permainan_di_Dam_Raman\"><\/span>Fasilitas dan Wahana Permainan di Dam Raman<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Setelah dikelola sebagai objek wisata, Dam Raman menyediakan berbagai fasilitas dan wahana permainan yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Berikut adalah beberapa di antaranya:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Arena Panahan<\/strong>.\u00a0Di sini pengunjung bisa belajar atau menyalurkan hobi memanah sambil menikmati suasana sejuk<\/li>\n<li><strong>Perahu Karet<\/strong>.\u00a0Dengan perahu ini, pengunjung bisa berkeliling di tiap-tiap sudut bendungan dan menikmati pemandangan dari tengahnya.<\/li>\n<li><strong>Flying Fox<\/strong>.\u00a0Bagi yang ingin memacu adrenalin, bisa mencoba wahana ini dengan harga yang terjangkau.<\/li>\n<li><strong>Hammock<\/strong>.\u00a0Pengunjung bisa merebahkan diri di hammock sambil memandangi danau yang asri dan menghirup udara segar.<\/li>\n<li><strong>Spot Foto Kekinian<\/strong>.\u00a0Ada banyak tempat foto yang instagramable di Dam Raman, seperti objek background love, ayunan, papan nama, dan objek selfie berlatar belakang bendungan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selain itu, Dam Raman juga menyediakan fasilitas umum seperti toilet, mushola, warung makan, gazebo, area parkir, dan lain-lain.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Harga_Tiket_Masuk_dan_Jam_Buka_Dam_Raman\"><\/span>Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Dam Raman<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk masuk ke area Dam Raman, pengunjung harus membayar tiket masuk yang relatif murah dan terjangkau semua kalangan. Berikut adalah daftar harga tiket masuk dan parkir di Dam Raman:<\/p>\n<ul>\n<li>Tiket masuk: Rp. 5.000<\/li>\n<li>Parkir Motor: Rp. 2.000<\/li>\n<li>Parkir Mobil: Rp. 5.000<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dam Raman buka setiap hari dari pagi hingga malam hari. Jadi pengunjung bisa berkunjung di pagi, siang, sore, atau malam hari. Sedangkan informasi yang saya dapat di Google Maps adalah: Buka pukul: 09:00 \u2013 17:00<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keindahan_dan_Keistimewaan_Dam_Raman\"><\/span>Keindahan dan Keistimewaan Dam Raman<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dam Raman memiliki keindahan dan keistimewaan yang membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kota Metro. Berikut adalah beberapa di antaranya:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Panorama Alam yang Indah<\/strong>. Dam Raman menawarkan pemandangan danau yang tenang berpadu dengan lingkungan sekitar yang asri. Di sini pengunjung bisa melihat hamparan persawahan yang luas, pepohonan yang rindang, dan langit yang biru.<\/li>\n<li><strong>Udara yang Sejuk<\/strong>. Dam Raman memiliki udara yang sejuk dan segar karena berada di ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut. Udara ini bisa membuat pengunjung merasa nyaman dan rileks saat berada di sini.<\/li>\n<li><strong>Sejarah dan Misteri<\/strong>. Dam Raman juga memiliki sejarah dan misteri yang menarik untuk diketahui. Bendungan ini dibangun pada masa penjajahan Belanda saat Perang Dunia II berlangsung dan konon memakan banyak korban jiwa saat proses pembangunan. Ada juga cerita mistis tentang penampakan ular raksasa, buaya putih, dan sosok mahluk astral yang berasal dari kerajaan gaib di sini.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dam Raman adalah salah satu bendungan kuno di Provinsi Lampung yang terletak di Distrik 28, Kota Metro1.\u00a0Bendungan ini dibangun pada masa penjajahan Belanda saat Perang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33832,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-33831","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33831","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33831"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33831\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33831"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33831"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33831"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}