{"id":3354,"date":"2023-08-08T02:06:01","date_gmt":"2023-08-08T02:06:01","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=3354"},"modified":"2023-08-08T02:06:01","modified_gmt":"2023-08-08T02:06:01","slug":"sumber-sejarah-sumber-tertulis-lisan-dan-benda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sumber-sejarah-sumber-tertulis-lisan-dan-benda\/","title":{"rendered":"Sumber Sejarah: Sumber Tertulis, Lisan, dan Benda"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sumber-sejarah-sumber-tertulis-lisan-dan-benda\/#Sumber_Tertulis\" >Sumber Tertulis<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sumber-sejarah-sumber-tertulis-lisan-dan-benda\/#Sumber_Primer\" >Sumber Primer<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sumber-sejarah-sumber-tertulis-lisan-dan-benda\/#Sumber_Sekunder\" >Sumber Sekunder<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sumber-sejarah-sumber-tertulis-lisan-dan-benda\/#Sumber_Lisan\" >Sumber Lisan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sumber-sejarah-sumber-tertulis-lisan-dan-benda\/#Sumber_Lisan_Primer\" >Sumber Lisan Primer<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sumber-sejarah-sumber-tertulis-lisan-dan-benda\/#Sumber_Lisan_Sekunder\" >Sumber Lisan Sekunder<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sumber-sejarah-sumber-tertulis-lisan-dan-benda\/#Sumber_Benda\" >Sumber Benda<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sumber-sejarah-sumber-tertulis-lisan-dan-benda\/#Sumber_Monumental\" >Sumber Monumental<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sumber-sejarah-sumber-tertulis-lisan-dan-benda\/#Sumber_Ornamental\" >Sumber Ornamental<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sumber-sejarah-sumber-tertulis-lisan-dan-benda\/#Sumber_Grafis\" >Sumber Grafis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sumber-sejarah-sumber-tertulis-lisan-dan-benda\/#Sumber_Fotografis\" >Sumber Fotografis<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Sejarah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari peristiwa-peristiwa masa lalu yang berkaitan dengan aktivitas manusia. Untuk mengetahui dan memahami peristiwa-peristiwa sejarah, kita membutuhkan sumber sejarah. Sumber sejarah adalah segala sesuatu yang mengandung informasi tentang peristiwa sejarah. Sumber sejarah dapat berupa tulisan, lisan, atau benda. Berikut ini adalah penjelasan tentang jenis-jenis sumber sejarah berdasarkan bentuknya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sumber_Tertulis\"><\/span><strong>Sumber Tertulis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sumber tertulis adalah sumber sejarah yang berbentuk tulisan atau catatan yang dibuat oleh orang-orang yang terlibat atau menyaksikan peristiwa sejarah. Sumber tertulis dapat dibagi menjadi dua, yaitu sumber primer dan sumber sekunder.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sumber_Primer\"><\/span>Sumber Primer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sumber primer adalah sumber tertulis yang berasal dari kesaksian langsung dari pelaku atau saksi mata peristiwa sejarah. Sumber primer merupakan sumber asli dan otentik yang dapat dijadikan bukti langsung dari peristiwa sejarah. Contoh sumber primer adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Prasasti: merupakan tulisan yang dibuat pada batu, logam, kayu, atau bahan lain yang bertahan lama. Prasasti biasanya berisi tentang perintah, piagam, hukum, atau catatan sejarah dari raja-raja atau penguasa.\u00a0Contoh prasasti adalah Prasasti Yupa yang berisi tentang raja Mulawarman dari Kerajaan Kutai<sup>1<\/sup>.<\/li>\n<li>Dokumen: merupakan tulisan yang dibuat pada kertas, kain, kulit, daun lontar, bambu, atau bahan lain yang mudah rusak. Dokumen biasanya berisi tentang surat-menyurat, kontrak, perjanjian, laporan, biografi, silsilah, babad, atau catatan harian.\u00a0Contoh dokumen adalah Naskah Nagarakretagama yang berisi tentang pujasastra untuk Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit<sup>2<\/sup>.<\/li>\n<li>Surat kabar: merupakan media massa cetak yang berisi tentang berita-berita aktual yang terjadi di suatu tempat dan waktu. Surat kabar dapat menjadi sumber informasi tentang peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah. Contoh surat kabar adalah Kompas yang didirikan oleh P.K.