{"id":33457,"date":"2023-05-05T15:53:24","date_gmt":"2023-05-05T08:53:24","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=33457"},"modified":"2023-05-05T15:53:24","modified_gmt":"2023-05-05T08:53:24","slug":"qobliyah-subuh-dilaksanakan-sesudah-atau-sebelum-azan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/qobliyah-subuh-dilaksanakan-sesudah-atau-sebelum-azan\/","title":{"rendered":"Qobliyah Subuh Dilaksanakan Sesudah atau Sebelum Azan?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/qobliyah-subuh-dilaksanakan-sesudah-atau-sebelum-azan\/#Waktu_Pelaksanaan_Shalat_Qabliyah_Subuh\" >Waktu Pelaksanaan Shalat Qabliyah Subuh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/qobliyah-subuh-dilaksanakan-sesudah-atau-sebelum-azan\/#Tata_Cara_Salat_Qobliyah_Subuh\" >Tata Cara Salat Qobliyah Subuh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/qobliyah-subuh-dilaksanakan-sesudah-atau-sebelum-azan\/#Keutamaan_Salat_Qobliyah_Subuh\" >Keutamaan Salat Qobliyah Subuh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/qobliyah-subuh-dilaksanakan-sesudah-atau-sebelum-azan\/#Tabel_Ringkasan\" >Tabel Ringkasan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Waktu_Pelaksanaan_Shalat_Qabliyah_Subuh\"><\/span>Waktu Pelaksanaan Shalat Qabliyah Subuh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salat qobliyah subuh adalah salat sunah yang dilakukan sebelum salat fardhu subuh. Salat ini sangat disukai oleh Nabi Muhammad SAW dan tidak pernah ditinggalkannya, baik di rumah maupun dalam perjalanan. Salat ini juga disebut sebagai salat fajar, karena dilakukan di waktu fajar.<\/p>\n<p>Lalu, kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan salat qobliyah subuh? Apakah sebelum atau sesudah azan subuh?<\/p>\n<p>Menurut sebagian besar ulama, waktu qobliyah subuh dimulai setelah azan subuh berkumandang hingga sebelum iqomah salat subuh. Ini berdasarkan hadits dari Ummul Mukminin Hafshah RA yang menyatakan:<\/p>\n<p>\u064a\u064f\u0635\u064e\u0644\u0650\u0651\u0649 \u0631\u064e\u0643\u0652\u0639\u064e\u062a\u064e\u0649\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062c\u0652\u0631\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0645\u0650\u0639\u064e \u0627\u0644\u0623\u064e\u0630\u064e\u0627\u0646\u064e \u0648\u064e\u064a\u064f\u062e\u064e\u0641\u0650\u0651\u0641\u064f\u0647\u064f\u0645\u064e\u0627<\/p>\n<p>Artinya: \u201cNabi Muhammad SAW dahulu diam antara azannya muadzin hingga salat Subuh.\u00a0Kemudian, sebelum salat Subuh dimulai, beliau mendahuluinya dengan melaksanakan salat dua rakaat ringan.\u201d (HR Bukhari dan Muslim)<\/p>\n<p>Dari hadits ini, kita dapat memahami bahwa salat qobliyah subuh dilakukan setelah azan dan sebelum iqomah. Hal ini juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah peristiwa ketika beliau kesiangan bangun untuk salat Subuh.\u00a0Beliau menyuruh Bilal untuk mengumandangkan azan, kemudian berwudhu dan salat dua rakaat ringan, lalu menyuruh Bilal untuk mengucapkan iqomah dan salat Subuh bersama para sahabatnya.<\/p>\n<p>Salat qobliyah subuh memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda:<\/p>\n<p>\u201cKedua rakaat itu lebih kusukai dari pada dunia dan seisinya.\u201d (HR Muslim dan Ahmad)<\/p>\n<p>Untuk niat salat qobliyah subuh, kita dapat mengucapkan:<\/p>\n<p>\u0627\u064f\u0635\u064e\u0644\u0650\u0651\u0649 \u0633\u064f\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0628\u0652\u062d\u0650 \u0631\u064e\u0643\u0652\u0639\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064b \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0652\u0628\u0650\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0628\u0652\u0644\u064e\u0629\u0650 \u0650\u0644\u0644\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649<\/p>\n<p>Arab latin: \u201cUsholli sunnatash subhi rok\u2019ataini qobliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta\u2019ala\u201d<\/p>\n<p>Artinya: &#8220;Aku berniat melaksanakan salat sunnah sebelum Subuh sebanyak dua rakaat, sembari menghadap kiblat karena Allah yang Maha Tinggi.&#8221;<\/p>\n<p>Untuk bacaan surah dalam salat qobliyah subuh, ada beberapa anjuran dari ulama.