{"id":33534,"date":"2023-05-11T11:49:05","date_gmt":"2023-05-11T04:49:05","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=33534"},"modified":"2023-05-11T11:49:05","modified_gmt":"2023-05-11T04:49:05","slug":"pantai-dewi-mandapa-surga-tersembunyi-di-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pantai-dewi-mandapa-surga-tersembunyi-di-lampung\/","title":{"rendered":"Pantai Dewi Mandapa: Surga Tersembunyi di Lampung"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pantai-dewi-mandapa-surga-tersembunyi-di-lampung\/#Lokasi_dan_Rute_Menuju_Pantai_Dewi_Mandapa\" >Lokasi dan Rute Menuju Pantai Dewi Mandapa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pantai-dewi-mandapa-surga-tersembunyi-di-lampung\/#Jam_Buka_dan_Harga_Tiket_Masuk_Pantai_Dewi_Mandapa\" >Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Pantai Dewi Mandapa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pantai-dewi-mandapa-surga-tersembunyi-di-lampung\/#Fasilitas_dan_Daya_Tarik_Pantai_Dewi_Mandapa\" >Fasilitas dan Daya Tarik Pantai Dewi Mandapa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pantai-dewi-mandapa-surga-tersembunyi-di-lampung\/#Tips_Berwisata_ke_Pantai_Dewi_Mandapa\" >Tips Berwisata ke Pantai Dewi Mandapa<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Pantai Dewi Mandapa adalah salah satu destinasi wisata pantai yang ada di Lampung, tepatnya di Kabupaten Pesawaran. Pantai ini memiliki keindahan dan keunikannya tersendiri yang membuat banyak pengunjung terpesona.\u00a0Nama Pantai Dewi Mandapa berasal dari nama pemilik kawasan wisata ini, yaitu Dewi Mandapa.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lokasi_dan_Rute_Menuju_Pantai_Dewi_Mandapa\"><\/span>Lokasi dan Rute Menuju Pantai Dewi Mandapa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pantai Dewi Mandapa terletak di Desa Gebang, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Pantai Sari Ringgung, salah satu pantai populer di Lampung.<\/p>\n<p>Untuk menuju ke Pantai Dewi Mandapa, jika berangkat dari Kota Bandar Lampung, kamu memerlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi. Kamu bisa mengarahkan kendaraanmu menuju Jalan Pramuka ke arah Teuku Cik Ditiro. Lalu kamu akan melewati Jalan Raden Imba Kusuma Ratu hingga tiba di Padang Cermin.<\/p>\n<p>Kondisi jalan menuju ke arah Pantai Dewi Mandapa masih berupa tanah dan batu, serta disamping kiri dan kanan jalannya ditumbuhi pepohonan yang cukup rindang. Meski begitu jalurnya dapat dilalui mobil atau motor, namun hanya cukup untuk satu jalur mobil saja.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jam_Buka_dan_Harga_Tiket_Masuk_Pantai_Dewi_Mandapa\"><\/span>Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Pantai Dewi Mandapa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pantai Dewi Mandapa dibuka setiap hari Senin hingga Minggu, mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00 waktu setempat. Kamu bisa datang kapan saja sesuai dengan jadwal liburanmu.<\/p>\n<p>Untuk harga tiket masuk Pantai Dewi Mandapa, kamu cukup membayar sebesar Rp 10.000 pada weekdays untuk pengendara sepeda motor.\u00a0Pengendara mobil dikenakan tarif sebesar Rp 30.000. Biaya tersebut sudah termasuk dengan biaya parkir.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fasilitas_dan_Daya_Tarik_Pantai_Dewi_Mandapa\"><\/span>Fasilitas dan Daya Tarik Pantai Dewi Mandapa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Fasilitas yang ada di Pantai Dewi Mandapa sudah cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.\u00a0Di sini tersedia area untuk menyimpan kendaraan, kamar mandi, warung makanan dan minuman, gazebo, dan spot foto.<\/p>\n<p>Daya tarik utama dari Pantai Dewi Mandapa adalah keindahan alamnya yang sangat mempesona.\u00a0Di sini kamu bisa melihat hamparan pasir putih, birunya laut, kawasan hutan bakau, dan gunung yang berdiri dengan gagahnya.<\/p>\n<p>Salah satu spot foto favorit di Pantai Dewi Mandapa adalah jembatan atau dermaga yang ditumbuhi pohon bakau.\u00a0Jembatan ini sering digunakan untuk foto pre wedding karena suasana romantisnya.<\/p>\n<p>Selain itu, ada juga Pulau Cinta yang merupakan pasir putih timbul yang sangat lembut.\u00a0Pulau ini hanya muncul saat air laut surut dan bisa dicapai dengan berjalan kaki atau naik perahu.<\/p>\n<p>Pantai Dewi Mandapa juga merupakan rumah bagi pohon mangrove atau pohon bakau, sehingga tercipta hutan bakau atau hutan mangrove yang sangat asri.\u00a0Kamu bisa menikmati pemandangan hutan bakau sambil bersantai di gazebo atau ayunan yang tersedia di sekitar pantai.<\/p>\n<p>Pantai Dewi Mandapa adalah tempat yang cocok untuk kamu yang ingin menenangkan diri sambil menikmati panorama indah yang tersaji di depan mata. Kamu juga bisa bermain air, berenang, atau berjemur di pantai yang bersih dan sejuk.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Berwisata_ke_Pantai_Dewi_Mandapa\"><\/span>Tips Berwisata ke Pantai Dewi Mandapa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sebelum kamu berangkat ke Pantai Dewi Mandapa, ada beberapa tips yang bisa kamu perhatikan agar liburanmu lebih menyenangkan dan aman. Berikut adalah tipsnya:<\/p>\n<ul>\n<li>Pastikan kondisi kendaraanmu prima sebelum berangkat, karena jalannya cukup menantang dan jauh dari pemukiman.<\/li>\n<li>Bawalah bekal makanan dan minuman secukupnya, karena warung di sekitar pantai tidak banyak dan harganya cukup mahal.<\/li>\n<li>Jangan lupa membawa perlengkapan mandi dan pakaian ganti, karena kamar mandinya tidak terlalu bersih dan nyaman.<\/li>\n<li>Jaga kebersihan dan kelestarian pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan atau merusak pohon bakau.<\/li>\n<li>Patuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan saat berada di tempat umum.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pantai Dewi Mandapa adalah salah satu destinasi wisata pantai yang ada di Lampung, tepatnya di Kabupaten Pesawaran. Pantai ini memiliki keindahan dan keunikannya tersendiri yang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33535,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-33534","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33534","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33534"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33534\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33534"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33534"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33534"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}