\u00a0Ojong dan Jakob Oetama pada tahun 1965<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sumber_Sekunder\"><\/span>Sumber Sekunder<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sumber sekunder adalah sumber tertulis yang berasal dari penafsiran atau ulasan dari sumber primer atau sumber lainnya. Sumber sekunder merupakan sumber turunan dan tidak otentik yang dapat dijadikan rujukan tambahan dari peristiwa sejarah. Contoh sumber sekunder adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Buku sejarah: merupakan karya tulis yang berisi tentang penjelasan sistematis dan ilmiah tentang suatu peristiwa sejarah. Buku sejarah biasanya ditulis oleh para ahli sejarah atau peneliti sejarah dengan menggunakan metode sejarah.\u00a0Contoh buku sejarah adalah Sejarah Nasional Indonesia yang disusun oleh Balai Pustaka pada tahun 1975<sup>4<\/sup>.<\/li>\n<li>Artikel sejarah: merupakan karya tulis singkat yang berisi tentang pembahasan spesifik tentang suatu aspek atau tema sejarah. Artikel sejarah biasanya dimuat dalam media massa cetak atau elektronik seperti majalah, jurnal, koran, atau internet.\u00a0Contoh artikel sejarah adalah \u201cJenis-Jenis Sumber Sejarah Berdasarkan Sifat &amp; Bentuknya\u201d oleh Shabrina Alfari<sup>5<\/sup>.<\/li>\n<li>Film sejarah: merupakan karya seni audio-visual yang berisi tentang penggambaran dramatis atau dokumenter tentang suatu peristiwa sejarah. Film sejarah biasanya dibuat oleh para sineas atau pembuat film dengan menggunakan teknik sinematografi. Contoh film sejarah adalah \u201cG30S\/PKI\u201d yang disutradarai oleh Arifin C.\u00a0Noer pada tahun 1984<sup>6<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sumber_Lisan\"><\/span><strong>Sumber Lisan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sumber lisan adalah sumber sejarah yang berbentuk ucapan atau keterangan langsung dari orang-orang yang terlibat atau menyaksikan peristiwa sejarah. Sumber lisan dapat dibagi menjadi dua, yaitu sumber lisan primer dan sumber lisan sekunder.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sumber_Lisan_Primer\"><\/span>Sumber Lisan Primer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sumber lisan primer adalah sumber lisan yang berasal dari kesaksian langsung dari pelaku atau saksi mata peristiwa sejarah. Sumber lisan primer merupakan sumber asli dan otentik yang dapat dijadikan bukti langsung dari peristiwa sejarah. Contoh sumber lisan primer adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Wawancara: merupakan metode pengumpulan data dengan cara melakukan tanya jawab secara langsung dengan narasumber yang memiliki informasi tentang peristiwa sejarah. Wawancara biasanya dilakukan oleh para peneliti sejarah dengan menggunakan alat rekam suara atau video.\u00a0Contoh wawancara adalah wawancara dengan Bung Karno yang dilakukan oleh Cindy Adams pada tahun 1965<sup>7<\/sup>.<\/li>\n<li>Ceramah: merupakan metode penyampaian informasi dengan cara berbicara di depan khalayak ramai tentang suatu topik atau tema sejarah. Ceramah biasanya dilakukan oleh para ahli sejarah atau tokoh sejarah dengan menggunakan alat bantu presentasi. Contoh ceramah adalah ceramah tentang Sejarah Islam di Indonesia yang disampaikan oleh Prof. Dr. Azyumardi Azra pada tahun 2018.<\/li>\n<li>Cerita rakyat: merupakan kisah-kisah yang berkembang di kalangan rakyat dan diturunkan secara turun-temurun dari generasi ke generasi secara lisan. Cerita rakyat biasanya berisi tentang asal-usul, legenda, mitos, dongeng, atau hikayat yang berkaitan dengan peristiwa sejarah. Contoh cerita rakyat adalah Cerita Rakyat Sangkuriang yang berisi tentang asal-usul Gunung Tangkuban Perahu.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sumber_Lisan_Sekunder\"><\/span>Sumber Lisan Sekunder<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sumber lisan sekunder adalah sumber lisan yang berasal dari penafsiran atau ulasan dari sumber lisan primer atau sumber lainnya. Sumber lisan sekunder merupakan sumber turunan dan tidak otentik yang dapat dijadikan rujukan tambahan dari peristiwa sejarah. Contoh sumber lisan sekunder adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Podcast: merupakan media digital yang berisi tentang rekaman suara atau video yang dapat diunduh dan diputar secara online atau offline. Podcast biasanya berisi tentang pembicaraan atau diskusi tentang suatu topik atau tema sejarah. Contoh podcast adalah \u201cSejarah Indonesia\u201d yang dibawakan oleh Andi Arif dan Rizky Ananda.