\u00a0Sebagian ulama menyarankan untuk membaca surah Al Kafirun pada rakaat pertama dan surah Al Ikhlas pada rakaat kedua. Sebagian ulama yang lain menyarankan untuk membaca surah Al Insyirah pada rakaat pertama dan surah Al Fil pada rakaat kedua.<\/p>\n<h2 data-sourcepos=\"35:1-35:33\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tata_Cara_Salat_Qobliyah_Subuh\"><\/span>Tata Cara Salat Qobliyah Subuh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p data-sourcepos=\"37:1-37:115\">Tata cara salat qobliyah Subuh sama dengan salat sunnah dua rakaat pada umumnya. Berikut adalah langkah-langkahnya:<\/p>\n<ol data-sourcepos=\"39:1-39:21\">\n<li data-sourcepos=\"39:1-39:21\">Niat: Membaca niat salat qobliyah Subuh dalam hati.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"40:1-40:95\">Takbiratul ihram: Mengucapkan \u201cAllahu Akbar\u201d sambil mengangkat kedua tangan sejajar telinga.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"41:1-41:44\">Membaca doa iftitah dan surat Al-Fatihah.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"42:1-42:121\">Membaca surat pendek (disunnahkan membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua).<\/li>\n<li data-sourcepos=\"43:1-43:34\">Rukuk dan membaca tasbih rukuk.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"44:1-44:35\">I\u2019tidal dan membaca doa i\u2019tidal.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"45:1-45:34\">Sujud dan membaca tasbih sujud.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"46:1-46:18\">Duduk di antara dua sujud dan membaca doa.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"47:1-47:40\">Sujud kedua dan membaca tasbih sujud.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"48:1-48:120\">Bangkit untuk rakaat kedua dan melakukan gerakan yang sama seperti pada rakaat pertama, kecuali membaca doa iftitah.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"49:1-49:86\">Setelah selesai rakaat kedua, duduk tasyahud akhir dan membaca doa tasyahud akhir.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"50:1-51:0\">Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.<\/li>\n<\/ol>\n<h2 data-sourcepos=\"52:1-52:33\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keutamaan_Salat_Qobliyah_Subuh\"><\/span>Keutamaan Salat Qobliyah Subuh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<div class=\"markdown markdown-main-panel\" dir=\"ltr\">\n<p>Adapun manfaat sholat qobliyah subuh diantaranya yang dikutip dari islampos.com sebagai berikut:<\/p>\n<p><strong>1. Lebih Baik Dari Dunia dan Seisinya<\/strong><br \/>\nDapat memperoleh kebaikan yang nilainya lebih dari pada kebaikan seisi dunia. Sebagaimana Dalam\u00a0\u00a0<span class=\"google-anno-t\">shahih Muslim<\/span>\u00a0terdapat hadits dari \u2018Aisyah, Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda, \u201cDua raka\u2019at sunnah fajar (qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.\u201d<\/p>\n<p><strong>2. Mendapatkan Pahala yang Berlimpah<\/strong><br \/>\nDalam setiap amalan, tentunya didalamnya akan bernilai akan kebaikan. Selain itu juga, tidak dipungkiri bahwa aliran pahala yang berlimpah juga akan diberikan kepada UmatNya yang tekun menjalankan ibadah. Tidak hanya ibadah wajib melainkam juga ibadah sunnah dimana didalamnya termasuk keutamaan sholat Qobliyah subuh.<\/p>\n<p>Tentunya pahala yang diperoleh dari ibadah ini nilainya akan berlimpah ruah. Karena itulah, akan sangat disayangkan untuk melewati 2 rakaat dalam sunnah Qabliyah ini. Sebab keutamaan sunnah qabliyah ini bisa menjadi tambahan pahala bagi semua selama berada di dunia.<\/p>\n<p><strong>3. Mendapatkan Keutamaan Akhirat<\/strong><br \/>\nKeutamaan sunnah qobliyah yang satu ini sangat didambakan oleh semua umat islam. Yaitu, mendapat keutamaan di akhirat kelak. Ibadah merupakan salah satu cara bagi kita untuk mendapatkan pahala. Pahala inilah yang kemudian akan menjadi bekal kelak di akhirat sebagaimana shalat fardhu.<\/p>\n<p><strong>4. Akan Diberikan Jaminan Keutamaan di Akhirat<\/strong><br \/>\nSebab pahala yang diperoleh nantinya akan menjadi bekal yang mengiringi perjalanan di akhirat. Selain itu, Allah SWT juga menjanjikan kenikmatan yang luar biasa.