<\/li>\n<li>Audiobook: merupakan media digital yang berisi tentang rekaman suara dari pembacaan buku atau naskah tertulis. Audiobook biasanya berisi tentang narasi atau penjelasan tentang suatu peristiwa sejarah. Contoh audiobook adalah \u201cSejarah Peradaban Islam\u201d karya Drs. H.M. Djamil Djambek.<\/li>\n<li>Lagu: merupakan karya seni musik yang berisi tentang irama, melodi, harmoni, dan lirik yang menyampaikan pesan atau makna tertentu. Lagu biasanya berisi tentang ekspresi atau inspirasi dari suatu peristiwa sejarah. Contoh lagu adalah \u201cBendera\u201d yang diciptakan oleh Eross Candra dan dinyanyikan oleh Cokelat pada tahun 2001.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sumber_Benda\"><\/span><strong>Sumber Benda<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sumber benda adalah sumber sejarah yang berbentuk benda-benda fisik yang dibuat oleh manusia atau alam yang berkaitan dengan peristiwa sejarah. Sumber benda dapat dibagi menjadi empat, yaitu sumber monumental, ornamental, grafis, dan fotografis.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sumber_Monumental\"><\/span>Sumber Monumental<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sumber monumental adalah sumber benda yang berbentuk bangunan-bangunan besar dan megah yang dibuat oleh manusia sebagai tanda penghargaan, peringatan, atau simbol kekuasaan. Sumber monumental biasanya berisi tentang arsitektur, seni ukir, relief, patung, atau prasasti yang menggambarkan peristiwa sejarah. Contoh sumber monumental adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Candi: merupakan bangunan suci yang dibuat oleh umat Hindu-Buddha sebagai tempat pemujaan dewa-dewi atau stupa peninggalan Buddha. Candi biasanya berisi tentang relief, patung, prasasti yang menggambarkan peristiwa sejarah. Contoh candi adalah Candi Borobudur yang berisi tentang relief kisah Buddha dan stupa peninggalan Buddha.<\/li>\n<li>Istana: merupakan bangunan resmi yang dibuat oleh raja-raja atau penguasa sebagai tempat tinggal, pemerintahan, atau upacara. Istana biasanya berisi tentang arsitektur, seni ukir, lukisan, patung, atau prasasti yang menggambarkan peristiwa sejarah. Contoh istana adalah Istana Maimun yang berisi tentang arsitektur Melayu, India, Spanyol, dan Italia dan lukisan Raja Deli.<\/li>\n<li>Monumen: merupakan bangunan kecil yang dibuat oleh manusia sebagai tanda penghargaan, peringatan, atau simbol kebanggaan. Monumen biasanya berisi tentang arsitektur, seni ukir, relief, patung, atau prasasti yang menggambarkan peristiwa sejarah. Contoh monumen adalah Monumen Nasional yang berisi tentang arsitektur obelisk dan patung Pembebasan Irian Barat.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sumber_Ornamental\"><\/span>Sumber Ornamental<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sumber ornamental adalah sumber benda yang berbentuk benda-benda kecil dan indah yang dibuat oleh manusia sebagai hiasan, perhiasan, atau simbol status. Sumber ornamental biasanya berisi tentang seni ukir, lukis, anyam, tenun, bordir, sulam, atau batik yang menggambarkan peristiwa sejarah. Contoh sumber ornamental adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Perhiasan: merupakan benda-benda kecil yang dibuat dari logam mulia, permata, mutiara, atau bahan lain yang dipakai oleh manusia sebagai hiasan tubuh. Perhiasan biasanya berisi tentang seni ukir atau lukis yang menggambarkan peristiwa sejarah. Contoh perhiasan adalah Gelang Emas Wonoboyo yang berisi tentang seni ukir bergaya Jawa Kuno.<\/li>\n<li>Keramik: merupakan benda-benda kecil yang dibuat dari tanah liat yang dibakar dan dihiasi dengan warna-warni. Keramik biasanya berisi tentang seni lukis yang menggambarkan peristiwa sejarah. Contoh keramik adalah Piring Keramik Yuan yang berisi tentang seni lukis bergaya Tiongkok.<\/li>\n<li>Kain: merupakan benda-benda kecil yang dibuat dari benang-benang yang dianyam atau ditenun menjadi lembaran. Kain biasanya berisi tentang seni anyam, tenun, bordir, sulam, atau batik yang menggambarkan peristiwa sejarah. Contoh kain adalah Kain Songket Palembang yang berisi tentang seni tenun dengan benang emas atau perak.