<br \/>\nSiapapun yang senantiasan menjalankan Sholat Sunnah Qobliyah Subuh secara rutin akan dibangunkan hunian di surga. Sebagaimana Ummu Habibah Radhiallaahu anha berkata.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">\u201cAku telah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda, Barangsiapa salat dalam sehari semalam dua belas rakaat akan dibangun untuknya rumah di Surga, yaitu; empat rakaat sebelum Dhuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah Isya dan dua rakaat sebelum salat Subuh.\u201d (HR. At-Tirmidzi, ia mengatakan, hadits ini hasan shahih)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tabel_Ringkasan\"><\/span>Tabel Ringkasan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berikut adalah tabel ringkasan tentang <strong>Waktu Pelaksanaan dan Tata Cara Salat Qabliyah Subuh<\/strong>:<\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th><strong>No.<\/strong><\/th>\n<th><strong>Aspek<\/strong><\/th>\n<th><strong>Penjelasan<\/strong><\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>1<\/td>\n<td><strong>Definisi<\/strong><\/td>\n<td>Salat qobliyah subuh adalah salat sunnah dua rakaat yang dilaksanakan sebelum salat fardhu Subuh. Salat ini dikenal juga sebagai salat fajar.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>2<\/td>\n<td><strong>Waktu Pelaksanaan<\/strong><\/td>\n<td>Dilakukan setelah azan Subuh berkumandang hingga sebelum iqomah salat Subuh. Berdasarkan hadits, Nabi Muhammad SAW melakukannya dua rakaat ringan di waktu tersebut.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>3<\/td>\n<td><strong>Keutamaan<\/strong><\/td>\n<td>\u201cKedua rakaat itu lebih kusukai daripada dunia dan seisinya.\u201d (HR Muslim dan Ahmad).<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>4<\/td>\n<td><strong>Niat<\/strong><\/td>\n<td>Niat dalam bahasa Arab:<br \/>\n\u0627\u064f\u0635\u064e\u0644\u0650\u0651\u0649 \u0633\u064f\u0646\u0651\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064f\u0628\u0652\u062d\u0650 \u0631\u064e\u0643\u0652\u0639\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u064a\u0651\u064e\u0629\u064b \u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0652\u0628\u0650\u0644\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u0628\u0652\u0644\u064e\u0629\u0650 \u0650\u0644\u0644\u0647\u0650 \u062a\u064e\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0649<br \/>\nArab Latin: \u201cUsholli sunnatash subhi rok\u2019ataini qobliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta\u2019ala\u201d<br \/>\nArtinya: \u201cAku berniat melaksanakan salat sunnah sebelum Subuh sebanyak dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta\u2019ala.\u201d<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>5<\/td>\n<td><strong>Bacaan Surah yang Dianjurkan<\/strong><\/td>\n<td>&#8211; Rakaat pertama: Surah Al-Kafirun.<br \/>\n&#8211; Rakaat kedua: Surah Al-Ikhlas.<br \/>\nAlternatif lainnya:<br \/>\n&#8211; Rakaat pertama: Surah Al-Insyirah.<br \/>\n&#8211; Rakaat kedua: Surah Al-Fil.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>6<\/td>\n<td><strong>Tata Cara Pelaksanaan<\/strong><\/td>\n<td>1. Niat dalam hati.<br \/>\n2. Takbiratul ihram.<br \/>\n3. Membaca doa iftitah (opsional) dan Al-Fatihah.<br \/>\n4. Membaca surah pendek.<br \/>\n5. Rukuk, i\u2019tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.<br \/>\n6. Rakaat kedua seperti rakaat pertama, tanpa doa iftitah.<br \/>\n7. Tasyahud akhir dan salam.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Waktu Pelaksanaan Shalat Qabliyah Subuh Salat qobliyah subuh adalah salat sunah yang dilakukan sebelum salat fardhu subuh. Salat ini sangat disukai oleh Nabi Muhammad SAW&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"default","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-33457","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33457","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33457"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33457\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33457"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33457"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33457"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}