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sumber_Grafis\"><\/span>Sumber Grafis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sumber grafis adalah sumber benda yang berbentuk gambar-gambar dua dimensi yang dibuat oleh manusia dengan menggunakan alat tulis atau gambar. Sumber grafis biasanya berisi tentang seni lukis, gambar, sketsa, kartun, komik, poster, atau grafik yang menggambarkan peristiwa sejarah. Contoh sumber grafis adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Lukisan: merupakan gambar dua dimensi yang dibuat oleh manusia dengan menggunakan cat dan kuas pada media kanvas, kertas, kayu, atau lainnya. Lukisan biasanya berisi tentang seni lukis yang menggambarkan peristiwa sejarah. Contoh lukisan adalah Lukisan Penyerahan Surabaya oleh Raden Saleh.<\/li>\n<li>Gambar: merupakan gambar dua dimensi yang dibuat oleh manusia dengan menggunakan pensil, spidol, bolpoin, atau alat tulis lainnya pada media kertas atau lainnya. Gambar biasanya berisi tentang seni gambar atau sketsa yang menggambarkan peristiwa sejarah. Contoh gambar adalah Gambar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Dullah.<\/li>\n<li>Poster: merupakan gambar dua dimensi yang dibuat oleh manusia dengan menggunakan cetak sablon atau digital pada media kertas besar atau lainnya. Poster biasanya berisi tentang seni grafis atau desain grafis yang menggambarkan peristiwa sejarah. Contoh poster adalah Poster Pemilu 1955 oleh Mochtar Apin.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sumber_Fotografis\"><\/span>Sumber Fotografis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sumber fotografis adalah sumber benda yang berbentuk gambar-gambar dua dimensi yang dibuat oleh manusia dengan menggunakan kamera atau alat rekam gambar lainnya. Sumber fotografis biasanya berisi tentang seni fotografi atau dokumentasi yang menggambarkan peristiwa sejarah. Contok sumber fotografis adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Foto: merupakan gambar dua dimensi yang dibuat oleh manusia dengan menggunakan kamera analog atau digital yang merekam cahaya pada media film atau digital. Foto biasanya berisi tentang seni fotografi atau dokumentasi yang menggambarkan peristiwa sejarah. Contoh foto adalah Foto Bung Karno dan Bung Hatta di depan Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 1945.<\/li>\n<li>Video: merupakan gambar-gambar dua dimensi yang dibuat oleh manusia dengan menggunakan kamera video atau alat rekam video lainnya yang merekam gerak dan suara pada media pita atau digital. Video biasanya berisi tentang seni videografi atau dokumentasi yang menggambarkan peristiwa sejarah. Contoh video adalah Video Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.<\/li>\n<li>Film: merupakan gambar-gambar dua dimensi yang dibuat oleh manusia dengan menggunakan kamera film atau alat rekam film lainnya yang merekam gerak dan suara pada media seluloid atau digital. Film biasanya berisi tentang seni sinematografi atau penggambaran dramatis atau dokumenter yang menggambarkan peristiwa sejarah. Contoh film adalah Film \u201cSoekarno\u201d yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo pada tahun 2013.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Jenis-Jenis Sumber Sejarah Berdasarkan Sifat &amp; Bentuknya | Sejarah &#8230;. https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jenis-jenis-sumber-sejarah.<br \/>\n(2) Sumber Sejarah: Pengertian dan Contohnya &#8211; Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2022\/05\/25\/080000669\/sumber-sejarah&#8211;pengertian-dan-contohnya.<br \/>\n(3) Sumber-Sumber Sejarah &#8211; Kelas Sejarah. https:\/\/www.kelassejarah.com\/2019\/08\/sumber-sumber-sejarah.html.<br \/>\n(4) Sumber Sejarah | Pengertian, Manfaat, Fungsi, Sifat, dan Jenis. https:\/\/www.ilmusaktiku.com\/sumber-sejarah\/.<br \/>\n(5) Sumber Sejarah: Pengertian, Jenis-Jenis, beserta Contohnya.. https:\/\/akupintar.id\/info-pintar\/-\/blogs\/sumber-sejarah-pengertian-jenis-jenis-beserta-contohnya-.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejarah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari peristiwa-peristiwa masa lalu yang berkaitan dengan aktivitas manusia. Untuk mengetahui dan memahami peristiwa-peristiwa sejarah, kita membutuhkan sumber sejarah. Sumber&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3354","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3354","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3354"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3354\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3354"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3354"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3354"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}